
Keesokan harinya, Seperti yang sudah di rencanakan,Chaca dan Raka akan pergi jalan-jalan.Tapi sebelum itu mereka akan pergi ke Rumah Sakit untuk berkonsultasi dengan psikiater tentang penyakit Chaca.
"Sudah siap?".
Chaca memejamkan matanya sejenak dan menghela nafas panjang."Iya..Chaca Siap..".
Raka tersenyum dan menggenggam tangan Chaca memberi kekuatan pada gadis itu."Tenang oke.. Semua bakalan baik-baik saja.Ada Kakak yang akan selalu dampingi Chaca".Seru Raka.
Chaca hanya mengangguk dan tersenyum simpul.Tidak ada salahnya mencoba.Bagaimanapun Dia juga ingin hidup normal tanpa bayang-bayang kelam masa lalunya.Tapi Chaca benar-benar takut mengingat semua itu.Mengingat betapa kejam nya orang yang dia hormati tega menyiksa orang yang Dia cintai.Di depan matanya.
"Jangan terlalu di pikiran!!!..Yang penting niat Chaca untuk sembuh".Seru Raka yang tahu apa yang di pikirkan gadis itu.
Chaca kembali mengangguk.."Kamu pasti bisa Chaca.. Semangat..!!!"
Selama di perjalanan Chaca tidak henti-hentinya menghela nafas.Raka tahu jika Chaca takut dan gelisah memikirkan terapi itu.Tapi Dia tidak mungkin membatalkan nya karena semakin cepat Chaca melakukan terapi maka semakin cepat pula Chaca sembuh.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, Akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit Harapan Kasih.Raka memarkir mobil nya.Dan Sebelum keluar dari mobil , lagi-lagi Raka meyakinkan Chaca jika semua akan baik-baik saja.
Chaca hanya bisa mengangguk dan mengikuti apa yang Raka katakan.
Di sepanjang lorong Rumah Sakit tidak sedikit mata yang melihat kearah mereka sambil berbisik-bisik.Dan itu semakin membuat Chaca gugup."Apa yang mereka bicarakan?Kenapa mereka berbisik-bisik?Apa Chaca keliatan aneh?".batin Chaca.
Chaca mengeratkan genggaman tangan Raka.Apalagi diantara mereka ada yang sampai berani menghentikan langkah mereka."Hai Kakak ganteng.. Boleh kenalan gak?".tanya salah satu pengunjung Rumah Sakit.
What? Kenalan?Jadi orang-orang itu melihat ke arah mereka bukan karena diri nya tapi karena Raka?
Chaca menatap Raka yang berdiri di sampingnya..Oh My... Ternyata Raka terlihat sangat tampan.Kenapa Chaca baru sadar?.Apa ini yang dari tadi membuat nya gelisah?.Bukan karena terapi yang akan Dia lakukan tapi banyak nya ulat gatal yang terpesona dengan ketampanan kekasihnya.
Chaca mendengus pelan dan berjalan lebih dulu.Tapi dengan cepat Raka mencekal lengan Chaca.."Pelan-pelan Sayang.Jangan cepat-cepat jalannya.. Kasihan Baby kita..".
Chaca mendelik mendengar ucapan Raka.Apa?Baby?.
Chaca ingin protes tapi dengan cepat Raka langsung menggendong Chaca ala bridal."Kyaa ...!!!".pekik Chaca..
"Turunin Kak..!!!"
"Gak.Nanti kamu Capek..".Raka menatap teduh kedua mata Chaca dan beralih ke Orang yang menghalangi nya.
"Permisi..Bisa menyingkir sebentar? Aku harus segera menemui dokter kandungan untuk memeriksa kan kandungan istri ku".Ucap Raka lembut tapi penuh penekanan.
Orang itu menelan Saliva nya kasar melihat tatapan tajam dari Raka.Dia tidak menyangka jika wanita yang berdiri di samping pria ini adalah istri nya dan Dia sedang hamil."Ma_maaf..". Orang itu menyingkir dan memberi jalan untuk Raka.
"Terimakasih..''Raka meninggalkan orang itu dan tidak memperdulikan tatapan banyak orang yang melihat kearahnya.Biarlah semua orang berfikir yang tidak-tidak.Raka tidak perduli.Dia hanya ingin mereka tahu jika Chaca adalah miliknya dan Dia hanya milik Chaca.
__ADS_1
Raka memang sengaja.Karena tidak sedikit mata buaya yang menatap kecantikan kekasih nya itu.
"Gak nyangka,Masih muda tapi sudah menikah ".Seru salah satu pengunjung setelah Raka berlalu.
"Iya..Gak nyangka Gue . Padahal jika di lihat-lihat mereka kayak kakak Adik..Masih muda gitu.".Sambung pengunjung yang lain
"Jangan-jangan hamil di luar nikah lagi."
"Hush...Jangan ngomong sembarangan..Kalau Dia dengar habis loe ama dia.Apa Loe gak lihat tadi tatapan nya ngeri banget..".
"Tapi Cowok nya keren banget".
"Jangan liat dari penampilannya.Orang gila kalau di dandani juga keliatan keren".ucap salah satu pengunjung pria
"Cih...Bilang aja loe kecewa mereka udah nikah".
"😁😁".
Begitulah kira-kira perbincangan para pengunjung Rumah Sakit yang mulai berspekulasi sendiri.
...****************...
"Turunin Chaca Kak..!!".
"Ish..Chaca malu tahu.. Banyak yang liatin kita waktu Kakak bilang Chaca Istri Kakak.Pake bilang Chaca hamil lagi". Gerutu Chaca.
Raka hanya tersenyum simpul.Mereka masuk ke dalam lift baru Raka menurunkan Chaca dari gendongan nya."Bilang aja Chaca suka Kakak bilang kayak gitu ".Goda Raka.
"Ish...Anda terlalu percaya diri Tuan Raka.Yang ada mereka malah berfikir yang enggak-enggak .Masih muda udah nikah". Gerutu Chaca
"Udah gak usah di pikirin.."
Chaca berdecak kesal.Sebenar nya Dia sedikit lega Raka bilang seperti itu ke semua orang.Biar tidak ada yang menggoda miliknya lagi.Tapi Chaca tidak tahu jika Raka melakukan hal itu juga karena banyak mata pria menatap Chaca.
Drt drt drt
Ponsel Raka berdering.Dia merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya.
"Siapa?''.tanya Chaca.
Raka memperlihatkan layar ponselnya pada Chaca dan tertera nama Andhika di sana.
"Hm".
__ADS_1
"Jadi?".
"Iya".
"Oke..Gue udah lakuin yang loe mau.Good Luck ya".
"Hm".
Raka kembali memasukkan ponselnya ke saku celananya.
"Ada apa?Kok Chaca denger cuma hem ham hem doang".tanya Chaca penasaran.
"Kepo".
"Ish...Siapa juga yang Kepo".Chaca memalingkan wajahnya kesal.
Ting
Pintu lift terbuka,Raka dan Chaca keluar dari lift dan lagi-lagi banyak mata yang menatap kagum keduanya.
Melihat hal itu,Chaca berinisiatif memeluk lengan Raka."Kenapa?".tanya Raka
"Gak kenapa-napa".
Raka hanya tersenyum mendengar nya.Kini mereka sampai di depan Ruangan milik Dokter Rena Dan tidak berapa lama ada suster yang keluar dari ruangan tersebut.
"Sus.. Dokter Reina nya Ada?".
Diam
Suster itu menatap kagum pria yang berdiri di depan nya.Melihat hal itu Chaca menatap suster yang bernama Nina itu dengan tatapan tidak bersahabat.Dia berdehem keras membuyarkan lamunan Suster itu.
"I_iya..Ada apa ?".Tanya Suster Nina
"Dokter Rena nya ada gak Sus..Saya dan suami saya sudah membuat janji dengan beliau".Bukan Raka.Tapi justru Chaca yang menjawab pertanyaan Suster Nina.Dan tentu saja pengakuan Chaca membuat Suster Nina Down.Suami?.Baru saja Suster Nina di buat kagum dengan Cipta Tuhan yang begitu mengagumkan yang sekarang berdiri di depan matanya.Tapi....
"Sus..??".
"Ah..I_iya..Dokter Rena ada di dalam.Jika Anda sudah membuat janji dengan beliau,Anda boleh langsung masuk.Kebetulan Beliau tidak ada pasien ".Terang Suster Nina.
"Terimakasih Sus..Ayo Sayang..Kita masuk!!".ajak Chaca.
Raka hanya menurut saja.Sepertinya Chaca melupakan rasa takut nya pada terapi yang akan dia lakukan nanti.Ya..Baguslah kalau begitu.Pikir Raka.
__ADS_1