Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Terlambat


__ADS_3

Rey membawa Chaca ke mobilnya.Gadis itu sudah meracau tidak karuan.Bahkan dia berani menarik rambut Rey yang tengah menggendongnya.


"Turunkan aku!!kau mau membawaku kemana?aku belum selesai makan.Nanti kalau kak Roger mencari ku bagaimana?"seru Chaca setengah sadar.Dia merengek minta turun dan menjambak rambut Rey.


"Hei..lepaskan rambut ku!!!"teriak Rey ,dia memaksa Chaca masuk ke mobilnya dan melepaskan tangan Chaca dari rambutnya.


"Aku masih mau makan, minuman ku juga belum habis."Chaca berusaha keluar tapi Rey menahannya dan segera menutup pintu mobil.Rey mengitari mobil dan masuk ke belakang kemudi.


"Kenapa kau jahat sekali?aku masih lapar.Aku ingin kembali."rengek Chaca.


Rey berdecak.Dia memasangkan Seatbelt milik Chaca.Wajahnya begitu dekat dengan wajah Chaca hingga membuat jantung kedua berdetak kencang.


Deg deg deg


Chaca memiringkan kepalanya menatap wajah Rey.Dia mengedip-ngedipkan matanya dan membingkai wajah Rey dengan kedua tangannya."Kak Raka?Ini beneran kak Raka?"Chaca mengusap pelan wajah Rey.


Rey diam saja saat Chaca memanggilnya Raka.Dia membiarkan Chaca menyentuhnya karena Dia ingin melihat apa yang akan gadis itu lakukan.


Tanpa Rey duga,Chaca justru mendekatkan wajahnya dan mengecup singkat bibirnya.


Cup


Rey membulatkan matanya.Apa gadis ini sudah gila?kenapa dia begitu berani mencium pria sembarangan?Oke .. Mungkin setelah ini Rey tidak akan membiarkan gadis itu menenggak minuman beralkohol lagi.Untung saja dia yang saat ini bersama nya.Bagaimana jika itu adalah pria lain? seperti Roger mungkin.


Rey melepaskan kedua tangan Chaca yang ada di wajahnya dan menegakkan tubuhnya.Dia menghela nafas panjang dan melirik Chaca yang tertidur."Dasar."Rey memasang seatbelt dan menjalankan mobilnya.Dia harus segera membawa gadis itu pulang sebelum Roger mengejar mereka.


Di perjalanan,Chaca kembali mengigau dan memanggil nama Raka,Raka dan Raka.Apa begitu berarti seorang Raka untuk Chaca?pikir Rey.

__ADS_1


Rey memarkirkan mobilnya dengan sempurna di basemen apartemen Chaca.Dia kembali menggendong Chaca ala bridal dan membawanya masuk ke apartemen gadis itu.


Di sana,Zion berdiri di depan pintu apartemen Chaca. Dia melipat kedua tangannya di depan dada seolah sedang menunggu kedatangan Chaca. Dan memang benar, tidak berapa lama Chaca datang dalam keadaan setengah sadar di gendongan Rey.


Tanpa mengeluarkan sepatah katapun,Zion menekan sandi apartemen Chaca dan membiarkan Rey membawa Chaca masuk ke apartemen.


"Kak Raka,jangan pergi!!!Jangan tinggalin Chaca."lagi-lagi gadis itu mengigau.Rey membaringkan Chaca di atas tempat tidur.Dia menarik selimut menutupi tubuh gadis itu dan duduk di tepi tempat tidur.


"Apa kau bisa melupakan Raka dan melihat ku saja?Raka sudah lama mati.Tapi kau masih saja belum bisa melupakan nya."Rey mengusap pelan pipi chubby Chaca.


Chaca mereka terganggu dengan sentuhan Rey.Dia membuka matanya dan tersenyum."Kak Raka!!kau disini?"Chaca menarik tangan Rey hingga pria itu kehilangan keseimbangan dan jatuh diatas tubuh Chaca.


"Aku merindukan mu Kak."Chaca mengecup singkat bibir Rey."Sangat merindukan mu."ucapnya dan kembali mengecup bibir Rey.


"Oke gadis nakal.Untuk malam ini Aku akan menjadi Raka untuk mu."Rey mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir Chaca.Lidah mereka saling membelit dan saling bertukar saliva.


"Apa yang aku pikirkan?"Rey segera beranjak.Dia tidak ingin berlama-lama di sana karena takut melakukan hal yang sangat dia inginkan.


Sebelum benar-benar keluar,Rey menatap Chaca sekilas,"Good night baby."ucapnya seraya menutup pintu kamar Chaca perlahan.


Rey menuruni anak tangga tapi di sana sudah ada Zion yang berdiri menunggunya.Rey memperlambat langkahnya dan berdiri tepat di depan Zion.


"Katakan padanya untuk menemui ku besok.Aku sudah mendapatkan beberapa lokasi yang dia inginkan.Dan..."Rey menatap Zion dan kembali berkata,"jauhkan dia dari minuman beralkohol."Rey melanjutkan langkahnya tanpa menunggu jawaban dari pria itu.


Zion menatap punggung Rey dengan tatapan yang sulit diartikan.Tapi setelah pria itu menghilang dari balik pintu,Zion menghela nafas lega."Astaga...!! kenapa tatapan nya begitu menyeramkan? Membuat jantung ku mau copot saja."gerutu Zion.


...****************...

__ADS_1


Drrtt drrtt drrrrttt


Suara dering telepon yang begitu nyaring membuat gadis yang masih terlelap di bawah selimut tebalnya terganggu.


"Siapa sih pagi-pagi nelepon?"Chaca meraba-raba tempat tidur nya tapi tidak menemukan ponselnya.Dia membuka sedikit matanya dan mencari sumber suara yang terdengar nyaring itu.


"Astaga...!!"Chaca meraih tasnya yang ada di atas nakas dan merogoh ponselnya.


Tanpa melihat siapa yang menelepon,Chaca langsung menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel di telinganya.


"Halo.."seru Chaca dengan suara serak khas bangun tidur.


"ASTAGA CHACA!!!!KAU BARU BANGUN??"teriak seseorang yang ada di seberang sana.


Chaca refleks menjauhkan ponsel dari telinganya.Teriakan seseorang yang meneleponnya benar-benar bisa membuat gendang telinganya rusak."Astaga,telinga Chaca..!!!"Chaca kembali menempelkan ponsel nya."Kak Maya apa-apaan sih? kenapa berteriak begitu?Ini masih pagi kak.Gendang telinga Chaca rasanya mau pecah mendengar nya."gerutu Chaca.


"Apa?pagi??Chaca sayang, sekarang sudah jam sembilan.Jam sembilan."ucap maya menekan.


Chaca melebarkan kedua matanya."Apa?Jam sembilan?"Chaca menegakkan tubuhnya dan melihat jam yang bertengger di dinding."Astaga..Chaca kesiangan!!"Chaca buru-buru pergi ke kamar mandi dan meninggalkan kan teleponnya begitu saja.


"Halo???Chaca??Aish...Dasar!!"Maya mematikan sambungan teleponnya.Dia yakin sekarang Chaca panik dan buru-buru bersiap untuk ke perusahaan.Entah kenapa Chaca bisa datang terlambat?tapi dia yakin semalam telah terjadi sesuatu karena Maya tahu jika Chaca menerima ajakan Roger untuk berkencan.Semoga apa yang dia pikirkan itu salah.Dan tidak terjadi apa-apa dengan Chaca


Setelah selesai bersiap,Chaca langsung meluncur ke perusahaan menggunakan taksi.Dia mengumpat dalam hati karena Zion tidak membangunkan nya.Tidak biasanya pria itu membiarkan Chaca begitu saja.Apa Zion tahu jika semalam dia membohongi nya dan pergi dengan Roger?


Chaca menggeleng-gelengkan kepalanya.Tidak!!Itu tidak mungkin.Tapi kenapa Zion meninggalkan nya?


Untuk sesaat Chaca melupakan apa yang terjadi semalam.Yang sekarang dia pikirkan adalah Zion yang tidak membangunkan nya dan membuatnya terlambat.

__ADS_1


Sungguh hari yang sial.Akh...Chaca menjerit dalam hati.Dia seorang pemimpin perusahaan tapi memberi contoh tidak disiplin dengan datang terlambat.Sungguh memalukan.


__ADS_2