Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Menandatangani Surat Perjanjian Kerjasama


__ADS_3

Seperti yang sudah di sepakati,hari ini Chaca datang ke perusahaan Reynand untuk mengantarkan surat perjanjian kerjasama mereka.Chaca hanya pergi dengan Zion karena Maya harus meeting dengan perusahaan lain.


"Huft .. ketempat ini lagi.Aku ingin bertemu dengan nya.Tapi saat sudah bertemu aku malah gugup sendiri."gumam Chaca.


"Kau mengatakan sesuatu?"tanya Zion.


"Ti_tidak..Chaca tidak mengatakan apa-apa.Ayo kita masuk kak!!"Chaca berjalan terlebih dahulu dan disusul Zion yang berjalan di belakangnya.


"Nona Chaca,ada yang bisa saya bantu?"tanya resepsionis.


"Aku ingin bertemu dengan Tuan Rey.Kami sudah membuat janji sebelumnya."


"Baik Nona.Saya konfirmasi dulu."Resepsionis itu terlihat menghubungi seseorang dan Chaca yakin itu adalah Rey.


"Tuan Rey menunggu Anda,Nona."


"Terimakasih."Chaca dan Zion pergi ke ruangan Rey yang berada di lantai paling atas.


Tok Tok Tok


"Masuk!!"


Setelah mendapat ijin dari si pemilik ruangan,Zion membuka pintu untuk Chaca.


Deg


Pertama kali yang Chaca lihat adalah pemandangan yang begitu menyayat hatinya.


Reynand dengan santainya bermesraan dengan calon istrinya.


Chaca mengepalkan tangannya.Hatinya sakit.Bahkan air matanya menetes tanpa permisi.Tapi Chaca buru-buru menghapus air matanya dan bersikap seperti biasa.


"Kau harus kuat Chaca.Jangan tunjukan sisi lemahmu.Demi menjalankan misi,kau harus kuat."batin Chaca menyemangati diri sendiri.


"Ekhm..."Chaca berdehem keras membuat Rey dan Calista menatap ke arah pintu.


"Upsss..Maaf Tuan Rey.Sepertinya Anda sedang sibuk.Maaf mengganggu.Silahkan lanjut kan."Chaca berbalik tapi panggilan Rey membuat nya berhenti melangkah.


"Tunggu Nona Chaca!! maaf kan aku karena membuat mu harus melihat ini."sesal Reynand.


"Tidak apa-apa Tuan Jika anda belum selesai,Aku akan menunggu diluar."


"Tidak perlu."seru Reynand.Dia beralih menatap Calista dan membelai pipi Wanita itu."Aku ada meeting dengan nona Chaca.Kau pergilah dulu."pinta Rey.


"Baiklah.Aku mau ke cafe depan saja.Selamat bekerja sayang."Calista mencium mesra pipi Rey dan hal itu membuat Chaca kesal dan memalingkan wajahnya.


"Kenapa aku merasa kalian sengaja melakukan hal itu di depan ku?Dasar menyebalkan."batin Chaca .


"Aku pergi dulu Nona."seru Calista yang dijawab anggukan oleh Chaca.


"Silahkan duduk Nona!!"

__ADS_1


Chaca duduk di sofa berhadapan dengan Rey.Dia menoleh kebelakang dan menatap Zion yang berdiri di belakangnya."Apa yang Kak Zi lakukan disitu? duduklah di samping ku Kak!!"


"E_eh...Aku ke toilet sebentar ya."


"Ta_tapi...."


"Hanya sebentar."Zion pergi setelah meminta ijin pada Chaca dan Rey.


Kini di ruangan itu menyisakan Chaca dan Rey.Chaca sekuat tenaga menahan rasa gugup yang tiba-tiba menyerangnya.


"Ini tidak benar.Kenapa Chaca jadi gugup?Oh ayolah!!Kau bisa Cha.Jangan tujukan padanya kelemahan mu.Kau harus bisa Chaca."batinnya.


"Jadi,apa kau sudah membuat surat perjanjiannya?"tanya Reynand.


"Su_sudah Tuan."Chaca memberikan map berisi surat perjanjian kontrak pada Reynand.


Reynand memeriksa nya dengan teliti bahkan dia menambahkan poin pada surat perjanjian tersebut.Chaca tidak masalah,dia setuju dengan poin tambahan dari Reynand.


Disaat Rey tengah mempelajari surat tersebut, tiba-tiba ponsel Chaca berbunyi.


Chaca merogoh ponsel nya di tas dan melihat nama kontak yang tertera di sana."Nomor baru?"gumam nya.


"Maaf Tuan Rey,saya angkat telepon dulu."


"Silahkan Nona!!"


Chaca menggeser tombol hijau di layar ponselnya dan menempelkan ponselnya ditelinga."Halo?"


"Halo Cha,kau sedang apa?"tanya seseorang yang berbicara di seberang sana.


"Aku Roger.Aku mendapat nomor ponselmu dari Tuan Wira.Maaf jika aku lancang."


Chaca terdiam.Dalam hatinya Chaca mengumpat mengeluarkan sumpah serapah nya karena Sang kakek yang memberikan nomor ponsel nya pada Roger tanpa seijinnya.


"Cha!!Kau masih di sana?"tanya Roger.


"I_iya kak.Ada apa Kak Roger menghubungiku?"tanya Chaca.


Mendengar Chaca menyebut nama Roger membuat Reynand meletakkan surat itu di meja.Dia melipat kedua tangannya di depan dadanya dan menatap intens gadis di depannya


"Maaf kak,tapi sekarang aku sedang ada meeting."seru Chaca yang merasa tidak enak dengan Rey.


"O.. Maafkan aku.Nanti aku akan menghubungi mu lagi."seru Roger.


Chaca berdehem pelan dan memasukkan ponselnya ke dalam tasnya."Maafkan Aku tuan."serunya yang merasa tidak enak pada Reynand.


"Tidak masalah.Baiklah kalau begitu,aku akan menandatangani surat perjanjian kerjasama ini."Reynand menandatangani surat tersebut, begitu juga dengan Chaca.


"Terimakasih Tuan,aku harap kerjasama ini berjalan dengan baik."Chaca mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Reynand.


"Sama-sama Nona.Aku juga berharap kita bisa menjadi partner bisnis seterusnya."seru Reynand

__ADS_1


"Iya Tuan.Kalau begitu saya permisi dulu."


"Kenapa harus terburu-buru Nona?kita bisa berbincang lebih dulu agar kita bisa mengenal lebih dekat."Reynand berdiri dan berjalan ke belakang Chaca.


"Sebenarnya saya masih penasaran dengan apa yang pernah anda lakukan pada saya nona."


"A_apa maksud Anda Tuan?"tanya Chaca gugup.


"Santai saja, tidak perlu gugup."Reynand memegang kedua bahu Chaca dari belakang dan berbisik,"Siapa itu Raka?"


Chaca mengepalkan kedua tangannya.Dia tidak kesal, hanya saja ia menahan diri untuk tidak melakukan hal di luar batas.


Chaca menghela nafas panjang dan berkata,"bukankah saya sudah bilang jika itu hanya salah paham? saya salah mengenali anda dan berfikir jika anda mirip dengan kekasih saya."


"Kekasih?"


"Iya kekasih.Raka kekasih saya.Dia sudah meninggal dalam kecelakaan 5 tahun yang lalu.Makanya saya sadar jika Anda bukanlah kak Raka."seru Chaca.Dia sedikit menoleh ke belakang dan berkata,"wajah kalian memang sama.Tapi kalian memiliki sifat yang berbeda.Apalagi anda sudah memiliki calon istri.Jadi aku rasa aku yang salah disini."


Reynand tidak lagi mendengarkan ucapan Chaca.Dia justru terlihat fokus menatap bibir Chaca.Apalagi jarak mereka begitu dekat.


"Sial,aku jadi ingin menciumnya."batin Reynand.


Chaca mengerutkan keningnya."Anda baik-baik saja?"


"O_oh ya..Aku baik-baik saja."Rey menegakkan tubuhnya dan kembali berkata,"lalu apa hubunganmu dengan Roger?"


Chaca mengangkat kedua bahunya acuh."Kami hanya teman.Tapi sepertinya kakek ingin menjodohkan kami.Jadi entahlah.Mungkin aku harus memulai membuka hati ku dan menerima kak Roger."jawab Chaca asal.


Mendengar hal itu,raut wajah Rey berubah."Aku peringatkan,jauhi Roger!!dia bukan pria baik-baik."


Chaca mengerutkan keningnya dan berdiri."Apa maksud Anda Tuan?kenapa kau menyuruhku menjauhinya?dia cukup baik menurut ku.Dan kakek juga menyukainya.Jadi apa salah jika Aku mencoba untuk menerimanya?Siapa tahu dia adalah jodoh yang dikirim Tuhan untuk ku."


Reynand kembali membungkuk dan menatap kedua mata Chaca.Wajah pria itu sangat dekat hingga membuat Chaca menahan nafas untuk sesaat.


deg deg deg deg


"Jantung aman kan?"batin Chaca.


"Aku sudah memperingatkan mu nona.Aku mengenal dia melebihi dirimu.Aku hanya tidak ingin kau sakit nantinya."


"Terimakasih sudah mengkhawatirkan ku Tuan.Tapi aku bisa menjaga diriku sendiri."Chaca berdiri dan pamit undur diri."Terimakasih untuk waktu nya Tuan.Kalau begitu saya permisi dulu."


"Baiklah.Tapi ada satu hal yang ingin aku katakan mengenai kerjasama kita.Aku tidak ingin ada kesalahan jadi nanti aku harap kau sendiri yang akan mengecek lokasi itu."


Deg


"A_apa?"


"Akan lebih baik jika anda yang melakukan nya karena anda pemimpin perusahaan ."terang Reynand.


"Ba_baiklah."

__ADS_1


Rey tersenyum dan berkata ."Senang berbisnis dengan anda Nona Chaca."


"Sama-sama Tuan Rey,kalau begitu saya permisi dulu."Chaca pergi meninggalkan ruangan Reynand.


__ADS_2