
"Habis ini mau kemana.???"tanya Raka
"Kita pulang aja Kak.. Chaca lelah..."
"Yakin..???"
Chaca mengangguk kan kepalanya.. Seharian dia terus bermain di pantai tanpa mengenal waktu.
"Besok sekolah.. Takut telat bangun.."seru Chaca..
"Ya udah..Kakak ke toilet sebentar.Jangan kemana-mana!!!Tunggu Kakak kembali.."ucap Raka
"Ish.. Emangnya Chaca anak kecil apa..??"gerutu Chaca.
Sambil menunggu Raka kembali,Chaca mengecek chat dari teman-teman nya.Sesekali dia mengaduk-aduk sisa minumannya dan melihat orang-orang yang berlalu lalang di sekitarnya.
"Hai Cha... !!!''
Chaca mendongakkan kepalanya.Dua perempuan dengan pakaian yang kurang bahan berdiri di samping nya.
"Hai juga ."Sapa Chaca.
"Sendirian aja...??"tanya Marissa.Dia adalah cewek populer kelas 10.Banyak cowok yang mengidamkan seorang Marissa .Tapi gadis itu tidak pernah menanggapi nya.Karena diam-diam Marissa menyukai Raka.
"Loe gimana sih Ris.. Jelas-jelas di meja ada dua piring.Gak mungkin lah dia sendirian...!!"sahut Laura.Teman sekelas Chaca yang tidak menyukai Chaca.
"Jangan-jangan loe jalan sama om-om ya.. Secara makanan yang loe pesen kan mahal.Mana mungkin cewek miskin kaya loe bisa makan di restoran ini.."
"Sudah Ra..Jangan hina Chaca kayak gitu.Siapa aja boleh makan di sini Asal punya uang untuk bayar.Iyakan Cha .??"sahut Marissa
Chaca terdiam.Dia merasa jika mereka sengaja ingin menghina dirinya.
"Aduh Ris...Loe ngapain sih bela'in cewek miskin ini..Dia tuh gak pantes tau ditempat seperti ini..Dan Lagi..Dia juga gak pantes buat Kak Raka.Secara kak Raka itu Most wanted nya Tunas Bangsa.Incaran setiap cewek.Tapi dia malah milih cewek miskin kaya dia.Gue yakin loe pasti nawarin tubuh loe ke Kak Raka biar Kak Raka mau jadi cowok loe kan..??"
"Ra...!!!Sudah.. Kasihan Chaca.."Marissa tersenyum sinis melihat Chaca yang hanya menundukkan kepalanya.
"Loe kenapa sih Ris.Masih aja bela'in dia.Nih gue kasih tau ya..Loe tu lebih pantas sama Kak Raka dari pada dia.Loe cantik, Primadona kelas 10.Siapa yang gak tertarik sama loe.Sedang dia.."Laura menunjuk Chaca
"Dia hanya sampah.."hina Laura.
Marissa dan Laura saling pandang.Mereka puas karena bisa memojokkan Chaca.
"Kenapa Chaca diem aja di hina seperti itu???Ayo lawan mereka Cha..!!!Ingat..!!Mereka bukan siapa-siapa Chaca"
__ADS_1
Chaca menghela nafasnya panjang..."Apa kalian sudah selesai..???"tanya Chaca datar.
Laura dan Marissa saling pandang.
"Kamu bener Ris.Siapapun boleh makan di sini asal bisa bayar.Dan Aku akan membayar nya ."
"Mas...!!!"Chaca memanggil pelayan pria yang berjaga.
"Minta Bill nya ."
Pelayan pria itu memberikan bill pada Chaca.
"Semuanya Lima ratus delapan puluh ribu Nona.."
Chaca mengeluarkan kartu kredit platinum dan memberikan nya pada pelayan itu .
Marissa dan Laura nampak Syok saat Chaca mengeluarkan kartu kredit tersebut untuk membayar makanan itu
"Tunggu sebentar Nona.."
Tidak berapa lama pelayan itu kembali..."Ini Nona kartu Anda.Terima kasih sudah mampir di tempat kami.Semoga Nona terkesan dengan pelayanan kami.."seru pelayan itu.
Chaca hanya tersenyum dan melihat dua manusia kurang bahan yang terdiam di dekatnya.
"Kau bilang aku menjual tubuh ku untuk mendapatkan Kak Raka bukan.."Chaca berdiri di samping Laura dan berbisik di telinga nya.
"Kau...."Ucapan Laura tertahan
"Kenapa...??Aku benar bukan.Lihatlah penampilan Kalian...!!!"
"Apa kalian tidak mampu membeli baju yang tidak kurang bahan seperti ini.."ledek Chaca
"Loe diem aja kalau gak tau tentang fashion.."teriak Laura
"Ow...Jadi ini fashion kalian..Aku baru tahu..."seru Chaca
"Lihat..!!!Banyak pria menatap lapar kalian.."imbuh Chaca
Laura dan Marissa mengedarkan pandangan mereka.Banyak mata menatap ke arah mereka.Bahkan ada yang mengedipkan sebelah matanya pada mereka.Dan kebanyakan yang menatap mereka adalah pria paruh baya.
"Ra...Kita pergi saja dari sini ."ajak Marissa yang risih dengan tatapan Pria-pria itu.
"Tidak Ris..Gue pengen buat perhitungan sama cewek miskin ini ...Gaya nya saja bayar pakai kartu kredit platinum.Gue yakin itu punya om-om yang sewa dia ."
__ADS_1
Chaca tersenyum sinis.."Kenapa..?? Kalian iri..??"
"Cih... Ternyata benar..Loe cuma seorang Jal*** simpan om-om.."Laura tidak henti-hentinya menghina Chaca Tapi bukan nya marah, Chaca justru tertawa..
"Apa kalian mau aku kenalkan dengan om-om yang kalian bilang tadi..??"
"Cih ...Gue gak Sudi..."
"Gue gak nyangka loe kayak gitu Cha.."seru Marissa
Chaca menyeringai.."Itu Om-om yang tadi sama Chaca.."
Marissa dan Laura menoleh ke arah telunjuk Chaca..
"Gawat Ra...Ayo kita pergi dari sini.."ajak Marissa
"I_iya Ris..."
"Awas ya... Urusan kita belum selesai.."ancam Laura.
Marissa dan Laura pergi dari restoran itu..
Om-om yang Chaca maksud adalah Raka yang kebetulan sudah selesai dari toilet.
"Hai...!! Kalian mau kemana..??Jadi kenalan gak nih...??"teriak Chaca.
Gadis itu tidak henti-hentinya tertawa sampai-sampai tidak mendengar seseorang memanggilnya.
"Cha...!!!!"
"Chaca!!!!"
"Eh Kak Raka... Sudah ke toilet nya??"tanya Chaca.
"Hm... Kenapa Chaca ketawa sampai kayak gitu..??"
"Ah .Ti_tidak ada apa-apa..Ta_tadi ada badut lucu banget.."dusta Chaca
"Ow..Udah bayar..??"
"Udah Kak..Ini..!!"Chaca mengembalikan kartu kredit Raka.
Ya ..Tadi saat belanja,Raka memberikan salah satu kartu kredit nya pada Chaca untuk membayar belanja an mereka.
__ADS_1
"Pulang..??"
"Ayo .!!!"