Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Tahu 2


__ADS_3

Setelah mengetahui kenyataan bahwa Raka memiliki alergi makanan cukup serius,Chaca bergegas kembali ke kamarnya.


Di sana Raka masih tidur dengan posisi yang sama.Membelakangi pintu dengan seluruh tubuhnya yang tertutup selimut.


Perlahan Chaca mendekat.Air matanya terus mengalir.Dia terus merutuki kebodohan nya.Kenapa Dia tidak pernah tahu tentang Raka? Padahal selama ini Raka tahu semua tentang Dirinya.Raka selalu ada untuk nya.Menuruti keinginan nya.Tapi Chaca justru menyakiti Raka.Kenapa Raka tidak berkata jujur pada nya?Kenapa Raka menutupi nya ?.


Chaca terisak pelan.Dia menghapus air matanya dan ikut berbaring di samping Raka.Dia memeluk pemuda itu dari belakang.Tapi tidak ada respon dari pemuda itu.Hanya terdengar dengkuran halus dari mulut Raka.


"Maaf..maafin Chaca Kak..Chaca Cinta Kakak."lirih Chaca.Perlahan Chaca ikut tertidur di samping Raka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu terus berjalan.Tidak terasa panasnya matahari kini berganti dengan dingin nya malam.Hal itu membuat Dua Insan yang tertidur dalam satu kamar itu mengeratkan pelukannya satu sama lain.


Raka yang tadinya tidur membelakangi Chaca,Kini terlihat menghadap Chaca dan memeluk gadis itu erat.Bahkan Chaca menenggelamkan wajahnya di dada bidang pemuda itu.


Seperti nya mereka tidur dengan sangat nyenyak sampai-sampai tidak mengenal waktu.Bahkan Chaca yang punya rencana melihat Sunset di Pantai pun seperti nya lupa karena terlalu nyaman di posisi itu.


Tapi semilir angin malam yang masuk melalui pintu balkon yang lupa mereka tutup tadi siang membuat Chaca menggeliat dan membuka matanya.


"Kok gelap?Jam berapa sekarang?."Chaca menyalakan lampu tidur di nakas dan mengambil ponselnya.


"Jam 8?.Astaga...Chaca ketiduran.Aish...Gagal deh liat Sunset."gerutu Chaca pelan.


Chaca terus merutuki kebodohannya sampai mata nya tertuju pada tangan yang memeluk dirinya.Dia melihat kesamping,Raka masih terlelap dalam tidurnya.


Chaca teringat ucapan Dokter Rena tentang gejala yang timbul saat alergi seseorang kambuh.Dia mendekatkan wajahnya pada Raka dan meneliti wajah pemuda itu dengan seksama.Tidak ada bintik merah di wajah Raka dan nafas pemuda itu juga teratur.Mungkin Raka Sudah sembuh.Pikir Chaca.


"Kenapa liatin Kakak sampai kayak gitu?."ucap Raka tiba-tiba.Chaca tersentak.Dia refleks menjauhkan wajahnya,Tapi Raka justru menarik nya hingga bibir mereka bertemu.


Cup


Chaca melebarkan kedua matanya dan buru-buru bangun."Mesum..!!". Teriak Chaca.


Raka tersenyum tanpa membuka matanya."Chaca yang mesum.Tadi Chaca mau cium Kakak diam-diam kan?"tuduh Raka.


"Apa? Nyium Kakak?Ihh...Gak ya..Tadi itu Chaca cuma..."


"Cuma apa?" potong Raka.

__ADS_1


Chaca terdiam sejenak.Hampir saja Dia keceplosan.Dia tidak mungkin bilang mengecek keadaan Raka.Dia ingin Raka mengatakan sendiri padanya tentang alergi nya itu dan kenapa Raka tidak memberitahu nya.


"Kenapa diem?"tanya Raka.Kini pemuda itu ikut bangun dan duduk di samping Chaca.


"Chaca laper.Cari makan di luar aja yuk!!"ajak Chaca.


Raka terdiam.Tapi tak lama kemudian Dia tersenyum dan mengangguk setuju.Sedangkan Chaca bukannya merasa senang karena Raka mau mengikuti kemauan nya,Tapi Dia merasa sesak di dada nya karena Raka menyetujui ajakan nya.


Harusnya Raka tahu jika di sekitar sini kebanyakan menjual makanan seafood.Makanan yang bisa membuat alergi nya kambuh.Tapi kenapa Raka mengiyakan ajakan nya?.


"Chaca siap-siap gih..Kakak juga mau siap-siap."seru Raka.


Chaca mengangguk dan turun dari tempat tidur.Dia lari ke kamar mandi karena tidak bisa menahan air matanya."Kenapa Kakak gak nolak?. Harusnya Kakak bilang ke Chaca bukan malah mengiyakan ajakan Chaca?."isak Chaca.


Sedangkan di kamar,Raka terlihat mengambil botol obat nya dan memasukkan nya ke dalam saku celananya.Dia menghela nafas berkali-kali karena Dia takut Chaca akan tahu keadaan nya.


Kenapa Raka harus takut? Karena Dia tidak ingin Chaca sedih.Di luar sana banyak yang ingin menjatuhkan dirinya.Karena itu Dia merahasiakan sakit nya itu agar musuhnya tidak memanfaatkan keadaan itu untuk menghancurkan nya.


Siapa Raka sebenarnya?.


Cklek


"Kakak males ke kamar mandi sebelah."Raka mendekati Chaca dan mencium pipi gadis itu sebelum masuk ke kamar mandi.


"Chaca akan buat Kakak mengatakan sendiri pada Chaca tentang alergi Kakak."gumam Chaca.


Setelah selesai bersiap, Mereka pergi ke sebuah restoran dekat pantai.Suasana restoran itu terlihat sangat romantis dan indah.Banyak lampu kelap-kelip membentuk bintang dan hati.


"Wah indah banget."seru Chaca


"Chaca suka?"


Chaca menganggukkan kepalanya.Dia begitu kagum dengan keindahan yang tersaji di restoran itu.Apalagi letak nya di dekat pantai menambah kesan romantis untuk pasangan yang makan malam di sana.


"Mau pesan apa Kakak?"tanya pramusaji restoran.


"Cumi pedas manis sama udang goreng mentega saus tiram.Kakak?"Chaca menatap Raka dalam.Dia ingin tahu apa Raka masih nekad ingin menyembunyikan nya dari nya atau tidak.


"Samain aja."seru Raka

__ADS_1


Deg


Hati Chaca tercubit mendengar nya.Kenapa Raka begitu bodoh?.


"Lalu minumnya Kak?"tanya pramusaji


"Orange jus.."Jawab Raka.


Pramusaji itu menunggu Chaca yang terdiam menatap Raka dalam."Kakak mau pesan minum apa Kak?"tanya nya lagi.


Raka menatap Chaca yang diam.Kenapa?Apa ada yang salah? Tatapan gadis itu sungguh sangat berbeda."Cha..!!!"


"Susu.."Chaca menatap pramusaji itu dan mengatakan sekali lagi jika dia menginginkan Susu dengan nada yang berbeda.


"B_baik Kak.. Silahkan di tunggu pesanan nya."Pramusaji itu pergi meja Raka.


"Chaca kenapa?"tanya Raka.


"Kakak yang kenapa?"Chaca sudah tidak tahan lagi.Bahkan air mata nya sudah menetes.Tapi buru-buru Chaca menghapus nya.


"Apa Kakak sudah buat kesalahan?"tanya Raka bingung.Tapi Chaca hanya Diam dan memalingkan wajahnya.


Tak berapa lama pesanan mereka datang.Tapi hal itu tidak membuat Chaca senang.Dan seperti nya Raka mulai menyadari jika ada yang salah dengan kekasih nya itu.Apa Chaca mengetahui sesuatu?


"Ayo makan Cha..!!!Ini semua makanan kesukaan kamu kan?"seru Raka.


"Iya..Ini semua makanan kesukaan Chaca.Chaca suka makanan seafood.Apa Kakak berusaha menyukainya demi Chaca?"


Raka terdiam.Jantungnya mulai berdebar kencang.


"Kenapa Diam?.Kakak suka makanan ini juga ?"tanya Chaca.


"Iya..Kakak suka.."Raka mengambil garpu dan mengambil udang goreng nya."Ini sangat enak."Belum sempat udang itu masuk ke mulut Raka,Chaca sudah lebih dulu merampas nya dari Raka.


"APA YANG KAKAK LAKUKAN??KAKAK INGIN MATI LEBIH CEPAT HAH?"teriak Chaca.


Semua pengunjung mulai menatap mereka.Dan itu membuat Raka tidak nyaman.


"Apa maksud Chaca? Kenapa Chaca berteriak?"

__ADS_1


Chaca mengusap wajahnya kasar dan pergi meninggalkan Raka begitu saja.Hatinya sakit.Karena Raka lebih memilih kesakitan karena dirinya.


__ADS_2