Aku Mengandung Anak Majikanku

Aku Mengandung Anak Majikanku
Nona Muda Kecil Masuk Angin


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Suasana subuh masih terasa begitu menyelimuti. Rasa khawatir itu masih senantiasa menggelayuti hati sepasang suami istri yang saat ini tengah berada di dalam mobil mewah mereka menuju rumah sakit. Bagaimana mereka tak khawatir jika sang buah hati yang sangat mereka sayangi berada dalam kondisi lemah yang membutuhkan penanganan segera.


Al mengendarai mobil mewahnya itu dengan kecepatan sedang, bukan dengan kecepatan tinggi. Bukan karena Al tak peduli akan kondisi putrinya yang demam, justru karena Al sangat peduli. Al tak ingin karena rasa kekhawatiran nya membuatnya lepas kendali saat mengendarai mobilnya sehingga terjadi hal - hal yang tak diinginkan akan terjadi.


" Oekk... oekk... oekk... oekk... ". Si mungil Alexa menangis. Bayi gembul itu merasakan tak nyaman pada tubuhnya, bagaimana bisa merasa nyaman, sedangkan tubuhnya saat ini sedang sakit.


" Oekk... oekk... oekk... ". Alexa masih menangis. Tangisan nya begitu menyayat hati sang mommy. Ibu mana yang bisa tahan melihat anaknya harus merasakan sakit seperti ini. Namun, meski begitu, Adinda tetap berusaha tenang, ia tak ingin rasa kekhawatiran nya akan membuat putri mungilnya ini semakin kebingungan dengan sakitnya.


" Alexa, sayangnya mommy tenang ya nak, sebentar lagi kita sampai rumah sakit sayang ". Seru Adinda lembut dengan mengusap kening Alexa yang terasa begitu panas dalam sentuhannya.


" Oekk... oekk... oekk... ". Namun Akexa masih terus menangis. Tubuh mungilnya benar - benar tak mampu menahan gejolak demam yang menderanya saat ini. Sungguh sangat kasihan baby Alexa.


Karena sang putri masih tak kunjung diam dari isak tangisnya, Adinda pun memilih untuk mengubah posisi tubuh mungil Alexa dengan menyandarkan nya pada bahunya.


Dengan lembut Adinda pun menepuk - nepuk punggung mungil putrinya itu. Perlahan tapi pasti, akhirnya putri mungilnya itu sudah diam dari isakan tangisnya.


" Alhamdulillah, sepertinya Alexa lebih nyaman dengan posisi seperti itu sayang ". Seru di sela - sela menyetir nya.


Akhirnya setelah cukup banyak cara agar putri mereka diam dari tangisannya, ternyata cara seperti inilah yang membuat putri mungil mereka merasa lebih nyaman dan tak menangis lagi.


*****


Di rumah sakit keluarga Georgino.


Sang dokter anak dengan keahlian terbaiknya telah memeriksa sang putri dari tuan besarnya. Kini, si kecil Alexa tengah berada dalam gendongan sang mommy, dengan posisi yang sama seperti ia di sandarkan pada bahu mommy nya.


" Bagaimana keadaan putriku dok? ". Seru Al setelah dokter anak di rumah sakitnya itu duduk.


" Tuan, anda dengan nyonya tak perlu khawatir, nona muda kecil hanya masuk angin tuan, nyonya ".


" Nona kecil terlalu lama berada di luar ruangan sehingga menyebabkan nona masuk angin. Tapi tuan dengan nyonya tak perlu khawatir, mungkin sekitar dua atau tiga hari lagi kondisi nona kecil akan segera membaik jika rutin meminum obat sirup khusus anak yang berguna untuk menurunkan demam ". Jelas sang dokter anak itu, ya, dialah dokter Fatma, salah seorang terbaik di rumah sakit milik Al.

__ADS_1


Adinda dengan Al pun sudah bisa bernafas lega. Jadi putri kecilnya ini demam karena masuk angin, wajar saja jika hal itu terjadi, karena memang sehari sebelum pitrinya Alexa demam, sudah banyak menghabiskan waktunya bermain di luar ruangan, dan mungkin ini adalah salah satu ketidakhati - hatian Adinda dan juga Al, sehingga putri mereka Alexa sampai mengalami masuk angin.


" Baiklah, ini nyonya, tuan, obat sirup penurun demamnya, usahakan setiap harinya, nona muda kecil bisa mengkonsumsi obat sirup ini antara dua sampai tiga kali dalam sehari ".


" Mengenai takaran dalam setiap minum sirup nya, sudah tulis di sini, saya harap, nona kecil Alexa bisa segera sembuh ". Ucap dokter Fatma panjang lebar dengan segala kesopanan nya.


" Terima kasih dok ". Sahut Adinda.


" Oh iya, satu lagi tuan nyonya, usahakan nona kecil Alexa selama satu minggu ke depan ini jangan terlalu banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, karena hal itu bisa memicu nona kecil akan masuk angin lagi ". Ucap dokter Fatma lagi setelah tadi sempat terlupa.


" Baiklah dokter, terima kasih atas pengobatan dan sarannya ". Sahut Adinda.


Setelah itu, Al pun segera membawa obat sirup dengan tata cara minumnya ke dalam tas, sebelum akhirnya pria berusia matang itu benar - benar membawa istri dan juga putrinya keluar dari ruangan itu.


*****


Sepasang opa dan juga oma itu benar - benar dilanda dengan rasa khawatir. Begitu pun dengan kedua cucu kembarnya.


Devina dengan Enriko masih setia menunggu kedatangan cucu mungil mereka Alexa yang sempat di bawa ke rumah sakit. Meski Al telah memberi kabar jika Alexa hanya demam biasa, tetap saja sepasang opa dan oma itu merasa sangat khawatir, apalagi Devina, wanita paru baya itu rasanya tak akan bisa tenang jika tak melihat secara langsung bagaimana kondisi cucunya.


" Sabar dulu cucu opa, mungkin sebentar lagi mereka akan datang ". Sahut sang opa Enriko dengan lembut.


Dan benar, karena pintu rumah mewah itu sengaja di buka lebar, sangat terdengar jelas adanya suara mobil yang datang, pasti itu adalah mobil Al.


" Itu, sepertinya mereka sudah datang pa ". Seru Devina bersemangat.


" Ayo Aganta, kita kelual sekalang ". Ajak Damian.


Dan mereka pun akhirnya berbondong-bondong keluar menuju teras rumah itu untuk segera menyambut kedatangan Alexa. Sesampainya mereka berada di luar, terutama Devina merasa sangat iba dengan kondisi cucunya. Sangat terlihat jelas jika Alexa, menjadi lemah tak berdaya di atas gendongan mommy nya.


" Aduh cucu oma, bagaimana ini keadaan Alexa sayang? ". Seru Devina pada sang menantu setelah ia mendekatinya.


" Alexa demam ma, karena masuk angin ". Sahut Adinda.


" Aduh, kasihannya cucu oma, sini, kemarikan Alexa nya sayang, biar mama yang menggendong Alexa ". Pinta Devina pada akhirnya.

__ADS_1


Adinda pun menurut saja apa yang diinginkan oleh mama mertuanya, toh putrinya Alexa sedang dalam keadaan terlelap.


Dengan perlahan Adinda memindahkan tubuh mungil putrinya itu ke tangan mama mertuanya.


" Oma, Aganta mau lihat adik Alexa oma ". Pinta Aganta, rupanya kakak dari Alexa itu juga ingin melihat kondisi adik tercintanya.


" Iya sayang, di dalam saja ya lihatnya, ini adik Alexa nya mau oma tidurkan dulu, kasihan adiknya sayang ". Sahut Devina lembut, ia sangat paham jika kedua cucu kembarnya ini begitu tak sabar ingin memastikan sendiri bagaimana kondisi sang adik.


" My twins boy, lihatnya di dalam saja ya ". Putus Al pada akhirnya.


Dan setelah drama khawatir mengkhawatirkan itu, akhirnya keluarga Georgino itupun masuk bersama menuju lantai atas, tempat di mana Alexa tidur, ya di mana lagi jika bukan kamar Al dan juga Adinda.


Dengan secara perlahan Devina mulai meletakkan tubuh mungil cucunya yang terlelap itu di dalam box tidurnya.


Si kecil Aganta dengan Damian memperhatikan wajah adik mereka yang terlelap. Tak ada lagi celotehan dari sang adik, tak ada lagi senyuman menggemaskan nya, semuanya telah berganti dengan kondisi tak berdaya sang adik. Aganta dengan Damian sangat sedih akan kondisi adik mereka yang seperti ini.


" Adik Alexa, cepat sembuh ya, kakak Aganta sudah tak sabal ingin bermain lagi sama kamu ". Seru Aganta dengan perasaan sedihnya.


" Iya, cepat sembuh ya adik Alexa, bial kita bisa main lagi ". Seru Damian juga.


" Pasti my twins boy, adik Alexa akan segera sembuh nak ". Sahut sang daddy Al pada akhirnya.


Tak banyak hal lagi yang mereka lakukan pada saat ini, kecuali hanya menjaga si mungil Alexa. Dan menang karena yang menjadi fokus dari keluarga Georgino itu adalah kesembuhan si mungil Alexa.


Bersambung..........


* Duda Kaya Itu Suamiku *


Jangan lupa di baca juga ya πŸ™


Hai kakak - kakak, Author kembali update, semangat membaca.


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€β€β€β€β€


🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2