
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Malam hari yang begitu indah.
Dan malam hari yang begitu indah ini, Al benar - benar menghabiskan malamnya dengan penuh kebahagiaan. Akhirnya penantiannya selama satu minggu ini cukup berbuah manis.
*****
Jika Al sedang menikmati malam indahnya bersama sang istri, maka beda halnya dengan seorang wanita muda yang saat ini nampaknya tengah fokus menatap pada layar ponselnya.
Diandra nampak menaik turunkan jempolnya pada layar ponselnya. Dengan teliti ia memeriksa beberapa email yang masuk.
Dengan menyandarkan punggungnya di sandaran kasur, ia melihat salah satu email dari sebuah perusahaan yang sangat ia kenal namun sudah lama tidak pernah bekerja sama lagi dengan perusahaan nya.
" Alamat email ini kan milik perusahaan Al, kenapa email ini masuk lagi, aku kan sudah lama tidak melakukan kerja sama dengan perusahaan Al, terus kenapa alamat email perusahaan nya bisa masuk? ". Gumam Diandra dengan segala kebingungan nya.
Diandra pun mulai membuka isi dari email itu, ia membacanya dengan begitu teliti, dan ternyata benar, papanya sudah bekerja sama dengan perusahaan Al. Dan email ini adalah email pertama yang dikirim oleh G. Group.
" Pantas saja email ini baru masuk, jadi kerjasama nya masih baru akan di mulai ". Gumam Diandra setelah memahaminya.
Setelah semua email telah selesai di bacanya, kini Diandra mulai meletakkan kembali ponsel miliknya itu di atas meja yang ada di samping ranjang kasurnya.
" Akhirnya selesai juga ". Gumamnya.
Namun sejurus kemudian, tanpa sengaja Diandra mengarahkan pandangannya pada sebuah benda cantik berbentuk hati yang saat ini sedang bertengger di meja.
Ya, benda itu adalah cinderamata, sebuah benda cantik yang tersusun dari kulit kerang yang dibentuk menyerupai bentuk simbol cinta.
Diandra meraih cinderamata itu, meski sudah lama, namun keindahan dari benda yang berbentuk hati itu tetap tak memudar. Iya, cinderamata indah ini adalah Al yang pernah memberikan nya dulu di saat Al dan juga dirinya sedang berlibur ke pantai.
Diandra teringat akan masa - masa nya saat berlibur ke pantai dulu.
" Al, cinderamata ini kamu yang memberikan nya untuk ku, kamu mengatakan kalau benda ini lambang dari perasaan mu untukku, semoga kamu tidak pernah lupa itu Al ".
" Maafkan aku yang meninggalkan mu secara sepihak ". Gumam Diandra.
Masih teringat jelas dalam benaknya bagaimana keromantisan yang pernah Al berikan pada nya dulu.
" Enak ya Al ikan bakarnya aku suka ". Seru Diandra dengan tetap setia pada kunyahan nya.
" Iya enak, kamu suka Di? ". Tanya Al dengan senyumannya.
" Iya sangat suka, ya meski hanya ada nasi, ikan bakar sama kerupuk, tetap saja rasanya sangat enak ". Sahut Diandra.
" Aku ingin deh Al, di setiap akhir pekan kita bisa liburan ke pantai ini, meski pemandangan pantainya tidak seindah pantai - pantai wisata yang ada di luaran sana tapi makanan di sini sangat enak ".
" Dan kenapa kamu baru mengajakku liburan ke sini sekarang, kenapa tidak dari dulu?, kan seru kalau setiap akhir pekan kita bisa liburan di pantai ini Al ". Cerocos Diandra.
" Ya mana aku tahu kalau kamu menyukai tempat ini Di, aku juga baru tahu kalau di daerah pantai ini ada kuliner seenak ini, aku baru mengetahuinya dari Rendi kemarin ". Sahut Al jujur.
" Apa, jadi kamu dapat ide liburan ke pantai ini dari Rendi, bukan dari ide kamu sendiri, huuh tidak romantis ". Sahutnya ketus.
Al yang mendengar sahutan nya pun hanya tersenyum canggung.
Diandra masih tetap melanjutkan makannya itu dengan perasaan kesalnya, bahkan bibirnya terlihat sangat manyun.
" Di, kamu marah padaku Di? ". Tanya Al.
__ADS_1
" Tidak, aku tidak marah ". Sahut nya cemberut dengan terus memakan kerupuknya.
Melihat Diandra yang masih terus memanyunkan bibirnya dengan sambil makan kerupuk, entah mengapa Al ingin sekali menyambar kerupuk itu dari mulut Diandra.
Dan... hap...
Al langsung menyambar bagian kerupuk dari belah bibir Diandra yang masih separuh masuk itu.
" Hah Al ".
Diandra langsung membelalakkan kedua bola matanya, ia begitu terkejut dengan tingkah Al yang tiba - tiba mengambil makanan dengan menyambar bibirnya.
Plak... plak... plak... plak... Diandra memukul - mukul lengan kekar Al.
" Aw sakit Di, kenapa kamu memukul ku? ". Seru Al dengan menahan serangan dari Diandra, padahal Al hanya berpura - pura sakit karena di pukuli.
" Habisnya kamu nakal iiih... kamu nakal Al ". Pekik Diandra dengan tetap memukul - mukul lengan Al.
" Tapi kamu suka kan hahahaha... ". Tawa Al dengan begitu senangnya karena sudah berhasil mengerjai kekasihnya.
Diandra tidak lagi memukul Al, ia sudah lelah jika harus meladeni kekasih nya yang terkadang susah di tebak itu, namun meski begitu tidak di pungkiri juga jika jauh di dalam lubuk hatinya Diandra merasa sangat senang karena Al bersikap sangat manis padanya.
Setelah sekitar tiga puluh menit sepasang kekasih itu menikmati makanannya, akhirnya selesai sudah. Perut terasa kenyang hati pun menjadi senang.
" Habis ini kamu ingin ke mana Di? ". Tanya Al, ia memang sengaja menanyakan nya karena Al ingin benar-benar menghabiskan akhir pekannya untuk mengajak liburan sang kekasih.
" Bagaimana kalau kita naik perahu itu? ". Tunjuk Diandra pada sebuah perahu yang ada di sekitar pantai.
" Emm, boleh juga ". Sahut Al.
Sepasang kekasih itupun akhirnya mulai beranjak dari tempat duduk mereka, namun belum sempat Al dan Diandra melangkah tiba - tiba saja datang seorang gadis kecil, mungkin usianya sekitar tujuh tahun.
Nampak beberapa kerangka hiasan dari kulit kerang sedang di bawanya.
" Iya, ada apa adek? ". Sahut Diandra ramah pada gadis kecil itu.
" Beli karya kerajinan ku dong kak, ini bagus loh ". Sahut gadis kecil itu dengan mempromosikan karya kerajinan nya.
Diandra nampak melihat - lihat macam - macam karya kerajinan yang di jual oleh gadis kecil itu, namun sepertinya ia tak kunjung menemukan nya, hingga...
" Dek aku beli yang ini ya ". Sahut Al tiba - tiba dengan meraih, sebuah karya kerajinan yang berbentuk simbol cinta atau love.
" Berapa ini harganya dek? ". Tanya Al.
" Itu murah kok kak, hanya dua puluh lima ribu saja ". Sahut gadis kecil itu dengan polosnya.
Tanpa banyak bicara, Al pun langsung merogoh dompetnya dan memberikan sepuluh lembar uang seratus ribuan pada gadis kecil itu.
" Wah kak, ini uangnya terlalu banyak ". Seru gadis kecil itu.
" Tidak apa - apa ambillah ". Sahut Al.
" Terima kasih kak, kakak baik sekali ". Sahut gadis kecil itu dengan senyuman manisnya.
" Iya, tetap semangat jualannya ya, biar jadi orang yang sukses ". Sahut Al dengan mengelus pucuk kepala gadis kecil itu.
" Terima kasih kakak ". Sahut gadis kecil penjual kerajinan itu, sebelum akhirnya ia melanjutkan jualannya pada orang lain.
" Al, semenjak kapan kamu menyukai karya kerajinan seperti ini, bukannya kamu tidak suka dengan barang - barang semacam ini? ". Seru Diandra bingung, karena tidak mungkin kekasihnya Al menggunakan barang semacam itu, apalagi sampai di jadikan hiasan di rumahnya.
__ADS_1
" Di, coba kamu lihat bentuk benda ini ". Ujar Al dengan memperlihatkan benda berbentuk hati itu di depan kekasihnya.
" Ini bentuk simbol cinta ". Sahut Diandra.
" Itulah isi dari perasaanku padamu Di, benda dengan bentuk simbol cinta ini menggambarkan perasaanku padamu Di, ini ambillah ". Ungkap Al dengan memberikan benda itu sebagai simbol rasa cintanya pada kekasihnya.
Diandra menerima benda itu dengan penuh rasa haru, ia benar - benar tak menyangka jika kekasihnya Al yang terkenal kaku bisa bersikap seromantis ini meski itu dalam bentuk yang sederhana.
" Terima kasih Al, aku mencintaimu ". Seru Diandra bahagia dengan langsung memeluk tubuh Al.
" Aku juga mencintaimu Di ". Sahut Al, yang juga membalas pelukan Diandra.
Dan itulah serpihan - serpihan kenangan indah, di masa saat dirinya masih menjalin kasih dengan Al, sebuah kenangan yang masih begitu terekam kuat dalam memorinya.
Diandra tersenyum melihat kerangka simbol cinta itu. Ia yakin, meski sudah lama dirinya tak pernah memberi kabar pada Al, pasti kekasihnya itu masih setia menunggunya, iya benar menunggu, karena dari beberapa pesan yang sudah Al kirimkan, dapat Diandra lihat jika kekasihnya itu masih mencintainya meski isi pesan itu sudah beberapa tahun yang lalu Al mengirimkan nya.
" Aku akan setia menyimpan simbol cinta pemberian mu ini Al ". Gumamnya dengan masih tersenyum.
Setelah cukup puas menatap benda simbok cinta itu, akhirnya Diandra pun akan meletakkan kembali cinderamata indah pemberian sang kekasih, hingga...
Ctakk.... brakk...
Cinderamata mata indah yang memiliki makna simbol cinta itu telah terjatuh dengan begitu mengenaskan.
" Akhh... ya Tuhan ". Pekik Diandra.
Sontak Diandra pun langsung bangkit dari posisinya untuk meraih benda berharga yang penuh arti itu.
" Ya Tuhan, kenapa jadi seperti ini ". Serunya sedih setelah melihat kondisi dari barang berharganya.
Cinderamata indah dengan bentuk rangkaian kulit kerang yang disusun membentuk simbol cinta itu, kini telah tewas tak berbentuk dengan begitu mengenaskan.
Tak ada lagi sisa yang bisa diharapkan, semua rangkaian kulit kerang nya telah terlepas dan berserakan. Jatuhnya cinderamata itu telah meluluhlantakkan setiap susunan rangkaian nya yang terpasang kuat.
Hati Diandra begitu sedih, ia sedih melihat benda berharga yang menjadi simbol dari cintanya bersama sang kekasih telah hancur tak tersisa.
" Ini sudah hancur, sudah tak tersisa, kenapa sampai begini? ". Gumam Diandra sedih, ia masih tak terima jika barang berharga itu hancur.
" Aku harus memperbaiki barang berharga ini...tapi.... ". Kalimatnya terhenti.
" Meski sudah diperbaiki percuma, banyak bagian yang sudah hancur ". Lanjutnya.
Untuk sesaat Diandra terdiam, rasanya kekhawatiran itu mulai menggelayuti perasaannya.
" Al, semoga perasaan mu tidak pernah berubah padaku ". Gumamnya berdoa.
Diandra pun kembali melanjutkan untuk memilih serpihan - serpihan benda yang sudah tak berbentuk itu. Dengan perasaan sedihnya, ia tetap memungut dan akan menyimpan sisa nya, meski tak lagi dapat di perbaiki.
Sungguh sayang, malam yang begitu indah dengan taburan bintang - bintang yang menghiasi langit, nyatanya tak dapat membuat hati seorang wanita cantik ini juga merasakan kebahagiaan setelah kembalinya dari Canada, dan hal ini tentu sangat berbanding terbalik dengan yang dirasakan oleh Al.
Di malam yang indah ini, Al masih melanjutkan kegiatan memadu kasihnya dengan sangistri tercintanya.
Bersambung..........
Hai kakak, author update lagi, tetap semangat baca ya.
πππππβ€β€β€β€β€
πΏπΏπΏπΏπΏ
__ADS_1