Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Terapi 2


__ADS_3

Di sini sekarang Chaca berada.Di ruangan yang tidak asing untuk nya.Ruangan yang identik dengan bau obat.Chaca melihat isi ruangan tersebut.Ada tempat untuk melakukan rileksasi.Tempat yang bisa membuat kita rileks sejenak tapi juga tempat untuk membangkitkan peristiwa kelam yang pernah kita alami.


Chaca menelan ludah nya kasar.Bayangan di mana dia pernah melakukan terapi tiba-tiba muncul di hadapan nya.Di sana Anak kecil menjerit histeris ketakutan.Dia terus memanggil Ibu nya untuk minta tolong.Tapi Ibu tidak pernah datang menolong nya.Hingga akhirnya Seseorang berbaju putih memberi nya suntikan dan itu membuat Anak itu secara perlahan mulai tenang.


"Cha..!!".panggil Raka membuyarkan lamunan chaca..


"Y_ya..".


"Ada apa?"


Chaca menggeleng kan kepalanya.Dia berusaha untuk tetap tenang.


Hal itu tidak luput dari pandangan seseorang yang saat ini berdiri di hadapan nya.Dia tahu apa yang Gadis itu pikirkan.Apalagi pandangan Chaca terus tertuju pada tempat rileksasi.


"Perkenalkan..Saya Dokter Rena.Kau yang bernama Chaca bukan?".Suara lembut Dokter Rena mengalihkan perhatian Chaca.


"I_iya Dok..Saya Chaca..".


"Tidak usah gugup..Rileks saja..Oke..".Seru Dokter Rena.


Gugup? Tidak Dok.Tapi Chaca takut.Itu yang Dia rasakan sekarang.. Ketakutan.


"O iya.. Silahkan duduk..!!".


"Terimakasih Dok.."Raka dan Chaca duduk berdampingan.Tapi tiba-tiba Chaca duduk merapat ke Raka.Sontak hal itu membuat Raka bingung.Apa Chaca mulai takut?


Raka menatap Dokter Rena yang tersenyum kearah mereka.Beliau mengangguk kan kepalanya seolah berkata tidak apa-apa.


"Bisa kita mulai?".Seru Dokter Rena.


Lagi-lagi Chaca menelan ludah nya, Kali ini tubuhnya ikut bereaksi,Tangan nya bergetar, Keringat dingin menetes di pelipis nya.


"Chaca tidak perlu takut..Ada Raka yang akan menolong Chaca saat ada yang mencoba menyakiti Chaca".


Chaca menatap Dokter Rena.Apa maksud ucapan Dokter Rena?Apa benar Raka akan menolong nya?.


Tatapan Chaca beralih pada Raka yang tersenyum dan mengangguk pelan."Kakak akan selalu ada untuk Chaca..".ucap Raka menggenggam tangan Chaca memberi kekuatan untuk gadis itu.


Perlahan hati Chaca menghangat.Dia mulai sedikit lebih tenang.


"Jadi apa Chaca sudah siap?".Lagi.. Dokter Rena bertanya sekali lagi pada Chaca.Dia tidak mau memaksa pasien.Karena obat paling ampuh untuk sembuh adalah tekad dan semangat pasien itu sendiri.Jika Dia memaksa Pasien,itu malah akan memperburuk kondisi si penderita.Dan semua yang dilakukan hanya sia-sia saja.

__ADS_1


Chaca menatap Dokter Rena dan Raka bergantian.Dia memejamkan matanya sejenak dan mengangguk kan kepalanya.


"Sekarang Chaca duduk di sana ya..!!".pinta Dokter Rena.


Chaca menatap Dokter Rena seolah memohon untuk tidak menyuruh nya ke sana.Tapi Dokter Rena dengan lembut meminta Raka untuk menemani Chaca.


"Tidak perlu takut sayang..Ada Raka di sini".


"Iya..Ayo kakak temani..!!".Raka menarik lembut tangan Chaca.Dia duduk di kursi rileksasi dan menarik Chaca agar duduk di pangkuan nya.


"Kak..".pekik Chaca.


"Tidak apa-apa Chaca..Jika kamu takut biar begitu saja.Tapi Raka.. Ingat jangan mengganggu konsentrasi Chaca ".tegur Dokter Rena.


"Oke Dok..".


Dokter Rena tersenyum.Sebelum nya Raka sudah lebih dulu menemui nya dan menceritakan apa yang terjadi pada Chaca .Raka juga bercerita tentang trauma Chaca seperti yang di katakan Andhika dan bagaimana respon nya terhadap orang lain dan dirinya saat menenangkan Chaca.


Mendengar semua itu Dokter Rena membenarkan jika Kemungkinan Chaca mengalami PTSD.Dan dari cerita Raka bisa di simpulkan jika Raka bisa membantu pengobatan Chaca.


Mengetahui jika masih ada kesempatan untuk sembuh,Raka menemui Andhika dan mengatakan padanya tentang rencana terapi untuk Chaca.


Tentu saja Andhika senang.Dia berharap Chaca bisa sembuh.Dan Raka meminta Andhika dan keluarga Chaca untuk menemui Dokter Rena untuk menceritakan bagaimana awal mula Chaca mengalami trauma tersebut.


"K_kelas X Dok..".


"Kata Raka Chaca takut ya waktu Raka membentak Chaca..!!"


Deg


Tiba-tiba bayangan Ibunya di aniaya dan bertengkar hebat dengan Ayahnya berputar di pikiran nya.Chaca mengepalkan kedua tangannya erat.Matanya mulai memerah.Melihat hal itu Dokter Rena memberi kode pada Raka.


Perlahan Raka mengurai genggaman tangan Chaca dan menautkan jari-jari mereka.Raka juga membisikkan sesuatu untuk mengembalikan kesadaran Chaca.


"Chaca..Ada Kakak..Chaca tidak perlu takut..Siapa yang berani nyakitin Chaca.Biar nanti Kakak hajar Dia".


Chaca refleks menoleh menatap Raka."Hajar?Kakak gak takut?".


Raka tersenyum "Demi Chaca Kakak akan lawan siapapun yang berani menyakiti Chaca".


"Raka ada disini jadi Chaca tidak perlu takut". seru Dokter Rena.

__ADS_1


Chaca mengangguk pelan dan Dokter Rena mulai bertanya kembali pada Chaca.


"Apa yang Chaca lihat saat ada yang membentak Chaca?Apa yang Chaca rasakan?".


"D_di pukul dan menangis..".


"Siapa yang di pukul?Dan kenapa Dia menangis?".


Mata Chaca mulai berembun.Memori itu kembali berputar.."I_ibu di pukul ayah..I_ibu menangis karena dikhianati Ayah.M_mereka..M_mereka...."


Raka dengan sigap memeluk Chaca dari belakang..


"Mereka kenapa sayang?".tanya dokter Rena.


"Mereka bertengkar hiks.hiks..A_ayah membawa wanita itu ke rumah dan melakukan....."


"Sudah jangan di teruskan".Seru Raka.


Chaca menggeleng..Dia mulai berbicara panjang lebar dengan suara serak karena menangis.Lama kelamaan Chaca terbawa emosi hingga Akhirnya Dokter Rena meminta Raka untuk menenangkan nya dan mengakhiri sesi tanya jawab nya.


Setelah beberapa menit, Chaca sudah mulai tenang.Tapi Dia hanya terdiam dengan pandangan kosong.


"Dok..!!".


"Tidak apa-apa Raka.Setelah ini kalian berencana jalan-jalan kan?Ajak dia ke tempat yang menyenangkan yang bisa membuat Dia tertawa.Selama bersama mu Dia bisa kembali seperti Chaca yang kau kenal".terang Dokter Rena.


"Lalu bagaimana dengan terapi nya Dok?".


"Kita bisa menggunakan tiga cara untuk melakukan pengobatan PTSD.Kita akan melakukan psikoterapi kognitif,terapi paparan dan Desensitisasi dan pemrosesan ulang gerakan mata".


"Terapi kognitif adalah jenis terapi bicara yang membantu pengidap mengenali cara berfikir Kognitif yang membuat nya terjebak dalam ingatan masa lalu".


"Kita akan menggunakan terapi Kognitif terlebih dahulu untuk terapi awal kita.Dan Saya sudah membuat kan jadwal untuk Chaca melakukan terapi".


"Tapi apa Chaca bisa sembuh Dok?"


"Tentu saja bisa Raka.Melihat tingkat trauma yang di alami Chaca masih belum terlalu parah.Dan ini bisa segera di sembuhkan.Tapi dengan catatan kamu harus selalu ada di samping


nya.Karena hanya Kamu yang bisa membantu Dia dan menenangkan nya..".


"Baik Dok..Saya pasti akan membantu agar Chaca cepat sembuh".

__ADS_1


Dokter Rena tersenyum.Sungguh pasangan yang langka.Pemuda ini begitu tulus berada di samping kekasihnya yang mempunyai gangguan mental.Dan bersedia membantu nya untuk sembuh.Ya..Inilah kekuatan Cinta.


__ADS_2