Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Wira Murka


__ADS_3

BRAKH


"Apa?? Jadi bajingan itu hampir saja melecehkan Chaca?" Wira begitu geram mendengar tentang Roger yang berniat buruk pada cucu kesayangannya. Padahal dia sangat mempercayai Roger, bahkan berencana menjodohkan nya dengan Chaca. Tapi mendengar kabar tersebut membuat Wira murka.


"Iya kek, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri. Untung Aku dan Raka datang tepat waktu."


Deg


"A_apa kau bilang tadi? Ra_raka?" tanya Wira terbata. Dia tidak salah dengar kan? Apa maksud Andhika? Apa Raka masih hidup?


"Kenapa kau diam saja Dhika? Jawab kakek!!!" teriak Wira. Antara senang dan marah yang Wira rasakan mendengar nama itu di sebut oleh Andhika. Senang karena bagaimanapun dia berharap jika Raka masih hidup. Tapi dia juga marah karena jika dia masih hidup kemana dia selama ini? Kenapa dia tega sekali membuat Chaca menderita.


Andhika menghela nafas. Dia mulai menceritakan pertemuan pertama nya dengan Raka yang saat ini berganti nama Reynand. Dia juga menceritakan tentang Chaca yang sudah kenal lebih dulu dengan Reynand, bahkan mereka menjalin kerjasama.


Mendengar hal itu, Wira sangat terkejut. Dia tidak menyangka Chaca sudah mengetahuinya lebih dulu. Bagaimana perasaan Chaca saat ini? Apakah Chaca baik-baik saja? Hah.. Dia merasa menjadi kakek yang buruk untuk Chaca.


"Apakah Chaca tahu semua ini?" tanya Wira


"Sepertinya Chaca belum tahu Kek. Dan untuk hal itu biar menjadi urusan Reynand. Biar dia sendiri yang menjelaskan pada Chaca."


"Lalu, dari mana kau yakin jika Reynand adalah Raka?"


Andhika terdiam. Dia tahu jika Reynand adalah Raka pada saat menolong Chaca. Dia dapat melihat jika Rey begitu mengkhawatirkan Chaca. Jika dia tidak peduli pada Chaca, dia tidak mungkin mau susah payah meminta anak buahnya untuk mengikuti Chaca. Dia dapat melihat kemarahan Raka saat menghajar Roger dan saat Dia meminta Reynand untuk menjaga Chaca, saat itu juga Andhika mengatakan jika Rey tidak bisa membohongi nya. Dia tahu jika Reynand adalah Raka.


"Jadi kau belum yakin dia Raka atau bukan?" tanya Wira penasaran.


"Aku yakin Kek. Jadi kakek tenang saja. Sekarang yang terpenting keselamatan Chaca. Saat ini Chaca aku serahkan pada Rey, karena aku takut Chaca kembali mengalami trauma. Apa kakek tahu, dalam sekejap Reynand bisa mengatasi trauma Chaca yang takut duduk di samping kemudi?"

__ADS_1


"Benarkah?"


"Iya kek. Untuk itu, Aku meminta bantuan nya untuk menjaga chaca terlebih dahulu. Nanti kita akan tahu maksud dan tujuannya apa."


Flashback On


"Tunggu!!" seru Andhika yang membuat langkah Reynand terhenti.


Andhika membaringkan kembali tubuh Chaca dan mendekati Reynand. "Aku tidak mengerti kenapa kau begitu perduli dengan Chaca. Tapi walau bagaimanapun, aku mengucapkan terimakasih, Tuan." seru Andhika.


Reynand tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia tahu jika ada yang ingin Andhika katakan padanya. Dan dia yakin jika Andhika sudah tahu siapa dirinya.


"Kau benar, Aku tahu siapa dirimu. Mungkin kau bisa menipu semua orang. Tapi tidak dengan diriku. Kenapa harus begini Ka?"


Sesuai dugaan Reynand. Andhika memang sahabat yang paling tahu dirinya. Tapi dia tidak bisa menjelaskan sekarang. Pikirannya penuh dengan kemarahan yang memuncak. Dia ingin sekali menghajar Roger saat ini juga.


Reynand menghela nafas panjang. "Aku tidak bisa mengatakannya karena aku tidak ingin ada yang curiga. Tapi kau bisa melihat nya dari sini." Reynand memberikan sebuah flashdisk pada Andhika.


"Jangan sampai orang lain tahu. Dan jika kau sudah melihatnya, Aku harap kau mau membantu ku menjaga Chaca."


Andhika menerima flashdisk dari Reynand dan berkata, "Aku tidak tahu apa yang kau alami selama ini dan kenapa kau melakukannya pada kami, tapi aku senang kau masih hidup Ka." Andhika memeluk sahabatnya. Dia benar-benar senang sahabat nya masih hidup.


"Maaf membuat kalian sedih."


"Kau memang jahat, Raka." kekeh Andhika. Dia mengurai pelukannya dan menatap Chaca yang masih pingsan.


"Dia sudah cukup menderita. Setelah kejadian itu, dia mengalami trauma. Ya walau tidak separah sebelumnya. Tapi aku takut kejadian hari ini juga meninggalkan ketakutan pada diri Chaca. Jadi, bawalah dia bersamamu. Aku yakin hanya kau yang bisa menenangkan nya. Kau tidak berniat terus membohongi Chaca kan?"

__ADS_1


Reynand terdiam. Mungkin ini saatnya dia mengatakan yang sebenarnya pada Chaca.


"Dia bahkan tidak pernah membiarkan orang lain mengisi hatinya." lanjut Andhika. Dia menepuk bahu Reynand dan pergi meninggalkan mereka berdua.


Flashback Off


Andhika menggenggam erat Flashdisk pemberian Reynand. Dia jadi penasaran apa isi dari flashdisk tersebut. Untuk itu dia segera pergi ke ruang kerjanya meninggalkan Wira yang masih tidak percaya jika Raka masih hidup.


Andhika masuk ke ruang kerjanya dan mengunci pintunya. Dia ingat Reynand berpesan untuk merahasiakan dari siapapun. Untuk itu dia harus berhati-hati.


Andhika duduk di kursi kebesarannya dan mulai menyalakan laptopnya. Dia menancapkan flashdisk dan tidak berapa lama muncul beberapa file di laptop Andhika.


"File apa ini?" Andhika mulai membuka file tersebut satu persatu.


Deg


"Tidak mungkin!!! Jadi selama ini dia, Dia seorang mafia?" Andhika kembali membaca isi file tersebut. Walaupun Reynand seorang mafia tapi dia tidak melakukan hal keji seperti menjual organ tubuh manusia dan obat-obatan terlarang. Tapi tetap saja nama mafia identik dengan kejahatan kan?


Tidak mau berburuk sangka, Andhika membaca keseluruhan dari file tersebut.


"Oh my God!! Aku tidak menyangka selama ini dia menjalani kehidupan yang begitu sulit dan itu semua karena Ayah Roger."


Flashdisk itu berisi semua tentang Reynand. Dia sengaja menyiapkan nya untuk Andhika karena dia tidak mungkin menceritakan secara langsung padanya. Untuk itu dia sudah menyiapkan nya beberapa hari setelah pertemuannya dengan Andhika di restoran.


Dan kini, Andhika tahu kebenarannya. Dan dia juga tahu maksud dari Reynand untuk melindungi Chaca karena Reynand akan segera menyerang markas musuh.


Sementara itu, Wira yang masih murka dengan perbuatan Roger langsung memutuskan kerjasama nya dengan perusahaan RD_able Group. Dia tidak perduli jika harus membayar denda bermiliar-miliar. Baginya yang terpenting adalah Cucu kesayangannya. Putus kerjasama dengan WJ Company bisa membuat saham perusahaan tersebut turun drastis walaupun mendapatkan uang denda sekalipun. Dan inilah yang terjadi pada RD_able Group saat ini.

__ADS_1


"Berani menyakiti cucuku, Jangan harap kalian bisa hidup tenang." geram Wira


__ADS_2