
"PANTAI.....!!!!"teriak Chaca saat terlihat laut di sepanjang jalan yang mereka lewati.
"Kita berhenti dulu ya Kak..!!"Pinta Chaca
"Gak...!! Langsung ke Villa.."
"Tapi Kak...!!"
"Masih siang..Panas..Kita istirahat dulu.."
Chaca berdecak kesal dan memilih melihat ke luar jendela.Dia memejamkan matanya menikmati udara sejuk yang berasal dari laut yang tidak jauh dari sana.
Tidak berapa lama mobil Raka memasuki halaman yang cukup luas.
Raka memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil nya.
"Ayo..!!!''ajak Raka setelah membukakan pintu untuk kekasihnya.
"Villa ini yang Kakak bilang gak terlalu besar..???"tanya Chaca yang melihat bangunan berlantai 2 di depan nya.
"Iya..Jika di bandingkan dengan villa yang tadi kita lewati tadi memang punya Kakak masih belum apa-apa kan..!!!"
"Ck... Se Gedhe gini di bilang gak besar..Dasar Orang kaya ..."gumam Chaca
"Kakak bukan orang kaya. Kakak cuma punya usaha showroom motor aja..Dan itu cukup untuk menghidupi keluarga kita nanti.."goda Raka
"A_apa..??? Keluarga kita...???"sentak Chaca.
"Iya..!!Kenapa??Chaca gak mau..??"
"Kit.."
"Den Raka...!!!"
Belum sempat Chaca membalas ucapan Raka,, terdengar seseorang memanggil Raka..
Chaca dan Raka menoleh ke arah suara yang memanggilnya dan terlihat seorang pria paruh baya menghampiri mereka.
"Ini beneran Den Raka kan..??"tanya pria itu dan di jawab anggukkan oleh Raka.
"Wah ternyata benar ini Den Raka..Apa kabar Den. ??"
"Baik ..."jawab Raka singkat.
"Udah lama Aden gak kesini.Tau-tau Sekarang Udah besar,gagah , ganteng lagi.."puji pria itu.
Raka diam tidak menanggapi.Dia menatap pria itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Eh...Neng ini siapa.??? Temennya Den Raka ya..??"Pria itu menatap gadis yang berada di sebelah Raka.
Belum sempat Chaca menjawab sudah di dahului oleh Raka.
"Dia pacar saya..Nama nya Chaca.."jawab Raka yang langsung memeluk pinggang kekasihnya dengan posesif.
"Ah..Pacar ya... Perkenalkan Neng nama saya Udin.Penjaga villa ini.Neng bisa panggil saya Mang Udin.."
"Iya Mang Udin..Saya Chaca..."ucap Chaca dengan lembut.
"Gak lagi di sewa kan..???"tanya Raka dingin
"Eng-enggak Den..Aden mau nginep..?"
"hm.."
"Ya udah kalau gitu Mang Udin ...."
"Gak perlu..."potong Raka.
"Mana kuncinya.."pinta Raka
"Ini Den.."Mang Udin menyerahkan kunci villa beserta kunci kamar kepada Raka.
Chaca menatap heran Raka yang terlihat tidak menyukai keberadaan Mang Udin.
__ADS_1
"Mang Udin pulang saja.Saya tidak ingin di ganggu.."Raka mengajak Chaca masuk ke dalam villa tanpa menunggu jawaban dari Mang Udin.
"Kak Raka kenapa tadi bicara seperti itu sama Mang Udin..??"tanya Chaca
"Gak papa... Sekarang Chaca pilih mau tidur di kamar yang mana..!!"seru Raka mengalihkan pembicaraan.
"Pilih kamar.???''tanya Chaca
''Kenapa..???"
''Memangnya ada berapa kamar..??"
"6..''jawab Raka singkat.
Chaca terdiam sejenak.. Matanya melihat setiap sudut dalam villa itu..
"Dalam nya luas ya..Bagus.."bukan nya menjawab Chaca justru memuji desain interior villa tersebut.
"Kenapa...??Takut..??"goda Raka yang tahu apa yang sedang di pikirkan oleh kekasihnya itu.
"A_apa ?? Takut??Ah..I_itu ...."
"Apa..??"Raka menaik turun kan kedua alisnya.
"Iya.."lirih Chaca menundukkan kepalanya.
Raka terkekeh dan merangkul pundak gadis itu.
"Gak usah takut..Disini gak ada hantu.."
"Tapi..."
''Ya sudah.Kakak ngalah .Kita satu kamar saja kalau begitu.."
Chaca melebarkan kedua matanya.."Ngalah..???"
"Eem..Ayo kita ke kamar..!!!"ajak Raka
"Dasar Mr horor.. Bisa-bisanya dia mencari kesempatan dalam kesempitan..Apa katanya tadi..??Ngalah..??"gumam Chaca yang berjalan di belakang Raka.
Chaca masuk kedalam kamar yang di tunjukkan Raka.Dia terkagum-kagum dengan desain interior kamar itu . Sederhana tapi terkesan mewah dan nyaman.
Dia membuka pintu yang terhubung dengan balkon.
Lagi-lagi dia berdecak kagum dengan pemandangan disana..
"Chaca suka..???"Raka memeluk gadis itu dari belakang.
"Ini sangat indah Kak..Chaca suka.."seru Chaca dengan bibir yang mengembang.
Raka memutar tubuh Chaca menghadap dirinya.."Ini kamar Kakak.Kakak sengaja memilih kamar ini karena bisa melihat pantai dari sini.Walau jauh tapi Kakak menyukai nya.Dan Chaca adalah orang pertama yang Kakak ajak kesini.Kakak melarang Kakek menyewakan kamar ini.. Karena kamar ini hanya akan Kakak tempati dengan orang yang Kakak cintai.Dan itu adalah Chaca.."
Blush
Kedua pipi Chaca memerah mendengar penuturan Raka.
Raka terkekeh melihat kedua pipi Chaca yang memerah.Perlahan Raka mendekatkan wajahnya menyatukan bibir nya dengan Chaca.Tapi belum sempat bibir nya menempel tiba-tiba..
TOK TOK TOK
"Kak Raka...!!!"
"Kakak di dalam..??? Cepet buka Kak..!!!"
Chaca mendorong tubuh Raka karena mendengar suara perempuan mengetuk pintu kamarnya.
"Ck..Pengganggu.."geram Raka
"Siapa..??"
Raka mengangkat bahu nya..
"Buka aja.. Siapa tahu penting.."
__ADS_1
"Males.."
"Kak...!!!''
"Gak Cha..."
"Cepetan buka..Dia nyariin Kakak lho.."
"Cium dulu..!!"
"Gak.. Cepetan buka.."Chaca mendorong tubuh Raka masuk ke dalam kamar . Sedang dirinya masih berada di balkon.
Dengan malas Raka membuka pintu kamarnya.Namun tiba-tiba seorang perempuan memeluk dirinya begitu erat.
"Kak Raka...Clara kangen..Kak Raka lama banget gak kesini...!!"
"Lepas.."ucap Raka dingin.
"Gak...Clara masih kangen..!!"
"Lepas ."teriak Raka.
Chaca yang mendengar suara Raka mencoba melihat apa yang terjadi.
Deg
Chaca terdiam sesaat melihat Raka yang di pelukan oleh seorang perempuan.
Dadanya tiba-tiba terasa sesak..
"Gak mau Kak..Clara kangen sama Kak Raka.."seru perempuan itu
"GUE BILANG LEPAS..!!!"bentak Raka.
Perempuan itu tersentak ketakutan dan langsung melepaskan pelukannya.
"Kakak koq bentak Clara.."Isak perempuan itu
"Pergi..!!"usir Raka
"Tapi..."
"PERGI..!!!"
"Kak...!!"panggil Chaca.
Raka dan Clara melihat ke arah Chaca.
"Jangan gitu.."seru Chaca
Raka menghela nafasnya kasar dan mendekati Chaca.
"Maaf.."lirih Raka.
Chaca tersenyum dan mengelus bahu pemuda itu..
Sedangkan perempuan yang bernama Clara masih terdiam di depan kamar Raka.
"Siapa Loe..??"tanya Clara yang langsung masuk ke dalam kamar itu.
"Perkenalkan Aku Chaca.."balas Chaca lembut.
"Gue gak tanya nama Loe.Maksud gue kenapa loe bisa ada di sini sama Kak Raka..Ada hubungan apa loe sama Kak Raka..??"Teriak Clara
"Chaca..."
"Dia cewek gue..Dan loe gak ada hak buat bentak cewek gue.Sebelum gue berbuat kasar sama loe mending sekarang loe pergi dari sini.."ucap Raka dengan ekspresi dingin favoritnya.
"Tapi Kak..."
"PERGI...!!!"bentak Raka..
Clara menatap sinis kearah Chaca dan keluar dari kamar tersebut.
__ADS_1
"Awas aja...Gue bakal pastiin jadiin loe milik gue seutuh nya Raka.."