
Perjalanan yang masih memakan waktu yang lama membuat semua peserta Camping memilih memejamkan matanya untuk istirahat atau sekedar menghilangkan pusing karena tidak terbiasa menaiki kendaraan besar tersebut.
Begitu pula dengan Chaca.Karena lelah menangis akhirnya dia terlelap dengan posisi kepala menyender di kaca jendela Bus.
Raka tidak tega melihat Chaca.Dia mendekati tempat duduk Chaca dan berdiri di dekat Sivanya.
Sivanya yang tahu maksud Raka mulai berdiri dan mempersilahkan Raka untuk duduk di tempat nya
Sedang Sivanya duduk di tempat Raka.
Raka duduk di samping Chaca.Dia menarik pelan kepala Chaca dan menyender kan nya di bahu nya.
Chaca menggeliat pelan .Dia mencari posisi ternyaman dengan memeluk pinggang pemuda itu.
Raka tersenyum..Dia begitu gemas dengan gadis itu.
Raka mencium pucuk kepala Chaca berulang kali.Rasa nya dia ingin waktu berhenti sejenak agar dia bisa lebih lama berada di posisi sekarang.
Waktu terus bergulir.Tak terasa mereka hampir sampai di tempat tujuan.
Raka memberi kode pada Sivanya untuk mendekat.Dia tidak ingin Chaca tahu jika dia di samping nya dan memeluk nya.
Sivanya yang tahu maksud Raka mulai berdiri di dekat nya.
Raka mencoba melepaskan pelukan Chaca Secara perlahan.Tapi bukan nya terlepas,Chaca justru mengeratkan pelukannya.
"Jangan pergi..!!! Jangan tinggalin Chaca!!!"gumam Chaca.
Sivanya menahan tawa mendengar Chaca yang mengigau.
Sedangkan Raka hanya tersenyum..Dia membisikkan sesuatu pada Chaca..
"Kakak disini..Kakak gak akan ninggalin Chaca .I Love You.."
Cup
Raka mencium sekilas bibir Chaca.. Gadis itu tersenyum dan melonggarkan pelukannya.
Sivanya..???
Jangan tanya kan lagi..Dia langsung menutup kedua matanya melihat adegan uwu di Depan nya..
"Dasar mahluk tak berakhlak..Dia gak tau apa kalau gue jomblo..!!!"
__ADS_1
Raka memindahkan kepala Chaca agar bersandar di kursi nya.Pemuda itu mengelus pelan pipi chubby kekasihnya sebelum beranjak dari samping nya.
''Udah..??"seru Sivanya tanpa suara.
Raka hanya mengangguk dan pindah ke tempat duduk nya semula.
Sivanya Duduk di samping Chaca dan membangun kan nya.
"Cha..!!! Bangun.. Udah mau sampai.."
Perlahan kedua mata Chaca terbuka..
"Udah mau sampai ya siv..??'
Sivanya mengangguk.."Nyenyak bener tidur loe.."
"Iya.Rasanya udah lama Chaca gak tidur se nyenyak Ini..''
"Kenapa???"
"Chaca sering mimpi buruk.Tapi kali ini Chaca justru mimpi indah banget.."Chaca tersenyum mengingat mimpi nya.
"*Ya iyalah Indah.Orang loe tidur di pelukan mas Mantan.''
Bus yang membawa mereka melewati jalan yang bergelombang.
Semakin lama mereka semakin menjauh dari jalan raya dan memasuki sebuah desa dengan pemandangan yang sangat asri .
"Wah... Indah benget pemandangan nya.."seru Chaca..
"Iya.. Udara nya juga sejuk.."timpal Sivanya.
Tak berapa lama Bus mereka berhenti di dekat sebuah tanah lapang yang sangat luas di kelilingi oleh hutan.
Kakak pembina OSIS mulai berdiri dan memberi pengarahan pada anak-anak kelas 10 sebelum turun dari Bus.
"Ok.Kita sudah sampai di lokasi camping.Nanti kalian langsung saja berbaris di lapangan sesuai kelompok masing-masing ya."
"Siap Kak.."
"Sekarang kita turun.Hati-hati dan Jangan berebut.."
Siswa-siswi kelas 10 mulai turun dari bus masing-masing.Begitu juga dengan Chaca dan yang lain.
__ADS_1
"Ayo Siv..Kita turun..!!!"Ajak Chaca
"Nanti aja Cha..Loe gak liat pada berdesakan kaya gitu.."
Chaca Hanya mengangguk.Karena dia duduk di dekat jendela, Otomatis dia tidak bisa keluar sebelum Sivanya berdiri.
"Udah mulai longgar.Ayo Cha..!!"ajak Sivanya.
Chaca berdiri dan keluar dari kursi nya.Dia mengantri untuk keluar dari Bus dengan Sivanya.
"Yang lain udah keluar???"tanya Chaca
"Udah tadi.Lewat pintu yang belakang.."
"Oh.."
Chaca berjalan maju saat Teman-teman nya mulai turun satu persatu.
Saat dia sudah sampai di tangga pijakan bus, Pandangan Chaca tidak sengaja beradu dengan Raka yang berdiri tidak jauh dari pintu Bus yang dia lewati.
Cukup lama mereka saling pandang.Sampai-sampai Chaca tidak memperhatikan langkahnya dan hampir jatuh jika seseorang tidak menangkap tubuh nya.
"Akh..."
Hap
Raka yang dengan sigap menangkap tubuh Chaca yang hampir terjatuh.
Deg
Ini untuk pertama kalinya mereka sedekat ini setelah mereka berpisah.
Debaran itu masih ada.. Bahkan Chaca dapat merasakan nya.Karena tangan Chaca memeluk leher Raka sedang tangan yang lain berada di dada pemuda itu.
"Loe gak papa???"tanya Raka
"Ah..I_iya.. Chaca tidak papa.."Chaca berdiri tegak dan lepas pelukan nya.
"Lain kali hati-hati.."Raka pergi kelapangan menyusul teman-teman nya.
Ada Rasa sakit saat pemuda itu mengabaikan nya.Apa lagi kata-kata yang di ucapkan sudah berbeda dengan nada yang dingin dan tatapan yang tajam.
Chaca menghela nafasnya dan pergi menyusul teman-teman yang sudah berbaris di lapangan.
__ADS_1
"Kenapa rasanya sakit,, Hati Chaca..."