Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Pulang


__ADS_3

Keesokan harinya, Reynand dan Chaca sudah bersiap untuk kembali ke kediaman Keluarga Joseph.


Hari ini Reynand akan kembali beraktivitas seperti biasa. Tapi sebelum itu, setelah mengantar Chaca, seperti nya akan menyenangkan jika bersenang-senang sebentar dengan mainan nya.


Ya, dia sudah menahannya beberapa hari ini. Dan sekarang saatnya bermain sebentar. Dia berharap Lukas tidak serakah dan menyisakan sedikit untuk nya.


Dan setelah dia puas bersenang-senang, dia akan mengirimkan hadiah pada Danu. Dan dia yakin pria itu akan berterimakasih padanya nanti.


"Nanti kakak pulang kan?" tanya Chaca.


"Kakak usahain ya, tapi Jangan lupa pasang kedap suara di kamar Chaca."


"Kenapa?"


"Chaca tidak mau kan ada yang mendengar suara Chaca saat keenakan bercinta dengan Kakak."


Chaca melebarkan kedua matanya. Dia memukul pelan lengan Reynand yang memegang setir mobil. Sekarang dia tahu kenapa Reynand mengajaknya ke apartemen. Selain ingin menghabiskan waktu berdua, ternyata karena kamarnya tidak kedap suara. Dan untungnya mereka tidak melakukan hal itu kemarin. Bisa-bisa dia akan malu karena suaranya tidak bisa terkontrol dengan permainan suaminya.


"Kita kan sudah menikah. Tapi Chaca belum pernah ke rumah Kakak." seru Chaca.


"Nanti kalau urusan kakak selesai, kakak akan ajak Chaca ke rumah kakak. Dan kakak yakin, Chaca pasti suka."


"Chaca jadi tidak sabar."


Reynand tersenyum dan mengusap rambut Chaca. Dia juga tidak sabar menunjukan nya pada Chaca. Rumah itu dia siapkan untuk Chaca. Dia yakin Chaca akan menyukainya. Hah... Dia jadi tidak sabar. Sepertinya dia harus bergerak cepat.


Mobil Reynand masuk ke pekarangan kediaman keluarga Joseph. Reynand keluar terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Chaca.


"Terimakasih." Chaca turun dari mobil dan memeluk lengan Reynand. Mereka masuk ke rumah bersama-sama


"Selamat pagi semuanya!" sapa Chaca


"Chaca!!" Grace yang saat itu sedang bersantai di ruang keluarga, berdiri dan memeluk Chaca.


"Bagaimana eksperimen nya? Apa berhasil?" tanya Grace

__ADS_1


Chaca mengerutkan keningnya bingung. "Eksperimen?"


"Ck... proses reproduksi Cha." ucap Grace gemas


Blush


Pipi Chaca merah seketika. Dan hal itu membuat Grace terkekeh. Sepertinya memang berhasil. Dia tidak tahu saja jika mereka sudah melakukannya sebelumnya.


"Pagi Bun." sapa Reynand


"Pagi Rey." balas Grace


"Yang lain kemana?" tanya Chaca


"Mereka sudah berangkat ke kantor, sayang. Kalau kakek ada di kamar."


"Ada apa? Apa Kakek sakit?" tanya Chaca khawatir.


Grace tersenyum dan mengusap kepala Chaca. "kakek tidak apa-apa sayang. Beliau sedang berbicara dengan Zion."


Ini bagus karena ada hal penting yang harus dia bahas dengan Zion. Tapi dia juga penasaran apa yang sedang mereka bicarakan di kamar Kakek Wira. Sepertinya dia harus bertanya pada Zion nanti.


Dan tidak berapa lama, Zion keluar bersama dengan Wira. Zion terlihat lesu. Dan hal itu membuat Reynand semakin penasaran.


"Chaca!!" seru Wira


"Kakek." Chaca mendekati Wira dan memeluknya. "Kakek baik-baik saja kan? Apa yang kalian bicarakan? kenapa harus di dalam kamar?" tanya Chaca bertubi-tubi


Wira terkekeh dan membawa Chaca untuk duduk dengan Grace dan Reynand. "Bukan hal yang penting sayang." Wira menatap Reynand dan tersenyum. "Apa kau akan bekerja hari ini?" tanyanya pada Reynand


"Iya kek. Aku harus ke kantor karena beberapa hari ini aku tidak masuk. Dan aku ingin meminjam Zion sebentar." seru Reynand.


"Kenapa begitu?" tanya Wira


"Kami masih terikat kontrak kerjasama. Untuk sementara Aku ingin Chaca mengambil cuti karena aku yakin dia masih lelah. Dan yang paham dengan kerjasama ini hanya Kami bertiga. Jadi kami ingin membahas kelanjutan kerjasama kami."

__ADS_1


Wira mengangguk paham. Dia mengijinkan Zion untuk ikut dengan Reynand. Dan mereka berdua pergi bersama setelah berpamitan dengan Wira dan Grace.


Diperjalanan, Reynand terlihat memejamkan matanya. Dia sangat tidak ingin meninggalkan Chaca. Tapi demi balas dendam nya, dia harus bersabar karena berpisah sementara dengan istrinya.


"Ada apa bos?" tanya Zion. Dari tadi dia terus memperhatikan Reynand dan dia yakin ada yang mengganggu pikiran pria itu.


"Apa yang kalian bicarakan tadi?" tanya Reynand tanpa membuka matanya


"Bukan hal penting." jawab Zion singkat


"Begitukah? Sepertinya kau sudah mulai menyembunyikan sesuatu dari ku, Zi."


Zion menghela nafas panjang. Dia fokus menyetir dan berkata, "Tuan Wira ingin aku menggantikan posisi Chaca. Dan aku menolak.Tapi dia justru mengancam ku." gerutu Zion


Reynand membuka matanya dan menatap Zion. "Wow.. Bukankah itu bagus? Kenapa kau menolaknya?"


"Ck...Kau tahu alasannya bos. Kenapa masih bertanya?"


"Aku rasa itu bukan hal yang buruk. Kau bisa hidup normal seperti orang pada umumnya dan bahagia dengan keluarga barumu nanti. Kau tidak perlu mencari pekerjaan dan kau bisa menghidupi mereka. Lagipula kau juga mahir dalam menjalankan perusahaan kan?" seru Reynand


Zion terdiam. Yang di katakan Reynand memang benar. Tapi dia ingin merintis usaha nya sendiri dari nol. Itu akan terasa lebih menantang dan bisa menjadi pembelajaran baginya.


"Pikirkan baik-baik, Zi!" lanjut Reynand. Dia berharap Zion akan menerimanya. Dengan begitu Chaca bisa resign dan fokus mengurusnya saja.


"Baik Bos. Aku akan memikirkan nya lagi."


"Good. Sekarang, kita akan bersenang-senang sebentar. Apa kau siap?"


"Tentu saja Bos. Aku sudah menunggu hal ini sejak kemarin. Aku harap kau memberi bagian untuk ku nanti." seru Zion


"Tenang saja. Kau akan mendapatkan bagian. Sekarang berdoa saja semoga Lukas menyisakan sedikit untuk kita."


"Ck... Si botak itu sudah lebih dulu ternyata." gerutu Zion


Reynand tersenyum tipis. Dia juga menyesal membiarkan Lukas bermain-main terlebih dahulu. Tapi tidak masalah, yang terpenting dia menyisakan sedikit untuk nya."

__ADS_1


"Danu, tunggu kejutan dariku." batin Reynand


__ADS_2