Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Zion mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia begitu kesal karena lagi-lagi tidak bisa melindungi Reynand. Tapi dengan melindungi Chaca bukankah itu sama saja?


Reynand benar, bisa saja Danu memerintahkan anak buahnya untuk menyerang keluarga Joseph karena bagaimanapun juga Wira sudah membuat Danu bangkrut. Untuk itu dia bersama beberapa bodyguard yang lain saat ini menuju ke kediaman keluarga Joseph untuk menghalau hal yang tidak diinginkan terjadi.


Tapi bagaimanapun Zion ingin memastikan jika Reynand baik-baik saja. Mengingat hal gila yang di lakukan Reynand dulu membuatnya khawatir. Semoga kali ini pria itu tidak melakukan hal bodoh dan mempunyai rencana yang matang.


Saat bergelut dengan pikirannya, Zion tidak sengaja melihat beberapa mobil hitam mendahuluinya. Dia menyipitkan matanya dan melihat lambang yang tertempel di mobil itu.


"Oh ****..!!" Zion menghubungi Andhika. Baru saja dia memikirkan kemungkinan yang akan terjadi, sekarang hal itu sudah di depan mata.


"Halo Zi, ada apa?" tanya Andhika di seberang sana


"Mereka datang Dhik."


deg


"Pastikan tidak ada satupun yang keluar rumah." lanjut Zion


"Baiklah. Aku akan menyambut tamu kita di ujung jalan. Kita halangi mereka agar tidak sampai tujuan." ujar Andhika


"Ide yang bagus. Sekarang aku sedang mengikuti mereka. Kita Serang mereka dari depan dan belakang." Zion mematikan sambungan telepon dan kembali menghubungi bodyguard yang ikut bersamanya.


"Kalian melihatnya?" tanya Zion


"Iya Bos. Kami melihatnya." ucap salah satu bodyguard yang menjawab telepon dari Zion


"Andhika sudah bersiap menyambut mereka, dan tugas kita adalah menyerang dari belakang. Jadi persiapkan senjata kalian." perintah Zion


"Baik."


Zion mematikan sambungan teleponnya. Dia menambah kecepatan untuk menyusul mobil milik anak buah Danu. Dia yakin mereka di minta untuk menangkap Chaca dan menjadikan sandera untuk mengalahkan Reynand.

__ADS_1


Dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Dia juga tidak mungkin memberitahu Reynand karena bisa saja Reynand menyusul Chaca dan itu akan membahayakan Chaca dan keluarga nya.


Biarlah ini menjadi urusan nya. Dia akan menghabisi siapapun yang berani mendekati Chaca dan keluarganya.


"Kau benar Rey. Mereka datang untuk menyerang keluarga Chaca. Kali ini aku mulai bersemangat karena akan bersenang-senang sebentar lagi." seringai Zion.


...****************...


"Aku harap, kalian tetep di rumah dan tidak keluar kemanapun." ujar Andhika pada semua keluarganya


"Iya, tapi kenapa kau melarang kami, Dhika? Ada apa sebenarnya?" tanya Grace


"Aku tidak bisa menjelaskannya, Bun. Tapi..." Andhika menatap Wira dan kembali berkata, "Kakek pasti tahu alasannya bukan?"


Wira menghela nafas panjang. Ya dia tahu maksud Andhika. Ini semua memang perbuatannya. Saat ini Danu pasti mencari kesempatan untuk mencelakai salah satu anggota keluarganya untuk membalasnya.


Tapi sayangnya Wira tidak tahu jika yang sebenarnya mereka mengincar cucu kesayangannya.


"Aku membatalkan kerjasama ku dengan perusahaan RD_able Group. Dan sekarang perusahaan itu bangkrut. Jika Andhika melarang kita keluar, maka mereka sedang mengincar kita untuk balas dendam." terang Wira. Dia memperhatikan semua yang berkumpul di sana dan kembali berkata, "hal seperti itu sudah biasa di dunia bisnis."


"Jika semua sudah paham, lebih baik kita kembali ke kamar." seru Andhika


Semua mengangguk dan kembali ke kamar masing-masing. Mereka tidak ingin membuat khawatir yang lain jadi lebih baik mereka beristirahat saja. Lagipula pasti Andhika sudah merencanakan sesuatu untuk melawan mereka.


"Kenapa kau tidak ke kamar Cha?" tanya Andhika


"Aku tahu kakak berbohong. Mungkin benar mereka ingin membalas kakek. Tapi yang sebenarnya mereka mengincar Chaca kan?"


Andhika terdiam sesaat. Dia yakin Reynand yang memberitahu Chaca. Jadi sepertinya dia harus menjaga ketat Chaca agar tidak berbuat nekad.


"Chaca, apa Chaca sayang dengan keluarga Chaca?"

__ADS_1


"Apa maksud kakak? Tentu saja Chaca sayang sama keluarga Chaca." seru Chaca


"Itu artinya, Chaca tidak mau kan jika mereka terluka?"


Chaca terdiam. Dia mulai tahu arah pembicaraan Andhika.


"Jangan karena ego Chaca, keluarga Chaca menjadi korban. Kakak tahu Chaca mengkhawatirkan Reynand.Tapi percayalah, dia bisa menjaga dirinya sendiri. Justru jika Chaca nekad menyusulnya, itu hanya akan menjadi beban untuk Rey menghadapi musuhnya."


"Coba pikir, jika Chaca menyusul Reynand, dia akan kehilangan konsentrasi melawan musuh dan lebih mementingkan melindungi Chaca. Dan kalau sampai Chaca tertangkap, Reynand akan kalah. Chaca mengerti maksud kakak?" lanjut Andhika


Chaca mengangguk. Dia tidak ingin menjadi beban Reynand. Untuk itu dia akan menuruti semua perkataan Reynand dan Andhika.


Drrt drtt


Saat tengah berbicara dengan Chaca, ponsel Andhika berbunyi. Dia menjauh dari Chaca dan mengangkat teleponnya.


Entah siapa yang menelepon dan apa yang mereka bicarakan, Chaca tidak tahu tapi melihat reaksi Andhika sepertinya telah terjadi sesuatu.


"Chaca, dengerin Kakak. Sekarang Chaca masuk ke kamar dan kunci pintunya. Kakak mau keluar sebentar." ucap Andhika


"Kakak mau kemana?"


"Ada tamu tak di undang. Jadi kakak harus menyambut mereka. Kau tenang saja, ada Zion di sana. Kakak janji tidak akan membiarkan mereka sampai di sini."


"Tapi kak....


"Ingat pesan kakak. Dan jangan bilang sama yang lain. Chaca mengerti?" seru Andhika


Chaca mengangguk dan memeluk Andhika. "Berjanjilah kakak akan baik-baik saja."


"Pasti."

__ADS_1


Chaca mengurai pelukannya dan langsung ke kamar. Sedangkan Andhika segera mengumpulkan anak buahnya dan membaginya untuk berjaga di sekitar rumah dan ikut dia menyambut tamu mereka.


__ADS_2