
Seharian Chaca berkutat di depan laptop nya, mempelajari berkas laporan perusahaan maupun proposal pengajuan kerja sama dan lain sebagainya.
Semua itu cukup melelahkan.Apalagi dia masih baru dalam mengurus perusahaan.Dia harus mempelajari dari awal tentang semua laporan perusahaan yang dipimpin oleh Ceo sebelum dirinya.
Tapi karena bantuan sekretarisnya,Maya ,dia bisa mengerjakan tugasnya satu persatu.Dia sedikit mengerti mengenai apa saja yang harus dia lakukan, kesalahan-kesalahan yang harus dia hindari agar tidak merugikan perusahaan dan bagaimana cara mengembangkan perusahaan itu.Karena di dunia bisnis banyak sekali tipu muslihat.Jadi Dia harus benar-benar teliti dalam mengambil keputusan.
TOK TOK TOK
"Masuk!!"
Zion membuka pintu dan melihat Chaca yang begitu serius menatap laptopnya.
"Chaca belum pulang?ini udah jam waktu nya pulang lho."ucapnya mengingatkan.
"Nanggung kak, sebentar lagi selesai."
Zion menggelengkan kepalanya dan mendekat.Ini hari pertama Chaca bekerja tapi gadis itu sudah sesibuk itu.
Ya inilah alasan kenapa dia tidak ingin ikut Raka.
Dulu Raka pernah memintanya memegang salah satu cabang show room motor nya.Tapi dengan tegas dia menolak.Dia lebih suka berada di basecamp atau menjalankan tugas lainnya dari pada duduk di balik laptop atau harus beramah-tamah pada orang lain hanya untuk mencari keuntungan.
Tapi sekarang,dia justru terjebak di perusahaan yang menurutnya ini lebih rumit.Dia harus mengerahkan seluruh pikirannya untuk membantu Chaca.Huft..Dia merindukan kehidupan nya dulu.Andai Raka ada di sini,dia pasti sudah bebas.
Zion duduk di kursi depan Chaca dan menunggu gadis itu selesai mengerjakan pekerjaan nya.
"Bilang sama kakek,Chaca mau pake apartemen deket perusahaan."ucapnya tanpa mengalihkan matanya dari laptopnya.
__ADS_1
"Chaca jadi tinggal sendiri di apartemen? bagaimana jika Tuan Wira tidak setuju?"
"Soal setuju tidak setuju, itu urusan belakangan.Yang penting kak Zi bilang dulu sama Kakek.Bilang aja Chaca capek kalau pulang ke rumah Kakek."
"Baiklah."Zion mengambil ponselnya dan menghubungi Kakek Wira.
"Hal...."
"Halo Zion.Dimana Chaca?Kenapa kalian belum pulang?apa kalian baik-baik saja?Kenapa Chaca tidak menghubungiku..bla blablabla...."
Chaca berdecak mendengar celotehan kakeknya.Bukankah dia yang menjerumuskannya didalam perusahaan.Tapi kenapa sekarang justru dia yang terlihat khawatir?Dasar kakek.
Zion terkekeh mendengar seorang Wira yang begitu cerewet.Apalagi melihat ekspresi Chaca yang berdecak sebal.
"Kami masih di perusahaan,Tuan.Tapi sepertinya Chaca tidak akan pulang.Dia meminta saya untuk meminta ijin Anda jika dia akan pulang ke apartemen dekat perusahaan."
"Apa??kenapa dia ingin pulang kesana?"'
"Halo kakek ku tersayang.Sebelumnya kita sudah membahas ini kan?Chaca ingin mandiri.Lagipula apartemen itu deket dengan perusahaan.Jadi Chaca bisa langsung istirahat kalau kecapekan."
"Iya kakek tahu.Tapi bagaimana jika terjadi sesuatu? Bagaimana jika Chaca kenapa-napa? Bagaimana......"
"Kakek!!!Kak Zi sama Chaca.Jadi Kakek tidak perlu khawatir."
"Kalian akan tinggal bersama lagi?"
Chaca terdiam sesaat lalu berkata,"Kak Zi akan tinggal di apartemen lain.Chaca sudah bilang sama Kak Zi.Jadi kakek tenang saja.Kak Zi masih bisa menjaga Chaca."
__ADS_1
Zion menatap Chaca bingung.Kapan mereka membahas hal itu?dan kenapa tiba-tiba Chaca tidak mengijinkannya untuk tinggal bersamanya? bukannya mereka sudah terbiasa? lagipula dia tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak padanya.
"Baiklah..Kakek mengalah.Tapi ada satu syarat yang harus Chaca lakukan untuk Kakek."
"Apa?"
"*Berkencanlah dengan Roger."
Deg*
"Chaca gak mau dan tidak akan pernah mau."
Tut Tut Tut
Chaca mematikan sambungan telepon secara sepihak.Dia begitu malas membahas hal itu.Kenapa kakeknya begitu ingin menjodohkan nya dengan pria lain?apa kakek berfikir dia tidak bisa mencari pasangan? sangat menyebalkan.
"Arrgghhh....''Chaca mengangkat tinggi ponsel di tangannya.Tapi dengan gerakan cepat,Zion merebut ponsel itu dari tangan Chaca.
"Chaca mau ngapain??Ini ponselku satu-satunya Cha."gerutu Zion
Chaca mendengus dan kembali mengerjakan pekerjaannya.Dia sudah sangat lelah tapi kakeknya justru membuat moodnya semakin buruk.
"O iya.Kata kak Maya,Chaca di undang ke acara pesta ulang tahun perusahaan CR Company.Chaca akan datang?"tanya Zion hati-hati.Dia tahu mood gadis itu sedang tidak stabil.Apalagi dia tidak suka pesta.
"Gak tahu mau dateng apa enggak.Males bahas itu.Pengen banget nembak orang."ketus Chaca.
Glek
__ADS_1
Zion menelan ludahnya kasar.Dia memilih keluar dari ruangan Chaca dan menunggu nya di lobby daripada menjadi sasaran gadis itu.
"Cewek kalau lagi gak mood,nyeremin.Bahkan Bos Raka aja kalah seremnya."batin Zion bergidik membayangkan Chaca menembak dirinya.