
Dua hari telah berlalu setelah terapi ekstrim yang Raka lakukan diam-diam untuk Chaca.Dan kini terlihat perubahan pada diri Chaca.Gadis itu terlihat lebih berani.Bahkan saat dia tidak sengaja melihat pria yang memukul wanita di pinggir jalan,dengan berani nya Chaca memukul pria itu.Untung nya ada Raka yang memasang badan saat pria itu tidak terima dan ingin membalas perbuatan Chaca.Chaca terus meneriaki dan memaki pria itu.Hal itu mengingatkan Raka saat pertama kali bertemu dengan Chaca di mana gadis itu tengah berhadapan dengan preman yang mengganggunya.Bedanya dulu Chaca memilih lari sedangkan sekarang Chaca terus memancing perdebatan.Sungguh menakjubkan.
Untuk itu hari ini Raka akan membawa Chaca ke basecamp nya.Dia akan memperkenalkan Chaca dengan Zion dan mengajarinya sedikit tehnik ilmu beladiri dan penggunaan senjata.
"Kita mau kemana Kak?"tanya Chaca
"Nanti Chaca juga tahu.Yang pasti kita akan pergi ke tempat yang menyenangkan yang belum pernah Chaca datangi."
Chaca mengerutkan keningnya.Tempat menyenangkan yang belum pernah dia datangi?Apa mereka akan berkencan?Tapi sepertinya tidak.Karena mobil Raka melaju ke arah hutan.Apa mereka akan berburu?tapi kenapa Raka tidak membawa peralatan berburu?
Entahlah.Chaca tidak mau ambil pusing.Dia menatap lurus ke depan saat mobil Raka mulai memasuki hutan.Dan tidak berapa lama mereka berhenti di depan bangunan yang terbengkalai dan seperti tidak berpenghuni
"Kita sudah sampai."seru Raka.
"A_apa? sampai?"Chaca melihat bangunan di depan nya.Terlihat menyeramkan dan membuat bulu kuduk Chaca meremang
"Ayo kita turun !!"Raka keluar lebih dulu.Dia mengitari mobil nya dan membuka pintu mobil untuk Chaca.
"Ayo!!"
Chaca menelan Saliva nya kasar.Dia turun dari mobil dan menatap bangunan itu lagi.Apa mereka akan melakukan uji nyali? pikir Chaca.
Raka menggenggam tangan Chaca dan menuntun nya masuk kedalam.
"Kak..!!"Chaca menahan lengan Raka."Ini tempat apa? kenapa kita kesini?Kita mau uji nyali?"tanya Chaca penasaran.Sejujurnya dia lebih takut dari pada penasaran.
Raka tertawa.Pemuda itu tidak menjawab dan malah menarik Chaca untuk masuk ke rumah tersebut.
Tapi sesampainya di dalam,Chaca justru di buat kagum dengan interior design setiap sudut ruangan di sana.Sebenarnya ini tempat apa?Di luar tempat ini terlihat seperti bangunan terbengkalai yang menyeramkan,tapi saat masuk, tempat itu terlihat sangat mewah.
"Kak...."ucapan Chaca terhenti saat melihat seseorang mendekati mereka.Siapa dia?dan lagi, Chaca baru sadar jika ada beberapa orang berbadan besar yang berdiri tidak jauh dari mereka.Siapa sebenarnya mereka?
"Selamat siang Bo..eh.
__ADS_1
Ma_maksudku Raka."seru pria itu.
Raka tersenyum kikuk dan menepuk bahu pria itu."Siang juga Zion.Apa kabar?"
"Ba_baik Ra_raka."
"Gue harap loe bisa jaga sikap selama di depan Chaca.Dan jangan panggil gue bos atau Chaca akan curiga sama gue.Apa loe paham?"bisik Raka.
Susah payah Zion menelan ludah nya.Bisikkan Raka bagaikan ultimatum untuk nya.Jika sampai dia salah bicara maka tamatlah riwayat nya.Sedangkan bodyguard yang lain tidak diijikan berbicara kecuali di tanya terlebih dahulu.Ini sungguh tidak adil untuk Zion.
"Kak..!!Dia.."Chaca menunjuk pria yang berdiri di samping Raka.
"Oh..Kenalin,dia Zion.Temen kakak."
Zion mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Chaca."Zion."ucapnya.
"Chaca."balas Chaca.
"Jadi kakak ngajak Chaca kemari buat ngenalin Chaca sama Zion.Dia ini pelatih di sini.Dia bisa beladiri dan juga ahli menggunakan senjata."
Raka mengangguk dan mengajak Chaca ke arena pelatihan.Di sana banyak sekali peralatan untuk latihan seperti panah, senjata api dengan berbagai jenis dan ukuran, senjata tajam dari belati sampai katana.benar-benar seperti berada di markas mafia.
"Chaca mau coba?"tanya Raka.
"Apa boleh?"
"Tentu saja.Zion akan mengajari Chaca cara menggunakan peralatan di sini.Dia ahlinya."seru Raka.
"Apa loe sedang menghina gue?sudah jelas loe lebih hebat dari gue.Dasar."gerutu Zion dalam hati.
Chaca masuk ke arena pelatihan bersama Zion.Dia belajar menggunakan senjata api dengan mencoba membidik papan target.Tidak hanya itu,dia juga belajar menggunakan Panah dan katana.
Di luar dugaan, Ternyata Chaca cukup berbakat dalam menggunakan senjata.Bahkan gadis itu terlihat serius saat berlatih dan tidak ada rasa takut sama sekali.Melihat hal itu,Raka semakin yakin jika Chaca sudah sembuh dari penyakitnya.
__ADS_1
Cukup lama mereka berlatih hingga Chaca kelelahan dan tertidur di kamar Raka.
"Mana cewek loe?"tanya Zion saat bertemu Raka di ruang tamu.
"Dia tidur di kamar gue."
Mendengar hal itu,nada bicara Zion tiba-tiba berubah."Kenapa Bos ajak dia kemari?"
Raka mengangkat sebelah alisnya."Kenapa nada bicara loe berubah?Gue lebih suka loe bicara ke gue kayak tadi."
"Itu karena saya masih sayang nyawa."gumam Zion yang masih terdengar oleh Raka.
Raka berdecak.Padahal dia nyaman saat Zion bicara santai dengan nya.Bagaimanapun Raka sudah menganggap Zion sahabat nya.Tapi pria itu tetep kekeuh tidak mau melakukan nya.
"Gue pengen ngomong serius ke elo.Ini mengenai Chaca."Raka menatap Zion serius.
"Gue pengen saat gue gak ada nanti,Elu jaga Chaca."
Deg
"A_apa maksud bos? Menjaga Chaca??"
Raka mengangguk."Elu tahu maksud gue Zion.Walaupun dia dari keluarga yang kaya bahkan mereka bisa menyewa bodyguard untuk Chaca,Tapi gue lebih percaya sama loe.Gue bakalan tenang jika loe ada di samping Chaca."
Zion terdiam.Jadi ini alasan Raka mengajak Chaca kemari.Selain untuk melatih gadis itu, tapi juga untuk mengenal kan Chaca dengan dirinya.Tapi kenapa harus dirinya yang Raka percaya untuk menjaga Chaca?
"Selama ini loe selalu ada di samping gue.Loe jaga gue.Bahkan loe rela berkorban demi gue.Makanya gue percayain Chaca ke elo.Anggap dia adalah gue.Loe ngerti kan maksud gue?"
Zion mengangguk.Dia berjanji akan menjaga harta seorang Raka.Chaca,gadis yang sudah membuat Raka menghangat dan memberi kenyamanan untuk pemuda itu.Zion juga akan memperlakukan Chaca seperti saat bersama Raka.
Setelah selesai berbincang dengan Zion,Raka menyusul Chaca ke kamar.Dia ikut berbaring di samping Chaca dan memeluk gadis itu dari belakang
"Kakak seneng Chaca sudah sembuh.Jadi Chaca bisa menjalani hidup normal sama seperti orang lain.Tapi sebelum Kakak pergi, Kakak bakalan buat Chaca menjadi wanita tangguh agar Chaca bisa menjaga diri Chaca saat kakak gak ada di samping Chaca ."
__ADS_1
"I Love You my girl."Raka mencium pipi Chaca dan ikut tertidur.