
"Selamat Siang Adik-adik.. Mohon perhatian nya sebentar..!!!"Seru Chandra.
"Gimana??Masih pada semangat kan..???
"Iya Kak.."Seru peserta camping
"Bagus..!!Kakak akan memberitahu kan agenda kita hari ini.Karena tenda kita belum jadi maka kita selesaikan dulu mendirikan tenda baru kemudian kalian boleh istirahat sambil mempersiapkan untuk acara api unggun nanti malam yang akan di adakan pukul 19:00."
"Di harapkan setiap kelompok menampilkan minimal 1 pertunjukan.Kalian boleh menampilkan apa pun alias bebas."
"Besok baru kita akan melakukan kegiatan kita yang seharusnya kita lakukan hari ini .Kami sengaja mengubah jadwal kegiatan kita karena waktu untuk hari ini tidak cukup untuk melakukan kegiatan yang sudah di siapkan Kakak pembina OSIS."
"Paham semua..!!!"seru Chandra
"Paham Kak...!!!!"Sahut anak-anak kelas 10
"Oke..O ya satu lagi di larang keras keluar dari area camping.Kecuali atas izin Kakak OSIS.Terimakasih perhatian nya dan silahkan lanjutan aktivitas kalian dan tetap semangat..!!!"
Setelah mendapat pengarahan dari Kakak OSIS,Semua peserta kelas 10 mulai melanjutkan mendirikan tenda mereka..
"Nanti malam loe jadi mau nembak Kak Raka..??"tanya Laura
"Jadilah.. Gue Udah mempersiapkan semua nya.Dan gue yakin gue bakal di terima.."
"Gimana kalau loe di tolak???"
"Gak akan...Itu tidak akan terjadi..Gue yakin Raka akan bertekuk lutut di hadapan seorang Marissa.."
"Siapa yang tidak terpesona dengan kecantikan gue..??Iya kan.."seru Marissa lagi.
"Iya..Loe bener.Gue bakalan berdiri di barisan paling depan dan mensupport elo.."timpal Laura
"Thanks Ra..Loe emang sahabat gue.."
''Cih percaya diri sekali dia"
Sivanya yang tidak sengaja mendengar percakapan Marissa dan Laura hanya bisa mencibir nya dalam hati.
"Awas aja kalo sampai Raka ngecewa'in gue..''Sungut Sivanya dalam hati.
Dia berlalu dan menghampiri teman-teman nya.
Waktu terus berlalu.Tidak terasa kini siang sudah berganti malam.
Semua anak kelas 10 Tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti acara api unggun .
Begitu juga dengan kelompok Chaca.Mereka mempercayakan Chaca untuk tampil nanti di acara api unggun.
Walau awalnya Chaca enggan tapi demi kelompoknya akhirnya Chaca mengalah.
"Ayo Adik-adik..Semua harap berkumpul membentuk lingkaran mengelilingi Api unggun.Karena acara akan segera di mulai.."seru Chandra.
Semua mulai berbondong-bondong berkumpul sesuai instruksi dari Chandra.
"Selamat malam Adik-adik.."Sapa Chandra
"Malam Kak..!!!"
"Wah kalian semangat sekali .. Sudah siap untuk bersenang-senang..???"
"Siap Kak...!!!''
"Ok.. untuk pembukaan mari kita sambut penampilan dari Kak Gaby yang akan membawakan sebuah lagu.. Selamat menikmati..."
Semua bertepuk tangan saat Gaby maju di tengah-tengah mereka.
__ADS_1
"Selamat malam Adik-adik..!!!"sapa Gaby
"Malam Kak..!!!"
"Kakak akan membawakan sebuah lagu.Kita nyanyi sama-sama ya..."
Gaby mengeluarkan suara merdu nya .Semua terhanyut dengan suara indah Kakak kelas mereka.
Setelah Gaby selesai menyanyikan sebuah lagu, Chandra kembali berdiri di tengah mereka dan mulai memanggil Tiap kelompok untuk menampilkan performa mereka.
"Beri tepuk tangan yang meriah untuk Kak Gaby..!!!"
Plok plok plok...
"Ok.. Selanjutnya mari kita sambut penampilan dari kelompok cowok.Dari kelompok Harimau yang akan menampilkan sebuah aktraksi.. Selamat menikmati.."
Kelompok Harimau maju dan menampilkan sebuah Aktraksi di mana mereka bermain dengan Api.
Mereka begitu lihai seolah mereka seorang yang profesional.
"Waw....Sungguh mengagumkan..Good Job untuk kelompok Harimau.Dan untuk yang lain jangan mencoba nya di rumah tanpa pengawasan ahlinya. Oke.."
"Oke Kak.."
"Baik.. Untuk selanjutnya..Mari kita sambut kelompok Melati yang akan membawakan sebuah lagu untuk kita.. Silahkan Kelompok melati."
Marissa sebagai perwakilan dari kelompok Melati maju ke depan.
Sivanya dan yang lain saling melirik satu sama lain saat melihat Marissa.Mereka berdecih tidak suka pada gadis itu.
"Selamat malam semuanya..!!!"sapa Marissa
"Malam cantik.."
"Malam Ica .."
Sahut para pria peserta camping.
Marissa tampak malu-malu mendengar nya.Tapi kemudian dia melirik Raka yang berkumpul dengan anggota OSIS lainnya.
"Sebelum Ica membawakan sebuah lagu,Ica pengen bilang sesuatu."
Semua mulai mendengar Dengan serius ucapan Marissa.
"Ica sebenarnya suka sama seseorang.Dan malam ini Ica pengen ungkapin perasaan Ica lewat lagu ini."
Semua terdiam menunggu lanjutan dari ungkapan Marissa.
"Lagu ini Ica persembahan untuk pria yang sudah berhasil buat hati Ica berdebar.Kak Raka..Ini untuk Kakak.."
Semua tampak terkejut begitu juga dengan Chaca.Tapi dia mencoba menetralkan perasaan nya dengan tersenyum.
Musik mulai di putar, Marissa bernyanyi sambil mendekati Raka
*Bahagia ku bersamamu
Senang bila dekat dengan mu
Kamu mahluk yang Aku tuju
Yang lain Aku tidak mau
Genggam erat tangan ku sayang
Dan jangan pernah kau lepaskan
__ADS_1
Karena aku butuh bimbingan
Cinta ku jangan kau lewatkan
Bahagia Aku bila bersama mu
Tenang hati ku dalam pelukanmu
Tetap dengan ku hingga kau menua
Hingga memutih rambutmu
Senang Hati ku Hidup bersama mu
Belahan jiwa jaga lah diri ku
Karena dengan mu damai lah hati ku
Menua lah bersama ku*
Selesai menyanyikan lagu, Marissa berdiri di depan Raka.
"Kak Raka..Ica suka sama Kakak.."Marissa memberikan setangkai bunga mawar.
"Kakak mau gak jadi pacar Ica..?? Kalau Kakak terima Ica, Ambil bunga ini.Tapi jika tidak buang bunga ini.."
Raka terdiam.Dia melihat Chaca yang memalingkan wajahnya.
Selama Marissa menyanyikan, Pandangan Raka tidak lepas dari Chaca..
"Kak..!!!"Panggil Marissa karena Raka tidak kunjung menjawabnya.
Raka melihat Marissa sejenak kemudian beralih pada Chaca.
Dia mengepalkan tangannya dan mengambil bunga itu.Tanpa kata-kata,Raka pergi meninggalkan acara api unggun.
Marissa diam mematung.Beberapa detik kemudian dia bersorak karena cintanya di terima oleh Raka.
Semua bertepuk tangan.Tapi bukan karena ikut senang tapi karena mereka bingung karena mereka mengira jika Raka masih berpacaran dengan Chaca.
Melihat Raka yang menerima Marissa membuat mereka berfikir jika rumor mereka putus itu adalah benar.
"Ck.. Kenapa Raka Nerima si Merica Sih.."gerutu Andra
"Nama nya Marissa bukan Merica.."sahut Chandra
"Loe gak liat cara dia berpakaian..Ini malam tapi dia malah pake baju kurang bahan kaya gitu.Bikin mata pedes aja Sama kayak namanya..Pedes ."sungut Andra
"Harus nya kita bikin peraturan soal berpakaian.."sambung nya.
Chandra hanya manggut-manggut di samping Andra
"Gue lebih suka Raka sama Chaca dari pada cewek itu"seru Reva
"Raka jadi lebih hangat jika bersama Chaca.Sayang banget kalo mereka putus.."sambungnya
"Iya..Gue juga ngerasa gitu.."timpal Gaby.
Andhika terdiam.Dia mengepalkan kedua tangannya dan memilih pergi.
"Loe gak papa kan Cha...??!"Tanya Sivanya
"A_apa..???Cha_chaca baik-baik aja Siv.."seru Chaca..
"*Bohong loe Cha..Gue liat loe dari tadi nahan biar gak nangis kan..??"batin Sivanya
__ADS_1
"Kenapa dada Chaca sesak sekali..??Rasa nya sangat sulit untuk bernafas*.."