
Keesokan harinya,Chaca pergi ke perusahaan cabang bersama Zion sebagai Asisten nya.Dia sudah di angkat menjadi Ceo di sana sehari setelah pulang dari London.Dan hari ini adalah hari pertama dia memimpin perusahaan.
Di perjalanan,Chaca terlihat diam dan menatap keluar jendela mobil.Hal itu tidak luput dari pandangan Zion.Sesekali pria itu melirik Chaca dari kaca spion.Dia merasa Chaca menjadi pendiam.Ada apa?Apa ada yang sedang dia pikirkan?
"Kita sudah sampai."ucapan Zion membuyarkan lamunan Chaca.Pria itu memarkirkan mobilnya dan turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu mobil untuk Chaca.Gadis itu terlihat menghela nafas dan turun dari mobil.
"Kamu kenapa?gugup?"tanya Zion.
"Iya..Aku sangat gugup."
"Tidak usah di pikirkan.Aku yakin kamu bisa."
Chaca tersenyum dan melangkahkan kakinya masuk ke perusahaan diikuti Zion yang berjalan di belakangnya.
"Selamat pagi Nona Chaca."Sapa karyawan yang berpapasan dengannya.
"Pagi."
Chaca masuk di ruangan nya di ikuti Zion.Gadis itu nampak menghela nafas dan duduk di kursi kebesarannya.
"Kamu kenapa sih?"tanya Zion bingung.
Chaca menatap Zion.Sejenak dia teringat kejadian di pesta semalam.Baru saja Chaca bertanya siapa dia sebenarnya, tiba-tiba lampu padam.Dan ternyata itu sudah di setting untuk menampilkan bintang pesta malam itu.Siapa lagi jika bukan Andhika dan Sivanya.Mereka turun ke lantai dansa dengan lampu yang menyorot mereka.
Semua tamu bertepuk tangan dan saat itu Chaca tidak menyadari jika Zion sudah tidak ada di sampingnya.
Setelah mereka selesai berdansa,lampu kembali menyala.Dan Chaca baru sadar jika Zion sudah tidak ada di sampingnya.Dia mencari pria itu.Sesekali dia menyapa para tamu.Tapi pria itu tidak ada di mana-mana.Sampai keesokan harinya,Zion baru menampakkan batang hidungnya.
"Cha..!!!"
Chaca tersadar dari lamunannya.Dia kembali menatap Zion dan berjalan mendekati pria itu.
"Semalam kakak kemana?acara belum selesai tapi kakak udah ngilang aja.Apa kakak tahu banyak yang deketin Chaca semalam.Chaca risih kak."
"Maaf,Aku pergi gak kasih tahu Chaca.Mendadak soalnya."
__ADS_1
Chaca berdecih.Dia berdiri tepat di depan Zion.Jarak mereka begitu dekat sampai-sampai membuat Zion gugup.
"Kenapa Kakak gak kasih tahu Chaca?Kakak kan bisa bilang sama Chaca.Chaca ada di dekat kakak lho semalem.Kaka tinggal bilang,kakak ada urusan gitu doang apa susahnya?Gak main pergi gitu aja."
Zion mengerutkan keningnya dia merasa aneh dengan sikap Chaca sekarang ini.Kenapa Chaca mempermasalahkan hal itu? bukankah itu sudah biasa.Dan sekarang dia berani begitu dekat dengan nya.
"Cha...!!"
Hug
Zion tersentak saat Chaca tiba-tiba memeluknya.Dia ingin melepasnya tapi dia terlalu takut untuk menyentuhnya.
"A_apa yang chaca lakukan?"
Chaca melepaskan pelukannya dan kembali ke kursi kebesaran nya.
"Kakak boleh pergi.Chaca pengen sendiri."ucapnya tanpa melihat lawan bicaranya.
Zion mengangguk dan pergi.Dia berfikir mungkin Chaca sedang ada masalah.Entahlah, wanita memang aneh.
Sementara itu,Chaca terlihat frustasi.Dia seperti di permainan oleh keadaan.Selama di London dia merasa baik-baik saja makanya dia memutuskan untuk kembali.Tapi sesampainya di Ibu kota, bayangan Raka kembali muncul.Dia bahkan bisa merasakan keberadaan Raka di sampingnya.Apa ini hanya halusinasi saja?
Tapi sekarang,Chaca memberanikan diri memeluk Zion untuk memastikan perasaannya.Dan apa yang dia dapat sangat berbeda dengan semalam.
"Hah.Chaca pasti sudah gila.Dan itu semua karena Kak Raka.Kapan Chaca bisa lupain kak Raka?"
Tok Tok Tok
Chaca menghela nafas dan mengubah ekspresi nya.Bagaimanapun sekarang dia adalah seorang pemimpin perusahaan.Dan dia tidak ingin di anggap remeh oleh karyawan nya.
"Masuk!!"
Cklek
"Permisi Nona,ini ada laporan yang harus anda tandatangani."Sekretaris Chaca memberikan berkas pada Chaca.Dia merupakan orang kepercayaan Wira.Dan di tunjuk langsung oleh Wira untuk membantu Chaca di perusahaan.
__ADS_1
"Terimakasih Kak Maya.Nanti akan Chaca periksa dulu.Ada yang lain?"
"Perusahaan CR Company mengadakan pesta ulang tahun perusahaan beberapa hari lagi.Dan mereka mengundang Anda Nona."
"Apa ada undangan nya?"
"Ada Nona.Mereka memberi undangan secara Digital."
"Baik.Terimakasih informasinya Kak."
"Kalau begitu saya permisi dulu."Maya keluar dari ruangan Chaca meninggalkan Chaca yang mulai memeriksa berkas yang di berikan pada nya.
"CR Company??Huft..Aku benci pesta."gumamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di tempat lain,di sebuah gedung pencakar langit dengan logo CR Company, seorang pria dengan wajah yang tampan dan tatapan yang tajam tengah berdiri menghadap ke kaca besar yang ada di ruangan nya.
Dari sana dia bisa melihat padatnya lalu lintas dan gedung-gedung yang menjulang tinggi menutupi keindahan alam.
Huh,semakin lama kota ini semakin di padati polusi.Ingin rasanya dia pergi ke bukit atau mungkin ke tempat yang sejuk untuk refreshing menyegarkan otak nya.
Tok Tok Tok
"Masuk!!"Seru pria itu
Cklek
"Ada apa?"tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya.
"Saya sudah melakukan perintah anda Tuan."
Pria itu tersenyum.Dia memasukkan kedua tangannya ke saku celananya."Bagus.Kau siapkan semua keperluan untuk acara ulang tahun perusahaan.Dan ingat!!Aku tidak mau ada kesalahan."ucapnya.
"Baik Tuan.Kalau begitu saya permisi dulu."
__ADS_1
Pria itu mendekat pada kaca jendela di ruangan nya.Dia mengukir nama seseorang di sana lalu menghapusnya.
"Lihat!!!Namamu bisa ku hapus di kaca ini.Tapi tidak di hati ku.Namamu akan selalu terukir di sini.Di hati ku."Seringai pria itu.