
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Hari - hari masih terus berlanjut, dan pasti akan terus berlanjut. Tanpa terasa, kini usia pernikahan tuan besar Alexander dengan istrinya Adinda, telah hampir memasuki usia empat tahun.
Dan kini, di kediaman mewah sang tuan besar, nampak begitu ramai akan kehadiran banyaknya para anak yatim yang turut bersuka cita dan memberikan doa terbaik mereka untuk kedua putra kembar sang tuan Al.
Ya, pada hari ini adalah hari perayaan ulang tahun kedua putra kemabarnya si kecil tuan muda Aganta dengan tuan muda Damian yang sudah memasuki usia ke empat tahun.
Senyuman kebahagiaan tak henti - hentinya terpancar dari keluarga besar Georgino. Semua anggota keluarga telah berkumpul di sana Sintia dan juga keluarga kecilnya yang sengaja menyempatkan datang ke tanah kelahiran nya demi ikut serta merayakan hari ulang tahun kedua keponakan kembarnya.
Sambutan demi sambutan pun telah dilakukan oleh para tuan rumah untuk semua tamu undangan yang hadir. Dan pada kesempatan kali ini, si kecil Aganta dengan Damian lah yang yang mulai memberikan sambutan.
" Halo, selamat siang menjelang sole ". Sapa si kecil Aganta pada semua anak yatim yang ada di sana.
" Halo, selamat sore ". Sahut semua anak yatim itu yang ada di rumah mewah itu.
" Untuk teman - temanku, adik - adikku yang lucu, dan kakak - kakakku yang pintal, telima kasih ya kalna kalian sudah mau hadil di acala ulang tahun kita ". Seru Aganta bersemangat dengan mengembangkan senyumnya pada semua anak yatim yang ada di sana.
Al dengan Adinda sang istri yang menyaksikan bagaimana kedua putra kecil mereka menyambut menyambut dengan begitu antusias para anak yatim yang hadir, merasa bangga dan sangat terharu. Meski kedua anak mereka telah dibesarkan dengan kebutuhan yang serba berkecukupan, tak membuat keduanya menjadi sombong.
Aganta dengan Damian, tetaplah berpenampilan sederhana namun masih terlihat begitu elegan dan berwibawa meski mereka masihlah kecil.
" Sayang, kamu lihat mereka, aku sangat bangga dengan Aganta dan Damian sayang, mereka anak - anak yang cerdas dan tahu bagaimana cara bersikap pada sesama ". Bisik Al pada sang istri dengan masih memandang kagum pada kedua buah hatinya yang masih menyambut para anak - anak yatim itu.
" Iya mas, Adinda begitu sangat terharu dengan anak - anak kita ". Sahutnya juga dengan masih menatap kedua buah hatinya yang ada di depan sana.
" Ini semua karena didikanmu sayang, kamu yang mengajari mereka bagaimana cara menghargai dan peduli pada orang lain, dan jadilah mereka seperti sekarang ini, Aganta dengan Damian tumbuh menjadi anak - anak yang peduli pada orang lain, terima kasih sayangku, kamu sudah menjadi mommy yang baik untuk anak - anakku ". Sahut Al dengan masih mengembangkan senyumannya, lalu pria berusia matang itu merangkul tubuh istrinya dengan lembut.
" Anak - anak kita mas ". Sahutnya tersenyum.
__ADS_1
Semua tamu undangan di sana masih menyimak sambutan apa saja yang dilakukan oleh kedua anak kembar yang sudah genap berusia empat tahun itu.
Bu Nadia duduk bersama dengan kakaknya pak Budi, sedangkan besan mereka yaitu Enriko dan Devina sedang duduk bersama, dengan Devina yang masih setia memangku cucu kecilnya Alexa.
" Uma, tatak Anta cama Mian dak poton tue? ". Tanya si kecil Alexa dengan sedikit mendongakkan kepala mungilnya menghadap sang oma.
" Sebentar lagi sayang, sebentar lagi pasti kakak Aganta sama kakak Damian akan memotong kue mereka, sabar dulu ya, sepertinya kakak - kakak Alexa masih ingin berbicara pada teman - temannya, coba itu lihat, semua anak - anak itu masih mendengarkan apa yang kakak Alexa bicarakan ". Sahut sang oma Devina dengan menunjuk para anak yatim yang masih menyimak sambutan dari kedua cucunya.
Alexa pun memahami nya, ternyata itu alasan mengapa kedua kakaknya masih tak kunjung memotong kue itu.
Enriko sang opa yang melihat cucu perempuannya begitu nampak serius memperhatikan kedua kakaknya yang ada di depan merasa begitu gemas. Menurutnya cucu perempuannya ini menjadi semakin lucu disaat serius seperti ini.
" Ma, biar papa yang memangku Alexa, mama dampingi cucu - cucu kita yang masih belum selesai memberikan penyambutan itu ". Seru Enriko lembut pada sang istri.
Devina pun mulai beralih menatap cucunya yang ternyata juga balik menatapnya.
" Uma cana te tatak, Eca cama upa ada ". Sahut Alexa, ternyata bayi gembul yang sudah berusia satu setengah tahun itu memahami kalimat opa nya, sehingga dengan suka rela menyuruh sang oma untuk melepasnya.
Dan setelah itu Devina pun berlalu menuju tempat di mana kedua cucu kembarnya masih memberikan sambutan.
" Alexa ". Seru sang opa.
" Iya upa ". Sahut Alexa.
" Kenapa sayangnya opa ini tadi tanya kapan kue itu di potong?, memangnya sayangnya opa ini ingin makan kue itu ya? ". Tebak Enriko karena itulah yang ia pahami dari raut serius cucunya tadi.
" Iya upa, benal, Eca inin mamam tue itu, peltina teu na enat ". Sahut Alexa jujur dengan segala kepolosannya.
" Hihihihi... sabar cucu opa, kuenya kan besar, nanti kalau kuenya sudah dipotong, pasti Alexa juga dapat ". Sahut Enriko cekikikan karena begitu gemas dengan kepolosan cucunya.
Sementara di posisi Aganta dengan Damian, nampaknya kedua anak itu sudah hampir selesai melakukan penyambutan nya.
__ADS_1
" Baiklah, teman - temanku, adik - adikku, dan kakak - kakakku, semuanya, belnyanyi sudah, beldoa sudah, sambutan juga sudah, sekalang saatnya kue nya dipotong - potong ". Seru Damian pada akhirnya.
" Horeee... ". Seru semua anak yatim itu senang.
" Baiklah, kalna ini ulang tahun kami yang ke empat tahun, jadi kami mau ajak kalian yang lahil di hali yang sama sepelti kita untuk potong kuenya ". Sahut Damian lagi yang juga diangguki oleh saudara kembarnya Aganta.
Semua orang tua yang mendengar dan menyaksikan bagaimana ketulusan Aganta dengan Damian yang juga ingin mengajak anak - anak yatim itu agar bisa memotong kue ulang tahun secara bersama, merasa begitu sangat terharu, karena tidak semua anak yatim itu juga bisa merayakan hari ulang tahun mereka.
Adinda sang mommy dari kedua anak kembarnya merasa begitu sangat bangga dan juga terharu pada mereka. Adinda merasa sangat bangga karena kedua putranya memiliki hati yang tulus untuk berbagi pada sesamanya. Dan tanpa terasa, mini mommy muda itu telah menitikkan air matanya, Adinda mommy muda itu telah menjatuhkan air mata bahagianya.
Dan dengan penuh rasa kebahagiaan, akhirnya acara ulang tahun yang ke empat itu berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
*****
Rasa pusing itu begitu mendera kepalanya, padahal dirinya telah mencoba istirahat lebih awal. Setelah hampir seharian penuh mengikuti acara ulang tahun kedua putranya, akhirnya Adinda memutuskan untuk istirahat lebih awal.
Namun rasa lelah dan tak nyaman pada tubuhnya, membuat Adinda ingin istirahat. Kini Adinda tengah berada di dalam mandi. Meski terasa agak pusing, Adinda tetap harus menuntaskan nya, karena jika tidak, rasa mulai itu akan terus mendera nya.
" Hoek... hoekk... hoekk... hah... hah... Ya Allah, ada apa dengan perutku, kenapa perutku rasanya seperti diaduk? ". Serunya dengan nafas yang tersengal - sengal.
Dan semakin lama, rasa pusing di kepalanya semakin mendera nya. Bahkan kini pandangannya mulai sedikit kabur. Dan...
Brukh... Adinda terjatuh dan tak sadarkan diri di kamar mandinya. Ia tergeletak tak berdaya dengan tanpa ada seorang pun yang tahu bagaimana kondisinya saat ini.
Bersambung..........
Hai kakak - kakak, Author kembali update, semangat membaca.
πππππβ€β€β€β€β€
πΏπΏπΏπΏπΏ
__ADS_1