
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Ingin memberikan kejutan pada Al, membuat Diandra sepelan mungkin melangkah agar tak terdengar oleh para penghuni rumah, hingga kini langkahnya pun telah sampai di ruang tamu mewah itu.
Dengan begitu anggunnya Diandra duduk, memang tak ada orang yang menemaninya selain hanya sebuah box kue yang sudah ia bawa.
Kedua sorot mata indahnya pun seolah tak henti memandang ke hampir setiap sudut ruangan yang ada di sana. Diandra tersenyum kecil saat melihatnya, ternyata setelah sekian lama dirinya tak pernah datang ke rumah ini, sudah banyak perubahan di dalamnya, mulai dari cat dinding sampai dengan susunan dan penempatan barang - barang mewah yang ada di ruangan ini.
" Ternyata sudah banyak yang berubah dari rumah mu ini Al ". Gumam Diandra tersenyum.
Diandra masih terus menunggu agar Al keluar dari ruangan kamarnya. Namun nampaknya setelah hampir sepuluh menit dirinya menunggu ternyata sosok yang ditunggunya pun tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya.
" Al belum keluar juga, apa aku ke atas saja kali ya?, iya sebaiknya aku ke kamar Al ". Gumam Diandra lagi.
Wanita berparas cantik itupun mulai beranjak dari posisinya, sedangkan kue yang ia bawa tadi tidak di bawa ke atas, toh nanti Al akan turun juga, pikir Diandra.
Dengan sepelan mungkin Diandra melanjutkan langkahnya lagi, bukan tanpa sebab ia melakukannya, Diandra tak ingin jika asisten maupun pekerja Al yang lain sampai mendengar langkahnya, bukan kejutan namanya jika orang lain sampai mengetahuinya.
Sedangkan di dalam kamarnya, Al dan juga keluarga kecilnya nampak santai dengan tetap menyaksikan kartun upin dan ipin kesukaan kedua putranya, meski dirinya tak suka dengan film anak - anak semacam ini, namun Al tetap membiarkan kedua putranya menonton, karena si kecil Aganta dan juga Damian memang masih selayaknya menonton film yang semacam ini dan bukan film untuk orang dewasa.
Saat sedang asyik menonton tiba - tiba saja Al seperti teringat akan sesuatu, iya Al teringat dengan laporan keuangan hotelnya yang tadi sempat ingin ia koreksi.
" Sayang aku lupa ". Ucap Al tiba - tiba.
" Lupa?, lupa apa mas? ". Tanya Adinda.
" Mas lupa sama itu, berkas penting tentang laporan keuangan hotel perusahaan, sepertinya tertinggal di ruang kerja, sebentar ya, aku mau mengambilnya dulu di ruangan kerja sayang ". Seru Al, dan ia pun mulai turun dari ranjang kasurnya.
" Daddy, daddy danan lama - lama ya, ambil na, talo lama - lama Mian nutul nanti ( daddy, daddy jangan lama - lama ya mengambilnya, kalau lama - lama Damian nyusul nanti) ". Sahut bocah itu tiba - tiba.
" Iya boy tenang saja, daddy tidak akan lama kok, tidak akan sampai lima menit ". Sahut Al.
Tak ingin membuang - buang waktunya, Al pun mulai melangkah untuk menuju ruangan kerjanya.
Dan sejurus dengan langkah Al, tepat di luar ruangan kamarnya Diandra sudah berhasil melewati anak tangga, hingga kini dirinya sudah berada tepat di lantai atas.
Wanita berparas cantik itu terus melanjutkan langkahnya menuju kamar Al, hingga sekitar dengan jarak tiga meter dirinya yang masih akan sampai di kamar Al, tiba - tiba saja terdengar...
Ceklek... terdengar adanya suara pintu yang dibuka, sontak saja hal itu membuat langkah Diandra langsung terhenti, dan membuat Diandra pun menoleh ke arah dimana pintu itu di buka, hingga....
Deg.....
Dan nampaklah seorang pria dengan badan tinggi dan tegapnya itu keluar dari kamarnya. Ya, dialah Al, sang pria tampan dengan segala kewibawaannya. Al kembali menutup pintu kamarnya itu sebelum akhirnya ia pun berbalik badan menuju ruangan kerjanya, Al melangkah mulai menjauhi area kamarnya.
Pria bertubuh kekar itu melangkah dengan menatap lantai rumahnya, Al masih tak menyadari jika dari posisi dimana dirinya melangkah saat ini telah berdiri seorang wanita yang saat ini sedang menatapnya, dan tidak lama dari itu, Al pun melangkah dengan mendongakkan pandangannya secara perlahan.
Dengan terus melangkah, dapat Al lihat adanya sepasang kaki jenjang seorang wanita yang tengah berdiri dengan diam. Al terus menatapnya untuk melihat secara utuh sampai ke atas, siapakah wanita yang berdiri itu, hingga pandangan Al...
Deg...
__ADS_1
Sontak Al langsung menghentikan langkahnya , tubuh Al begitu tersentak. Dan kini tatapan dua insan anak manusia itu telah saling bertemu. Al melebarkan kedua bola matanya, bahkan dadanya pun terasa begitu bergemuruh, seketika itu deru nafasnya seolah terhenti, Al begitu sangat terkejut dengan sosok yang kini tengah berdiri tepat di hadapannya.
Begitupun dengan Diandra, ia yang sudah lebih awal melihat Al, tak mampu berbuat apa - apa. Tubuhnya hanya diam membeku, bahkan lidahnya pun terasa begitu kelu. Setelah sekian lama, akhirnya, dirinya dapat melihat wajah kekasihnya itu, wajah seorang kekasih yang telah ia tinggalkan disaat rasa cinta itu masih terasa begitu menyelimuti hati keduanya.
Al dan Diandra masih tetap saling memandang. Al masih terdiam, entah apa yang ada di dalam pikirannya, sedangkan Diandra, kini tatapan wanita berparas cantik itu sudah nampak terlihat sendu, rindu, itulah yang begitu berkemelut di dalam lubuk hatinya saat ini, hingga...
" A-Al ". Seru Diandra sang wanita berparas cantik itu dengan suaranya yang nampak terdengar begitu bergetar.
Al tak menyahut, ia masih tetap pada ke terpakuannya.
" Al ". Seru Diandra lagi, hingga akhirnya...
Grepp... Diandra pun langsung memeluk tubuh kekar Al. Diandra memeluknya dengan begitu erat, seolah ia tak ingin kehilangan kekasihnya itu.
" Al, aku merindukanmu Al, aku sangat merindukanmu ".
" Akhirnya, akhirnya aku bertemu denganmu lagi Al ". Serunya dengan terus memeluk Al.
Al masih diam, ia juga tak membalas, entah itu menyahuti Diandra ataupun membalas pelukannya.
Sedangkan di dalam kamarnya, ibu muda yang tengah hamil itu merasa agak heran, bukankah suaminya tadi mengatakan hanya ingin keluar sebentar, lalu mengapa sudah hampir enam menit juga tak kunjung kembali?.
" Mommy, teunapa daddy dak datan - datan duda ya, tata na hana ceubental tapi teunapa dak datan duda? ( mommy, kenapa daddy tidak datang - datang juga ya, katanya hanya sebentar tapi kenapa tidak datang juga?) ". Tanya sang bocah kecil Damian.
" Iya nak, daddy kok belum kembali juga ya, sebentar ya, mommy mau nyusul daddy dulu, siapa tahu daddy lagi mencari berkas pentingnya ". Sahut sang mommy Adinda.
Adinda pun mulai turun dari ranjang kasur, namun baru saja ia turun, pandangannya malah tertuju pada sebuah map yang ada di atas meja di dekat kasurnya.
Adinda pun meraih map itu dan membaca apa isinya, dan ternyata isi dari map itu adalah laporan keuangan dari hasil keuntungan hotel perusahaan milik suaminya.
" Ini kan berkas penting yang mas Al ingin baca, ya Allah, ternyata tertinggal di sini, pasti mas Al tidak ingat kalau sudah membawa berkas pentingnya ini ke sini tadi, kasihan sekali kamu mas ". Gumam Adinda.
Adinda pun ingin menemui suaminya, dalam benaknya Adinda berpikir pantas saja jika suaminya juga tak kunjung kembali ke kamarnya ternyata ini penyebabnya, sibuk mencari hasil laporan.
Wanita dengan perut buncitnya itupun mulai meraih gagang pintu kamarnya, hingga ceklek...Adinda pun keluar dari kamarnya.
" Al, maafkan aku ya, maafkan aku yang sudah meninggalkanmu, kamu tahu kan kalau aku sebenarnya sama sekali tidak ada niatan untuk meninggalkan mu ". Seru Diandra lagi dengan tanpa melepas pelukannya dari Al.
" Di ". Sahut Al pada akhirnya.
Akhirnya setelah sekian lama diam, Al pun membuka suaranya. Al berusaha menguraikan pelukan Diandra dari tubuhnya, hingga keduanya kini sama - sama sudah berdiri tegak, mereka saling menatap.
" Ada apa Al, apa kamu marah padaku? ". Tanya Diandra dengan tatapannya yang terlihat sedikit sendu.
" Di, kapan kamu datang? ". Sahut Al, entah mengapa Al bertanya seperti itu, bukankah yang diinginkan Diandra adalah jawaban.
" Sudah dua hari yang lalu aku sampai di rumah Al, kenapa kamu bertanya seperti itu, pasti karena kamu sangat merindukanku kan? ". Sahut Diandra senyuman nya.
" Al, aku tahu aku salah, aku salah karena sudah meninggalkan mu Al, tapi kan kamu tahu, aku pergi hanya sementara, aku pergi karena aku tidak bisa menolak keinginan papa untuk mengurus perusahaan nya di Canada, tapi itu sudah beberapa tahun yang lalu, dan sekarang aku sudah kembali Al, aku ingin kita mengawali masa - masa indah kita seperti dulu lagi, Al percayalah, meski sudah hampir lima tahun lamanya aku ada di Canada, tidak ada seorang laki-laki pun yang aku biarkan masuk ke hati ini Al, karena apa?, karena hati ini hanya untuk mu Al ". Ungkap Diandra dengan segala kejujurannya.
" Dan aku yakin, pasti kamu juga menjaga hatimu untukku juga ". Imbuhnya.
__ADS_1
Mendengar penuturan Diandra, seketika itu membuat hati Al merasa bersalah. Bagaimana cara Al mengatakan semuanya jika apa yang diucapkan oleh Diandra ternyata sudah tidak lagi sama. Memang benar jika dirinya pernah sangat mencintai nya, namun itu dulu, sebelum kejadian dimana malam kelam itu terjadi, sebuah malam yang telah melahirkan sebuah kesalahan besar sehingga membuat Al dan juga kehidupannya berubah total.
" Al, kenapa dari tadi kamu diam, apa kamu tidak merindukan ku? ". Seru Diandra lagi.
" Di, dari mana kamu tahu, kalau aku masih menjaga hatiku untukmu?, dan bagaimana jika perasaan itu sudah tidak lagi ada? ". Bukannya menjawab Al malah balik bertanya.
Bukan tanpa sebab Al menanyakan hal seperti itu, Al hanya tidak ingin menyakiti hati Diandra dengan langsung berbicara pada kenyataannya karena itu pasti akan sangat menyakiti hati Diandra, memberitahunya secara halus mungkin itu adalah jalan terbaik.
" Kamu bertanya dari mana aku tahu?, tentu dari semuanya Al, dari masa - masa indah yang sudah kita lalui bersama, harapan kita, dan juga emm... ratusan pesan yang sudah kamu kirim untukku di saat aku ada di Canada, itulah sebabnya kenapa aku yakin, jika kamu pasti akan menjaga hatimu untukku, kamu mengatakan akan tetap menungguku sampai aku datang kembali ke Indonesia, itukan yang kamu katakan dari sekian banyak pesan ". Sahut Diandra.
Ya, Diandra mengatakan nya dengan jujur karena itulah faktanya.
" Al, aku merindukanmu sayang ". Seru Diandra lagi sebelum akhirnya ia pun kembali memeluk tubuh Al.
Al tak bisa berbuat apa - apa, sepertinya menggunakan cara halus agar Diandra bisa memahaminya secara perlahan terasa cukup sulit untuk dilakukan, dan jalan satu - satunya adalah Al memang harus mengatakan semuanya.
Tanpa mereka sadari, seorang wanita dengan perut besar nya itu telah menyaksikan semuanya, ya, Adinda menyaksikan semuanya. Adinda melihat dan mendengar bagaimana suaminya memperlakukan kekasih masa lalunya.
Hati Adinda begitu sangat terluka, bahkan air matanya pun telah membasahi kedua pipinya, entah semenjak kapan air mata itu mengalir. Remuk, itulah gambaran dari hati Adinda saat ini. Hatinya begitu remuk tak berbentuk disaat ia sedang mendapati suaminya bersama wanita lain, bahkan suaminya itu menerima pelukan dari wanita itu tanpa adanya penolakan sama sekali, sungguh hati Adinda benar - benar sakit dibuatnya.
Tak ingin merasa sakit yang lebih parah lagi, Adinda pun memutuskan untuk berbalik dan kembali ke dalam kamarnya.
Namun baru saja Adinda berbalik tiba - tiba saja.....
" Mommy, mommy teunapa lama ceutali, tata na mau beultemu daddy? ( mommy, mommy kenapa lama sekali, katanya mau bertemu daddy?) ". Tanya si kecil Damian.
" Mommy, mommy nanit? ( mommy, mommy nangis?) ". Tanya Aganta.
Sontak Al pun langsung tersentak ketika mendengar suara itu.
" Sayang ". Seru Al tiba - tiba, dan ia pun langsung melepas pelukan Diandra.
Al bergegas menghampiri istri dan juga anak - anaknya yang saat ini sedang berdiri di depan pintu kamarnya.
" Mommy, mommy nanit?, mommy teunapa nanit? ( mommy, mommy nangis?, mommy kenapa nangis?) ". Tanya Aganta lagi yang merasa khawatir melihat sang mommy yang berlinang air mata.
" Tidak sayang, mommy tidak menangis nak, mommy hanya kelilipan tadi ". Sahut Adinda dengan berusaha mengusap air matanya.
" Sayang ". Seru Al setelah dirinya sampai di dekat istrinya.
" Sayang ". Seru Al lagi dan ia pun langsung memeluk tubuh istrinya.
" Sayang, yang kamu lihat tadi aku bisa menjelaskan semuanya cup...". Serunya lagi dengan mencium pucuk kepala sang istri.
Al memeluk tubuh istrinya itu dengan begitu erat, sungguh tak pernah terpikirkan oleh Al, jika istrinya Adinda akan mengetahui siapa Diandra dalam keadaan seperti ini, sungguh Al sangat mengkhawatirkan nya.
Bersambung..........
Hai kakak - kakak, Author update lagi, tetap semangat baca ya.
πππππβ€β€β€β€β€
__ADS_1
πΏπΏπΏπΏπΏ