
Raka menengadah kan tangannya di depan tenda.
"Hujan..???"
"Apa semua sudah kembali ??"tanya Andhika
"Sudah Dhik.."seru Andra
"Apa loe yakin??"
"Setelah selesai mengerjakan tugas mereka, masing-masing ketua regu melapor jika anggota mereka sudah kembali.."terang Andra.
Andhika hanya menganggukkan kepalanya.Sedang Raka hanya menoleh sekilas dan kembali melihat hujan di luar sana.
"Tapi kenapa hati gue gelisah,, Seperti telah terjadi sesuatu.. Semoga saja itu hanya perasaan gue saja ."batin Raka.
Sementara itu di dalam tenda sakura, Mereka sedang meringkuk kedinginan karena hujan turun begitu deras.
"Gue benci hujan.Gue jadi gak bisa kemana-mana"gerutu Dayana
"Jangan bicara kayak gitu.Hujan itu salah satu berkah dari Tahun."sahut Alya
"Iya tapi jangan pas Kita camping dong"
Sivanya Hanya menggelengkan kepalanya.Dia menatap keluar tenda.Tidak sedikit anggota OSIS yang mondar-mandir mengecek atau sekedar memastikan keadaan Adik kelasnya.
"Kira-kira Chaca lagi ngapain ya..??Ujan-ujan sama mas mantan berduaan??"
Plak
"AW... Kenapa loe pukul kepala gue sih Mon..??"Sungut Alya
"Habisnya itu isi kepala pasti ngeres pikirannya.."
Alya berdecak dan memilih untuk diam.
"Tapi gue juga penasaran kali Mon..Gue yakin loe juga kan..??"Sahut Syakilla.
"Sudah-sudah.. Kenapa pada ribut sendiri sih.. Harus nya kita tu berdoa semoga mereka baik-baik saja.Apalagi hujannya deres banget.Mau berteduh di mana coba mereka.."seru Indira
"Iya-iya.."
Sivanya kembali menggelengkan kepalanya mendengar perdebatan teman-teman nya . Dalam hati nya sebenarnya dia khawatir dengan Chaca.Tapi dia memilih diam karena takut membuat semuanya ikut khawatir.
Dia masih setia menatap ke luar tenda . Hingga pandangan nya tertuju pada seseorang.Tapi karena Hujan semakin deras membuat pandangan nya terhalang.
"Itu kayak Kak Raka..!!!"
"Loe bilang apaan barusan Siv..??"tanya Monica
"Coba liat deh..Itu Kak Raka bukan sih..?"
Monica dan yang lainnya menyipitkan matanya melihat orang yang di tunjuk oleh sivanya.
"Iya loe bener..Itu Kak Raka .Tapi kenapa dia sendiri..Chaca mana..??"
"Gue kesana dulu..Gue mau pastiin.Siapa tau Chaca ada di tenda OSIS.."seru sivanya
__ADS_1
"Kita ikut Siv..."Sahut Dayana
"Kalian disini aja..Gue cuma sebentar.."
Sivanya memakai jas hujan dan berlari menembus deras nya hujan menuju tenda OSIS.
"Kak Raka..!!!"panggil Sivanya
"Ada apa..?? Kenapa kemari..??"tanya Raka
"Chaca mana..??"
Raka mengerutkan keningnya.."Chaca??? Kenapa tanya sama Kakak.. Bukannya dia sama kalian???"
Semua yang ada di tenda menatap bingung dengan pertanyaan Sivanya.Terutama Andhika.Dia mendekati Sivanya dan meminta penjelasan dari gadis itu.
"Apa maksud loe tanya Chaca ke Raka..??"tanya Andhika
"Bukannya Kak Raka ngajak Chaca ketemuan di tempat kita menanam tanaman tadi.."seru Sivanya
"Loe jangan sembarang ngomong.Dari tadi gue ada di tenda.Gue gak ikut mengawasi kegiatan hari ini karena gue punya tugas sendiri"
"Loe Jangan becanda Kak..!!"
"Apa muka gue ini keliatan becanda??Kalo loe gak percaya tanya aja anak-anak yang lain.."seru Raka
"Ja_jadi Chaca...???"
"Jawab Gue...Ada apa sebenarnya?? Kenapa loe tanya Chaca ke gue..??"
"Waktu kita istirahat,Chaca nemuin surat dari Loe..Loe bilang pengen ketemuan sama dia..Di sana.Jadinya kita ninggalin Chaca karena gak pengen ganggu kalian"
"Hiks hiks..Gu_gue gak becanda Kak..Yang lain juga baca surat itu.."
"****..."Raka berlari menerobos hujan tanpa perduli tubuhnya basah kuyup.Bahkan dia tidak menghiraukan panggilan teman-temannya.
"Hiks hiks... Kenapa gue bodoh banget..Harusnya gue nemenin Chaca.."
Andhika terlihat mengepalkan tangannya.Dia mencoba mengontrol emosi nya..
"Andra..!!!"panggil Andhika
"Iya Dhik.."
"Tunjuk beberapa anak PKS untuk membantu pencarian Chaca.."
"Siap Dhik.."
"Maaf Kak..hiks..Maaf.."Seru sivanya
"Ini bukan salah loe..Ada seseorang yang ingin menyelakai Chaca dengan menggunakan nama Raka.."
"Apa peta nya masih sama loe?? "tanya Andhika
Sivanya menggelengkan kepalanya.."Gue kasih ke Chaca."
"Sial.."
__ADS_1
"Dhik...Cuma Raka yang tahu tempat itu karena dia yang cari lokasi khusus kelompok Chaca.."seru Chandra
"Iya gue tahu.. Jadi kita harus bagaimana sekarang??Gak mungkin kita diem aja.."
"A_apa maksud nya??"tanya sivanya
"Kita sengaja kasih peta yang berbeda untuk tugas kali ini agar kejadian kemarin tidak terulang kembali.Tapi siapa tahu malah lebih parah.Dan khusus kelompok Kalian Raka yang mencari lokasi nya Jadi hanya dia yang tahu tempat nya.."
"Gue masih ingat tempatnya kak.."seru Sivanya
"Loe yakin??"
"Iya gue yakin.."
"Oke kalau begitu loe ikut kita cari Chaca.."
Sivanya menganggukkan kepalanya.Sementara itu teman-teman Chaca begitu gelisah karena Sivanya terlalu lama untuk sekedar memastikan keadaan Chaca.
"Siva koq lama ya..??"seru Dayana
"Iya.. Perasaan gue jadi gak enak ni.."
"Udah..Kita berdoa aja semoga semua baik-baik saja"
"Itu Siva...!!!"seru Monica
Sivanya masuk ke tenda dan mengambil tas ranselnya yang berisi obat-obatan
"Loe kenapa Siv..Kok bawa-bawa obat-obatan??"
Bukannya menjawab Sivanya justru menangis..
"Loe kok nangis Siv..??"
"Jangan bikin kita takut Siva.."
"Ada apa sebenarnya??"
Sivanya menceritakan semua nya pada teman-temannya..
"Astaga...Chaca..."
"Kita ikut cari Chaca siv.."seru Syakilla
"Hiks hiks..Chaca.."
"Kalian di sini saja..Gue takut malah ngerepotin yang lain kalo sampai kalian kenapa-napa.Biar gue aja yang jadi peta buat mereka."seru Sivanya
"Tapi siv..."
"Gue tahu kalian juga khawatir sama Chaca . Kalian berdoa aja semoga Chaca baik-baik saja.."
"Gue berangkat dulu.."
"Hati-hati Siva.."seru teman-teman Siva
Sivanya mengangguk dan keluar dari tenda untuk membantu mencari Chaca.
__ADS_1
"Ya Tuhan.. Tolong lindungi Chaca.."Teman-teman Chaca saling berpelukan menguatkan satu sama lain..