Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Kencan


__ADS_3

Waktu yang dinantikan pun telah tiba dan malam ini,Chaca akan pergi berkencan dengan Roger.Ya,Chaca memutuskan menerima ajakan Roger.


Setelah pembicaraan nya dengan Maya beberapa hari yang lalu, Chaca langsung menghubungi pria itu dan menerima ajakannya.Tapi sepertinya Chaca mempunyai tujuan sendiri.


Chaca ingin mencari tahu soal Reynand dari Roger karena kata Maya,mereka sudah bersahabat cukup lama.


Mendengar Gadis pujaan hatinya menerima ajakan nya,tentu saja membuat Roger senang.Bahkan dia memberitahu Reynand jika dia berhasil mengajak Chaca berkencan.Tapi Roger minta Chaca untuk tidak membawa Zion dalam kencan mereka, karena itu sangat tidak menyenangkan.


Chaca menyetujuinya.Untuk itu dia memberikan berbagai alasan untuk menolak ajakan Zion pergi ke Basecamp.


"Maaf kak, Chaca gak bisa ikut.Chaca lelah.Pengen istirahat aja."ucapnya beralasan.


"Apa kau yakin?"tanya Zion memastikan.Dia tidak ingin kecolongan, karena jika sampai itu terjadi maka habislah dia.


"Iya.Chaca mau tidur lebih awal."


"Baiklah kalau begitu.Aku pergi dulu."Zion berpura-pura pergi.Dan saat Chaca menutup pintu apartemen nya,Zion berbalik dan kembali masuk ke apartemennya.Zion tahu jika Chaca berbohong.5 tahun bersamanya membuat Zion tahu kebiasaan Chaca.Entah apa alasan gadis itu melakukan hal itu,tapi Zion tidak akan membiarkan Chaca pergi seorang diri karena gadis itu adalah tanggung jawabnya.


Di dalam apartemen, Chaca mulai bersiap.Dia tidak tahu kemana Roger akan membawanya.Jadi dia memilih memakai kemeja berlengan trumpet dengan bawahan celana panjang hitam dengan kombinasi sneakers.Chaca juga merias wajahnya dengan make up tipis sehingga terlihat natural.Dan untuk rambutnya dia biarkan tergerai tanpa aksesoris apapun.


"Perfect."ujarnya memuji diri sendiri.


Drt drt drt


Chaca menoleh saat mendengar ponsel nya berdering.Dia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelepon."Kak Roger?"Chaca berdehem sebelum mengangkat telepon dari pria itu.Jujur sebenarnya dia malas,tapi mengingat apa yang sudah Rey lakukan membuat Chaca ingin membalasnya.


"Halo Kak.."sapa Chaca.


"Cha,aku sudah di depan.Apa kau sudah siap?jika belum aku akan masuk.Kau tinggal di apartemen nomor berapa?"tanya Roger.


"Eh..Ti_tidak perlu kak.Chaca sudah siap kok.Kalau begitu Chaca akan segera kesana."Chaca mematikan sambungan telepon dan menyimpannya di dalam tas.Bisa gawat jika Roger tahu di mana apartemen nya.Bisa-bisa pria itu akan terus mendatanginya.


Chaca keluar dari apartemen nya.Dia melihat kesana kemari dan mendekati pintu apartemen Zion.Dia memasukan sandi dan membuka pintu tersebut."Sepi."gumam Chaca.Sepertinya pria itu tidak ada di dalam.Itu artinya Zion benar-benar pergi.Pikir Chaca.


Chaca menutup pintu apartemen Zion dan bergegas menemui Roger.Dia tidak mau pria itu menunggu terlalu lama.Bisa-bisa pria itu nekad mencarinya kedalam.


Sesampainya di depan,Chaca melihat ke sana kemari mencari sosok yang sedang menunggu nya."Nah,itu dia."Chaca menghampiri Roger yang sedang bersandar di samping mobil nya.

__ADS_1


"Maaf membuat Kakak lama menunggu."


Roger menoleh kearah Chaca.Untuk sejenak pria itu tertegun."Gila..Cantik banget."batin Roger.


"Kak!!!Halo..!!"Chaca melambai kan tangannya di depan wajah Roger dan membuat pria itu tersadar dari lamunannya.


"Kakak kenapa?"tanya Chaca.


"E_eh.. Tidak.Hanya saja,kau cantik malam ini Cha."puji Roger.


Chaca hanya tersenyum.Entah kenapa mendengar pujian dari pria itu membuat Chaca merasa tidak nyaman.


Chaca memang tidak pernah menjalin hubungan dengan pria lain selain Raka.Tapi bukan berarti Chaca tidak mempunyai teman pria.Hanya saja Zion melarang Chaca untuk terlalu dekat dengan pria manapun karena mau bagaimanapun,Zion di tugas kan untuk menjaga Chaca.


"Jadi,kita mau kemana malam ini?"tanya Chaca.


"Kita makan malam aja gimana?"


"Chaca terserah kak Roger saja."


"Oke."Roger membuka pintu belakang mobil untuk Chaca.Dan hal itu membuat Chaca terdiam dan menatap Roger.


Chaca tersenyum dan masuk kedalam mobil.Oke..Sepertinya Tua bangka itu sudah memberitahu apa saja yang Dia suka dan tidak dia suka pada pria yang duduk di sampingnya ini.Sungguh menyebalkan.Kakek seperti nya benar-benar berniat menjodohkan nya dengan Roger.Pikir Chaca.


"Ke restoran biasa."ucapnya pada sopir.


"Baik Tuan."Sopir Roger menginjak pedal gas menuju restoran.Mereka tidak sadar jika di belakang mobil yang mereka tumpangi,ada sebuah motor sport yang mengikuti mereka.Dan dia adalah Zion.


Zion tidak menyangka jika Chaca tidak mengindahkan peringatan dari nya.Gadis itu bahkan berani membohongi nya demi bisa pergi dengan bajingan itu."Kau dalam masalah besar Cha."batin Zion


Sementara itu di dalam mobil,Roger terus saja berbicara.Pria itu seolah tidak kehabisan topik pembicaraan.Dan hal itu membuat Chaca sedikit jengah."Astaga...Chaca gak nyangka jika Kak Roger begitu cerewet."batin Chaca.


Chaca memilih menjadi pendengar dan menjawab sekenanya, karena dia tidak ingin membuat pria itu merasa di acuhkan.Ya anggap saja Chaca sedang mendengarkan siaran langsung..Live streaming.


Tak berapa lama mobil mereka terparkir sempurna di depan Restoran.Roger keluar terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Chaca.


"Terimakasih."seru Chaca .

__ADS_1


Roger tersenyum dan menyodorkan lengannya agar di peluk oleh Chaca.


Chaca memutar bola matanya jengah tapi dia tetap melakukannya.Biarlah pria itu senang agar nanti lebih mudah untuk Chaca mengorek informasi tentang Reynand dari nya.


Mereka masuk ke restoran selayaknya sepasang kekasih.Banyak mata yang menatap ke arah mereka.Karena mereka mengenal pria yang datang bersama Chaca.


Roger adalah pelanggan tetap restoran tersebut.Bahkan mereka sudah hafal makanan apa yang di sukai pria itu.


"Selamat malam,Tuan Roger dan Nona."sapa pelayan.


"Aku sudah memesan ruang VIP untuk dua orang."seru Roger.


"Maaf Tuan.Tapi semua ruang VIP sudah penuh Tuan."


"Apa? sudah penuh?tapi aku sudah memesannya terlebih dahulu.Dan kalian bilang aku bisa menempati ruang VIP no 25."ucapnya dengan nada kesal.Apa pelayan ini tidak tahu siapa dia? pikir Roger.


"Maafkan atas kesalahan saya Tuan.Tapi baru saja manager kami mengkonfirmasi jika semua ruang VIP sudah dipesan oleh seseorang sebelum anda memesannya."


"Lalu kenapa tidak ada yang memberitahuku?"


Perdebatan keduanya menjadi tontonan hangat pelanggan restoran.Dan hal itu membuat Chaca tidak nyaman.Jadi dia terpaksa menengahi mereka untuk menyudahi perdebatan itu.


"Sudah Kak.Kita duduk di sini saja.Tidak perlu di ruang VIP."seru Chaca.Dalam hatinya dia sangat berterima kasih pada orang yang sudah memesan semua ruang VIP.Karena dia tidak mau berada satu ruangan dengan Roger.Apa itu tidak berlebihan?kenapa untuk makan saja harus di tuang VIP?


Roger mendengus kesal dan menatap tajam pelayan."Aku pelanggan tetap di sini.Tapi baru kali ini aku mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan.Untung saja kekasihku tidak mempermasalahkan nya.Jadi,aku harap lain kali kalian lebih profesional."


Chaca melotot mendengar ucapan Roger.Apa dia bilang?kekasih?bahkan dalam mimpi pun Chaca tidak berani membayangkannya.Tapi kenapa dia seenaknya mengklaim dirinya kekasih?Dasar tidak tahu malu.Oh...Kenapa kencan yang dia inginkan tidak sesuai harapan nya? rasanya dia ingin segera pergi dari sana.


"Ayo Cha kita duduk di sana!!"ajak Roger.


Chaca hanya tersenyum dan mengikuti pria itu.Semoga setelah ini tidak ada hal yang membuat dia kesal.


Mereka duduk berhadapan dan mulai memesan makanan."Kau mau pesan apa Cha?"


"Terserah kakak saja."


Sambil menunggu pesanan.Chaca mengedarkan pandangannya melihat seisi restoran yang mereka tempati.Sungguh sangat mewah.Pikirnya.

__ADS_1


"Apa kami boleh bergabung?"


Deg


__ADS_2