
"Naik...!!!"seru Raka yang berhenti di depan pos satpam.
Chaca beranjak dari tempat duduknya dan berpamitan pada Pak Sar.
"Chaca duluan ya Pak..!!!"
"Iya No..Ah maksud saya Neng.. Hati-hati di jalan Neng Chaca..!!"
Chaca tersenyum dan naik di jok belakang motor sport kekasihnya.
"Ke rumah dulu ambil baju ganti.."seru Chaca yang di jawab anggukkan oleh Raka.
Sampai di rumah,Chaca langsung masuk ke kamar nya untuk berganti baju dan menyiapkan apa saja yang akan dia bawa ke apartemen Raka.
"Udah semua..??"tanya Raka yang melihat kekasihnya keluar membawa tas di punggungnya.
"Udah..Tapi nanti ajari Chaca bikin PR ya.."
"Iya ...!!"
Raka kembali melaju motor sport nya.
Tak berapa lama mereka sampai di apartemen Raka.
Saat membuka pintu, pertama kali yang terlihat adalah ruang tamu yang sudah seperti kapal pecah.Sangat berantakan.
Chaca bertolak pinggang sambil menggeleng kan kepalanya.
"Ck..ck.ck...Ini apartemen apa gudang...???"gumam Chaca.
Raka terkekeh..."Maaf..!! Seminggu ini Kakak banyak tugas sampai-sampai gak ada waktu buat bersih-bersih.. "
"Chaca yakin ruangan yang lain gak kalah heboh dari ini.."
Raka menggaruk tengkuknya yang tidak gatal..
"Udah...!!!Chaca taruh dulu tas Chaca di kamar...!!!"
Chaca memicingkan matanya.."Pasti kamar kakak lebih parah dari ini.."
Raka kembali terkekeh.Dia menarik Chaca naik ke lantai 2 tempat kamar nya berada.
"Astaga...!!! Kenapa kamar Kakak berantakan kayak gini..???"seru Chaca.
Dia melihat baju Raka yang berserakan di mana-mana.Buku pelajaran yang tidak ada pada tempatnya.Dan lantai yang penuh dengan sampah Snack.
Chaca mendengus kesal.Dia menaruh tas nya sedikit kasar dan meminta Raka untuk segera mengganti baju seragam nya.
Raka sedikit menciut melihat kekasihnya yang berubah menjadi garang.Pemuda itu segera mengambil baju ganti dan masuk ke kamar mandi nya.
Sedangkan Chaca mulai membersihkan tempat tidur Raka dengan mengganti seprei dan sarung bantal nya.
Chaca memungut satu persatu baju Raka dan memasukkan nya kedalam keranjang.
Saat Raka keluar dari kamar mandi, Chaca langsung meminta nya mengambil sapu dan kain pel.
Setelah kamar bersih,Chaca membawa keranjang baju kotor ke bawah dan memasukkan nya kedalam mesin cuci.
Sambil menunggu,Chaca mulai membersihkan ruang tamu.
"Biar Kakak aja yang bersihin ruang tamu.Chaca bersih'in dapur aja.."
"Yakin bisa..??"
Raka mengangguk kan kepalanya dan merebut sapu yang ada di tangan Chaca.Sedang gadis itu pergi ke dapur .
Lagi-lagi Chaca menggeleng kan kepalanya..
"Benar-benar..!!! Dasar Mr horor..."geram Chaca.
Dia mulai mencuci piring dan gelas terlebih dahulu.Setelah itu dia membersihkan kitchen set dan meja makan.
"Fyuh..."Chaca mengusap keringat di keningnya.
"Apa sudah selesai..??"tanya Raka saat melihat Chaca menyeka keringatnya.
"Sudah..Chaca mau menjemur baju dulu.Kakak mandi gih...!!"
Chaca pergi ke ruang minimalis yang biasa digunakan untuk menjemur pakaian .
"Akhirnya selesai juga.."seru Chaca.Dia membuka pintu geser kaca yang terhubung dengan balkon.
"Wah... ternyata dari sini bisa liat sunset.."
Chaca menikmati sejenak pergantian langit di mana matahari menghilang di bawah garis cakrawala di sebelah barat itu.
"Kakak cari dari tadi.Tau nya ada di sini.."seru Raka yang langsung memeluk Chaca dari belakang.
"Kak Raka...!!!"pekik Chaca
"Hmm..."
"Jangan gini Kak..!!!"
__ADS_1
"Kenapa...???"
Chaca terdiam.Mau memberi alasan apapun, Pemuda itu tidak akan melepaskan pelukannya.
"Chaca laper..."ucap Chaca mengalihkan pembicaraan.
"Mau makan apa..???Kakak pesenin..??"
"Emm...Chaca lagi pengen yang berkuah ."
"Berkuah..??"
Chaca menganggukkan kepalanya.
"Ya udah..!! Gimana kalau kita makan diluar aja.."ajak Raka
"Boleh..??"
"Tentu saja.."
"Ya udah..Chaca mau mandi dulu.Lepas Kak..!!"
Raka menggeleng kan kepalanya pelan saat Chaca langsung berlari setelah dia melepas pelukannya.
Tak berapa lama Chaca keluar dengan baju santainya.Setelah semua sudah siap.Raka mengajak Chaca makan di suatu tempat.
"Chaca mau makan di mana..??"tanya Raka.
"Chaca gak pernah makan di luar.Jadi terserah Kakak saja.."
Raka mengangguk dan membuka kan pintu mobil untuk Chaca..
"Gak pake motor..??"tanya Chaca.
"Dingin.."
Chaca membulatkan bibir nya dan masuk ke dalam mobil.
Raka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Dia membawa Chaca ke taman kuliner terkenal di kota A.
Raka memarkirkan mobilnya dan membuka kan pintu untuk Chaca..
"Wah...!!! Banyak banget yang jual makanan di sini.."seru Chaca.
"Ini namanya taman kuliner.Chaca belum pernah ke sini..!??"
Chaca menggelengkan kepalanya.."Chaca kira Kakak bakalan bawa Chaca ke restoran mahal.."
"Kenapa..??Chaca mau kesana..??"
"Iya udah..Ayo..!!!"Ajak Raka.Dia menggenggam tangan Chaca dan mengajak nya ke warung bakso Langganan nya.
"Malam mang..!!!Persen bakso nya 2 ya minum nya teh hangat 2 juga.."seru Raka
"Siap Den..!!!"sahut Mang Damar pemilik warung bakso itu.
Raka menuntut Chaca untuk duduk di sudut paling ujung.
"Kakak sering kesini..??"tanya chaca
"Hm..."
"Sama siapa..??"
"Sendiri.."
"Masak sih.."
"Silahkan Den..Ini pesanan nya.."Mang Damar meletakkan 2 mangkuk bakso dan 2 gelas teh hangat pesanan Raka.
"Wah.. Tumben sekali bawa temen.. Pacarnya ya Den.."tanya Mang Damar
"Iya Mang.."Jawab Raka
"Selamat menikmati ya Neng.Sering-sering kesini ya..."seru mang Damar yang di jawab anggukkan oleh Chaca.Gadis itu tidak menyangka jika Raka benar-benar datang kesini sendiri sebelum nya.
"Ayo di makan..!!! Katanya lapar..."ucap Raka
Chaca mengangguk dan mulai memakan makanannya.
"Mang bakso nya 3 ya..Sama air mineral nya juga.."seru perempuan yang baru saja masuk ke kedai warung mang damar.
"Siap Neng..!!"
"Duduk dimana..??"tanya perempuan ber rambut panjang
"Eh ada cowok ganteng tuh..Kita duduk disana saja.."
"Udah punya cewek dia Ris.."
Tapi perempuan itu tidak menghiraukan nya.Dia duduk di dekat Raka di ikuti kedua teman nya.
"Silahkan Neng...!!!"seru mang damar
__ADS_1
"Makasih Mang..!!"
Risa terlihat mencuri pandang ke arah Raka.Tapi pemuda itu tampak acuh dan terus memakan makanan nya.
Chaca yang menyadari tatapan perempuan itu merasa hatinya terbakar.
Dia melirik Raka dan perempuan itu bergantian.
Chaca menghela nafasnya.."Chaca kenyang..!!"ucap Chaca.Dia ingin cepat-cepat pergi dari sana.
"Ya udah.. Kakak bayar dulu.Chaca tunggu di sini apa ikut.."
"Chaca ikut..!!"
Raka mengangguk dan mulai beranjak terlebih dahulu.
Risa menyekal tangan Chaca.."Kakaknya ya...??"
Chaca hanya tersenyum.
"Salam ya ..!!!"
Chaca hanya membalas dengan anggukan.Entah mengapa dia merasa sesak di dadanya.Dia tidak rela kekasihnya di tatap seperti itu oleh perempuan lain.
"Ayo..!!!"ajak Raka
"Mau kemana lagi??"tanya Raka
"Chaca mau beli cemilan boleh..??"
Raka mengangguk kan kepalanya.
Chaca berjalan terlebih dahulu dan masuk ke kedai yang menjual makanan ringan.
Saat Chaca tengah memilih beberapa cemilan,Raka yang menunggu Chaca di luar terlihat di dekati Risa dan kedua temannya.
"Malam Kak..!!Lagi jalan sama adiknya ya.."ucap Risa tapi tidak di tanggapi oleh Raka
"Adiknya manis banget.Jadi pengen juga punya Adik kayak gitu.."
Raka menatap ke 3 perempuan itu dengan tatapan dingin favoritnya.
"Dia memang gadis yang manis.."
Risa tersenyum menggoda mendengar ucapan Raka.
"Tapi dia bukan Adik gue tapi cewek gue.."
Risa mendelik mendengar ucapan Raka.Dia mengepalkan tangannya geram.Saat pemuda itu meninggalkan nya.
Chaca yang melihat kekasihnya di dekati perempuan lain lagi-lagi merasakan hal aneh di hati nya.
Dia marah.. Ada rasa tidak rela..
"Perasaan Apa Ini..?? Kenapa dada Chaca sesak sekali...??"lirih Chaca sambil memegang dadanya.
"Sudah..!!!"
Chaca mengangguk pelan.
Raka membayar belanjaan Chaca dan menarik nya keluar dari sana .Dia membawa Chaca kembali ke parkiran.
"Pulang..???"tanya Chaca dan di jawab deheman oleh Raka.
Di sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan dari keduanya.
Chaca melihat raut wajah Raka yang berubah lebih dingin dari sebelumnya.
"Kakak kenapa..??"
"Chaca yang kenapa..???"bukan nya menjawab,Raka justru memberi pertanyaan pada Chaca tanpa mengalihkan pandangan.
"Kenapa Chaca diem aja saat orang lain mengira Chaca Adik Kakak..???Chaca malu punya pacar Kakak..???"
Chaca menunduk kan kepalanya.."Bukan begitu Kak.."
"Lalu...???"
"Ma- maaf.."lirih Chaca
Raka menghela nafasnya panjang.Dia memarkirkan mobilnya saat sudah sampai di apartemen nya.
Dia keluar terlebih dahulu dan membuka kan pintu untuk Chaca.
Walau dia dalam keadaan marah tapi dia masih bersikap seperti biasa pada Chaca.
Dia menggenggam tangan Chaca dan membawa kan kantung belanjaan gadis itu.
Sampai di dalam apartemen,Raka langsung merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di kamarnya sedangkan Chaca mengambil buku untuk mengerjakan PR nya.
Dia tidak berani membangun kan Raka dan memilih turun ke ruang santai .
Chaca menatap pintu kamar Raka yang masih tertutup.Dia merasa bersalah pada pemuda itu.
__ADS_1
"Maafin Chaca Kak.."lirih Chaca