
Chaca mendongakkan kepalanya menatap pria yang berdiri di sampingnya.
Deg...
Kenapa dia ada di sini?niat ingin mengorek informasi tentang Rey dari Roger,tapi justru orang nya sekarang ada di sini.Dengan kekasihnya dan....... berpegangan tangan.
Chaca memalingkan wajahnya.Dia tidak kuat melihat keromantisan mereka.Sungguh menyebalkan.Andai dia tahu ada mereka di sana, pasti Chaca akan menolak ajakan Roger.
"Untuk apa kau kemari Rey?"tanya Roger.Dia merasa terganggu dengan kedatangan Rey.Bisa-bisa kencannya dengan Chaca gagal malam ini.
"Tentu saja untuk makan."jawab Reynand santai.Dia langsung duduk di samping Chaca tanpa permisi.Begitu juga dengan Calista yang duduk di samping Roger.
"Hei... Kenapa kau duduk di sana?"geram Roger.Dia ingin berduaan dengan gadis pujaan hatinya tapi sekarang Reynand justru mengacaukan nya dengan duduk di sebelah Chaca.
"Hanya ini yang tersisa.Lagipula kekasihmu juga tidak keberatan Aku duduk di sini.Bukan begitu Nona Chaca."
Glek
Suara berat Reynand terdengar begitu dekat dengan telinganya.Membuat Chaca merinding.Dia hanya bisa tersenyum kikuk dan mengangguk pelan.Jika bisa,dia ingin pergi dari sana.Tapi berada di dekat Reynand membuat tubuh Chaca mendadak kaku dan sulit di gerakkan.
"Kau kan bisa duduk di samping ku."gerutu Roger.
"Aku masih normal."
Roger berdecih.Dia ingin protes tapi pelayan datang mengantar pesanan mereka.
"Pesanan anda Tuan,Nona."seorang waiter menyajikan dua piring steak dan sebotol sampanye untuk Roger dan Chaca.
"Terimakasih."seru Chaca.
"Sama-sama Nona."
__ADS_1
"Aku juga ingin memesan makanan yang sama dengan mereka."seru Calista pada si waiter.
"Baik Nona."Waiter itu pergi menyisakan dua pasangan yang sedang duduk berhadapan.Roger begitu perhatian pada Chaca,dia terlihat memotong-motong steaknya dan memberikannya pada Chaca."Makanlah!!"ujar Roger.
"Te_terimakasih."Chaca memasukan potongan Steak kedalam mulutnya.Sesekali dia melirik Reynand yang terlihat diam.Tapi Chaca merasa jika pria itu tengah mengawasinya."Apa cuma perasaan Chaca aja?tapi Chaca merasa dia kayak ngawasin Chaca."batin Chaca
"Apa kalian sedang berkencan?"tanya Calista memecahkan keheningan.
"Ya, begitulah."Roger membuka tutup botol sampanye dan menuangkan di gelasnya dan gelas Chaca.Dia mengangkat gelasnya dan mengajak Chaca untuk bersulang.
Ting
Benturan kaca terdengar saat mereka mengadu gelas mereka.
Roger menenggak habis minuman nya sedangkan Chaca menatap minumannya dan sesekali mengendusnya.
"Ada apa?apa kau tidak suka?"tanya Roger.
Roger tertawa begitu juga dengan Calista.Mereka tidak menyangka jika CEO dari perusahaan WJ Group tidak tahu dengan minuman beralkohol.
"Ini sampanye Cha, minuman beralkohol dari anggur putih.Memangnya kau belum pernah minum?"tanya Roger.
"Aku tidak pernah minum minuman beralkohol."Chaca meletakkan kembali gelas nya.
"Kau harus mencobanya Cha.Kau seorang pemimpin perusahaan.Bagaimana jika nanti rekan bisnis mu mengajakmu minum?"
Chaca kembali mengangkat gelasnya.Lagi-lagi dia mencium aroma dari minuman beralkohol itu."Baunya saja anah,enak dari mana coba?"batin Chaca.
"Jika dia tidak mau jangan memaksanya.Dia masih belum cukup umur untuk menikmati minuman surgawi ini."Reynand merebut gelas milik Chaca dan meminumnya hingga habis.
Chaca mendelik mendengar ucapan Reynand.Dia merebut kembali gelasnya dan menuangkan sampanye di dalamnya."Siapa bilang Chaca belum cukup umur?"dengan perasaan kesal,Chaca menenggak habis sampanye di gelasnya.
__ADS_1
Roger bersorak.Dia memberikan tepuk tangan pada Chaca."Hebat Cha.."Roger menuangkan kembali sampanye ke dalam gelasnya dan Chaca tapi tiba-tiba seorang waiter tidak sengaja menyenggol tangan Roger sehingga minuman itu tumpah ke celana nya.
"Hei..!!!"Roger berdiri dan mencengkeram kerah baju si waiter."Apa kau tidak punya mata ,hah?"teriak Roger.
"Ma_maafkan aku tuan."sesal si waiter.
"Maaf kau bilang?"
"Sudah,jangan bertengkar!!dia tidak sengaja, Roger.Lihat!!!banyak pengunjung yang menatapmu."seru Calista.
Roger mendengus kesal.Dia melepaskan cengkeramannya kasar dan pergi ke toilet.
Si waiter melirik Reynand dan Chaca sekilas dan pergi meninggalkan mereka.
Chaca mulai merasa pusing,tapi dia bersikap biasa seolah tidak terjadi apa-apa.Oh sial...Harusnya dia tidak nekat meminumnya tadi.Sekarang kepalanya pusing dan dia takut nanti Roger akan berbuat macam-macam padanya.Di saat seperti ini Chaca justru memikirkan Zion dan berharap pria itu datang dan menolongnya.Huh .. Harusnya dia tidak membohongi Zion.sesal Chaca.
"Aku ketoilet sebentar."seru Calista.Kini di sana tersisa Reynand dan Chaca.
"Bukankah aku sudah memperingatkan mu untuk menjauhi Roger? Kenapa kau sangat keras kepala,hah?"Reynand menatap tajam Chaca.Tapi gadis itu hanya diam mengedipkan matanya.
"Oh sial..!!"Reynand menyadari jika gadis itu mulai mabuk.Dia menggendong Chaca ala bridal dan keluar dari restoran itu.
Sedangkan Roger yang baru kembali dari toilet dibuat bingung karena Chaca maupun Reynand tidak ada disana.Kemana mereka?
"Hei..Apa kau tahu orang-orang yang duduk disini?"tanya Roger pada salah satu pengunjung yang kebetulan duduk dekat meja yang mereka pesan.
"O.. Mereka sudah pergi beberapa menit yang lalu."
"Apa?pergi?"pekiknya.
Oh Sial.Kenapa mereka pergi begitu saja?kemana mereka pergi?Roger mengusap wajahnya kasar.Rasanya dia ingin berteriak karena kencannya gagal.Ruang VIP yang sudah dia pesan di batalkan begitu saja tanpa ada konfirmasi.Di tambah kedatangan Reynand dan Calista yang menurutnya mengganggu acara mereka,belum lagi gara-gara pelayan menumpahkan minuman di celananya membuat dia kesal.Dan sekarang dia di tinggal begitu saja?Ini sungguh sangat keterlaluan.
__ADS_1
Roger keluar dari restoran dengan perasaan kesal.Dia tak henti-hentinya mengumpat karena kencannya dengan Chaca gagal.Sepertinya dia harus mengatur ulang kencannya dengan Chaca.Mungkin dia akan membawa Chaca jauh dari keramaian yang hanya ada mereka berdua.Dan di saat kesempatan itu datang, dia tidak akan menyia-nyiakan nya untuk menjadikan Chaca miliknya seutuhnya.