
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 16 jam, akhirnya Chaca dan Zion sampai di bandara Soekarno-Hatta.Mereka buru-buru menyetop taksi dan langsung meluncur ke kediaman keluarga Joseph karena Chaca sudah tidak sabar memberi kejutan pada keluarganya, terutama kakeknya.
Sesampainya disana,Chaca dan Zion di sambut oleh satpam yang berjaga di pos jaga.Chaca meminta pak satpam untuk diam agar tidak menimbulkan keributan yang membuat keluarga nya curiga.
Pak Satpam mengangguk dan membukakan pintu untuk Chaca dan Zion.Perlahan mereka masuk kedalam dan mengagetkan seluruh penghuni rumah.
"SURPRISE..!!!"teriak Chaca mengagetkan keluarga nya yang tengah berkumpul di ruang keluarga.
"Chaca?kamu pulang nak?"Grace menghampiri Chaca dan langsung memeluknya.Dia sangat merindukan anak perempuan nya itu.
"Iya Bunda.Chaca pulang.Chaca udah kangen sama kalian."
"Bunda juga kangen sama kamu sayang."
"Chaca gak mau peluk ayah?"Yoga merentangkan kedua tangannya.
Chaca tersenyum dan berlari memeluk Yoga."Apa kabar ayah?"
"Ayah baik sayang.Kenapa kamu pulang tidak mengabari kami,hm?"
"Kejutan Yah."kekeh Chaca.
Chaca melepaskan pelukannya dan beralih memeluk Wira yang terlihat cemberut."Kakek kenapa cemberut gitu?jelek tahu."goda Chaca.
"Chaca bohongi kakek.Chaca bilang belum mau pulang karena masih ada urusan.Lalu sekarang?"
"Chaca gak bohong kok.Emang Chaca ada urusan.Iya kan Kak Zi?"Chaca mengedipkan matanya memberi kode pada Zion untuk mengiyakan nya.
"Apa itu benar Zion?"tanya Wira.
"E_em..iya Tuan."
"Tuh kan..Chaca gak bohong Kek."
__ADS_1
"Ya sudah.Kakek percaya."Wira memeluk erat tubuh mungil cucunya itu dan berkata,"Kakek senang Chaca pulang.Selanjutnya Chaca gak usah kembali ke London.Jika Chaca mau lanjutin kuliah,di sini saja.Kakek gak mau lagi jauh dari cucu kakek yang bandel ini."Wira mencubit pelan pipi Chaca.
"Ih ..Kakek,jangan di cubit!! sakit tahu."
Semua tertawa melihat keakraban kedua orang berbeda generasi itu.
"O iya,Kak Dhika mana Bun?"
"Dhika Belum pulang sayang.Mungkin sebentar lagi.Ya udah sekarang kalian istirahat dulu gih!! nanti bunda panggil kalau makan malam udah siap."seru Grace.
"Siap bunda.Jangan lupa buatin sop ayam ya bunda."pinta Chaca.Entah kenapa dia sekarang sangat menyukai masakan itu.Entah karena enak atau karena dia sedang merindukan seseorang.
"Siap Tuan putri.."
"Kalau begitu Chaca ke kamar dulu ya."Chaca mencium pipi Wira,yoga dan Grace secara bergantian dan langsung menarik kopernya ke kamar.
"Kalau begitu,saya juga permisi dulu Tuan,nyonya."seru Zion.
"Silahkan, istirahatlah!!Nanti setelah makan malam ada yang ingin aku bicarakan dengan mu Zion."ucap Wira.
Sementara itu di kamar,Chaca menjatuhkan tubuhnya di kasur empuk kesayangan nya.
Sudah lama dia meninggalkan kamarnya dan ternyata tidak ada perubahan sama sekali.Masih sama dengan nuansa biru bergambar kartun baling-baling bambu.
"Gak ada yang lebih nyaman selain kamar sendiri."lirih Chaca.Wajah yang tadinya terlihat ceria kini berubah sendu.Dia bangun dan membuka laci nakas.
Chaca mengambil sebuah bingkai foto seseorang yang sangat ia rindukan.
"Kak Raka.Apa kabar?hari ini Chaca kembali kak.Apa Kakak merindukan Chaca?"Chaca mengusap pelan foto kekasihnya itu dengan tangan bergetar.Air matanya pun menetes tanpa permisi.
Selama ini Chaca tidak pernah membawa satupun foto Raka saat pergi ke London.Dia sengaja melakukan hal itu karena ingin melupakan kenangan bersama sang kekasih.
Tapi mencoba sekuat apapun,Chaca tidak bisa mengisi kekosongan hati nya untuk orang lain.Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam,Raka masih menduduki posisi terpenting dalam hidupnya.
__ADS_1
"Ma_maaf Chaca pergi ninggalin kakak.Chaca hanya ingin mencoba mengalihkan pikiran Chaca,tapi tetep aja,Kakak nomor satu di hati Chaca."
"Chaca kangen sama kakak,Chaca pengen ketemu kakak,hiks hiks."isak tangis chaca terdengar oleh Wira yang tidak sengaja lewat di depan kamar Chaca.
Hati nya sakit mendengarnya.Selama ini dia berfikir Chaca sudah bangkit dari keterpurukannya dan bisa melupakan pria itu.Tapi nyatanya, cinta Chaca begitu dalam.
Huft,Andai dia bisa melakukan sesuatu untuk cucunya itu agar bisa melupakan Raka.Apa dia harus menjodohkan Chaca dengan putra rekan bisnisnya?
Ya,itu bisa di coba.Semoga chaca tidak menolaknya.Dan jika pun benar Chaca menolak,maka dia juga tidak akan memaksa Cucu nya itu.Tapi setidaknya dia harus berusaha.
Wira meninggalkan kamar Chaca dan menemui Yoga dan Grace untuk membicarakan rencana nya itu.
"Yoga, Grace kemarilah!!Ada yang ingin ayah bicarakan."seru Wira.
"Ada apa ayah?"Yoga duduk di depan Wira.Begitu juga dengan Grace.Mereka merasa hal yang ingin Ayah mereka bicarakan adalah hal yang serius.
"Ini mengenai Chaca.Selama ini,ayah mengira jika dia sudah bisa melupakan Raka.Tapi ternyata..."Wira menggelengkan kepalanya pelan.
"Lalu?"
"Ayah akan mencoba menjodohkan nya dengan putra rekan bisnis Ayah.Mungkin dengan begitu Chaca bisa melupakan Raka dan mau membuka kembali hatinya untuk pria lain.Bagaimana menurut kalian?"
"Maaf Yah,Aku tidak setuju.Aku yakin Chaca akan menolaknya.Biar saja dia menentukan sendiri pilihan hidupnya Yah."Seru Grace.
"Sebenarnya aku sependapat dengan Grace,Ayah.Tapi tidak ada salahnya kita mencoba."
Grace menatap Yoga dengan tatapan penuh tanya.Apa maksud nya berkata seperti itu?
"Begini sayang,dengarkan aku dulu.Sebentar lagi Dhika akan bertunangan dengan Kekasihnya.Dan di acara itu juga kita akan memperkenalkan Chaca sebagai Cucu perempuan Ayah.Nanti di acara tersebut pasti banyak rekan bisnis ku yang datang.Dan kita bisa memperkenalkan Chaca dengan putra salah satu dari mereka.Biar mereka saling mengenal dulu.Siapa tahu nanti Chaca bisa dekat dengan salah satu dari mereka dan menjalin hubungan dengan mereka.Bagaimana?"
Wira setuju dengan Yoga.Tapi tidak dengan Grace.Hatinya berkata jika hal itu akan sia-sia.Dan dia juga tidak ingin memaksa Chaca.Mereka tahu jika selama di London, banyak yang mengungkapkan perasaannya pada Chaca.Tapi gadis itu menolaknya.Apalagi sekarang?
Tapi Grace tidak bisa berbuat apa-apa.Dia hanya bisa mengikuti ucapan suami dan ayah mertuanya,asalkan hal itu tidak menyakiti hati Chaca.Dan dia berharap kali ini Chaca benar-benar bisa move on dari masa lalu nya.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, seseorang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka.Dia mengepalkan tangannya dan pergi.Sepertinya dia harus menyusun rencana untuk menggagalkan rencana mereka yang ingin menjodohkan Chaca dengan pria lain.