Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Flashback 5 ( Password )


__ADS_3

Dua bulan lamanya Raka menjalani masa pemulihan. Dan hari ini dia di perbolehkan untuk pulang. Tapi walaupun begitu, Raka belum di perbolehkan beraktivitas berat. Tapi Raka tetaplah Raka. Dia sudah merencanakan keberangkatan nya ke Chili di kota Monroe county di New York. Dan hari ini juga, Dia meminta Zion untuk melihat keadaan Chaca.


Raka memasang alat penyadap di tubuh Zion. Jadi dia bisa tahu apa yang mereka bicarakan nanti nya. Dia juga meminta Zion untuk membawa Chaca ke bukit tinggi yang indah. Dia juga memberitahu Zion cara agar Chaca merespon dan membuat gadis itu sadar dari keterpurukan nya. Dia ingin Chaca menjalani hidup yang lebih baik tanpa dirinya.


"Kau yakin?" tanya Zion.


Raka mengangguk dan menepuk bahu Zion. "Gue percaya sama loe. Selama gue gak ada, gue harap loe jaga dia seperti loe jaga gue selama ini. Dan jauhkan dia dari pria manapun."


Zion tertawa keras. Apa itu artinya suatu hari nanti, Raka akan kembali pada Chaca? tapi bagaimana jika ada pria yang bisa membuat Chaca melupakan Raka dan Chaca mencintainya?


"Inget pesen gue!!" seru Raka memberi peringatan.


"Siap Bos!!"


"Sekarang, loe temui dia dan bawa dia ke tempat yang indah. Di bukit tinggi."


Zion mengangguk dan meluncur ke kediaman Keluarga Joseph.


Sesampainya di sana, Zion di sambut baik oleh Wira. Dia tahu siapa Zion dari Andhika. Makanya saat Zion meminta ijin untuk membawa Chaca jalan-jalan, Wira mengijinkannya.


"Aku akan mengajakmu ke suatu tempat yang pasti akan membuat mu senang."seru Zion.


Chaca hanya tersenyum tipis dan naik di jok belakang motor sport milik Andhika. Zion ingin mengajak Chaca menggunakan mobil, tapi saat dia membukakan pintu untuk Chaca, gadis itu mematung dan tubuhnya terlihat bergetar. Mungkin hal itu mengingatkan nya pada tragedi kecelakaan yang dia alami bersama Raka. Untuk itu Zion meminjam motor sport milik Andhika.


Zion membawa Chaca ke bukit yang menyuguhkan pemandangan yang indah. Apalagi hari sudah sore dan itu membuat pemandangan di depannya itu terlihat sangat mempesona.


"Chaca suka?" tanya Zion saat melihat bibir Chaca yang mengembang.


Chaca menganggukkan kepalanya. Dia memejamkan matanya menikmati semilir angin yang menerpa tubuhnya.


Zion mengajak Chaca untuk duduk dan mulai berbicara, "Ini adalah salah satu tempat favorit Raka."


"Raka mempunyai banyak tempat favorit. Salah satunya bukit ini. Dia akan datang kesini saat dirinya merasa gelisah." Zion menatap Chaca dan kembali berkata, "saat Raka pergi beberapa hari yang lalu, dia terus datang kemari."

__ADS_1


"A_apa yang membuatnya gelisah?" tanya Chaca.


Zion tersenyum, dia mulai menceritakan tentang kehidupan Raka mulai dari saat Raka menolongnya. Yang Zion tahu, Raka adalah orang yang kesepian. Dia lebih sering menghabiskan waktunya di tempat-tempat tertentu yang bisa membuatnya tenang.


"Dia mempunyai banyak teman, tapi dia selalu merasa sendiri. Semua itu karena kepergian Kakek nya. Entah apa yang Raka lalui. Tapi dia sangat berduka dengan kehilangan orang yang sangat berarti di hidupnya." Zion menatap Chaca dan menghapus air mata gadis itu.


"Itu sebabnya Raka nyaman bersamamu karena kalian mempunyai kesedihan yang sama. Tapi dia selalu berusaha untuk terlihat tegar di depan mu karena dia tidak ingin kamu sedih."


"Aku mengijinkanmu menangis hari ini. Tapi aku harap ini yang terakhir kalinya."


"Kamu masih ingat janjimu pada Raka kan? aku harap kau menepati nya. Dia tidak akan tenang jika kau masih bersedih karena nya. Jadilah gadis yang kuat seperti yang Raka harapkan."


Chaca hanya mengangguk pelan dan mengurai pelukannya. "Terimakasih Zion. Hati ku sedikit lebih tenang sekarang."


"O Iya.. Di sini akan terlihat lebih indah saat malam hari. Apa kamu mau melihatnya?"


"A_apa boleh?" tanya Chaca ragu.


"Tentu saja. Tapi kamu harus minta ijin Tuan Wira terlebih dahulu. Aku takut beliau khawatir padamu."


Sedangkan tidak jauh dari tempat mereka berada, Raka mendengarkan pembicaraan Zion dan Chaca. Dia mengumpat karena Zion bercerita seolah dia adalah orang yang paling menyedihkan. Apa dia terlihat seperti itu? Dia memang selalu sendiri tapi bukan berarti dia tidak punya teman. Dan dia tidak kesepian. Dia merasa nyaman dengan kehidupan yang dia punya. Apalagi ada Chaca di sisinya. Tapi sekarang.....


Setelah mendapatkan ijin dari Wira, Zion menghubungi Raka untuk mengantar perlengkapan kemping. Raka datang bersama beberapa orang yang di sewa oleh Zion. Dan mulai membantu mendirikan tenda.


Yah, tidak ada yang tahu tentang rekayasa kematian nya selain dirinya dan Zion. Raka sengaja menyembunyikan nya dari yang lain karena tidak mau hal itu sampai di telinga 'Dia'.


Tak butuh waktu lama, tenda selesai didirikan. Lagi-lagi Raka berdiri tidak jauh dari Zion dan Chaca. Dia cukup bersyukur karena Chaca sudah mengikhlaskan kepergian nya.


"Terimakasih Kak. Kakak sudah membuat hidup Chaca lebih berwarna. Kakak tenang aja. Chaca akan baik-baik saja. Dan Chaca bakalan nepatin janji Chaca. I Love You Kak Raka." Setelah mengatakan hal itu Chaca masuk ke tenda nya dan mulai mengarungi mimpi.


Merasa gadisnya sudah terlelap dalam tidurnya, Raka masuk ke tenda. Dia memeluk Chaca dan menciumi wajah sang kekasih tanpa mengganggu tidurnya.


"I Love you too, baby."

__ADS_1


*****


Keesokan harinya, Raka melakukan penerbangan menuju New York. Dia pergi seorang diri dengan chip dan softlens yang di tinggalkan oleh Kakeknya. Dia berharap setelah sampai di sana, dia segera tahu sandi apa yang harus dia masukkan untuk membuka file yang terkunci. Dia sangat penasaran. Hal rahasia apa yang kakeknya sembunyikan sampai-sampai harus mengunci file tersebut. Tentang organisasi nya saja, sudah membuatnya begitu syok. Sekarang apalagi?


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, Raka akhirnya sampai di Chili di Monreo County. Dia memakai softlens milik kakeknya dan di sambut oleh orang-orang yang tidak dikenal.


"Aku ingin bertemu dengan ketua kalian. Aku Raka, cucu dari Carlos. Ah tidak.. Tapi Devil." seru Raka.


Deg


Semua saling pandang. Akhirnya yang mereka tunggu-tunggu telah datang. Salah satu dari mereka membawa Raka ke sebuah mansion mewah. Disana dia di sambut layaknya seorang raja.


Raka tidak menyangka, Kakeknya begitu di hormati di negara ini. Bahkan orang-orang memperlakukan Raka dengan sangat baik. Tapi Raka ingin secepatnya menemui ketua mereka. Orang yang memimpin organisasi ini setelah kematian sang kakek.


"Aku tidak menyangka kau datang lebih awal. Padahal Bos bilang tidak yakin kau mau meneruskan organisasi nya. Tapi jika kau sudah di sini, itu artinya kau sudah menemukannya bukan?" seru ketua yang bernama Lucas.


"Aku memang tidak ingin meneruskan organisasi ini. Justru aku datang untuk membubarkan nya. Tapi aku yakin kalian tidak akan mau. Jadi aku akan merubah sistem kerja organisasi ini."


Lucas tertawa. Memangnya siapa dia berani merubah sistem yang sudah di bangun sejak lama? Carlos adalah orang yang kuat dan semua orang menghormatinya. Jadi jika Raka ingin memimpin organisasi, maka mereka akan menguji Raka. Baru setelahnya jika Raka layak, maka mereka akan menuruti semua aturan Raka.


Raka tidak menolak. Dia menerima tantangan dari Lucas.


Raka harus mengalahkan sepuluh orang terbaik di organisasi. Hal itu cukup sulit apalagi Raka baru sembuh dari sakit nya. Tapi dia tidak akan mundur.


Raka mengerahkan seluruh kekuatannya dan melawan sepuluh orang sekaligus. Walau terluka cukup parah tapi pertarungan di menangkan oleh Raka. Semua orang yang menyaksikan langsung berlutut dan menyerukan nama Raka. Begitu juga dengan Lucas. Dia tidak menyangka, pemuda yang di sangka bocah ingusan, ternyata begitu kuat. Sama seperti kakek nya.


Raka kembali mendapatkan perawatan intensif. Dia berbaring lemah di ruang perawatan. Sungguh hebat. Organisasi yang di miliki Kakeknya benar-benar lengkap. Bahkan ada dokter yang mengobati anggota yang terluka. Mereka juga menyiapkan ruang operasi seperti rumah sakit pada umumnya.


Di tempatnya berbaring, Raka kembali memikirkan sandi untuk membuka file di Chip milik kakeknya. Dia sempat bertanya pada Lucas hal apa yang biasa kakeknya lakukan saat masih memimpin organisasi. Dan apa yang paling Carlos sukai dan tidak sukai.


Lucas bilang, Carlos sangat tidak suka dengan hati. Mereka memang menjual organ tubuh manusia. Tapi kecuali hati. Entah apa alasannya, Lucas tidak tahu.


Raka memejamkan matanya sejenak. "Hati? kenapa Kakek tidak suka menjual hati? Bukannya dia manusia tidak punya hati? Manusia tidak punya hati? Robot?" Raka membuka matanya. Negara Chili berbentuk sepatu. Tidak suka hati, tidak punya hati bukankah itu robot. Tidak, bukan robot, tapi iblis. Chili berbentuk sepatu wanita. Tidak punya hati berarti iblis. Wanita identik dengan sifat yang lembut. Tapi iblis tidak dan tempat iblis adalah neraka. "Hell Angel" Malaikat Neraka.

__ADS_1


Raka meminjam komputer di sana dan mulai memasukkan sandi Hell Angel. Dia berharap ini akan berhasil atau jika tidak, dia harus memikirkan lagi sandi untuk membuka file tersebut. Tinggal satu kali. Jika dia gagal, maka dia tidak akan tahu apa isi dari file tersebut.


__ADS_2