
Saat ini,Raka dan Chaca berada di Ruang makan.Mereka duduk berhadapan.Raka menatap binar makanan yang tersusun rapi di atas meja.Terlihat sangat enak.Chaca menggeleng kan kepalanya pelan.Dia berdiri dan mengambil kan nasi untuk Raka.
"Mau pakai apa?"tanya Chaca.
Raka tersenyum menatap Chaca."Sop ayam aja."Jawab Raka singkat.
"Gak mau pakai yang lain?"
"Nanti aja."
Chaca mengambilkan nasi dengan sop Ayam dan memberikan nya pada Raka.Dengan senang hati, Pria itu menerima nya.Bahkan dia tersenyum manis menatap Chaca.
"Cocok ."celetuk Raka
Chaca mengerutkan keningnya."Cocok apanya?"Gadis itu mengambil nasi untuk dirinya dengan lauk Udang goreng kesukaan nya.
"Chaca sudah cocok jadi seorang istri.Kakak mandi, Chaca masak.Pas makan Chaca melayani Kakak,Ambilin Kakak makan.Udah kayak suami istri kan?Cuma pelayanan di kamar aja yang belum."
Chaca menatap Raka tajam.Apa katanya? Pelayanan kamar? Kenapa akhir-akhir ini Kekasihnya itu selalu berkata mesum?.Astaga..Apa Raka sudah kebelet nikah?.
Raka menunduk menahan tawanya.Dia menikmati masakan Chaca dan berpura-pura tidak melihat Chaca yang menatap tajam diri nya.
"Mesum." celetuk Chaca."Kakak bikin Chaca takut tidur satu kamar sama Kakak."seru Chaca
"Kenapa takut?Kakak gak bakalan maksa Chaca buat lakuin itu.. Kalaupun iya, Pasti udah kakak lakuin waktu kita di gubuk hutan pas camping kemaren."terang Raka.
Memang benar.Raka tidak melakukan apapun selain mencium nya dan menyentuh tubuhnya.Padahal jika Raka mau,Dia bisa melakukan nya malam itu karena keadaan mereka yang mendukung.
Ah..Entah kenapa mengingat hal itu membuat Chaca malu.Malu karena waktu itu Chaca sempat menginginkan lebih.Untung saja Raka bisa menahan nya.Kalau tidak pasti Chaca sudah menyesal sekarang.
"Kenapa diem?Mau lagi."goda Raka
"A_apa?M_mau apa?"tanya Chaca gugup
"Kayak malam itu..!''ucap Raka
"Kakak cobain deh..Udang nya enak lho..Di cocol sambal kek gini..emm enak..!!"Chaca mengalihkan pembicaraan mereka.Dia tidak mau mengingat kejadian malam itu .. Sungguh memalukan.
"Chaca aja..Kakak pake sop ayam aja udah cukup."tolak Raka
"Kakak gak suka udang?"tanya Chaca
"Kakak suka apapun yang Chaca masak.Karena Kakak tahu,Chaca menggunakan bumbu cinta di dalamnya."goda Raka
"Ck..Tadi mesum sekarang gombal.Siapa sih yang ngajarin Kakak kayak gitu? Perasaan dulu Kakak gak kayak gini deh."sungut Chaca.
__ADS_1
"Gak ada yang ngajarin Kakak.Ini inisiatif Kakak sendiri.Karena Kakak takut sikap kakak kemarin yang bikin Chaca pergi dari Kakak."lirih Raka.
Chaca terdiam.Dia tidak menyangka Raka berfikir seperti itu.Begitu takut kah Raka kehilangan dirinya?Apa keistimewaan yang Dia miliki sampai-sampai Raka takut kehilangannya?
"Kak..!!."Chaca menggenggam tangan Raka.."Chaca minta maaf karena sempat pergi dari Kakak.Kakak gak perlu melakukan hal yang tidak Kakak ingin kan.Chaca lebih suka Kakak yang apa adanya.Jangan pernah berubah, Jadilah diri Kakak sendiri."
Raka tersenyum dan membalas genggaman tangan Chaca."Kakak masih sama seperti dulu, Seperti yang Chaca kenal.Kakak hanya ingin membuat Chaca nyaman aja sama Kakak.Lagipula, Sekarang kita sudah bersama lagi.Chaca juga udah mengakui perasaan Chaca ke Kakak.Dan membalas Cinta Kakak.Itu sudah cukup untuk Kakak.Kakak Hanya ingin menjaga nya Sayang.Agar Cinta kita semakin besar dan kekal abadi"
Nyess
Hati Chaca meleleh mendengar ucapan Raka yang terdengar begitu dalam.Tidak salah dia menjatuhkan pilihan hatinya pada Raka.
"Perlu Chaca tahu..Kakak kek gini cuma sama Chaca.Sama yang lain Kakak gak bisa."imbuh Raka
"Kenapa gak bisa?"
"Kakak senyum aja udah ada yang cemburu."Raka melirik Chaca sekilas.
Chaca berdecak dan melepaskan genggaman tangan nya."Siapa juga yang Cemburu?"
"Yakin??Boleh nih Kakak......"
"GAK.."Jawab Chaca cepat.
Raka terkekeh dan melanjutkan makan makanan nya."Kalau cemburu bilang aja..Kenapa harus gengsi ."ledek Raka
Raka tertawa lepas.
"Kakak udah selesai makan."seru Raka.
"Udah?Gak cobain Udang nya dulu?Enak lho.."
Raka terdiam sejenak.Dia tersenyum dan mengambil udang goreng buatan Chaca dan memakannya.
"Udah..Kakak mau istirahat.. Capek."seru Raka.
"Iya udah..Kakak istirahat gih!!.Biar Chaca beresin meja makan dulu."
Raka mengangguk dan pergi ke kamar dengan langkah yang lebar.Dia memegang dadanya yang terasa sesak.
Sesampainya di kamar,Dia mencari obat yang ada di dalam tasnya.Setelah mendapatkan nya dia minum beberapa butir lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Nafasnya mulai teratur.Tapi wajahnya masih memerah.Dia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut agar Chaca tidak melihat nya.
Sementara itu,Chaca yang sudah selesai membereskan meja makan dan mencuci piring, terlihat menyusul Raka ke kamar.
__ADS_1
Dia melihat Raka yang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut."Kakak pasti lelah ngurusin Chaca."gumam Chaca.
Chaca tidak ingin mengganggu Raka.Jadi Dia memilih pergi ke taman belakang Villa.Tapi Belum sempat Dia menutup pintu,Chaca melihat sesuatu tergeletak di lantai.
Chaca masuk perlahan dan mengambil benda itu.''Obat?Punya siapa ini?Apa punya Kak Raka?"batin Chaca.
Karena tidak tahu itu obat apa,Chaca berinisiatif memfoto botol obat tersebut dengan ponselnya.Entah kenapa dia merasa ini bukan obat biasa.
Setelah nya,Dia memasukan obat tersebut ke dalam tas Raka dan keluar dari kamar tersebut.
Di taman belakang.Chaca masih kepikiran dengan botol obat itu.Apa benar itu obat Raka?Tapi itu jenis obat apa?Dia yakin itu bukan vitamin.
"Apa Chaca tanya Dokter Rena aja ya?Dia kan dokter.Pasti tahu itu obat apa?"Chaca mengetik pesan untuk Dokter Rena.Dia tidak mau menelepon nya karena takut mengganggu nya.Terlebih Dia belum siap mendengar Dokter itu menanyakan keadaan nya.
"✉️ Dokter Rena..Chaca mau tanya, Dokter tahu gak ini obat apa?"
Chaca mengirim pesan beserta foto botol obat milik Raka.
Ting
1 Pesan di terima
"Cepet banget balesnya."gumam Chaca.Dia membaca isi pesan dari Dokter Rena
✉️Dokter Rena:"Itu sejenis obat untuk alergi.Bisa alergi karena makanan, minuman atau alergi hewan.Tapi obat itu berdosis cukup tinggi.Jadi jangan sering-sering meminumnya.Lebih baik Hindari sesuatu yang bisa membuat Alergi kambuh."
"Alergi?Kak Raka Alergi?Tapi Alergi Apa?"Chaca kembali mengetik pesan untuk Dokter Rena.
✉️Chaca:"Gejala nya seperti apa Dok jika alergi nya kambuh?"
✉️ Dokter Rena:"Ada bermacam-macam,Bisa sesak nafas,muncul ruam-ruam merah,gatal,Pusing,mual . Tapi tidak semua penderita alergi mengalami itu semua.Bisa hanya gatal dan pusing,bisa hanya mual.Jadi berbeda-beda."
Deg*
Tiba-tiba bayangan Awal dia dekat dengan Raka muncul di ingatan nya.
Saat itu Chaca memasak sayur kangkung dan Udang goreng.Raka memakan masakan buatan nya.Dan tidak berapa lama Raka pergi ke ruang tamu dan tidur dengan wajah yang tertutup tangan.Chaca bisa melihat wajah Raka yang memerah.Tapi pemuda itu bilang Dia tidak apa-apa.
Dan lagi saat berangkat Camping di sekolah,Raka juga makan nasi goreng seafood miliknya dan Raka melakukan hal yang sama, Tidur dengan wajah yang tertutup tangan.
Dan saat Chaca memaksa Raka mencicipi Cumi kesukaan,Raka juga buru-buru pamit ke kamar.
"J_jadi Kak Raka alergi Seafood?"Chaca meneteskan air matanya.Dia merasa bersalah pada Raka.
Dia merasa tidak pantas untuk Raka karena tidak tahu apa-apa tentang Pemuda itu.
__ADS_1
"Chaca memang Bodoh..Hiks.hiks..Maafin Chaca Kak."