
Raka terus berlari ke tempat di mana Kelompok Chaca mengerjakan tugasnya.Dia tidak memperdulikan jalanan yang licin .Yang ada dipikirannya hanyalah Chaca dan Chaca.
Hatinya sungguh tidak tenang.Dia bersumpah dalam hati akan membalas lebih kejam siapa pun yang melakukan ini pada gadis nya.
Tak berapa lama Raka sampai di lokasi.Dia membungkuk kan badan nya mengatur nafas nya.
Memang gila.. Perjalanan yang harus nya di tempuh dengan waktu kurang lebih 3 jam bisa Raka tempuh hanya dengan waktu 1 1/2 jam.
Dia menegakkan tubuhnya.Kedua kakinya terasa bergetar karena terus berlari tanpa berhenti..
Dia mengedarkan pandangannya mencoba mencari Chaca di tengah hujan yang lebat
''CHACA...!!!!!"Teriak Raka.
"CHACA....INI KAKAK CHA...!!!"
Raka berjalan pelan menyipitkan pandangan nya.Hujan yang lebat menghalangi pandangannya untuk mencari Chaca.
"CHACA DIMANA..???INI KAKAK...!!!CHACA...!!!"Raka terus berteriak memanggil Chaca.Tapi nihil tidak ada sahutan dari Gadis itu
"Hiks...Chaca...!!!Chaca dimana..???Ini Kakak Cha..Maafin Kakak gak bisa jaga Chaca ."Raka merosotkan tubuhnya ketanah.Dia merasa gagal melindungi gadis yang dia cintai.Dia terus menyalahkan diri sendiri.
"Harusnya Gue awasi Chaca..Gue memang bodoh..!!!"
"LOE BODOH RAKA...!!!"
Raka menangis dan terus menerus menyalahkan dirinya.Hingga tanpa sengaja pandangan nya tertuju pada tas ransel yang tidak jauh dari sana
Raka mengambil tas tersebut dan mengeceknya.
"Ini Tas Chaca.."
"CHACA..!!!"Teriak Raka.
Dia terus memanggil Chaca.Tanpa sengaja dia melihat tanah yang berbeda seperti sesuatu pernah melewati nya.Raka akhirnya mengikuti jejak tanah tersebut dan berharap bisa menemukan Chaca.
Cukup jauh Raka berjalan.Tapi belum juga menemukan keberadaan Chaca .
"CHACA...!!!!CHACA DIMANA...???INI KAKAK!!!"
"CHACA...!!!"
"Tolong...!!"
Raka berhenti berteriak.Dia menajamkan kedua telinga nya.
''Gue kayak denger orang minta tolong."
"Chaca..!!!"teriaknya lagi
"Tolong Kak.."
Raka mencari sumber suara yang baru saja dia dengar..
"CHACA DIMANA???"
"Kak Raka...!!!"
Raka melihat kebawah jurang dimana suara itu berasal.Dan betapa terkejutnya dia melihat Chaca tergeletak di bawah sana .
Tanpa berfikir panjang,Raka turun kebawah dengan berpegangan pohon yang tumbuh di tanah miring itu.Bahkan sesekali dia tergelincir dan membuat kakinya terluka.Tapi Dia tidak memperdulikannya.Yang ada di pikirannya hanya lah Chaca.
"Chaca..!!!"Raka membawa tubuh mungil itu kedalam pelukannya.
"Akhirnya Kakak menemukan Chaca..Kakak takut Cha..Hiks.. Jangan ninggalin Kakak lagi..Kakak takut ."
__ADS_1
"Kak Raka..!!Sesak.."lirih Chaca
Raka melonggarkan pelukannya dan membingkai kedua pipi Chaca..
Cup
"Kenapa Chaca seneng banget bikin Kakak khawatir Hah.."
Cup
"Apa Chaca tahu..Kakak takut Chaca kenapa-napa?"
Cup
"Jangan bikin Kakak takut Cha.."
"Kak Raka...!!! Berhenti cium bibir Chaca.."sungut Chaca
"Gak .!!Kakak gak bakalan berhenti.."
Cup
Raka kembali mencium bibir Chaca tapi kali ini Dia memberi sedikit ******* lembut.
"Ih...Mesum.."
Raka terkekeh..
"Ayo kita harus pergi dari sini.."Raka membantu Chaca untuk berdiri tapi tiba-tiba Chaca merintih kesakitan di kakinya.
"Sakit Kak..!!!"
Raka membungkuk dan melihat kaki Chaca.. Terdapat luka gores yang cukup dalam di kaki gadis itu.
"Dingin..??"
Chaca mengangguk dan memeluk erat leher Raka.
"Kita cari tempat buat berteduh dulu..
Mereka berjalan ditengah-tengah hujan deras mencari tempat untuk berteduh.
Hingga mereka sampai di sebuah gubuk yang ada ditengah hutan tersebut.
"Kita berteduh di sini dulu"seru Raka
"Chaca takut.."
"Ada Kakak.."Raka membuka pintu gubuk tersebut.
Kosong
Hanya ada beberapa kayu bakar dan sampah disana.
"Kak..!!!"
"Mungkin ini dipakai pemburu untuk singgah.Kita masuk..!!"ajak Raka
"Chaca takut.."
"Gak usah Takut.."Raka menurunkan Chaca dan mengecek gubuk tersebut.
Tak berapa lama Raka datang membawa beberapa kayu bakar.
"Kakak mau apa..??"tanya Chaca
__ADS_1
"Bikin api unggun"Raka mengeluarkan Korek api dan mencoba menyalakan kayu tersebut.
Saat Raka mengambil korek api nya tanpa sengaja Rokok Raka terjatuh.
"Apa itu..??"tanya Chaca
"Bukan apa-apa.."Raja menyembunyikan rokoknya dan kembali mencoba menyalakan kayu bakar tersebut.
"Coba Chaca lihat.."Chaca merebut Rokok yang Raka sembunyikan.
"Rokok..???"gumam Chaca.
Raka terdiam dan memilih membuat Api unggun..
"Sejak kapan Kakak merokok???"tanya Chaca.
"Kakak Hanya coba-coba.."Raka mengambil kembali Rokoknya dan membuangnya di atas api unggun.
Dia berdiri dan membuka Hoodie dan juga kemejanya.Dia menjemur nya didekat api unggun.
Melihat itu Chaca hanya bisa memalingkan wajahnya.Bagaimana tidak,Raka Dengan Santai nya telanjang dada di depannya.Dan perut kotak-kotak Raka terekspose begitu saja.
Raka terkekeh dan duduk di dekat Chaca.
"Malu??"
Chaca berdecak tanpa melihat Raka .
"Kenapa???Udah biasakan..???"goda Raka..
"Kakak...!!!!"teriak Chaca.Dia begitu malu . Walau memang benar dia sudah pernah melihat Raka seperti itu tapi tetap saja Chaca malu.
Raka kembali terkekeh.."Buka baju Chaca!!"
"A_apa???"
"Biar gak sakit.."
"Gak..!!"Chaca menyilang kedua tangan nya d depan dadanya.
"Kenapa???Malu..??Kakak sudah pernah lihat kali.Bahkan pernah ngerasain.."
"Mesum ..!!!"teriak Chaca
Raka tertawa keras.Dia sungguh merindukan moment ini.Dimana dia bisa menggoda gadisnya.
Raka mengangkat kaki Chaca ke pangkuannya..
"Kakak mau apa..??"
"Obati Kaki Chaca.."
"Emang Kakak bawa P3K???"
"Di tas Chaca.."
Chaca terdiam.Dia memang membawa P3K di tas ranselnya untuk berjaga-jaga jika terluka saat menjalankan tugas dari pembina OSIS.
"Pelan-pelan.."seru Chaca
"Iya.."Dengan telaten Raka mengobati luka Chaca. Walau luka nya cukup dalam tapi setidaknya ada tindakan pertolongan pertama untuk mencegah infeksi
"Sudah ."Raka membereskan P3K Chaca dan memasukkan kembali ke tas ransel Chaca.
"Sekarang cerita sama Kakak.Kenapa Chaca bisa seperti ini??"
__ADS_1