Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Mengikhlaskan


__ADS_3

Setelah peristiwa itu,Chaca menjadi pendiam.Berbagai hal Wira lakukan agar Chaca kembali seperti Chaca yang dulu.Tapi nihil.Chaca masih enggan untuk merespon.


Hal itu membuat Wira takut jika Chaca mengalami hal buruk lagi.Tapi dokter meyakin kan Wira jika hal itu tidak akan terjadi karena memang tidak ada tanda-tanda penyakit Chaca kambuh.Menurut dokter,gadis itu hanya masih belum bisa menerima kenyataan pahit yang dia rasakan.Biarkan dia menenangkan diri dan pikirannya.Begitu saran dari dokter.


Wira hanya bisa menghibur Chaca walaupun cucu nya itu tidak mau merespon nya.Bahkan Wira dengan sengaja mengundang sahabat-sahabat Chaca untuk membantu nya menghibur Chaca.


Mereka ikut sedih dengan apa yang menimpa Chaca.Tapi mereka juga di buat syok karena mengetahui kenyataan bahwa Chaca adalah cucu dari seorang Wira.


Hal itu membuat mereka sedikit canggung tapi Andhika meminta mereka untuk bersikap seperti biasa.


Setiap hari sahabat-sahabat Chaca datang ke kediaman keluarga Joseph untuk menghibur Chaca dan sesekali mereka mengajak chaca untuk jalan-jalan.Tapi gadis itu hanya diam dan tidak merespon.Hal itu membuat mereka sedih.Sahabat-sahabat Chaca memeluk Chaca dan menangis.Mereka merasa menjadi sahabat yang buruk karena tidak bisa membuat sahabat nya tersenyum.Mendengar isak tangis mereka, untuk pertama kalinya chaca merespon dengan meneteskan air mata dan merengkuh tubuh sahabat-sahabat nya.Wira yang melihat hal itu hanya bisa menangis.Dia pernah berada di posisi Chaca.Kehilangan orang yang dia cintai dan itu sangat menyakitkan.


Sedikit demi sedikit Chaca sudah mau merespon orang di sekitar nya.Hingga hal itu berlangsung selama dua bulan.Ini merupakan kemajuan yang bagus.Walaupun gadis itu hanya akan menorehkan sedikit senyum tanpa mau mengucapkan sesuatu.


Suatu hari,Zion datang ke kediaman keluarga Joseph dan meminta izin Wira untuk mengajak Chaca pergi ke suatu tempat.Ini untuk pertama kalinya Zion menampakkan diri setelah kejadian itu.Dan Wira yang tahu siapa Zion dari Andhika, mengijinkan Zion untuk membawa Chaca.


Zion mengajak Chaca keluar dengan menggunakan mobil.Tapi saat pria itu membukakan pintu depan mobil,Chaca mematung.Melihat hal itu Zion paham dan meminjam motor sport milik Andhika.


"Aku akan mengajakmu ke suatu tempat yang pasti akan membuat mu senang."seru Zion.


Chaca hanya tersenyum tipis dan naik di jok belakang.


Zion membawa Chaca ke bukit yang menyuguhkan pemandangan yang indah.Apalagi hari sudah sore dan itu membuat pemandangan di depannya itu terlihat sangat mempesona.


"Chaca suka?"tanya Zion saat melihat bibir Chaca yang mengembang.


Chaca menganggukkan kepalanya.Dia memejamkan matanya menikmati semilir angin yang menerpa tubuhnya.


Untuk sejenak Zion tertegun.Kini dia tahu kenapa Raka begitu mencintai Chaca, ternyata selain cantik,Chaca juga begitu manis.Bahkan jika Zion bertemu Chaca lebih dulu mungkin dia juga akan jatuh cinta pada pandangan pertama.


Zion menggelengkan kepalanya.Membuang jauh-jauh pikirannya."Jangan bodoh Zion!!Ingat janjimu pada Bos."batin Zion


Zion mengajak Chaca untuk duduk dan mulai berbicara,"Ini adalah salah satu tempat favorit Raka."


Deg


Chaca menatap Zion dengan mata berembun.Setelah kejadian itu tidak ada yang berani mengucapkan nama itu karena takut Chaca akan sedih.Tapi dengan santainya Zion justru mengatakannya.


"Raka mempunyai banyak tempat favorit.Salah satunya bukit ini.Dia akan datang kesini saat dirinya merasa gelisah."Zion menatap Chaca dan kembali berkata,"saat Raka pergi beberapa hari yang lalu,dia terus datang kemari."


"A_apa yang membuatnya gelisah?"tanya Chaca.

__ADS_1


Zion tersenyum,dia mulai menceritakan tentang kehidupan Raka mulai dari saat Raka menolongnya.Yang Zion tahu,Raka adalah orang yang kesepian.Dia lebih sering menghabiskan waktunya di tempat-tempat tertentu yang bisa membuatnya tenang.


"Dia mempunyai banyak teman,tapi dia selalu merasa sendiri.Semua itu karena kepergian Kakek nya.Entah apa yang Raka lalui.Tapi dia sangat berduka dengan kehilangan orang yang sangat berarti di hidupnya."Zion menatap Chaca dan menghapus air mata gadis itu.


"Itu sebabnya Raka nyaman bersamamu karena kalian mempunyai kesedihan yang sama.Tapi dia selalu berusaha untuk terlihat tegar di depan mu karena dia tidak ingin kamu sedih."


"Aku mengijinkanmu menangis hari ini.Tapi aku harap ini yang terakhir kalinya."


Chaca menangis histeris di dalam pelukan Zion.Dia merasa hidup ini tidak adil untuk nya.Disaat dia berhasil bangkit tapi dia harus kembali terpuruk dan kehilangan orang yang dia sayangi.Di depan matanya.


"Kamu masih ingat janjimu pada Raka kan?aku harap kau menepati nya.Dia tidak akan tenang jika kau masih bersedih karena nya.Jadilah gadis yang kuat seperti yang Raka harapkan."


Chaca hanya mengangguk pelan dan mengurai pelukannya."Terimakasih Zion.Hati ku sedikit lebih tenang sekarang."


Zion tersenyum dan mengangguk."Sama-sama."


"O Iya..Di sini akan terlihat lebih indah saat malam hari.Apa kamu mau melihatnya?"


"A_apa boleh?"tanya Chaca ragu.


"Tentu saja.Tapi kamu harus minta ijin Tuan Wira terlebih dahulu.Aku takut beliau khawatir padamu."


Chaca mengangguk dan mulai menelepon Andhika.


"Ka_kak."


Deg


Andhika tertegun.Suara ini??apa benar suara Chaca?Adiknya mau berbicara?


"Kak?Kak Dhika masih disana?"tanya Chaca membuyarkan lamunan Andhika.


"I_iya..Kakak masih di sini.A_ada apa Chaca telepon Kakak?"


"Cha_chaca pengen camping sama Zion.Apa boleh?"


"Chaca ngomong sendiri sama Kakek ya, kebetulan Kakak lagi sama Kakek."Andhika memberikan ponselnya pada Wira.


"Chaca mau ngomong sama kakek."ucap Andhika tanpa bersuara.


Wira terharu cucunya sudah mau bicara.Wira mengambil ponsel Andhika dan menempelkan nya di telinga nya."Ch_chaca mau ngomong apa sama Kakek?"tanyanya dengan bibir bergetar.

__ADS_1


"Chaca pengen camping sama Zion Kek.Cuma malam ini aja.Apa boleh?"


"Te_tentu saja sayang.Boleh kakek bicara sama Zion sebentar?"Chaca menjawab dengan deheman dan memberikan ponselnya pada Zion.


"Iya Tuan."seru Zion.


"Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan pada Chaca.Tapi aku sangat berterimakasih padamu karena sudah membuat Chaca mau berbicara lagi.Aku mengijinkan Chaca untuk kemping dengan mu malam ini.Dan aku percaya kamu akan menjaganya.Terimakasih Zion.Terimakasih."


"Sama-sama Tuan.Ini sudah menjadi tugas saya.Karena saya sudah berjanji pada Raka untuk menjaga hartanya."Zion melirik Chaca sekilas yang nampak bingung dengan ucapannya.


"Iya..Aku percaya padamu.Dan selamat bersenang-senang."


Zion memberikan ponsel itu pada Chaca."Jadi bagaimana?"tanya Chaca.


"Aku akan menghubungi bo....ah.. maksudku temanku.Aku akan menghubungi temanku untuk membawakan peralatan tenda dan perlengkapan lainnya kemari."


Chaca mengangguk dan kembali menatap pemandangan indah di depan nya.


Tidak berapa lama beberapa orang datang membawa peralatan yang dibutuhkan Zion.Mereka mendirikan dua tenda di sana dan sebagian membuat api unggun.


Tapi salah satu dari mereka tidak sengaja terjatuh di dekat Chaca.Dan refleks gadis itu membantu orang itu.


"Kamu gak papa?"tanya Chaca.Tapi pria itu hanya mengangguk memegangi topinya dan pergi.


Chaca mengerutkan keningnya.Dia terdiam.Entah kenapa tiba-tiba jantung nya berdetak kencang.Dia menoleh ke arah pria itu.Ada apa ini? kenapa jantung nya berdetak kencang?


Chaca tidak menghiraukannya dan kembali duduk di tempat semula.Dia menatap binar matahari yang mulai tenggelam di ufuk barat.Sangat indah.Sedangkan pria itu menatap punggung Chaca dan tersenyum.


Setelah semua selesai, teman-teman Zion pergi dan menyisakan Zion dan Chaca yang sedang menikmati makan malam mereka lebih awal.


"Maaf hanya ada mie instan."seru Zion.


"Gak papa.Kalau mau makan steak ya ke restoran gak disini."celetuk Chaca membuat Zion tertawa.


Hari semakin malam.Zion sudah terlelap dalam tidurnya.Tapi Chaca masih enggan untuk menutup mata.Dia masih duduk di tempat semula dan menikmati pemandangan malam dari atas bukit.


Tadi Zion menceritakan semua tentang Raka, tentang keseharian Raka.Bagaimana Raka yang terkenal dingin perlahan menghangat karena dirinya.


Chaca tersenyum.Dia akan mencoba mengikhlaskan kepergian Raka dan memulai hidup baru.Dia tidak lagi takut.Dia akan menghadapi kenyataan tanpa membohongi siapapun lagi.


Ya,Chaca memutuskan untuk menjadi diri nya sendiri.Dengan identitasnya sebagai Cucu pengusaha ternama.

__ADS_1


"Terimakasih Kak.Kakak sudah membuat hidup Chaca lebih berwarna.Kakak tenang aja.Chaca akan baik-baik saja.Dan Chaca bakalan nepatin janji Chaca.I Love You Kak Raka."Setelah mengatakan hal itu Chaca masuk ke tenda nya dan mulai mengarungi mimpi.Chaca memejamkan matanya dan mencari posisi ternyaman.Entah kenapa dia merasa jika Raka ada di sampingnya dan memeluknya.Chaca tersenyum dalam tidur nya.Untuk pertama kalinya setelah kejadian itu,Chaca tertidur dengan nyenyak.


__ADS_2