Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Menjadi Milik Reynand Seutuhnya


__ADS_3

Setelah meluruskan kesalahpahaman diantara keduanya, Reynand dan Chaca kini bercengkrama di tempat tidur. Keadaan Reynand yang sempat kambuh membuatnya pusing hingga mau tidak mau, dia harus beristirahat sejenak.


Chaca dengan setia menemani Reynand, bahkan gadis itu terus memeluk pria itu seolah takut jika mereka akan terpisah kembali.


Benar!! Sekarang Rey adalah pemimpin mafia yang sedang mencari pembunuh keluarganya. Itu artinya Rey akan kembali menerjang bahaya bukan? Tapi yang masih membuat Chaca penasaran. Siapa musuh Reynand sebenarnya? Karena Reynand belum sempat menceritakan siapa orang yang dia cari.


"Apa kita bisa seperti ini terus?" tanya Chaca


"Tentu saja, kenapa Chaca tiba-tiba bertanya seperti itu?"


"Chaca takut ini hanya sementara. Apalagi Kakak masih harus memburu pembunuh keluarga Kakak. Chaca tidak mau berpisah lagi kak." Chaca memeluk erat tubuh Reynand dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang pria itu.


Reynand mengusap rambut Chaca. Dia tahu kekhawatiran yang di rasakan gadis itu. Dia juga tidak ingin mereka terpisah lagi, tapi dia tidak bisa menghindari peperangan ini. Dia harus menyerang musuh, sebelum mereka menyerang lebih dulu. Percuma dia berdiam diri karena musuh juga mengincar nyawanya. Jadi lebih baik dia melakukan perlawanan terlebih dahulu. Apalagi dia mempunyai kartu As yang bisa membuat musuh bertekuk lutut.


"Chaca tenang saja, Kakak akan baik-baik saja. Yang jadi masalah sekarang adalah keselamatan Chaca dan keluarga Joseph."


Deg


Chaca melepas pelukannya dan menegakkan tubuhnya. "A_apa maksud Kakak? Keselamatan Chaca dan keluarga Chaca?"


Reynand mengangguk. Mungkin ini saat nya Chaca tahu jika keluarga Chaca juga menjadi incaran musuh Reynand. Jangan lupa, mereka adalah orang yang gila kekuasaan. Di kota ini, keluarga Chaca adalah keluarga terpandang. Bahkan merupakan orang nomor satu se-Asia. Jadi sudah di pastikan, keluarga Joseph menjadi target selanjutnya.


"Dia bernama Danu Arsen Giorgian. Dia tidak hanya bergelut di dunia hitam tapi juga mempunyai perusahaan besar. Dan dia mempunyai seorang putra bernama Roger Arseno Giorgian."


Deg


"A_apa? Ro_roger??" tanya Chaca terbata.

__ADS_1


Reynand mengangguk. Dia bangun dan menyandarkan punggungnya di headboard. Dia menarik pelan tangan Chaca agar bersandar di pelukannya.


"Dia adalah CEO di perusahaan RD_able Group menggantikan ayahnya. Awal kakak bertemu dengan nya saat kakak menjalin kerjasama dengan perusahaan besar di Eropa. Waktu itu dia datang bersama dengan Ayahnya. Dan saat bertatap muka dengan Kakak, mereka menunjukkan ekspresi terkejut seolah mereka mengenal kakak. Kakak mulai curiga pada mereka. Dan tidak berapa lama, Roger mendekati kakak dan sampai sekarang kakak berteman dengan nya."


"Selama itu kakak berteman dengan musuh kakak?"


Reynand mengangguk dan kembali bercerita, "Waktu itu kakak belum yakin, Cha. Walaupun kakak curiga dengan mereka. Tapi kakak belum mendapatkan bukti apapun dan juga Kakak tidak tahu organisasi yang mereka jalankan. Yang kakak ketahui, Roger adalah seorang bajingan. Dia pemain wanita kelas kakap. Sudah banyak wanita yang menjadi korban nya. Tidak hanya bermain jalan9 tapi dia juga menipu gadis-gadis hanya untuk memenuhi hasrat nya saja. Dan setelahnya, dia akan meninggalkan mereka."


Glek


Pemain wanita kelas kakap? Menipu gadis-gadis? Apa selama ini Roger mendekati nya juga untuk hal itu? Tiba-tiba bulu kuduk Chaca merinding membayangkan nya. Hampir saja dia menjadi korban yang entah ke berapa.


"Dia memang menginginkan Chaca, tapi sepertinya dia serius dengan Chaca." ucapan Reynand mendapat pelototan tajam dari Chaca. Apa maksudnya serius dengan Chaca? Sekalinya bajingan sampai kapanpun tetap saja bajingan. pikir Chaca. Tapi tiba-tiba timbul pertanyaan di benak Chaca. Bukankah Reynand sudah lama berteman dengan Roger, di tambah dunia hitam pasti identik dengan senjata, obat-obatan terlarang, alkohol dan wanita. Jangan-jangan.....


"Kenapa Chaca menatap kakak seperti itu?" tanya Reynand


Kedua mata Reynand membola sempurna. "A_apa? Bermain wanita? Yang benar saja. Mana mungkin Kakak melakukan hal itu, Cha. Kakak baru mau mulai mencoba saja, Chaca sudah melarang kakak tadi." gerutu Reynand.


Chaca berdecak kesal tapi sedetik kemudian tubuhnya sudah terlentang sempurna di bawah kungkungan Reynand. "Kakak!!!" pekik Chaca


"Kakak boleh kan, mengambil hak kakak sekarang?" seru Reynand yang sudah di selimuti kabut gairah. Entah ada apa dengannya. Rasanya dia ingin sekali memiliki Chaca saat itu juga.


"Ja_jangan bercanda Kak. I_itu sama sekali tidak lucu."


"Kakak tidak bercanda Cha." Reynand mengusap pipi Chaca pelan membuat si empunya menahan nafas sejenak.


"Boleh kan? Kakak janji akan melakukannya dengan pelan-pelan."

__ADS_1


"Ta_tapi Kak.....


Cup


Belum selesai Chaca bicara, Reynand sudah lebih dulu menyambar bibir ranum Chaca. Tidak ada penolakan dari Chaca, justru perlahan Chaca membalas setiap permainan lidah Reynand.


Seolah mendapat lampu hijau, tangan Reynand mulai menjalankan tugasnya dengan membuka kancing kemeja yang di pakai oleh Chaca. Dan entah bagaimana, sekarang mereka sudah sama-sama polos di bawah selimut yang menutupi tubuh mereka.


Reynand memang tidak mempunyai pengalaman tapi dia mengikuti nalurinya saja untuk memanjakan gadis yang sebentar lagi akan menjadi miliknya seutuhnya.


Nafas mereka saling memburu merasakan getaran-getaran aneh yang menjalar di tubuh mereka apalagi saat mereka mulai melakukan penyatuan yang tidak akan pernah mereka lupakan.


Ada sensasi aneh yang begitu nikmat yang sulit di ungkapkan dengan kata-kata. Walau awalnya sakit tapi gerakan dengan ritme yang beraturan membuat keduanya melayang. Mereka tahu ini salah, tapi mereka sudah sama-sama dewasa dan ini akan menjadi kenangan terindah dalam hidup mereka.


Tidak ada yang bisa menghentikan kegiatan panas mereka. Sampai hari menjelang tengah malam pun kegiatan panas itu masih berlangsung. Mereka seolah tenggelam dalam kenikmatan. Hingga erangan keduanya terdengar saat mencapai puncak kenikmatan untuk kesekian kalinya.


Chaca menatap Reynand yang berada diatas tubuhnya dengan nafas yang memburu. Ini benar-benar gila. Dia tidak menyangka akan melakukannya secepat ini. Tapi dia tidak akan menyesal karena dia memang ingin menyerahkan miliknya yang berharga pada orang yang dia cintai. Ya walaupun mereka belum terikat dalam tali pernikahan.


"Terimakasih sayang. Terimakasih sudah menjadi kan kakak yang pertama untuk Chaca. Besok Kakak akan menyiapkan pernikahan kita. Tapi maaf, mungkin hanya sederhana karena Kita harus merahasiakan nya sementara waktu. Sampai urusan kakak selesai."


"Tapi bagaimana dengan keluarga Chaca?" tanya Chaca


"Chaca tidak perlu khawatir. Semua biar kakak yang urus. Lagipula ada Andhika yang akan membantu Kakak menjelaskan pada Tuan Wira. Tapi setelah ini, Kakak minta Chaca untuk kembali ke rumah Tuan Wira. Tinggal sendiri di apartemen tidak aman untuk Chaca."


Chaca mengangguk dan menarik tengkuk reynand dan memeluknya. Rasanya dia ingin waktu berhenti sejenak. Dia ingin seperti ini terus dengan Reynand. Tapi sayangnya dia harus bersabar.


"Apa masih kurang?" seru Reynand yang langsung di balas decakan oleh Chaca. Reynand terkekeh. Dia sangat bahagia hari ini, tidak hanya bisa bersama dengan orang yang dia cintai tapi juga bisa menjadikan Chaca miliknya seutuhnya.

__ADS_1


__ADS_2