Aku Mengandung Anak Majikanku

Aku Mengandung Anak Majikanku
Alexa ( Alexander )


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Kebahagiaan keluarga Georgino akan hadirnya baby Alexa masih tiada henti. Di tambah dengan kehadiran dari kedua kakak kembar babby Alexa benar - benar semakin menambah kebahagiaan dan keceriaan keluarga besar itu.


Setelah mendengar kabar jika sang sahabat sekaligus saudara angkatnya telah melahirkan dan sudah kembali ke kediamannya, membuat Vita serta keluarga kecilnya berbondong - bondong ingin segera mengunjungi keponakan perempuannya yang sudah lahir itu.


Vita merasa sangat bahagia atas kelahiran keponakannya itu, hingga dirinya pun benar - benar tak sabar ingin segera melihatnya.


" Assalamualaikum ". Seru Vita setelah mulai memasuki kamar besar Adinda.


" Waalaikumsalam ". Sahut salam semua orang yang ada di ruangan kamar itu.


" Yeay adik Andi ". Seru Damian senang setelah melihat adik Andrinya berada dalam gendongan sang onti Vita.


" Adinda ". Seru Vita tersenyum, lalu mommy muda dengan masih menggendong putranya itu memeluk saudara angkatnya.


Adinda dengan Vita saling merengkuh seolah melepas kerinduan yang telah lama melanda. Maklum saja jika kedua saudara angkat itu saling merindu, pasalnya sekitar hampir satu bulan lamanya sebelum Adinda melahirkan, mereka berdua tak pernah bertemu secara langsung lagi, lebih tepatnya Vita terakhir kali bertemu dengan Adinda setelah malam resepsi pernikahan Adinda yang bermasalah.


" Selamat Adinda, aku turut bahagia atas kelahiran si adik ". Seru Vita dengan masih memeluknya.


" Terima kasih Vita ". Sahutnya senang, lalu Adinda pun mulai melepas rengkuhannya itu dari sang sahabat.


" Andri, kemarilah nak, ayo turun dari gendongan mommy mu, duduk di dekat onti sini ". Pinta Adinda.


Andri pun langsung mengangguk mau, lalu Vita pun mulai melepas gendongnya dari tubuh mungil putranya. Rupanya bayi gembul yang sudah berusia sebelas bulan itu ingin bersama onti Adinda nya, dan Andri pun mulai duduk tenang dengan menyenderkan tubuhnya di samping sang onti.


" Vita, suamimu ada di mana? ". Tanya Al.


" Oh mas Andrew, dia ada di ruang tamu kak, mau duduk di sana saja katanya ". Sahut Vita apa adanya.


Al pun mengangguk paham. Dan sepertinya dirinya memang harus turun ke ruang tamu untuk menemui Andrew.


Seusai memeluk saudaranya Adinda, dengan bergantian Vita pun menyalami para orang tua yang ada di sana, terutama ayah angkatnya pak Budi.


" Aduh, ponakannya onti yang cantik ternyata masih tidur, sayang sekali ya, padahal onti ingin mengajakmu mengobrol sayang ". Seru Vita pada baby Alexa yang masih tenang dalam gendongan omanya.


" Keponakan Vita yang masih bayi namanya kan Alexa tante, panggilannya Alexa juga? ". Tanya Vita.


" Iya, nama panggilannya Alexa ". Sahut Devina.


" Apa Alexa itu, nama yang diambil dari nama kak Alexander? ". Tanya Vita lagi.


" Iya benar sekali kamu Vit, nama Alexa itu memang di ambil dari nama daddy nya sendiri, Alexander ". Sahut Devina yang membenarkan kalimat Vita.

__ADS_1


Dan Vita pun mengangguk paham dengan itu, memang wajar jika daddy Alexa menggunakan namanya sendiri untuknya.


Damian yang sedari tadi sudah merasa sangat senang dengan kehadiran adik Andri nya, membuat bocah kecil itu sesekali mengintip dan mengawasi adiknya Andri.


Menurutnya, kali ini Andri sedikit berbeda. Bagaimana tidak, jika biasanya Andri ketika di sapa olehnya akan sangat antusias untuk menyahut namun kali ini adik sepelupunya itu nampak diam dan hanya menatap ke arahnya sekilas saja.


Karena penasaran dengan adiknya, Damian pun akhirnya memutuskan untuk turun dari sofa untuk mendekati adiknya Andri.


" Damian, mau kemana sayang? ". Tanya sang oma Devina.


" Mian mau te adik Andi uma ". Sahutnya lalu kembali melangkah.


" Huum, pantas cucuku mendekati Andri, tadi saja sewaktu Damian menyapanya Andri malah tak menyahut, memangnya ada apa dengan anakmu itu Vita? ". Ucar Devina.


" Tidak kenapa tante, hanya saja, sepertinya putraku itu rindu dengan Adinda ". Sahut Vita.


" Emm... begitu rupanya ". Devina baru memahaminya, ternyata Andri begitu memiliki emosional yang kuat pada Adinda.


Si kecil Damian telah berada di dekat adik Andri nya, nampaknya bocah kecil itu sengaja berdiri di dekat sana dan tak langsung naik ke kasur sang mommy karena ia ingin memastikan apakah adiknya ini akan mengajaknya naik atau tidak.


" Damian, kenapa hanya berdiri nak ayo kemarilah naik sayang ". Ajak Adinda pada sang putra yang hanya diam berdiri memperhatikan Andri.


" Iya mommy, cebental ladi, Mian ladi nundu adik Andi bicala cama Mian ". Sahutnya.


Mendengar penuturan dari sang kakak, sontak membuat si mungil Andri langsung menoleh pada kakak Damian nya.


Damian yang sudah paham maksud dari adiknya itu malah sengaja tak mau menuruti. Rupanya Damian lebih ingin jika adik Andri nya lah yang turun dan bermain dengannya.


Dan tak berselang lama dari itupun Aganta juga datang menghampiri Damian dengan Andri.


" Adik Andi ". Sapa Aganta pada adiknya.


Sontak Andri yang melihat kedua kakak kembarnya sudah berdiri bersama pun juga malah ingin ikut - ikutan turun ke bawah. Dan tanpa di duga - duga, Andri malah menggerakkan sepasang kaki mungilnya untuk segera turun dari kasur, rupanya Andri ingin segera berada di tengah - tengah kedua kakak kembarnya.


" Ya Allah Andri mau kemana sayang? ". Sentak Adinda, mommy muda itu cukup tersentak kaget setelah melihat pergerakan Andri yang cukup cepat.


Vita yang mendengar pekikan suara Adinda pun langsung menoleh, dan ternyata putranya itulah yang tak sabar ingin segera turun.


" Andri anak mommy, kamu mau kemana sih nak?, mau turun, mau main sama kakak Aganta dan Damian, iya? ". Seru Vita dan ternyata direspon anggukan oleh putranya.


" Hemm... baiklah, ayo sini mommy bantu ". Sahutnya, lalu Vita pun mulai menurunkan tubuh mungil anaknya.


" Ayo adik Andi, tita main - main ". Seru Damian senang, akhirnya adik Andri nya mau juga diajak bermain.


Vita membiarkan saja putranya di pegang oleh Aganta dengan Damian, syukur - syukur kedua keponakannya itu menuntun putranya yang sudah mulai bisa melangkah meski masih tertatih - tatih.

__ADS_1


" Ayo adik Andi, tita dalan - dalan ya, itu di cana ada adik Eca ". Seru Damian.


Aganta dengan Damian menuntun sepasang tangan mungil adiknya itu dengan bersisian menuju oma mereka yang sedang menggendong adik Alexa.


" Ayo hati - hati ". Petingat Devina sang oma.


" Wah, Damian sama Aganta kakak yang hebat ya, sayang sekali sama adik, sayang sama adik Alexa, sayang sama adik Andri ". Puji sang nenek Devina.


" Iyalah nenek, tita tan meman cayan adik - adik ". Sahut Damian senang.


" Iya sayang adik, kalian memang tak ada duanya ". Timpal Vita yang juga merasa senang.


Kebersamaan mereka hari ini benar - benar telah mengundang kebahagiaan yang begitu sangat besar untuk diri mereka sendiri. Hadirnya anak - anak kecil dalam keluarga besar mereka benar - benar telah menjadi pemersatu dan sumber kebahagiaan mereka.


Dan jika tanpa adanya anak - anak kecil itu, mungkin kebahagiaan seperti sekarang ini tak akan pernah mereka rasakan.


Jika di kamar Adinda masih disibukkan dengan interaksi malaikat - malaikat kecil di sana, maka beda halnya dengan dua daddy yang sedang duduk bersama di ruang tamu.


Dengan menikmati kopi - kopi mereka, dua daddy itu nampak sedang berbincang - bincang ringan. Tak ada obrolan seputar bisnis pada hari ini, karena hari ini adalah hari untuk menyambut kedatangan sang putri keluarga Georgino.


" Tuan Al, saya turut senang atas kelahiran putri anda tuan ". Seru Andrew setelah menyeruput kopi hangatnya.


" Terima kasih Andrew, tapi mau sampai kapan kamu akan memanggilku dengan sebutan tuan, bukankah kita sudah menjadi saudara ipar? ". Sahut Al dengan sedikit menyunggingkan senyuman nya.


" Jika bukan memanggil anda dengan sebutan tuan, lalu saya harus memanggil anda dengan sebutan apa tuan? ". Sahut Andrew, ia merasa bingung harus memanggil tuannya dengan sebutan apa.


" Istri kamu saja memanggilku dengan sebutan kakak, ya seharusnya kamu memanggilku dengan sebutan yang sama bukan? ". Sahut Al.


" Heh... tapi tetap saja tuan, rasanya sangat begitu asing jika saya memanggil anda dengan sebutan selain tuan ". Sahutnya.


" Lucu sekali ya, aku dan kamu dulunya tidak lebih dari sekedar atasan dengan bawahannya, dan sekarang kita malah menjadi saudara seperti ini, bahkan dengan memiliki ayah mertua yang sama ". Ujar Al lagi tersenyum, jika dirinya mengingat semuanya memang terasa lucu.


" Heh... benar sekali tuan, lucu memang ". Sahut Andrew dengan tersenyum sungging.


" Baru tadi aku katakan padamu untuk jangan memanggilku tuan, tapi masih dilanjut lagi, mau sampai kapan kamu akan memanggilku dengan panggilan seperti itu Andrew, aku sudah bosan mendengarnya ". Ledek Al.


" Baiklah, baiklah, saya akan menggantinya tuan, eh bukan tuan tapi kakak haha.. ". Candanya.


" Nah seperti itu, baru itu benar itu Andrew, panggil saja aku kakak ". Ucap Al dengan tersenyum senang.


Sungguh tak pernah di sangka memang, dari seorang Al dengan Andrew yang hanya mengenal sebagai tuan dan bawahannya, yang selalu membuat keduanya selalu terhalang oleh tugas dan nama panggilan, kini tak lagi seperti itu. Semuanya telah berubah semenjak kehadiran pasangan mereka yang sangat mereka cintai.


Bersambung.........


Sampai di sini dulu ya kakak - kakak, semangat membaca.

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€β€β€β€β€


🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2