Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Misi


__ADS_3

Chaca,Maya dan Zion langsung kembali ke perusahaan.Mereka harus segera membuat surat perjanjian kerjasama dengan perusahaan milik Reynand karena mereka tidak ingin membuat orang besar seperti Rey menunggu terlalu lama.Ini proyek besar jadi mereka tidak ingin ada kesalahan atau poin-poin yang merugikan salah satu pihak.


"Jadi menurut kak Maya,poin apa aja yang harus kita masukkan di surat perjanjian kerjasama dengan perusahaan Rey?"tanya Chaca.


"RM Company adalah perusahaan besar,Tuan Rey pasti sudah berpengalaman dalam hal ini.Jadi kita harus memasukkan poin yang berbeda dengan perusahaan lain yang bekerjasama dengan kita."


"Chaca gak mudeng.Kakak aja ya yang bikin!! nanti Chaca cek lagi."


"Ck..Dasar mau enaknya sendiri."gerutu Maya.


Chaca terkekeh dan menatap Zion yang hanya diam dari tadi."Kak Zi kenapa?kok diem aja dari tadi?"


"Aku...."belum sempat Zion bicara, tiba-tiba ponselnya berdering."Sebentar!!"Zion sedikit menjauh untuk mengangkat sambungan telepon dari seseorang.


"Ya?"


".........."


"Oke."Zion melirik Chaca sekilas dan kembali berbicara dengan seseorang di seberang sana.


Maya sedikit penasaran dengan Zion.Kenapa dia harus menjauh saat menerima panggilan telepon?dan siapa yang menelepon Zion?kenapa mereka berbisik-bisik?.


Setelah memutuskan sambungan teleponnya,Zion kembali bergabung dengan Chaca dan Maya.


"Siapa yang telepon kak?"tanya Chaca yang juga penasaran sama seperti Maya.


"Itu si Bo...."suara Zion tertahan.Dia tidak mungkin mengatakan siapa yang baru saja menghubunginya.


"Bo?Bo siapa?"


"I_itu si botak.Iya Botak.Dia ngajakin aku buat latihan."


"Botak siapa?"tanya Maya yang juga penasaran.

__ADS_1


"Dia anak di basecamp."


"Basecamp?"


"Ck kau tidak mengenalnya.Aku dan Raka punya basecamp untuk latihan beladiri dan penggunaan senjata.Cuma buat senang-senang aja."terang Zion.


Chaca mengerutkan keningnya bingung,botak?memang di basecamp ada yang namanya botak?pikir Chaca.


"Cha,udah lama kita gak ke basecamp untuk latihan.Akhir pekan nanti kita ke basecamp ya.Si botak bilang ada mainan baru yang menarik yang harus kita coba."ajak Zion.


"Kalau kau mau,kau juga boleh ikut ,May."lanjutnya.


"Benarkah?"


"Tentu saja.Jadi bagaimana Cha?kau mau kan?"tanya Zion.Dia berharap Chaca mau karena dia tidak ingin Chaca pergi dengan pria brengsek itu.


"Aku mau,tapi bagaimana dengan Kak Roger?"tanya Chaca bingung.Walau bagaimanapun, Roger adalah rekan bisnis kakeknya.Dia tidak mau merusak nama baik kakeknya di depan mata rekan bisnisnya.


"Kau bilang saja jika kau ada acara.Lagipula kau belum mengiyakan ajakan bajingan itu kan.Upsss..."Zion buru-buru menutup mulutnya.Sial!! mulutnya sangat tidak bisa di ajak kompromi.batinnya.


"Bu_bukan siapa-siapa..Ya sudah,aku pergi beli makanan dulu untuk kalian."Zion kabur begitu saja karena takut keceplosan lagi.Ah..Dasar Zion.


"Aneh sekali."gumam Chaca.


Chaca terdiam sejenak kemudian menatap Maya yang juga menatap dirinya.


"Apa kau mempunyai pemikiran yang sama dengan ku?"tanya Maya.


"Entahlah kak,tapi Chaca merasa ,kak Zi agak aneh hari ini.Gak biasanya dia menjauh saat menerima telepon.Chaca juga baru tahu jika di basecamp kak Raka ada yang namanya si Botak."


"Dan Zion mengajakmu ke basecamp seolah dia gak mau Chaca pergi sama Tuan Roger."sambung Maya.


Chaca melebarkan kedua matanya."Jangan-jangan Kak Zi suka sama Chaca lagi?"

__ADS_1


Maya menepuk jidatnya.Ternyata apa yang dia pikirkan tidak sama dengan apa yang ada di pikiran Chaca.


Memang jika hanya dilihat sekilas,Sikap Zion seolah menunjukkan jika pria itu menyukai Chaca.Tapi jika di lihat dari sudut pandang Maya,Zion seperti mendapat perintah seseorang untuk menjauhkan Chaca dari Roger.


Buktinya, setelah mendapatkan telepon, Zion langsung mengajak Chaca pergi ke Basecamp.Apalagi Chaca bilang jika di Basecamp tidak ada yang bernama Botak.Itu membuat Maya semakin curiga.


"Kenapa Kak Maya diem? jangan-jangan kak Maya juga berfikiran seperti itu ya?"tanya Chaca panik.Dia tidak mau Maya salah paham karena dia tahu,Maya menyukai Zion.Tapi sungguh di dalam benaknya sama sekali tidak terbesit perasaan apapun pada Zion.


"Lupakan!!Kau terlalu polos dalam hal seperti ini Cha."seru Maya.


"Chaca kan hanya mengatakan apa yang ada di pikiran Chaca."gerutu Chaca.Dia menggenggam tangan Maya dan berkata,"Chaca gak ada perasaan apapun sama Kak Zi.Chaca sudah anggap dia kakak Chaca sendiri.Jadi kak Maya gak perlu khawatir."seru Chaca.


Maya tersenyum kikuk.Ingin rasanya dia menjitak kepala bos nya itu.Apa maksud ucapan gadis itu? kenapa dia harus khawatir? terserah Zion mau dengan siapapun.itu bukan urusan dia.


"Tidak usah dibahas.Sekarang kita kerjakan saja pembuatan surat perjanjian kerjasama ini."ucap Maya.


"Ya udah,kak Maya aja.Chaca capek.Nanti kalau udah jadi Chaca cek ulang."


Maya berdecak dan kembali membuat referensi surat perjanjian itu.


"O iya Kak,soal Reynand,apa Kak Maya menangkap sesuatu yang aneh.Seperti reaksi dia saat bertemu Chaca tadi misalnya."tanya Chaca.


Maya menatap Chaca dan berkata,"Dia sulit di tebak Cha.Tapi aku sempat lihat ekspresi dia berubah saat Tuan Roger datang.Entah karena dia tidak suka dengan Tuan Roger atau dia cemburu melihat kedekatan mu dengan Tuan Roger."terang Maya .


"Cemburu?kayaknya enggak deh kak."


"Tapi gak mungkin kan Tuan Rey membenci Tuan Roger sedangkan mereka adalah rekan bisnis??Aku dengar selain partner bisnis, mereka juga bersahabat."


"Besok siang kau bisa datang ke perusahaan Tuan Rey untuk menyerahkan surat perjanjian ini.Setelah beliau menandatangani nya,kau bisa mencari tahu siapa tuan Rey? Dengan selalu didekat nya,kau pasti bisa merasakan apakah dia Raka atau orang lain?"lanjut Maya.


Chaca menghela nafas panjang.Apa dia harus melakukannya?tapi Rey sudah punya calon istri.Dia tidak mau di cap sebagai orang ketiga nantinya.Tapi....Entah kenapa dia yakin jika Rey adalah Raka.


Oh astaga....Kepala Chaca rasanya mau meledak memikirkan hal itu.Ini misi yang sangat sulit untuk dilakukan.

__ADS_1


"Huft..Kau pasti bisa Chaca!!"batin Chaca.


__ADS_2