Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Kejujuran Reynand


__ADS_3

Chaca menunduk sambil menikmati sup buatan Reynand. Rasa nya tidak enak dan hambar. Sepertinya pria itu lupa memasukkan bumbu yang lain. Tapi bukan itu yang harusnya Chaca pikirkan. Melainkan kenapa Reynand membawanya ke tempat ini? Ini adalah apartemen Raka dan hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk kemari.


"Bagaimana keadaan mu? apakah masih pusing?" tanya Reynand.


Chaca meletakkan mangkuk di meja. Dia menarik bantal untuk menutupi pahanya karena dia memakai kemeja Reynand yang hanya sebatas atas lututnya saja.


"A_aku baik-baik saja." jawab Chaca.


"Apa ada yang ingin kau tanyakan?" tanya Reynand. Dia tahu, saat ini di kepala Chaca pasti menyimpan banyak pertanyaan. Dan dia siap untuk menjawab semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Biarlah jika nantinya Chaca akan membencinya. Yang pasti dia mempunyai alasan kenapa dia melakukan semua itu.


"Siapa kau sebenarnya? kenapa kau bisa membawaku kemari?" tanya Chaca. Jantung nya saat ini berdetak sangat kencang. Dia takut jika jawaban Reynand akan membuatnya sulit menerima kenyataan. Tidak mungkin jika Reynand adalah Raka bukan? Tapi jika bukan, kenapa Reynand bisa membawanya ke apartemen Raka?


"Kenapa kau diam? Apa kau sedang menyiapkan jawaban untuk menipuku lagi?" tanya Chaca.


Reynand menghela nafas panjang. Dia menggenggam tangan Chaca tapi justru dia mendapat penolakan dari Chaca. Ok.. Dia bisa menerimanya.


"Jika Kakak bilang Kakak adalah Raka, apa kau percaya?"


Deg


Chaca menatap Reynand yang juga menatapnya. Sudah dia duga, Pria itu akan mengatakan hal itu. Lalu apa dia masih bisa percaya? Dia sudah membuktikan nya dan selalu mendapat jawaban yang menyakinkan nya jika Reynand bukanlah Raka. Dan sekarang dengan mudahnya pria itu mengatakan jika dirinya adalah Raka? Heh... Lucu sekali.


"Kakak berkata jujur, Cha. Kakak adalah Raka. Apa kau butuh bukti?" Reynand meraih mangkuk Chaca. Masih ada sisa sup di sana. Saat browsing di internet, Reynand mendapatkan resep dari Korea bernama Jjampong. Itu adalah makanan Korea yang terdiri dari mie, sayur dan beberapa bahan laut yang di sajikan dalam basis sup panas dan merah. Dan sudah pasti sup itu sangat pedas. Itu sebabnya Reynand tidak mencicipi sup itu. Dia tidak tahu bagaimana rasa dari sup buatannya.


"A_apa yang kau lakukan?" tanya Chaca


"Kakak akan buktikan jika sebenarnya kakak adalah Raka." Reynand meneguk sisa sup milik Chaca.


Beberapa menit mereka terdiam. Dan Reynand masih baik-baik saja. Tapi setelahnya, wajah Reynand menunjukkan reaksi. Muncul ruam merah di wajah Reynand dan pria itu juga terlihat kesakitan memegang dadanya.


"Ka_kak Rey!!! Kau kenapa?" tanya Chaca panik. Apa yang terjadi pada Reynand? Kenapa tiba-tiba jadi seperti ini. Sekilas Chaca melirik sup di atas meja. "Tidak mungkin kan?" batin Chaca


"Kak.. Jangan diam saja!!! Jangan membuat ku takut!! Di_dimana obat kakak?" teriak Chaca.


"Di_di laci."


Chaca segera bergegas mencari obat Reynand. Dia mengeluarkan semua isi laci tersebut dengan terburu-buru. "Dimana obat itu?" gumam Chaca di sela-sela kekhawatiran nya.


Reynand tersenyum disela-sela kesakitan nya. Dia senang, Chaca masih perduli padanya. Dan lihatlah!! Betapa khawatirnya gadis itu.


"Ketemu!!" Chaca berhasil menemukan obat Reynand. Dia berlari mendekati Reynand dan membuka obat itu dengan terburu-buru. Sampai-sampai isi obat itu tumpah begitu banyak di telapak tangannya.


"I_ini Kak!! Cepat minum!!" Chaca menyodorkan obat yang ada di telapak tangannya.


"I_itu terlalu banyak Cha." Reynand terkekeh. Sebegitu khawatir nya Chaca padanya.


"Jangan bercanda disaat seperti ini, Kak!! Aku tidak tahu berapa butir yang harus kau minum." teriak Chaca. Dia sangat takut tapi Reynand justru menjahili nya.


Pria itu mengambil beberapa butir obat di tangan Chaca dan meminumnya. Lama kelamaan dada Reynand berangsur membaik. Wajahnya juga sudah normal. Walau masih terlihat kemerahan.


"Terimakasih." seru Reynand.

__ADS_1


Chaca menggelengkan kepalanya. Dia merengkuh tubuh Reynand dan memeluknya. Suara isak tangis Chaca terdengar jelas. Dia sangat takut. Dia benar-benar takut sesuatu terjadi pada Reynand.


"Sekarang Chaca sudah percaya kan?" seru Reynand


Deg


Chaca mengurai pelukannya. Dia menatap kedua mata Reynand. Dia ingin percaya, tapi dia takut dia terlalu berharap. Jelas-jelas Raka meninggal dalam kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Dan itu terjadi di depan matanya. Jadi bagaimana bisa sekarang Raka masih hidup? Dan jangan lupa Reynand sudah mempunyai tunangan. Apa itu artinya hubungan mereka sudah berakhir?


"Cha..!!! Dengerin Kakak. Kakak punya alasan melakukan semua ini. Waktu itu keadaan nya sangat gawat dan kakak tidak punya pilihan lain."


"Bi_bisa kau katakan padaku alasanmu melakukan itu? Mungkin aku akan percaya nanti nya." seru Chaca.


Reynand menghela nafas panjang. Dia merengkuh tubuh Chaca dan memeluk gadis itu. Tidak ada penolakan dan hal itu membuat Reynand senang.


"Kakak akan menceritakan semuanya. Tapi sebelum itu, mau kah kau berjanji pada kakak? Berjanjilah kau tidak akan marah ataupun membenci kakak. Karena kakak terpaksa keadaan dan kakak mengkhawatirkan keselamatan Chaca."


Chaca membalas pelukan Reynand dan mengangguk. Rasanya begitu nyaman berada di dekapan Reynand. Benar-benar seperti Raka.


Reynand mulai menceritakan tentang pertemuannya dengan Arkan dan siapa Arkan. Dari sana dia mulai mengetahui organisasi Kakeknya. Tidak ada yang di tutup-tutupi. Reynand menceritakan semua.


Rencana kematian Raka, kepergiannya ke New York, Organisasi yang saat ini dia pimpin. Bahkan Julukan dunia bawah untuk nya juga dia ceritakan pada Chaca.


Awalnya Chaca terkejut. Dia tidak menyangka jika keluarga Raka begitu misterius dan menyimpan masa lalu kelam. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Raka yang tahu jika keluarga nya di bantai seseorang hanya karena kekuasaan. Tapi mendengar jika saat ini Reynand adalah Raka dan seorang pemimpin mafia, entah kenapa hati Chaca sedikit takut. Itu artinya Reynand sudah membunuh banyak orang bukan?


"Kenapa Chaca diam? Apa tidak ada yang ingin Chaca tanyakan?" tanya Reynand.


Chaca mengurai pelukannya dan berkata, "Aku tidak tahu harus berkata apa. Aku ikut bersimpati dengan apa yang terjadi padamu. Tapi aku juga takut. Kau bukan lagi Kak Raka yang aku kenal. Melainkan Reynand si pembunuh berdarah dingin."


Deg


Ya, benar. Dia adalah pembunuh berdarah dingin.


Reynand tersenyum kecut. Dia berdiri dan pergi ke balkon. Kini dia tahu, Chaca tidak akan mau kembali pada seorang pembunuh.


Reynand mengeluarkan sebatang rokok. Dia menyalakan korek dan menyulut di ujung rokok tersebut. Ucapan Chaca membuatnya serba salah. Tapi inilah dia sekarang. Jika Chaca tidak mau kembali padanya, maka dia akan menggunakan cara lain agar Chaca mau dengannya.


Hisapan demi hisapan membuat rokok itu semakin memendek. Reynand membuangnya dan menginjak rokok tersebut.


Reynand kembali ke kamar untuk menemui Chaca. Sekarang dia akan membuat Chaca mau menerimanya. Bagaimanapun caranya.


"Katakan!! Lalu bagaimana dengan Clarissa?"


Reynand terdiam. Sial, dia lupa menceritakan tentang Clarissa. Apa hal itu yang membuat Chaca diam dari tadi?


Reynand duduk di samping Chaca. Dia menggenggam tangan gadis itu dan berkata, "Dia bukan siapa-siapa. Dia adalah anak buah Lukas. Kakak memintanya untuk berpura-pura menjadi tunangan kakak karena musuh mulai mendekati kakak waktu itu. Mereka curiga jika Kakak adalah Raka. Makanya kakak.....


Chaca berdiri dan mencondongkan tubuhnya sehingga membuat Reynand mundur.


"Jadi itu hanya pura-pura? Lalu kenapa kalian berpelukan bahkan kalian berciuman. Apa kakak begitu menikmati nya, Hah?"


Glek

__ADS_1


Reynand menelan Saliva nya kasar. Ternyata wanita jika marah itu lebih menyeramkan daripada senjata tajam.


"Kenapa Kakak diam saja?" teriak Chaca lagi.


Reynand menarik tangan Chaca hingga gadis itu jatuh di atas tubuhnya. Chaca memberontak, tapi Reynand justru mempererat pelukannya. "Maaf."


Satu kata yang membuat Chaca terdiam. Dia menangis dan memukuli bahu Reynand. Dia tidak tahu harus bagaimana. Dia bahagia, tapi juga marah dan kecewa.


"Apa Kakak tahu apa yang Chaca rasakan selama ini, hah? Apa kakak tahu apa Chaca lalui selama ini tanpa Kakak? Dan sekarang, Kakak datang dengan seenaknya meminta maaf?" isak Chaca.


Reynand tidak bisa berkata-kata. Dia mempererat pelukannya dan terus mengatakan maaf.


Cukup lama mereka berada di posisi seperti ini hingga tangis Chaca mereda. Perlahan, Reynand memasukan kedua tangannya ke dalam kemeja Chaca dan mengusap punggung gadis itu.


''Kak!!" pekik Chaca menahan tangan Reynand. Tapi percuma karena Reynand justru melepas pengait b** nya. Dan dalam sekali gerakan, kini Chaca berada di bawah tubuh Reynand.


"A_apa yang Kakak lakukan?" tanya Chaca ketakutan.


"Apa Chaca tahu, Kakak sangat marah saat melihat bajingan itu berada di atas tubuh Chaca."


glek


Chaca menelan saliva nya kasar. Pria ini terlihat menakutkan sekarang. Dia marah karena Roger tapi sepertinya Chaca yang akan menjadi pelampiasan.


Dan benar saja, Reynand mengusap bibir Chaca dan beralih ke leher. Di sana ada tanda yang dari tadi membuatnya marah. "Aku akan menghapus jejak bajingan itu."


"Tap.. ..


Belum selesai Chaca berbicara, Reynand sudah terlebih dulu menyambar bibir Chaca. Dia *****@* lembut bibir Chaca dan perlahan turun ke leher jenjang Chaca.


"Ka_kak, Stop!!!" lirih Chaca


Reynand menulikan telinganya. Dia menyesap tanda dileher Chaca hingga meninggalkan tanda yang lebih mencolok. Tidak hanya itu, Reynand berani membuka kancing kemeja Chaca dan meremas gundukan kenyal milik Chaca.


"S_stop Kak!!! Ini tidak benar!!"


"Kenapa Cha? Apa Chaca tidak mau melakukannya dengan Kakak?" seru Reynand yang sudah diselimuti kabut gairah.


Chaca menahan kedua tangan Reynand dan menggeleng cepat. "Ingat!! Kakak ingin melakukannya saat kita sudah menikah nanti."


Reynand terdiam. Dia menegakkan tubuhnya dan mengusap wajahnya kasar. Sial!!! Gara-gara prinsipnya sendiri, kini dia tidak bisa melakukannya.


"Maaf. Kakak emosi tadi. Kakak takut di dahului orang lain."


Ucapan Reynand mendapat pelototan horor dari Chaca. Tidak mau di dahului? Alasan macam apa itu? Tapi bukannya takut, Reynand justru terkekeh. Dia menarik Chaca dalam pelukannya.


"Apa ada orang lain yang tahu akan hal ini?" tanya Chaca


"Tentu saja. Dan kau sangat mengenalnya."


"Mengenalnya? Apa itu Kak Zi?"

__ADS_1


"Tepat sekali."


Chaca menggertakkan rahangnya. Ok Zion, bersiaplah karena saat ini singa betina sedang menyiapkan hukuman yang pantas untukmu.


__ADS_2