
Bel tanda istirahat telah berbunyi.Semua siswa mulai berlari keluar dari kelas mereka masing-masing.
"Ke kantin yuk..!!"Ajak Fanesa
"Ayok.."Chaca dan teman-teman nya pergi ke kantin sekolah.
"Mau pesan apa..??"tanya Dayana setelah mereka duduk di bangku yang kosong.
"Sama'in aja biar cepat.. Udah laper nih..!!"seru Monica
Dayana dan Syakilla pergi untuk memesan makanan untuk mereka.
"Eh .. Bukan nya itu Mak Lampir..??"tanya Sivanya menunjuk dengan dagu nya.
Chaca dan yang lainnya mengikuti arah dagu Sivanya.
"Iya..Kenapa dia di dorong pake kursi roda..??"seru Indira
"Kalian gak tahu???Dia kan habis kecelakaan.."ucap Monica
"Yang bener loe Mon..??!!"tanya Alya
Monica mengangguk.."Iya..Kata Kakak gue.Dia kecelakaan jatuh ke jurang di hutan belakang sekolahan ini..Dan kalian tahu..??Dia jatuh gak jauh dari tempat kita lari waktu itu.."terang Monica
"Karma itu mah..."sahut Sivanya
"Hush..Gak boleh gitu.."seru Chaca
"Iya habis... dia nyebelin Cha.Dan gue yakin yang bikin kita celaka waktu itu dia.Dan yang menukar tulisan kita dia juga.."
"Jangan asal tuduh siv kalo gak ada bukti.."bela Chaca
Sivanya berdecih karena Chaca membela Dania.
"Jujur gue masih penasaran dengan yang terjadi waktu jurit malam waktu itu.. Kenapa Kakak-kakak OSIS bilang kita bisa salah jalan sedangkan kita ikuti arah yang ada di peta.."seru Monica
"Iya ..Gue juga merasa ada yang aneh.Apa Kak Raka gak bilang sesuatu Cha ??"tanya Sivanya
"Gak..Kak Raka gak bilang apa-apa,dan Kak Dhika bilang juga bakal urus masalah itu tapi sampai saat ini belum ada kabar..?"
Chaca kembali menatap Dania yang di dorong oleh Lusiana.Sejenak pandangan mereka bertemu.Entah mengapa Chaca melihat Dania menatap nya penuh kebencian.
Chaca langsung mengalihkan pandangan nya.Dia merasa tidak beres dan meminta ijin teman-teman nya pergi ke toilet.
"Chaca ke toilet bentar ya..!!"
"Iya.. Jangan lama-lama..!!"seru Alya
Chaca mengangguk.Tapi Dia tidak benar-benar pergi ke toilet.Dia mencari tempat yang sepi untuk menghubungi seseorang..
"Hallo Kak.."
^^^"Ada apa Cha..??"^^^
"Ada yang mau Chaca tanyakan..Ini soal Kak Dania.."
^^^"Ada apa..???"^^^
__ADS_1
"Bukan Kakak kan yang melakukan hal itu pada Kak Dania..??"
^^^"Kamu ngomong apa sih Cha...?? Emangnya Kakak ngapain Dania..?!"^^^
"Chaca hanya takut kalau yang bikin Kak Dania celaka itu Kakak.."
^^^''Memang nya kenapa Kakak harus bikin Dania celaka..?? Justru Kakak lagi selidiki kasus Dania.Karena Dania terekam Cctv masuk ke sekolahan sendiri..Gak ada yang lain selain dia.."^^^
Chaca menghela nafasnya.."Jadi bukan Kakak kan..??"
^^^"Ya bukan lah.. Kenapa tiba-tiba Chaca tanya kayak gitu..??"^^^
"Emm..gak papa.. Cha_chaca cuma tanya aja..Ya udah Chaca tutup dulu telepon nya..Bye..."
Tut Tut Tut
Chaca memasukkan kembali ponsel nya kedalam saku nya . Entah mengapa dia merasa ada yang di sembunyikan oleh Kakak sepupu nya itu.Dia yakin ini ada hubungannya dengan kecelakaan diri nya waktu itu.
"Ah.. sudah lah.. Semoga yang Chaca pikirkan salah.."gumam Chaca.Dia kembali ke kantin tempat teman-temannya berada.
Tapi saat hampir sampai di kantin tiba-tiba ada yang menarik tangan nya dan memeluk nya dari belakang..
"Kyaa...!!!"
"Sstts...!!Ini Kakak.."seru Raka
"Kak Raka..!!!Ihhh... bikin kaget aja.. Lepas'in gak..!!!"
"Gak..!! Chaca dari mana..??"tanya Raka yang semakin mengeratkan pelukannya.Dia menghirup dalam-dalam aroma vanilla di tubuh gadis itu.
"Da- dari toilet...Iya.. Chaca dari toilet.."ucap Chaca terbata
"Awas Kak..!!! Chaca mau ke kantin.."
"Sama kakak aja..!!"
"Chaca laper..!!"rengek Chaca
Raka melepas pelukannya dan menggenggam tangan Chaca..
"Kak...!!!"
"Katanya laper...?? Ayo..!!!"ajak Raka
Chaca hanya bisa pasrah.Dia sebenarnya malu karena menjadi pusat perhatian.
Sampai di kantin,Raka duduk di samping Chaca membuat teman-teman nya berdecak kesal..
"Hargai dong kita yang masih jomblo.."seru Sivanya
"Panas Cha..."goda Dayana
Chaca mendengus kesal dan mengajak Raka untuk pindah tempat.
"Pilih yang di pojokan noh ..Biar aman..!!"Ledek Indira
Chaca melototkan mata nya kesal dengan ucapan teman-temannya.
__ADS_1
Sedangkan Sivanya dan yang lain ber TOS ria karena berhasil menggoda Chaca.
"Kakak sih ..Chaca jadi di ledekin sama anak-anak.."gerutu Chaca
"Diemin aja.."
Chaca mendengus kesal dan memilih makan makanan nya.
"Nanti pulang ke apartemen Kakak ya.!!!"
"Ngapain???"
"Bantu Kakak beres-beres rumah..."
"Kenapa minta bantuan Chaca,, Kakak kan bisa panggil jasa kebersihan buat bersihin apartemen Kakak.."
"Kakak maunya Chaca.."
"Bayaran nya mahal.."
Raka tersenyum.."Iya nanti Kakak bayar sesuai tarif Chaca..."
Gadis itu tersedak makanan nya kala mendengar ucapan Raka..
"Uhuk..uhuk..."
"Pelan-pelan.."Raka mengambil kan minuman untuk Chaca..
"Kak Raka tadi ngomong apaan??? Tarif apa..??"
"Tarif Chaca... Tenaga Chaca.."seru Raka menaik turun kan alisnya.
Chaca menatap kesal Raka mendengar pemuda itu mengatakan sesuatu yang ambigu bagi nya.
"Yang jelas Kak..!!!"
Raka terlihat menahan tawa nya melihat kekasihnya yang tampak kesal.
"Chaca minta bayaran berapa untuk bantuin Kakak...??"
Chaca mendengus kesal.."Lupakan...!!!"Dia melipat kedua tangannya di depan dada dan melihat kearah lain.
"Chaca marah..??!!"
"Gak..!!!"
"Iya deh maaf.. Sebagai gantinya besok Kakak ajak Chaca jalan-jalan gimana.."rayu Raka
"Kemana???"tanya Chaca ketus
"Pantai.."
Chaca melirik Raka yang tersenyum pada nya.."Beneran..???"
Raka mengangguk pelan..
"Ya udah.. Nanti Chaca bantuin.Tapi ntar anter Chaca pulang dulu ambil baju ganti.."
__ADS_1
Lagi-lagi Raka hanya mengangguk.Pemuda itu sudah menyiapkan kejutan untuk Chaca di apartemen nya.Sebuah rencana yang tersembunyi yang sudah dia pikirkan matang-matang akan resiko yang dia ambil.Dan itu hanya demi Chaca.