
BRUAKH
Semua mata menatap kearah pintu yang terbuka cukup keras.Si pelaku hanya memamerkan deretan gigi putihnya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Selamat pagi semuanya ."sapa Chaca
"Siang Cha!!!ini sudah siang!!"seru Maya sambil menunjuk jam yang bertengger di dinding ruangan Chaca.
"Ck..Baru juga jam setengah sebelas Kak."gerutu Chaca.
"Iya,tapi hampir masuk jam istirahat,jam makan siang.Bukan sarapan lagi."ucap Maya kesal.Sebenarnya kenapa Chaca bisa terlambat? tidak biasanya gadis itu cerobah seperti itu.
Chaca tidak lagi memperdulikan ocehan Maya,dia menatap seseorang yang duduk di kursi kebesarannya."Kakek??kapan kakek kemari?"tanya Chaca sambil mendekat dan memeluk tubuh kurus kakeknya.
"Kakek baru sampai."jawab Wira.Dia memberi kode pada Maya dan Zion untuk meninggalkan mereka karena ada hal penting yang ingin dia bicarakan dengan Chaca.
Zion dan Maya keluar dari ruangan Chaca dan menyisakan manusia beda generasi itu.
"Ada apa sebenarnya Kek?"tanya Chaca.Dia duduk di depan Kakek nya.
"Tidak ada.Kakek hanya ingin mengecek perusahaan saja.Tapi siapa sangka pemimpin perusahaan tidak menyambut kakek dan datang terlambat."seru Wira menunjukkan wajah kecewanya pada Chaca.
"Ck..Semua ini salah kak Zi yang tidak membangunkan ku,kek."sungut Chaca.
"Kenapa kau menyalahkan Zion? Kakek kira kau terlambat karena semalam kau berkencan dengan Roger."
Chaca terdiam.Iya benar,semalam dia berkencan dengan Roger.Kenapa dia bisa lupa?semalam dia pergi dengan Roger dan makan malam bersama.Dan tak berapa lama Rey dan Calista ikut bergabung dengan mereka.Tapi tunggu dulu!!!!
Tidak!!tidak!!kenapa dia tidak bisa mengingat apapun sesaat setelah Roger pergi ke toilet?Saat dia bangun,dia sudah berada di tempat tidurnya.Apa Roger yang membawanya?
"Kenapa kau diam sayang?apa terjadi sesuatu?kencan kalian berhasil kan?"tanya Wira.
Chaca mengangkat kedua bahunya.Dan hal itu membuat Wira penasaran.Apakah kencan mereka berhasil? sungguh dia ingin tahu bagaimana kencan mereka semalam.Jiwa kepo nya meronta-ronta.Untuk itu Wira sengaja datang untuk mendengar cerita dari Cucunya secara langsung.Dia berhadap Chaca dan Roger segera meresmikan hubungan mereka dan melanjutkan ke jenjang yang lebih serius lagi.
"Maaf membuat mu kecewa kakek.Tapi aku harus bekerja sekarang."Chaca mengusir kakeknya secara halus.Tidak ada pilihan lain.Dia enggan membicarakan Roger.Dia yakin,jika pembicaraan ini berlanjut, Kakeknya pasti akan mendorongnya untuk menerima Roger sebagai pendamping hidupnya.Dan Chaca tidak mau itu.Apalagi dia tidak ingat apa yang terjadi semalam.Dan mungkin setelah ini dia harus mengingat-ingat kembali apa yang terjadi?jangan sampai Roger tahu nomor apartemen miliknya.Apa mungkin Zion yang mengantarnya pulang?itu lebih tidak mungkin lagi.
"Baiklah.. Kakek akan pergi.Tapi ingat baik-baik!! tidak ada pria sebaik Roger.Dan kakek berharap kau mau mencoba menjalin hubungan dengannya."
__ADS_1
Chaca hanya tersenyum.Dia tidak mengiyakan juga tidak menolak.Perasaan seseorang tidak bisa di paksakan.Walaupun dia baik sekalipun.Tapi hati Chaca sudah terikat dengan seseorang.Jadi, mungkin akan susah bagi Chaca untuk mencobanya.
"Hati-hati kakek!!"Chaca memeluk Wira dan mengantar nya sampai di depan pintu.
"Ingat ucapan kakek!!"
Chaca mengangguk dan berkata,"Chaca harap kakek juga tidak sembarang memberikan informasi tentang Chaca pada orang lain tanpa seijin Chaca."
Glek
Wira menelan ludah nya kasar.Ucapan Chaca seperti ultimatum untuk Wira.Wajah gadis itu tersenyum,tapi dia yakin di dalam hati Chaca,dia sedang mengumpat dirinya habis-habisan.
"Ka_kakek pergi dulu."bak tertangkap basah, Wira melangkah dengan cepat meninggalkan Chaca.
"Ck...Dasar."Chaca menutup pintu dan kembali ke kursi kebesarannya.
"Apa yang terjadi semalam?kenapa Chaca tidak ingat apa-apa?"Chaca berfikir keras.Dia merangkai satu persatu peristiwa yang Chaca ingat semalam.Terakhir dia minum sampanye dan Roger pergi ke toilet.Tapi setelah itu?aish...Ini sangat sulit.Dia benar-benar tidak mengingat apapun.
Tok Tok Tok
Zion dan Maya masuk keruangan Chaca dengan setumpuk berkas di tangan mereka.Huft..sangat menyebalkan.
"Tenang saja,Aku tidak akan menyuruh mu memeriksa berkas-berkas ini."seru Maya yang membuat Chaca bingung.
"Maksudnya??"
"Tuan Rey memberitahu ku jika dia sudah mendapatkan beberapa lokasi untuk kita.Dan dia ingin kau kesana sekarang."seru Zion.
Chaca mengerutkan keningnya,"kapan dia berkata seperti itu?"
"Semalam."jawab Zion singkat.
Tunggu dulu!!semalam? kenapa Rey bisa berkata seperti itu pada Zion semalam?apa mereka bertemu?
"Tuan Rey yang mengantar mu pulang."ucap Zion yang tahu isi dari pikiran Chaca.
"A_apa? mengantar ku?"Chaca terlonjak kaget tidak percaya.Rey mengantarnya pulang?tapi dari mana pria itu tahu tempat tinggalnya?
__ADS_1
"Iya, mengantarmu pulang dalam keadaan MA_BUK."ucap Zion menekan.
Chaca melebarkan kedua matanya.Mabuk?jadi semalam dia mabuk dan di antar pulang oleh Rey? lagi-lagi Chaca bergelut dengan pikirannya.
"Kau berhutang penjelasan padaku Cha."lanjut Zion.
Glek
Chaca menelan saliva nya kasar.Gawat!! sepertinya Zion tahu kalau dia sudah berbohong.
"Sudah sudah!!!kalian bisa membahasnya nanti.Sekarang, bersiaplah untuk pergi ke perusahaan RM Company dengan Zion.Aku yang akan menghandle perusahaan selama kau tidak ada."ucap Maya.
"Baiklah,"Chaca seolah tidak bersemangat untuk pergi.Dia takut jika semalam dia melakukan hal yang memalukan di depan Rey.Akh...mau di taruh di mana mukanya??
Chaca menenteng tasnya dan melangkah dengan malas.Bahkan selama di perjalanan dia hanya diam.Bukannya dia tidak mau bertemu dengan Rey,tapi dia benar-benar tidak ingat apa yang terjadi semalam.Untuk itu dia mencoba mengingat-ingat kembali apa yang terjadi?
"Apa yang terjadi semalam?kenapa aku tidak bisa mengingatnya?ayo lah Chaca!!!coba kau ingat-ingat kembali!!!Tunggu!!apa Kak Zi tahu apa yang terjadi semalam?"batin Chaca.
Chaca membenarkan duduknya dan mencoba bertanya pada Zion."Kak,soal semalam, emangnya bener Chaca mabuk?"tanya Chaca lirih.
"Hm..Dan kau terus memanggil Raka."
Chaca terdiam sejenak kemudian lanjut bertanya,"apa Chaca melakukan sesuatu saat mabuk?"
"Entahlah !!Tuan Rey membawamu ke kamar.Dan aku hanya menunggu di depan.Untuk apa yang kalian lakukan di dalam sana,aku tidak tahu."
Glek
Apa maksud Zion dengan yang kami lakukan?apa benar telah terjadi sesuatu?haruskah dia bertanya pada Rey?tapi itu pasti sangat memalukan.
"Aku sangat penasaran dengan apa yang kami lakukan semalam?tapi sepertinya tidak terjadi apa-apa.Baju ku masih utuh.Tapi...."Chaca memegang bibirnya yang terasa berdenyut saat bangun tidur tadi."Tidak!! tidak .. tidak !!itu tidak mungkin."batin Chaca.
"Kita sudah sampai."seru Zion membuyarkan lamunannya.
Pria itu turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Chaca.
Lagi-lagi jantungnya berdetak kencang saat menginjakkan kakinya di perusahaan Rey.Sepertinya setelah ini dia harus pergi ke dokter spesialis jantung untuk memeriksa kesehatan jantung nya.
__ADS_1