
"Tuan!!! Gawat Tuan.." seru anak buah Danu yang merupakan tangan kanan pria itu. Dia menerobos masuk ke ruang kerja Danu tanpa mengetuk pintu dan hal itu membuat Danu marah.
"Apa kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk, hah?" teriak Danu
"Ma_maafkan saya Tuan, Tapi ini sangat gawat."
"Katakan!!" seru Danu.
"Asisten Pribadi Tuan Roger menghubungi ku. Dia bilang Perusahaan WJ Company membatalkan kerjasamanya dengan RD_Able Group. Bahkan mereka sudah mengirim uang pinalti. Tapi tetap saja, saham RD_Able Group mengalami penurunan."
"Apa? Kenapa bisa begitu ?" teriak Danu
"Sa_saya juga tidak tahu, Tuan. Saat ini Tuan Roger juga tidak bisa dihubungi."
Danu mengusap wajahnya kasar. Apalagi sekarang? Kemarin dia menemukan pengkhianat di organisasi nya dan sekarang, perusahaan nya mengalami penurunan. Kenapa tiba-tiba WJ Company membatalkan kerjasamanya dengan RD_Able Group? Apa Roger telah melakukan kesalahan sehingga Wira membatalkan kerjasama mereka?
Danu mengambil ponselnya dan menghubungi Roger. Tapi sayang, ponsel Roger tidak aktif. Bahkan dia melakukan panggilan beberapa kali dan hasilnya sama saja.
"Brengsek!!! Kemana anak sialan itu?" Danu begitu murka karena disaat seperti ini, Roger justru sulit untuk di hubungi.
"Cari tahu kenapa Wira membatalkan kerjasama nya dengan perusahaan ku dan juga Cari Roger sampai ketemu. Ini tanggungjawab nya. Tapi dia justru tidak bisa di hubungi."
"Baik Tuan." Anak buah Danu yang merupakan tangan kanannya, keluar dari ruangan Danu untuk menjalankan perintah Bosnya.
"Kenapa semua jadi begini? Kemana Roger? Apa dia sedang bersenang-senang dengan wanita itu?" gumam Danu
*
*
*
*
*
Sementara itu di apartemen mewah milik Raka, sepasang kekasih tengah bergelut di bawah selimut tebal mereka. Hari sudah siang, tapi mereka enggan untuk bangun. Mungkin mereka terlalu lelah karena pergulatan panas yang mereka lakukan semalam.
__ADS_1
Ya, lelah melakukan aktivitas panas mereka, Chaca mengeluh lapar. Dan mau tidak mau Reynand memasak untuk Chaca karena bagian intim Chaca sakit dan tidak bisa untuk berjalan. Mereka benar-benar menikmati waktu kebersamaan mereka dengan terus bercinta menyalurkan hasrat dan rasa rindu yang mengendap di dalam diri mereka.
Tapi dering ponsel membangunkan Reynand. Dia mengerjapkan mata dan meraih ponselnya yang berada di atas nakas.
Reynand melihat nama kontak yang Tertera di layar ponselnya. Lalu dia beralih ke wanita yang sudah menjadi milik nya seutuhnya. Dia tersenyum dan mengecup kening Chaca sebelum beranjak dari tempat tidur. "I Love You honey."
Reynand mengambil celananya yang tergeletak di lantai dan memakainya. Dia pergi ke balkon dengan bertelanjang dada untuk menerima panggilan telepon.
"Ada apa?" tanya Reynand
"Apa kau belum melihat berita pagi ini? Perusahaan RD_Able Group mengalami penurunan setelah WJ Company membatalkan kerjasamanya dengan mereka." seru Lukas dari seberang sana.
"Benarkah?"
"Yah, entah apa yang terjadi. Tapi mungkin semua itu ada hubungan nya dengan Cucu kesayangannya."
Reynand menoleh menatap Chaca yang masih meringkuk di bawah selimut. Benar, pasti Andhika yang memberitahu Tuan Wira tentang apa yang terjadi pada Chaca.
"Kau masih mendengar ku?" tanya Lukas
"Yah."
"Jangan gegabah!! Sudah beberapa hari tidak ada kabar dari orang itu. Jadi kemungkinan, dia tertangkap atau mungkin dia sudah mati. Kita biarkan saja sejenak. Aku yakin Danu sedang kalang kabut mencari Putranya dan mengurus perusahaan. Lagipula aku masih harus menemui Andhika terlebih dahulu." terang Reynand
"Jadi dia sudah tahu?"
"Yeah. Aku membutuhkan seseorang untuk melindungi Chaca."
"Baiklah kalau begitu. Aku akan bersabar sedikit lebih lama. Tapi, bolehkan aku bersenang-senang dengan tawanan kita?"
"Terserah. Tapi ingat, jangan sampai mati."
"Siap Bos."
Tut Tut Tut
Reynand menggenggam erat ponselnya. Ada rasa senang mendengar Danu yang dalam masalah. Dia harus mengurus perusahaan nya yang nyaris bangkrut di tambah Roger yang menghilang. Saat ini pasti dia tengah kebingungan.
__ADS_1
Reynand akan memberi sedikit waktu pada Danu untuk mengatasi masalahnya. Karena dia juga masih harus meminta restu pada Wira untuk segera menikahi Chaca. Dan setelah itu, dia akan langsung menyerang titik kelemahan Danu dan organisasi nya.
"Kak!!"
Reynand menoleh. Dia melihat Chaca yang terbalut selimut tengah duduk bersandar headboard. Dia tersenyum dan menghampiri Chaca.
"Ada apa sayang?" Reynand masuk kedalam selimut dan duduk bersandar headboard di samping Chaca. "Kau membutuhkan sesuatu, hm?" lanjutnya
"Cha_chaca ingin ke kamar mandi kak." seru Chaca malu. Bagaimana tidak, jika dia membutuhkan sesuatu, dia harus meminta bantuan pada Reynand karena bagian bawahnya masih sakit.
"Baiklah." Reynand beranjak dari tempat tidur dan langsung menggendong Chaca ala bridal yang polos tanpa sehelai benang pun
"Kakak!!" pekik Chaca. Dia menutupi Bagian dada dan bawahnya
"Apa? Kata nya mau ke kamar mandi." seru Reynand tanpa dosa
"I_iya.. Tapi tidak begini juga Kak." Sungut Chaca.
Reynand terkekeh. Dia membawa Chaca ke kamar mandi. sejenak terbesit ide untuk melakukannya lagi di dalam kamar mandi. Dia ingin tahu rasanya jika mereka melakukan dengan gaya baru.
Melihat gerak gerik Reynand membuat Chaca curiga. Dia membalut tubuhnya dengan handuk saat Reynand menurunkan dirinya. Pria itu mengisi bathtub dengan air hangat dan setelahnya dia membantu Chaca untuk berendam.
"Chaca sudah bisa sendiri. Sekarang kakak keluar saja." seru Chaca
Tapi Reynand justru menggelengkan kepalanya. Dia melepas celananya dan masuk ke dalam bathtub.
Chaca duduk sedikit menjauh, tapi Reynand dengan sigap menahan tubuh Chaca dan mengangkatnya di pangkuannya.
"Kak...
"Sstt..!!" Reynand memberikan sentuhan dengan menciumi leher belakang Chaca. Bahkan kedua tangan nya sudah aktif memberikan pijitan pada dua benda kenyal milik Chaca.
Chaca memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya. Dia mudah sekali terangsang, apalagi jika Reynand menyentuh titik sensitifnya. Ya, bercinta semalam membuat Reynand tahu bagian-bagian mana saja yang bisa membuat Chaca terbang melayang.
"Kak!!"
"Iya sayang, katakan!! apa yang Chaca inginkan?" Reynand membalik tubuh Chaca agar menghadap dirinya.
__ADS_1
"Jangan siksa Chaca, kak." lirih Chaca
Reynand tersenyum. Dia menyambar bibir Chaca dengan tangan yang masih aktif dengan tugasnya masing-masing. Dan untuk kesekian kalinya, mereka melakukan aktivitas yang membuat keduanya mengerang nikmat.