Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Flashback 2 (Mencari Tahu)


__ADS_3

Raka membuka matanya perlahan. Dia melihat seisi ruang tempatnya berbaring. Ruangan dengan nuansa putih dan penuh dengan bau obat. Huft... dia kembali ke rumah sakit.


"Kau sudah sadar?" Zion duduk di samping brankar Raka dan menekan tombol nurse call. Tidak berapa lama Dokter dan suster datang untuk memeriksa keadaan Raka.


"Syukurlah keadaan Tuan sudah membaik. Mohon jangan terlalu banyak bergerak dulu karena luka anda belum kering. Setelah ini suster akan membantu Anda mengganti perban di dada Tuan." seru dokter.


"Tidak perlu. Biar Zion yang melakukannya."


"Ba_baiklah, kalau begitu kami permisi."


Raka menghela nafas panjang setelah dokter yang merawatnya pergi. Dia menatap tangannya yang masih mengepal menggenggam chip yang dia temukan.


"Kau terus mengepalkan tanganmu. Sampai-sampai dokter tidak berani membukanya." seru Zion.


Raka membuka kepalan tangannya dan Chip itu masih disana. Dia penasaran dengan isi dari Chip itu. Tapi dia harus berhati-hati jangan sampai menimbulkan kecurigaan yang lain. Jika Arkan saja sampai menyimpan Chip ini di tempat yang hampir tidak mungkin ditemukan orang lain, berarti dia menyembunyikan sesuatu yang penting. Jadi dia harus berhati-hati Siapa tahu ada pengkhianat di sekitarnya.


"Sebenarnya apa yang kau lakukan disana? apa kau tidak tahu betapa khawatir nya aku?" gerutu Zion.


Raka berdecak. Dia bukan anak kecil yang harus di larang ini itu. Tapi dia cukup bersyukur ada Zion yang setia padanya. Dan dia tahu, Zion sangat mengkhawatirkannya.


"Berapa lama gue pingsan?"


"Tiga hari."


Tiga hari? Berarti sudah lima hari dia tidak memberi kabar pada Chaca. Hah.. Dia sangat merindukan kekasihnya itu. Rasanya dia ingin segera pulang dan bercengkrama dengan gadisnya. Tapi tunggu dulu!!! Lima hari? Terapi Chaca ....


"Kita pulang sekarang Zi!!"


"A_apa? pulang? Kau sudah gila ya? Kau baru saja sadar."


"Gue tidak perduli. Ada hal penting yang ingin gue bahas sama loe di basecamp."


Zion tidak bisa berkata-kata lagi. Dia menuruti perkataan Bosnya. Biarlah Raka melakukan apa yang dia inginkan. Tapi dia tidak akan segan membawa Raka ke Rumah sakit lagi dan mengikat kedua tangan dan kakinya jika sampai pria itu pingsan lagi.

__ADS_1


*****


"Hanya ada file berisi satu video. Apa kau ingin melihatnya?"


"Hm."


Zion mengklik file tersebut dan memutar rekaman video yang tersimpan di dalamnya.


"Apa kabar adikku?"


Deg


"Arkan!!" lirih Raka.


"Aku senang kemampuan mu meningkat begitu pesat. Tapi perlu aku ingatkan, itu masih kurang dan kau harus mengembangkan kemampuan mu. Karena apa? karena Dia selalu mengawasi mu."


" Aku tidak bisa berkata banyak, karena dia juga mengawasi ku. Jadi aku hanya ingin berkata, kau harus melenyapkan nya, karena Dia adalah musuh sesungguhnya. Aku tidak bisa menjelaskan siapa Dia . Karena dia adalah orang yang misterius."


"Kau pasti sudah tahu organisasi apa yang kakekmu pegang selama ini. Dan dia berambisi untuk menghancurkan organisasi-organisasi seperti milik kakekmu.


"Mungkin ini sudah terlambat. Tapi aku terpaksa menghabisi Kakek. Karena Dia menyandera orang yang aku sayangi. Dan dia juga yang memaksaku untuk membunuh Kakek. Malam itu sebelum Aku membunuhnya, Kakek Carlos berkata padaku. Dia rela aku membunuhnya asalkan Aku melepaskan mu. Dan aku sudah menepati janjiku. Tapi bukan itu tujuan ku. Aku melepasmu agar kau menjadi lebih kuat untuk balas dendam."


"Maafkan Aku, Adikku"


"Hah...Apa kau tahu? hidup akan terasa lebih indah jika kita hidup berpasangan."


Raka mengepalkan tangannya. Cih, sampai kapanpun dia tidak akan memaafkan Arkan. Rangkaian peristiwa dimana dia merenggut nyawa orang yang dia sayangi terekam jelas di ingatan nya. Bagaimana mungkin dia bisa begitu saja memaafkan Arkan. Tapi walaupun begitu, Raka penasaran dengan pesan Arkan. Dia? Siapa Dia yang di maksud Arkan? Selama ini Raka merasa jika musuh terbesarnya adalah Arkan. Tapi kenapa Arkan mengatakan jika Dia adalah musuh sebenarnya? Lalu apa maksud ucapan Arkan sesaat setelah membunuh kakeknya? Dia bilang Kakeknya adalah iblis berwujud manusia. Untuk apa dia mengatakan hal itu jika Arkan hanya di manfaatkan oleh orang lain?


Karena rasa penasarannya, Raka mengajak Zion untuk kembali ke basecamp Arkan dan berharap mendapatkan petunjuk lain. Terutama tentang dia yang di maksud Arkan.


Tapi sayang, itu tidak semudah yang Raka pikirkan. Dia dan Zion sudah mengobrak-abrik seisi Basecamp milik Arkan tapi mereka tidak menemukan apapun disana.


"Aku tidak tahu maksud Arkan. Dia tidak hanya membunuh tapi juga menghina Bos besar. Tapi sekarang dia bilang dia terpaksa melakukannya karena seseorang menyekap orang yang dia sayangi. Dan, siapa Dia yang Arkan maksud?" seru Zion.

__ADS_1


"Gue juga gak tahu. Tapi satu hal yang mulai gue paham. Arkan mengatakan hal itu agar gue menyimpan dendam dan menjadi lebih kuat seperti yang dia harapkan. Bukan untuk membunuhnya. Tapi untuk melawan musuh yang sesungguhnya."


Raka terdiam sejenak. Dia melihat sepatu wanita yang beberapa hari yang lalu dia temukan. Di mana pasangan dari sepatu itu?


"Kita ke mansion Kakek!!" ajak Raka.


"Apa kau yakin?"


Raka menganggukkan kepalanya dan keluar lebih dulu. Mungkin dengan pergi kesana dia akan mendapatkan petunjuk lain. Terutama tentang organisasi milik Kakeknya dan Dia. Selama ini Raka mengira jika organisasi yang di miliki kakeknya hanyalah organisasi biasa. Tapi jika Arkan sampai menginginkan nya, Bahkan Dia ingin menghancurkan organisasi Kakek, itu artinya ada sesuatu yang tidak dia tahu mengenai organisasi yang Kakeknya miliki.


Argh... Sial!!! Kenapa semua menjadi serumit ini? Dia pikir semua akan selesai setelah membunuh Arkan. Tapi ternyata ini baru awal permulaan.


***


Raka dan Zion berdiri di depan pelataran sebuah rumah yang terbilang cukup mewah.


Ini adalah Mansion milik kakeknya. Rasanya sudah sangat lama dia tidak pernah datang kemari. Karena setelah pembantaian yang di lakukan Arkan, Raka memilih tinggal di apartemen maupun di basecamp. Terlalu menyakitkan tinggal di mansion ini karena hanya akan mengingatkan saat terakhir Kakeknya mati dengan cara tragis.


Raka dan Zion masuk ke mansion dan mulai mencari petunjuk. Terutama di ruangan kerja milik Carlos. Sebenarnya Zion tidak tahu apa yang harus dia cari. Karena dia cukup tahu organisasi yang Carlos pimpin. Tapi pesan yang ditinggal kan Arkan juga membuatnya penasaran.


Raka mulai mencari di Ruang kerja milik Carlos. Tapi dia hanya menemukan file-file tentang usaha yang dia kembangkan bersama Raka.


"Arrgghh... Sial!! kenapa tidak ada petunjuk sama sekali? Aku yakin kakek menyembunyikan sesuatu." Raka mengusap wajahnya kasar. Dia merasa dipermainkan seperti orang bodoh. Tapi pandangannya tiba-tiba tertuju pada pajangan sepatu wanita berlapis perak. Model sepatu itu sama seperti milik Arkan. Hanya saja ini adalah sepatu pajangan.


"Apa kau tahu? hidup akan terasa lebih indah jika kita hidup berpasangan."


"Pasangan? Apa sepatu ini pasangan dari sepatu milik Arkan?" Raka mengambil sepatu itu dan mencoba menghancurkannya.


Prang


Pyaar


Sepatu itu hancur, tapi tidak ada apa-apa disana. Sampai dia melihat Hak sepatu yang masih utuh. Raka kembali menghancurkan nya dan ternyata di dalam hak sepatu itu terdapat sebuah Chip dan softlens yang dia yakini adalah milik kakeknya.

__ADS_1


Tidak mau menunggu terlalu lama, Raka meminta Zion untuk memeriksa Chip tersebut menggunakan komputer yang ada di ruangan Kakeknya.


"Astaga!!! Aku tidak percaya ini. Ternyata selama ini bos besar......"Zion tidak mampu melanjutkan ucapannya. Dia terlalu syok melihat fakta yang mereka dapatkan. Apalagi Raka. Dia kini tahu apa maksud dari ucapan Arkan.


__ADS_2