Aku Mengandung Anak Majikanku

Aku Mengandung Anak Majikanku
Kedatangan Diandra


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Suasana riuh membahagiakan nampak menghiasi sebuah ruangan santai yang begitu luas nan mewah itu. Celotehan dua anak kembar dengan kehadiran si baby mungil yang berada di masa aktif itu membuat ketiga mommy begitu gemas melihatnya.


" Dedek Andi, dedek Andi na teunapa dak dalan - dalan, tapan dalan - dalan na, tan cellu talo dedek Andi bica dalan, teupat dalan ya ( dedek Andri, dedek Andri nya kenapa tidak jalan - jalan, kapan jalan - jalannya, kan seru kalau dedek Andri bisa jalan, cepat jalan ya) ". Seru Damian pada Andri yang saat ini sedang duduk dengan di bantu oleh onti Vita nya.


" Haum, mam mam mam ". Sahut Andri dengan memegang jemari Damian.


Entahlah, nampaknya bayi mungil yang baru bisa duduk itu seolah enggan ingin melepas jemari kakaknya.


" Uti uti, tolon Mian, tanan na Mian di mamam adik Andi ( onti onti, tolong Damian, tangannya Damian di makan adik Andi ) ". Seru Damian meminta tolong pada ontinya.


" Hihihihihihi, adiknya suka sama tangan Damian, jadinya dimakan deh tangan Damian ". Sahut Vita cekikikan, ia merasa gemas dengan raut takut - takut keponakannya.


" Ih ih tolon, lepash Andi, lepash... ( ih ih tolong, lepas Andri, lepas...) ". Pekik Damian, dan dengan terpaksa ia menarik tangannya yang sudah digigit Andri.


" Hahahaha ". Sontak Devina dan juga Vita terbahak - bahak melihat tingkah takut - takut Damian.


" Mommyh myh Mian tatut myh ( mommy my Damian takut my) ". Seru Damian, dan bocah kecil itupun langsung duduk di pangkuan mommy nya.


" Kenapa Damian takut sama dedek Andri nya nak? ". Sahut Adinda dengan mengelus kepala putranya.


" Talna adik Andi na didit didit myh, Mian tatut ( karena adik Andri nya gigit gigit myh, Damian takut) ". Sahutnya.


" Coba mommy lihat tangannya Damian luka tidak? ". Pintanya pada sang putra.


Damian pun memperlihatkan jemari mungilnya yang sempat digigit oleh Andri tadi.


" Tangan Damian tidak luka sayang, dedek Andri nya tadi hanya mengajak Damian bermain saja, coba lihat tidak luka kan, jadi jangan takut, adiknya mau main sama Damian nak ". Sahutnya lembut.


" Dak ah myh, Mian dak mau main ladi cama adik Andi na dak cellu ( tidak ah myh, Damian tidak mau main lagi sama adik Andri nya tidak seru) ". Sahutnya malas.


" Ya cudah, talo dak mau, dedek Andi na main cama Anta ja ( ya sudah kalau tidak mau, dedek Andri nya main sama Aganta saja) ". Sahut Aganta tiba - tiba setelah cukup lama bocah kecil yang satu itu diam.


Ketiga mommy yang melihat tingkah Aganta dan juga Damian hanya bisa tersenyum saja melihatnya.


" Aduh aduh, ada ada saja cucu - cucu oma ini, kadang kompak kadang saling berselisih ". Ujar Devina yang merasa gemas dengan kedua cucunya.


" Dedek Andi, dedek Andi mau minan yan mana, lobot - lobotan, mubil - mubilan, teleta - teleta, dedek Andi mau yan mana? ( dedek Andri, dedek Andri mau mainan yang mana, robot - robotan, mobil - mobilan, kereta - kereta, dedek Andri mau yang mana?) ". Tawar Aganta, ia paham jika adik Andri nya itu sangat suka jika melihat mainan yang dimainkan.


Mendapat tawaran dari sang kakak Aganta, si kecil Andri pun tak ingin melewatkan kesempatan ini. Entah mendapat dorongan dari mana, si bayi mungil Andri malah menunjuk salah satu mainan lama milik Aganta. Nampaknya bayi menggemaskan itu tidak tertarik pada mainan yang disebutkan oleh kakak Aganta nya.


" Hem mam mam ta ta ta ". Seru Andri antusias dengan menunjuk - nunjuk sebuah mainan yang ukurannya lebih kecil dari mainan Aganta yang lain.


" Dedek Andi mau minan tompet - tompetan, ote, Anta minan tan ya ( dedek Andri mau mainan terompet - terompetan oke, Aganta mainkan ya) ". Aganta pun langsung melakukan apa yang menjadi keinginan Andri.


Teeetooot... teeetooot... teeetooot... itulah suara terompet mini yang berhasil dimainkan oleh Aganta.


Dan benar saja, setelah mendengar suara dari terompet mainan itu si kecil Andri tertawa cekikikan.


" Hahahaha ". Sontak saja semua orang juga tertawa melihat tingkah lucu Andri yang tertawa hingga terpingkal - pingkal seperti itu.


" Hahahaha... aduh perutku, Adinda ini semua gara - gara papa mertua mu itu, dari dulu sampai sekarang mainan legendaris nya tetap yang paling populer hahahaha... ". Seru Devina di sela - sela tawanya.


Dan itulah yang dilakukan oleh ketiga wanita itu di hari yang membahagiakan ini bersama ketiga malaikat kecil, kala suami mereka tengah bekerja.


*****


Bandara Soekarno - Hatta


Seorang wanita berparas cantik dengan tubuh bak seorang model ternama, melangkah dengan begitu anggunnya setelah dirinya sampai di bandara Soekarno-Hatta. Setelah cukup lama menghabiskan waktunya untuk mengurus perusahaan besar sang papa, kini ia telah kembali ke tanah kelahirannya.

__ADS_1


Ya, dialah Diandra Isabella Wijaya, seorang wanita cantik, baik hati dan pintar yang merupakan salah satu pewaris dari keluarga Wijaya.


" Huft, akhirnya aku sampai juga di Jakarta... aku sudah tidak sabar ingin menikmati indahnya kota ini lagi, Jakarta aku kembali... ". Seru Diandra dengan senyuman bahagianya, dan wanita cantik itupun kembali melangkah untuk menuju taksi online yang sudah di pesannya tadi.


" Permisi pak, bapak supir taksi online yang saya pesan tadi kan, saya Diandra ". Sapa nya ramah.


" Iya nona betul, mari nona saya letakkan kopernya dulu ". Pinta pak supir itu ramah.


Tanpa banyak bicara Diandra pun memberikan kopernya, sebelum akhirnya ia berlalu masuk ke taksi.


Di dalam taksi.


" Dari luar negeri nona? ". Tanya pak supir itu.


" Iya pak, saya dari Canada ". Sahut Diandra.


" Habis liburan ya nona? ". Tanya pak supir itu lagi.


" Hehehehe iya pak liburan, liburan yang begitu menguras pikiran dan waktu ". Sahut Diandra dengan melucu.


" Oh, jadi nona habis pulang dari kerja? ". Tanya pak supir lagi.


" Iya pak, habis mengurus perusahaan papa ". Sahut Diandra.


" Kalau begitu kenapa nona tidak minta di jemput saja? ". Tanya pak supir itu yang merasa sedikit heran.


" Hehehehe, saya memang sengaja tidak memberitahukan pada keluarga saya pak, karena sebenarnya saya masih akan pulang dua bulan lagi, tapi karena semua urusan kantor sudah selesai jadinya saya memilih pulang lebih awal ". Sahut nya dengan senyuman.


" Pasti kangen rumah ya nona ". Tebak pak supir itu.


" Iya pak ".


" Pak sebelum sampai rumah tolong antar saya ke restoran seafood yang ada di sana dulu ya pak, saya mau mampir dulu mau makan ". Lanjutnya.


Sementara di waktu yang bersamaan, nampak seorang pria dengan bola mata biru keabu - abuan itu sedang begitu menikmati makanan nya di sebuah restoran seafood yang sudah hampir tujuh tahun lamanya tidak ia datangi.


Ya, siapa lagi pria yang dimaksud jika bukan Al. Entah apa yang menyebabkan ia ingin menikmati makan siangnya di sebuah restoran mewah yang sudah lama tidak ia datangi.


" Makanan di sini tidak pernah berubah rasanya ". Batin Al.


Namun dirinya masih tetap mengunyah makanannya. Al terus menikmati makanannya, hingga sekitar hampir sepuluh menit lanjutnya, barulah ia selesai menghabiskan seafood favoritnya itu hingga tandas.


" Alhamdulillah, akhirnya selesai juga ". Syukur Al setelah dirinya selesai minum.


Namun sungguh tak disangka - sangka tiba - tiba saja.


" Halo bro ". Sapa seorang pria tiba - tiba dengan menepuk pundak sebelah kanan Al.


" Hah Rendi? ". Sahut Al tersentak kaget.


" Tumben kamu makan siang di sini Al, setelah sekian lama tak bersinggah akhirnya telah tiba, apakah yang terjadi? ". Tanya Rendi dengan dramanya.


" Ih, apa sih kamu Ren, terlalu lebay ". Sahut Al malas.


" Hihihihi... aku kan hanya bercanda Al ". Sahut Rendi.


" Kamu kenapa sendirian datang ke sini, di mana Rian? ". Tanya Al, karena biasanya Rendi dan juga Rian selalu datang bersama jika ingin makan siang.


" Dia bawa bekal dari rumahnya, katanya sih ingin makan masakan mamanya di kantor ". Sahut Rendi dengan polosnya.


" Apa, hahahaha...ups ". Tanggap Al.


" Kenapa Al ada yang lucu? ". Tanya Rendi yang merasa heran.

__ADS_1


" Dapat hidayah dari mana anak itu bawa bekal dari rumah, hihihihi... ". Sahutnya cekikikan.


" Entahlah Al, mungkin dia ingin menyenangkan hati mamanya ". Sahut Rendi.


" Oh, iya mungkin saja ". Tanggap Al.


Sekitar hampir dua menit mereka sempat mengobrol, datanglah seorang pelayan pria ke arah mereka.


" Permisi tuan, apakah tuan memerlukan sesuatu? ". Tanya pelayan itu ramah.


" Aku pesan menu ini, dan minumnya yang ini, sama segelas air putih juga ya mas ". Sahut Rendi.


" Baik tuan, pesanan tuan akan segera kami antar ". Sahut pelayan pria itu sebelum akhirnya ia berlalu memasuki dapur dan menyiapkan menu yang telah di pesan Rian.


" Oh iya Al, bagaimana keadaan anak kembarmu yang lucu itu sama istri kamu yang saat ini sedang hamil? ". Tanya Rendi.


" Alhamdulillah, Aganta sama Damian mereka tumbuh sehat, bahkan mereka sangat aktif melebihi anak - anak seumuran mereka, dan istriku alhamdulillah juga baik, ya meski tidak bisa bergerak terlalu banyak ". Sahut Al apa adanya.


" Iya aku paham, ya tidak apa - apalah, namanya juga orang hamil, pasti tidak mudah untuk menjalaninya ". Sahut Rendi, dan Al pun membenarkan kalimat temannya.


" Aku tidak bisa lama - lama Ren, aku mau pulang, mau menemui istri dan juga anak - anakku ". Lanjut Al lagi.


" wihh, kamu ini, semenjak memiliki anak dan juga istri, selalu tidak sabar ingin pulang ya ". Sindir Rendi.


" Hahaha, iya nih, itu betul ". Sahut Al.


Sedangkan di halaman depan di restoran seafood itu, nampak sebuah taksi sudah tiba.


" Pak, bapak makan juga ya, ayo kita makan bersama ". Ajak Diandra pada sang supir taksi.


" Terima kasih nona, saya tadi sudah makan ". Tolak pak supir itu dengan halus.


" Tidak apa - apa pak, tidak usah sungkan, ayo makan bersama dengan saya ". Ajak Diandra lagi.


" Sekali lagi terima kasih atas ajakannya non, tapi saya benar - benar masih kenyang ". Sahut supir itu lagi.


" Ya sudah kalau begitu, bapak tunggu di sini dulu ya ". Perintah Diandra.


Al sudah melangkahkan sepasang kaki jenjang nan kokohnya itu menuju halaman restoran di mana mobilnya telah di parkir, hingga sampailah ia di dekat pintu mobilnya.


Namun naas, ketika Al hendak akan membuka pintu mobilnya, tiba - tiba saja kunci mobilnya terjatuh.


Dan dalam waktu yang bersamaan pula, Diandra pun keluar dari mobil taksinya. Entah suatu kebetulan atau ini memanglah kehendak Tuhan, mobil Al dan juga taksi yang Diandra tumpangi telah terparkir secara bersebelahan.


" Ya Tuhan, kenapa harus jatuh segala kuncinya? ". Gumam Al, dan ia pun berusaha meraih kunci mobilnya yang terjatuh itu.


Diandra yang mendengar adanya gumaman seorang laki-laki itu pun langsung menoleh ke arah di mana suara itu berasal.


" Suara itu ". Gumam Diandra.


" Itu seperti suaranya, tapi mana mungkin, heh sudahlah Diandra, mungkin itu suara pria lain yang mirip dengan suaranya ". Batin Diandra.


Diandra hanya menggeleng, dan ia pun memilih melanjutkan untuk masuk ke restoran seafood favorit nya itu.


" Huft, kunci - kunci ada ada saja pakai acara jatuh, mau masuk mobil saja harus ada sponsor kunci mobil terjatuh ". Gumam Al, sebelum akhirnya ia pun masuk ke mobilnya.


Al pun mulai mengendarai mobil mewahnya itu untuk keluar dari area halaman restoran. Al sudah benar - benar tidak sabar ingin bertemu sang istri tetcintanya yang sedang mengandung itu, dan juga kedua putranya yang begitu menggemaskan.


Bersambung..........


Terima kasih atas dukungan para reader selama ini ya, yang sudah memberi like, hadiah, vote, dan juga komentar nya, terima kasih untuk semua dukungan yang sudah kakak semua berikan pada karya author, tetap semangat membaca dan Selamat Tahun Baru.


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€β€β€β€β€

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2