Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Kebahagiaan


__ADS_3

BRAKH


Tubuh Lukas terpental saat mendapatkan pukulan dan tendangan dari Zero. Dia memuntahkan darah segar dan menyekanya.


"Sepertinya kau membutuhkan arus listrik untuk membuat kepalamu menyala agar otakmu bisa di gunakan untuk berfikir pak tua." ejek Zero


Lukas tersenyum sinis. Dia berdiri dan menatap tajam Zero. "Baiklah, kali ini aku akan serius." Lukas menyerang Zero dengan brutal. Bahkan kekuatannya lebih terasa di bandingkan sebelumnya. Zero sampai kewalahan mengimbangi serangan Lukas hingga akhirnya Zero tersungkur karena serangan Lukas.


"Berdirilah bocah !! Lawan pak tua ini." tantang Lukas.


Zero menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya. Dia melirik senjata yang tidak jauh darinya.


Lukas menyadari hal itu. Dan saat Zero meraih senjata tersebut, Lukas segera berlari untuk bersembunyi. Zero menembaki Lukas yang berlari. Tapi sayang tidak ada satupun peluru yang berhasil melukai Lukas.


"Sial!!" Zero melangkah perlahan sambil mengarahkan senjatanya. Tapi di luar dugaan, saat Zero melewati tempat persembunyian Lukas, pria itu tersentak karena tiba-tiba Lukas menyerangnya dari samping sehingga membuat senjatanya terlepas.


Lukas menyerang Zero bertubi-tubi tanpa memberi kesempatan untuknya membalas.


Brukh


Zero tersungkur. Keadaannya sudah sangat lemas.


Lukas mengambil senjata dan mengarahnya pada Zero. "Apa kau tahu arti dari namamu? Zero sama dengan Nol. Dan nol berarti tidak ada sama sekali. Jadi, ucapkan selamat tinggal pada dunia." Lukas menembak tepat di jantung Zero sehingga membuat pria itu tewas seketika.


Brukh


Lukas melorotkan tubuhnya. Dia merasa sangat lelah. Tapi untung nya dia memenangkan pertarungan ini.


"Huft... Aku benar-benar sudah tua. Sepertinya setelah ini aku harus pensiun dan mencari wanita untuk bersenang-senang." gumamnya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, pertarungan antara Reynand dan Danu tidak kalah menegangkan.


Berkali-kali Danu menggunakan trik licik untuk menyerang Reynand. Pria paruh baya itu menggunakan rantai bergigi yang di lilitkan di punggung tangannya sehingga saat pukulannya mengenai Reynand, otomatis pria itu akan terluka.


Bahkan Danu menggunakan pisau kecil yang di pasang di ujung sepatunya.


Reynand menggeram kesal. Tubuhnya begitu banyak luka gores karena serangan Danu. Jika seperti ini terus, dia takut singa betinanya akan mengamuk dan tidak memberinya jatah asupan gizi. Karena bagaimanapun dia sudah berjanji pada Chaca jika dia akan baik-baik saja.


"Hanya seperti itu kah kemampuan mu, heh?" ledek Danu.


Reynand tersenyum sinis. Dia melepas bajunya hingga memperlihatkan otot nya yang kekar. Reynand merobek bajunya dan melilitkannya di kedua telapak tangannya.


Reynand berlari menyerang Danu. Dia terus melayangkan pukulannya yang selalu di tangkis oleh Danu. Tapi Danu membalas Serangan Reynand dengan mengarahkan kepalan tangannya yang terdapat rantai bergigi. Tapi di luar dugaan, Reynand justru menghalau pukulan itu dengan tinju nya.


Keluar darah yang merembes dari lilitan baju yang ada di kepalan Reynand tapi hal itu tidak membuatnya kesakitan. Dia mendorong kuat pukulannya hingga Danu mundur beberapa langkah dan merasa kesakitan di tangannya.


Reynand tidak membiarkan Danu begitu saja. Dia kembali menyerang dan kali ini sasarannya adalah kaki Danu.


Menyadari hal itu, Danu mengangkat kakinya menghindari tendangan Reynand. Tapi Reynand tidak kehabisan akal. Dia menyerang menggunakan pukulan dan Danu hanya bisa menangkis tanpa membalas karena tangannya sakit. Dan reflek Danu menggunakan kakinya untuk menyerang Reynand. Dan saat itulah Reynand mengambil kesempatan dengan menangkap kaki Danu dan mematahkannya.


Kretek


"Aarrrgghh.." Danu berteriak kesakitan memegang kakinya.


Reynand menendang kepala Danu hingga tersungkur di atas bara api yang berada tepat di bawah Roger yang tergantung terbalik.


"Aarrgghh.."

__ADS_1


"DADDY..!!" teriak Roger yang melihat Ayahnya terbakar di atas tengku berisi bara api.


Reynand tersenyum sinis. Dia melempar belati nya kearah tali yang terikat di tangga. Tali tersebut putus dan Roger jatuh di atas tubuh Danu yang terlebih dahulu terpanggang.


"Game over." Seru Reynand


Dia keluar dari basecamp nya dengan Lukas dan beberapa anak buahnya yang tersisa.


Mereka menaiki mobil masing-masing. Dan setelah jarak mereka cukup jauh, Reynand menekan tombol pemicu bom dan...


DUAAARRR


DUAARRRR


DUAARRRR


Tempat tersebut meledak bersama dengan mayat-mayat yang berada di dalam sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu bulan kemudian


Seperti yang sudah di janjikan, Reynand membawa Chaca ke rumah impian mereka. Rumah yang jauh dari kebisingan kota dan menyuguhkan keindahan alam.


Rumah sederhana dengan halaman yang luas dan di penuhi dengan bunga-bunga yang bermekaran.


"I_ini...


"Chaca suka?" Reynand memeluk Chaca dari belakang. Saat ini mereka berada di depan rumah baru mereka


"Ini sangat indah kak. Chaca suka, sangat suka." Chaca menoleh dan kembali berkata, " boleh Chaca masuk?"


Dan saat pintu terbuka, yang pertama kali Chaca lihat adalah ruang tamu dengan desain interior yang sederhana tapi terlihat mewah. Tidak hanya itu, rumah baru mereka sudah di isi perabotan oleh Reynand. Entah dari mana pria itu tahu apa saja yang mereka butuhkan. Tapi Chaca akui, pilihan pria itu sangat bagus.


"Di sekitar rumah di kelilingi halaman yang cukup luas. Nanti kita bisa bermain dengan anak-anak kita di sana. Chaca tinggal bilang, mau di buat apa taman kita. Di beri taman bermain, di bangun perpustakaan atau mau di tanami bunga, terserah Chaca." seru Reynand


"Kita pikirkan itu nanti setelah anak kita lahir. Untuk sementara biar saja bunga-bunga menghiasi taman kita." ujar Chaca


"Maksud Chaca?"


Chaca tersenyum dan melangkah ke lantai atas. Dia ingin melihat kamar mereka. Reynand bilang, dari balkon mereka bisa melihat matahari tenggelam nantinya.


Chaca membuka pintu kamar utama yang dia yakini adalah kamar mereka. Dan yang dia tuju pertama kali adalah balkon.


"Wah..." Lagi-lagi Chaca di buat kagum dengan pemandangan di depan matanya. Dari balkon dia bisa melihat pemandangan yang indah. Bahkan taman bunga terlihat menakjubkan dari atas sana.


"Kakak sengaja menyiapkan semua ini untuk Chaca. Sangat sulit mencari lokasi yang menyuguhkan keindahan alam. Tapi demi Chaca, kakak terus berusaha untuk mendapatkannya.." lagi-lagi Reynand memeluk Chaca dari belakang. Dia menciumi leher Chaca dan sesekali menyesapnya meninggalkan jejak bibirnya di sana


"Ini sudah lebih dari cukup. Terimakasih Kak." seru Chaca


"Apapun untuk mu sayang." Reynand membalikkan tubuh Chaca agar menghadap dirinya dan menempelkan bibir mereka


"Bagaimana jika kita mencoba tempat tidurnya. Apakah nyaman untuk bercinta atau tidak." lanjut Reynand


"Mesum."


Reynand terkekeh. Dia merengkuh tubuh Chaca kedalam pelukannya. Dia sangat bahagia karena bisa bersama dengan orang yang dia cintai. Kini tidak ada lagi yang bisa memisahkan mereka. Kecuali maut.


"Terimakasih telah memberikan hadiah yang begitu indah untuk kami, kak." seru Chaca

__ADS_1


Reynand mengerutkan keningnya. Dia mengurai pelukan mereka dan menatap intens kedua mata teduh istrinya.


"Kami? Apa maksud Chaca?" tanya Reynand bingung


Chaca tersenyum dan meraih tangan Reynand. Dia menempelkan tangan suaminya itu tepat di perutnya yang masih terlihat rata.


"Daddy."


deg


Satu kata yang mampu membuat Reynand membeku. "Da_daddy? Apa itu artinya ....


Chaca mengangguk membenarkan. Dan tentu saja Reynand tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Dia kembali memeluk Chaca. Bahkan kedua matanya mulai mengeluarkan air mata.


"Chaca hamil? Chaca hamil anak kakak? Kakak akan jadi ayah?" tanyanya lagi meyakinkan jika itu adalah bener. Dan anggukan Chaca membuat Reynand menangis haru. Dia mengurai pelukannya dan mencium mesra bibir Chaca.


Reynand berlutut di depan Chaca mensejajarkan tubuhnya dengan perut Chaca. Dia mengusapnya pelan dan sesekali mencium nya.


"Anak Daddy, Kau sudah hadir sayang. Daddy sangat senang." ucap Reynand dengan bibir yang bergetar


"Anak-anak kita, kak."


Lagi-lagi Reynand menatap Chaca yang tersenyum. "A_apa? Anak-anak kita?"


"Yes.. Di dalam sini ada anak-anak kita." ucap Chaca mengusap pelan perut nya.


Reynand berdiri dan memeluk Chaca. Lagi-lagi dia menangis karena bahagia. Dia tidak menyangka jika dia akan mempunyai anak kembar. Sungguh dia tidak bisa mengungkapkan kebahagiaannya dengan kata-kata. Reynand hanya bisa berterimakasih terus menerus pada Chaca.


"Kakak sangat bahagia Cha. Kakak bahagia."


"Chaca juga kak."


Reynand mengurai pelukan mereka dan mendaratkan ciuman di bibir Chaca.


"I love you my Wife." ucap Reynand


"I love you too my husband." balas Chaca. Mereka kembali berciuman dengan mesra.


"Kakak ingin bermain dengan mereka. Apa boleh?" seru Reynand


"Maksud kakak?"


Reynand menggendong Chaca ala bridal dan membawanya ke tempat tidur.


"Kak..." pekik Chaca


"Kenapa, hm? Kakak cuma pengen nengokin mereka Cha."


"Ta_tapi kita harus bersiap kak, sebentar lagi acara pernikahan Kak Zi dan Kak Maya akan di mulai."


"Biarkan saja. Kita bisa menghadiri resepsi mereka nanti malam." Reynand membuka satu persatu baju Chaca.


"Ta_tapi..


"Kakak tidak menerima penolakan."


"Ka_kak ...Kyaaaaa....."


...___________𝕰𝖓𝖉___________...

__ADS_1


__ADS_2