Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Di Jebak


__ADS_3

Kini Raka dan Chaca kembali ke villa.Selama di perjalanan tidak ada yang bicara sama sekali.Mereka Merasa canggung setelah apa yang mereka lakukan tadi di tepi pantai.


Entah kenapa Chaca begitu malu jika mengingat ciuman panas yang baru saja mereka lakukan.Padahal mereka pernah melakukan nya sebelumnya.


"Em..Ini sudah malam.Kita pesan makanan saja ya.Chaca pasti juga lelah kan.."seru Raka


"I_iya Kak.Terserah Kakak saja.."


"Ya udah.. Sekarang Chaca mandi.Kakak mandi di kamar mandi lain nya.."


Chaca mengangguk pelan dan naik ke lantai dua di mana kamar mereka berada.


Sesampainya di kamar.Chaca langsung menutup rapat pintu kamarnya.Dia memegang jantung nya yang berdetak lebih kencang dari biasanya..


"Jantung Chaca kenapa berdetak kenceng banget..?? "


Chaca teringat ciuman mereka.Lagi-lagi pipinya merona .."Bisa-bisa Chaca kena serangan jantung kalo sering Deket-deket Kak Raka.."


Chaca menarik nafas nya panjang dan menghembuskan nya perlahan.


"Tenang Cha...Chaca gak boleh baper.. Mending sekarang Chaca mandi.Siapa tau dengan berendam pikiran Chaca jadi jernih.."


Sementara itu Raka yang sudah selesai mandi langsung ke dapur karena merasa haus.


"Malam Kak.."Sapa Clara


"Ck.. Ngapain loe disini..??"


"Clara mau masakin makan malam buat Kak Raka.Kakak belum makan kan..??"


Raka tidak memperdulikan ucapan Clara dan lebih memilih mengambil minuman dingin di kulkas.


Clara tersenyum penuh arti melihat Raka yang terus menenggak minuman dingin itu.


"Pergi..!!!Gue gak butuh di masakin sama loe.."usir Raka


"Kakak kenapa sih sekarang dingin banget sama Clara..??Memang nya Clara salah apa..??"sendu Clara


Raka berdecak melihat perempuan itu berpura-pura sedih di depan nya.


"Menjijikkan.."

__ADS_1


Raka mengembalikan botol minuman itu di kulkas.Tapi tiba-tiba tubuhnya terasa panas..


Clara yang menyadari jika obat yang dia masukkan di minuman Raka sudah bereaksi mulai mendekati Raka.


"Kakak kenapa..??Kakak baik-baik saja..??"


Raka melihat Clara yang mendekati nya mulai menyadari sesuatu.


"Berhenti..!!!"


"Kenapa Kak..Clara bakalan bantu Kakak.."Clara mulai membuka kancing bajunya satu persatu.


Raka mendelik melihat apa yang dilakukan Clara.Kini dia yakin jika itu adalah perbuatan Ja**** itu.


"GUE BILANG BERHENTI..!!!"bentak Raka


Tapi Clara seolah menulikan telinganya.Dia terus mendekat dengan baju yang sudah terbuka memperlihatkan dua benda kenyal nya yang masih terbalut b**.


Raka geram.Dia langsung menarik kasar tangan Clara dan membawa nya keluar.


"PERGI KAU DASAR B****.."Raka menutup kasar pintu villa nya dan menguncinya.


"Kak Raka..!!! buka Kak.. Clara cuma mau bantu Kakak..!!"teriak Clara


Raka berlari ke kamar di mana Chaca berasa.Dia bermaksud ingin menuntaskan nya di kamar mandi tapi dia lupa jika di dalam sana ada gadis yang dia cintai.


Raka membuka pintu kamarnya bersamaan Chaca yang keluar dari kamar mandi.


glek


Raka menelan Saliva nya kasar.Hanya melihat Chaca menggunakan jubah mandi saja Raka sudah sangat menegang.


"Kakak kenapa..??"tanya Chaca yang melihat kekasihnya itu tidak baik-baik saja.


Tanpa aba-aba Raka langsung menyambar bibir ranum Chaca.


Chaca yang mendapat Serangan dadakan membuat tubuhnya tidak seimbang dan terhuyung terdorong oleh Raka yang terus mel**** bibirnya.


"emmpp.."Chaca memukul dada pemuda itu karena Raka melakukan nya dengan kasar.Ini bukan seperti Raka yang dia kenal.


Raka mendorong tubuh Chaca hingga terlentang di tempat tidur.

__ADS_1


Kini Chaca berada di bawah Kungkungan pemuda itu..


"Bantu Kakak Cha.."pinta Raka dengan tatapan yang sayu.


"Kakak kenapa..??Apa yang har umpp..."


Raka kembali mencium bibir Chaca tapi kini tangan nya tidak tinggal diam.


Chaca yang merasa jika Raka sudah lewat batas langsung meronta.


"Kak lepas...!!"Tapi kedua tangan Chaca dicekal dan diangkat di atas kepala Chaca menggunakan satu tangan Sedang tangan Raka yang satu nya membuka tali jubah mandi Chaca hingga kini terlihat dua benda kenyal milik Chaca.


Raka yang sudah di kuasai oleh ***** Langsung meraup kedua benda itu dan meninggalkan jejak kepemilikan disana.


Chaca menggigit bibir bawahnya .Dia begitu takut.Hingga dia menangis terisak meminta Raka untuk menghentikan nya.


Raka yang mendengar tangisan Chaca langsung menghentikan aktivitas nya.Dia melihat Chaca yang terus menangis memohon pada nya .


Dia mulai menyadari kesalahannya.Dia menegakkan tubuhnya dan memukuli kepalanya..


"Aaarrgghh..."teriak Raka.Dia berlari ke kamar mandi dan menutup pintu nya dengan keras.


Brak..


Chaca terjangkit kaget.Dia mulai memakai kembali jubah mandi nya.Dia memandang pintu kamar mandi hingga terdengar suara pukulan dan benda seperti kaca yang pecah..


"Bugh bugh bugh..pyar..."


"Aaarrgghh..."Raka kembali berteriak di dalam kamar mandi.


Tak selang berapa lama Raka keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya.Dia mengambil baju ganti nya dan kembali masuk ke kamar mandi.


Setelah selesai.Raka keluar dan mengambil jaketnya.Dia tidak berani melihat Chaca karena mereka bersalah.


Raka mengambil kunci mobilnya yang berada di nakas.Chaca dapat melihat tangan Raka yang terluka.Dia ingin mengobati nya tapi dia masih takut dengan Raka.Apa lagi aura nya begitu menyeramkan.


Raka keluar dari kamar dan menghubungi seseorang..


"Bawa Ja**** itu ke markas.."


Sedangkan Chaca masih belum beranjak dari tempat tidur.Dia masih takut dan hanya bisa menangis.

__ADS_1


"Kakak kenapa jadi seperti itu??Apa yang terjadi??Kakak membuat Chaca takut..hiks..hiks .Chaca takut.."


__ADS_2