
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Berjalannya sang waktu membawanya pada perubahan hari, hari pun terus berganti menjadi minggu, dan terus berganti hingga menjadi bulan. Tanpa terasa empat bulan sudah hari - hari telah berlalu dengan mengisahkan berbagai hal yang terjadi.
Tanpa terasa kini usia Aganta dan juga Damian telah memasuki usia satu tahun. Kedua bocah gembar itu nampak sudah mampu berdiri dengan tegak dan mulai bisa melangkah meski masih tertatih - tatih.
Berbagai celotehan dan dan tingkah lakunya yang lucu seringkali membuat orang - orang di sekitarnya menjadi gemas bahkan merasa di buat pusing.
Di hari libur kerja ini, Al sedang asyik menikmati waktu kebersamaannya dengan kedua buah hatinya.
" Ayo kemari anak - anak daddy, ayo dekati daddy nak ". Seru Al agar kedua anak mau melangkah dan mendekat ke arahnya.
Aganta dan Damian yang sedang berdiri dengan memegangi sofa pun mengalihkan pandangan mereka ke arah sang daddy.
" Ayo ayo, anak - anak daddy, ayo nak cepat gapai daddy ". Seru Al lagi.
Pria bertubuh kekar yang sedang berjongkok itu nampak membuka kedua lengannya agar kedua putranya bisa ke dalam rangkulannya.
" Ayo boy kemari dekati daddy, siapa yang paling cepat menggapai daddy akan mendapatkan ice cream ". Ujar Al lagi untuk menarik anak - anaknya.
" Dy dy mian ninin ek im ( daddy Damian ingin ice cream) ". Sahut Damian dengan begitu antusianya.
" Dad dy anta mamam ek imma ( daddy Aganta makan ice cream nya) ". Seru Aganta yang juga tak kalah antusias dari sang kembaran.
" Ayo kemari anak - anak daddy, langkahkan kaki kalian hampiri daddy, siapa yang paling cepat dia yang dapat ice cream ". Pancing Al.
Aganta dan Damian melangkah dengan tertatih - tatih seolah sama - sama tak ingin dikalahkan oleh sang kembaran.
" Ayo ayo, cepat cepat, ayo ayo ". Seru Al dengan begitu antusiasnya.
Kedua bocah kembar itu terus melangkah hingga tertawa cekikikan. Dan benar saja, dengan seketika ruangan santai itu menjadi gaduh bak sebuah ajang pertandingan.
" Ayo ayo cepat cepat ". Al terus berseru untuk menyemangati kedua putranya.
Sedangkan Adinda yang membawa sebuah nampan yang berisi secangkir kopi itu nampak terkejut dan heran.
" Ada apa di sana, kenapa mas Al bersuara nyaring sekali? ". Gumam Adinda. Ia terus melangkahkan sepasang kaki jenjangnya yang tertutup rok itu menuju ruang santai.
" Ayo ayo ayo, satu dua tiga, sampaaaaai ". Seru Al dengan begitu bahagianya.
" Wah, anak - anak daddy pintar, kalian sama - sama menang boy ". Puji Al.
" Mas, ada apa ini?, kenapa kalian sangat bahagia sekali? ". Seru Adinda, lalu ia meletakkan kopi suaminya di atas meja.
__ADS_1
" Tentu mas sangat bahagia sayang, tadi anak - anak berlomba meraih ku sayang, dan ternyata mereka berdua sama - sama menang ". Sahut Al dengan senyuman bahagianya.
" Aduh anak - anak mommy pintar sekali, memangnya daddy akan memberi hadiah apa sih sayang sampai anak - anak mommy ini mau berlomba menggapai daddy? ".Tanya Adinda pada akhirnya.
Deg..... Al begitu tersentak, senyuman yang awalnya mengembang kini memudar seketika kala mendengar kalimat yang baru saja ditanyakan sang istri pada kedua putranya.
Bagaimana jika istrinya sampai tahu jika kedua putranya diiming - imingi akan mendapatkan ice cream kalau sudah menang, pasti istrinya akan sangat kesal.
" S-sayang, sudahlah jangan di tanya lagi, aku tidak akan memberi hadiah apapun pada anak - anak sayang, ini hanya sebuah latihan agar anak - anak kita bisa lebih cepat langkahnya ". Seru Al.
" Dy dy, mian ninin ek im ( daddy Damian ingin ice cream) ". Seru Damian yang meminta hadiahnya pada sang daddy.
Deg.....
Adinda langsung menatap nyalang pada sang suami.
" Sayang jangan dengarkan anak - anak, aku tadi memang sempat mengatakan akan memberi hadiah ice cream, tapi itu tidak sungguh - sungguh sayang, aku melakukan nya hanya agar anak - anak mau latihan berjalan ". Sahut Al menjelaskan, dengan raut yang sudah terlihat canggung.
" Benarkah yang mas katakan, mas tidak mengelabuhi Adinda kan?, kalau sampai mas ketahuan berbohong jangan harap nanti malam akan dapat jatah ". Ancam Adinda, padahal dirinya tidak serius mengatakannya.
" Aduh sayang jangan berkata seperti itu lah sayang, mas tidak bersungguh - sungguh mengatakan itu pada anak - anak, mana mungkin mas menghadiahi Aganta dan Damian dengan ice cream sayang, nanti yang ada mereka akan pilek dan batuk kalau memakannya ". Sahut nya dengan raut yang terlihat memelas.
Al benar - benar tidak bisa membayangkan jika ia tak mendapat jatah dari istrinya, pasti adik kecilnya akan kelaparan, tidak, Al tidak bisa membayangkan itu.
" Dad dy, anta au ek im ( daddy Aganta mau ice cream) ". Seru Aganta bahkan dengan menengadahkan tangan mungilnya pada sang daddy yang menandakan jika sang daddy harus menepati janjinya.
*****
Pagi hari yang cerah dan hangat ini nampaknya tak dapat memberi semangat pada seorang wanita yang saat ini hanya berbaring di atas kasur.
Entahlah apa yang terjadi?, akhir - akhir ini Vita merasa dirinya sering mengantuk dan mudah sekali lelah, padahal dirinya sama sekali tidak melakukan aktivitas berat apapun.
Sedangkan sang suami Andrew saat ini sedang disibukkan dengan mencari pesanan yang diinginkannya.
" Kenapa mas Andrew lama sekali ya, ini sudah hampir dua jam, tapi kenapa kenapa dia belum datang - datang juga? ". Keluh nya.
" Lebih baik aku telfon sajalah, siapa tahu suamiku itu sudah menemukan ice buah semangka yang aku inginkan ". Imbuhnya lagi.
*****
Di perjalanan, Andrew sedang fokus menyetir untuk mencari es buah semangka yang diinginkan oleh istrinya itu.
Beberapa toko yang menjual ice cream pun sudah ia datangi namun nyatanya tetap tak membuahkan hasil.
" Dimana aku harus menemukan ice semangka, di toko penjualan es lilin juga tidak ada, hehh aku harus mencari kemana lagi, ya ampun Vita kenapa sih kamu inginnya yang aneh - aneh sayang? ". Gumam Andrew yang sudah mulai frustasi.
__ADS_1
Andrew benar merasa dibuat pusing hanya karena sebuah es buah semangka yang dibekukan dan menjadi es semangka, hingga...
Drtt... drtt... drtt... dan ternyata memang benar istrinya Vita lah yang sedang menelfon.
" Halo, iya sayang? ". Sahut nya.
" Mas, mas Andrew sudah mendapatkan pesanan es semangka yang Vita inginkan? ". Seru Vita.
" Haahh... ". Andrew menghela nafasnya cukup berat, dan tentu Vita mendengarnya.
" Kenapa mas belum menemukan ya? ". Tanya Vita dengan suaranya yang terdengar lirih.
" Maafkan mas sayang, mas masih belum menemukan es semangka yang kamu inginkan itu ". Sahut nya dengan rasa sesal.
" Tidak apa - apa mas kalau mas masih belum menemukannya, lebih baik mas membeli buah semangkanya saja, biar Vita sendiri yang membuatnya menjadi es semangka ". Sahut nya.
Jujur saja setelah mendengar jawaban dari sang istri membuat Andrew sedikit geram, kalau saja akan seperti ini jadinya lebih baik sedari tadi ia membeli buah semangkanya.
" Kenapa kamu baru mengatakan nya sekarang sih sayang? ". Batin Andrew kesal.
*****
Akibat tak dapat menepati sebuah janji, kini sang daddy harus mempertanggung jawabkan atas keresahan dan isak tangis si twins boy. Ya apalagi penyebabnya jika bukan Aganta dan Damian meminta ingin memakan ice cream tetapi daddy nya malah tak menepati janjinya.
Dan alhasil seperti inilah akibatnya, demi agar kedua putranya tak lagi menangis, seorang Al yang memiliki kewibawaan itu, kini terpaksa harus menjadi seekor kambing - kambingan yang dapat di tunggangi oleh si baby twins.
" Mbek.... mbek... mbek... ". Seru Al dengan ditunggangi kedua putra kembarnya.
" Ayo daddy terus antarkan kami sampai ke tempat tujuan " Timpal Adinda agar sang suami tetap semangat menjadi kambing.
" Dy dy, dy dy, hedat mian au ai ( daddy, daddy hebat, mian mau lagi " . Celoteh nya untuk menyemangati sang daddy.
Sedangkan Al jangan ditanya, ia yang sudah hampir setengah jam menjadi seekor kambing - kambingan itu benar - benar sangat lelah.
" Mbek... mbek... mbek... ". Seru Al dengan menirukan suara seekor kambing.
Sebenernya Adinda merasa sangat lucu dengan apa yang dilakukan oleh suaminya, namun tidak mungkin kan jika dirinya menertawakan suaminya.
" Aduh Al Al, kalau akan seperti ini jadinya, tidak akan aku menjanjikan ice cream pada anak - anak tadi ". Batin Al pasrah.
Bersambung..........
Dukung terus karya Author ya, terima kadih sudah membaca.
ππππππππππ
__ADS_1
πΏπΏπΏπΏπΏ