Aku Mengandung Anak Majikanku

Aku Mengandung Anak Majikanku
Tempat Tidur Baby Girl


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Hari - hari masih terus berlanjut, mengisahkan banyak makna kehidupan di dalamnya. Sudah sekitar hampir tiga minggu waktu pun bertambah, yang artinya, kini usia kehamilan sang mommy muda Adinda, telah memasuki usia sembilan bulan.


Berbagai macam persiapan untuk menyambut kelahiran si baby pun telah sang siapkan. Namun yang membuat heran adalah, segala persiapan itu semuanya menyangkut kebutuhan dan keperluan anak bayi perempuan. Salah satunya seperti yang telah disiapkan oleh sang daddy Al.


Sebuah ranjang tidur mini nampak terlihat indah. Dengan nuansa warna merah muda yang begitu cantik dengan sedikit sapuan warna putih di sela - selanya, benar - benar telah menambah kesan manis nan elegan.


Sang daddy Al begitu sangat senang karena tempat tidur untuk bayi perempuannya sudah ia siapkan.


Adinda sang istri hanya diam menatap dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. Biarlah suaminya Al melakukan apa yang di maunya.


Dengan dibantu oleh kedua anak kembarnya, akhirnya pemasangan hiasan pada tempat tidur baby girl itu telah selesai.


" Sudah selesai my twins boy, pasti adik kalian kalau sudah lahir nanti akan senang dengan tempat tidurnya ". Seru Al senang.


" Betul daddy, pashti adik na Mian cama Anta cenan cetali bica tidul di cini ". Sahut sang Damian dengan memegangi ranjang kasur adiknya.


Al lalu menatap sang istri yang juga sedang menatapnya. Kali ini Al merasa sedikit bingung dengan tatapan istri cantiknya itu, mengapa Adinda nya menatap seperti itu, ada yang salah kah dengan dirinya.


" Sayang, kamu kenapa, ada yang aneh sama suamimu ini? ". Seru Al, lalu kedua putranya pun ikut menoleh pada Adinda.


" Emmm... Adinda hanya sedikit bingung saja sama mas ". Sahutnya sedikit lirih.


" Bingung?, bingung kenapa sayang? ". Tanya Al, yang merasa heran.


" Ya Adinda sedikit bingung mas, kenapa perlengkapan untuk si adik, semuanya khusus untuk anak perempuan, yang waktu itu saja, mas Al membelikan banyak baju baby girl untuk si adik, dan sekarang, semua perlengkapan untuk si adik juga perlengkapan untuk bayi perempuan, kan kita belum tahu mas, apakah si adik ini perempuan atau laki - laki, bagaimana kalau ternyata si adiknya malah laki - laki? ". Sahut Adinda, karena itulah yang menjadi kebimbangan dalam pikirannya.


Al tersenyum melihat kebimbangan istrinya. Lalu pria bertubuh kekar itupun mendekati istrinya. Ia merangkul tubuh sang istri yang tengah mengandung itu.


" Sayang, sudahlah, jangan kamu merasa bimbang lagi, sudah, serahkan semuanya pada suamimu ini, sudah berapa kali sih aku katakan, jika anak yang kamu kandung ini, adiknya si kembar, anak ketiga ku ini, adalah baby girl, dan aku sangat yakin seyakin - yakinnya, jadi, kamu tak perlu memikirkan apa - apa lagi oke ". Sahut Al panjang lebar.


Adinda yang melihat bagaimana keyakinan sang suami, hanya bisa menghela nafasnya. Percuma saja dirinya berulang kali mengingatkan, toh suaminya akan tetap pada keyakinannya. Dan jika memang benar perempuan, maka itu artinya feeling suaminya memanglah benar. Apa boleh buat, yang dirinya bisa lakukan adalah ya menurut saja.


" Sayangnya daddy my twins, kalian tak ingin memeluk mommy kalian?, lihatlah, daddy sedang memeluk mommy ini ". Pancing Al agar kedua putranya mau mendekat.


" Mau daddy ". Seru Aganta dengan Damian, lalu kedua bocah kecil itupun langsung berhambur memeluk mommy mereka.


" Aduh anak - anak mommy yang tampan, tidak lama lagi, adik kalian akan segera lahir saya ". Sahut sang mommy Adinda dengan mengelus kepala mungil kedua putranya.

__ADS_1


" Iya mommy, tita dah dak cabal inin adik bayi na lahil ". Sahut Damian dengan senyuman bahagianya.


" Oleh sebab itu, Aganta dengan Damian, harus rajin berdoa ya sayang, supaya adik bayinya nanti bisa lahir dengan selamat ". Sahutnya lembut.


" Amin ". Si kembar dengan sang daddy pun ikut mengamini.


*****


Sepasang insan anak manusia yang baru beberapa hari yang lalu telah menjalin kasih itu, kini mereka berdua tengah berada di tengah - tengah keluarga sang wanita.


Ya, di pagi hari yang masih terasa begitu sejuk ini, telah membuat Rendi sang kekasih dari Diandra, memberanikan diri untuk melamar secara langsung kekasihnya ini, di depan kedua orang tua sang wanita.


Gugup?, sudah pasti. Namun Rendi tetap berusaha untuk tetap bisa bersikap setenang mungkin. Dirinya tak boleh sampai melakukan hal yang membuat orang tua kekasihnya ini merasa kecewa.


Nampak di ruangan utama itu sudah ada David dan Kendi, tak ada Dika saat ini, karena adik laki - laki Diandra itu, tengah menjalankan tugasnya sebagai CEO di perusahaan papanya di Kanada.


" Nak Rendi, kok dari tadi kamu diam sih nak, dan Diandra juga ikut - ikutan diam, ajaklah temanmu ini untuk mengobrol nak, kok dari tadi hanya diam sih? ". Seru Kendi pada akhirnya.


" Emm... om, tante, sebenarnya, ada yang ingin Rendi katakan pada om dan juga tante ". Ujar Rendi pada akhirnya.


" Katakanlah nak, apa yang ingin kamu katakan, sepertinya sangat penting ". Sahut Kendi, karena raut serius lah yang berhasil Kendi tangkap dari wajah Rendi.


Namun David tetap berusaha bersikap tenang dan pura - pura bersikap tak tahu. Sepertinya putrinya ini sudah memiliki hubungan khusus dengan Rendi.


" Nak Rendi, katakanlah nak, sebenarnya hal serius apa yang ingin kamu katakan pada om dan juga tante! ". Seru Kendi lagi.


Diandra yang melihat kekasihnya itu seperti sedang mengumpulkan kekuatan merasa sedikit khawatir, tak ingin kekasih di sampingnya ini semakin merasakan gugup, Diandra pun mencoba menggenggam tangan kanan Rendi. Tentu apa yang dilakukan oleh Diandra, tak luput dari perhatian David. Namun David tetap bersikap biasa seolah tak melihat apapun.


Rendi menatap wajah kekasihnya itu, rupanya kekasihnya ingin memberikan kekuatan padanya. Entahlah Rendi sendiri juga bingung. Mengapa ketika ingin mengungkapkan keseriusannya pada orang tua kekasihnya menjadi terasa lebih sulit, apa mungkin karena ini adalah pertama kalinya dirinya melamar wanita yang dicintainya pada kedua orang tuanya langsung?, iya mungkin memang benar itu penyebabnya.


Diandra semakin menggenggam erat tangan kekasihnya itu, dan dirinya mengangguk sebagai tanda jika semuanya akan baik - baik saja.


" Baiklah, aku harus mengatakannya sekarang ". Batin Rendi menyemangati.


" Om David, tante Kendi... sebenarnya... beberapa minggu yang lalu, Rendi sudah melamar Diandra, dan sekarang Rendi datang kemari karena Rendi ingin meminta restu, Rendi ingin menikahi Diandra om tante ". Jelas Rendi.


Deg...


Kendi yang mendengar penuturan Rendi pun begitu sangat terkejut, bagaimana tidak, selama ini dirinya tak merasakan apapun jika putrinya sedang menjalin hubungan lebih dari sekedar teman. Dan sekarang, yang paling mengejutkannya lagi, Rendi ingin meminang putrinya?.


Begitupun dengan David, meski tak se terkejut istrinya, namun tetap saja, pengakuan Rendi yang ingin menikahi putrinya benar-benar sangat tak ia duga, semuanya terasa begitu cepat.

__ADS_1


" Om, tante, saya tahu, pasti om dan tante sangat terkejut, bahkan mungkin, om dan juga tante akan mengira jika keputusan Rendi yang ingin menikahi Diandra ini pasti dianggap terlalu cepat ".


" Tapi percayalah om, tante, Rendi sudah sangat lama mencintai putri kalian, lebih tepatnya, Rendi sudah jatuh hati pada Diandra sebelum Al melamar Diandra untuk menjadi tunangannya ". Jujur Rendi.


Deg... deg....


David dan juga Kendi menjadi semakin terkejut dengan pengakuan Rendi. Jadi, Rendi sudah selama itu memiliki perasaan perasaan pada putri mereka.


Tak ada sepatah katapun susunan untaian kata baik itu yang keluar dari kedua belah bibir Kendi maupun David. Mereka masih terlalu terkejut dengan pengakuan Rendi.


" Bagaimana om, tante, apa om dan juga tante merestui hubungan kami yang sudah ingin lanjut ke jenjang pernikahan?, jika om David dan juga tante Kendi merestui niat baik kami, saya Rendi, akan sangat berterima kasih, dan saya Rendi akan berusaha untuk terus membahagiakan putri kalian, itu janji Rendi pada kalian ". Seru Rendi dengan segala kesungguhannya.


Diandra yang mendengar ungkapan kesungguhan dari Rendi merasa sangat tersentuh. Wanita cantik itu tak tahu lagi harus menyikapinya bagaimana. Hatinya teramat bahagia sekaligus merasa terharu dibuatnya.


Sedangkan David dan Kendi saling menatap. Sepasang suami istri itu tak tahu harus menjawab bagaiamana, karena yang paling berhak mengatakan boleh menikah atau tidak adalah putri mereka sendiri Diandra.


Dan jika sudah menyangkut kesungguhan seorang laki - laki pada putrinya, pasti yang pertama memastikan adalah papanya David.


" Diandra ". Seru David pada akhirnya setelah sekian lama pria paru baya itu diam.


" Papa dan mama mu tak tahu harus menjawab apa, karena yang bisa menentukan semuanya adalah kamu nak... memang benar jika waktu itu papa masih sangat berharap jika kamu masih bisa bersama Al, tapi ternyata apa yang papa harapkan itu adalah hal yang tak mungkin. Bahkan jika itu dipaksakan, pasti tak akan memberikan kebahagiaan untukmu, maafkan papa nak ".


" Sekarang terserah padamu, jika kamu merasa bahagia dengan Rendi, papa dan mama mu merestui saja, karena yang kami inginkan hanya satu nak, yaitu kebahagiaanmu ". Pungkas David.


Diandra yang mendengar penuturan dari papanya pun merasa sangat bahagia. Seperti dugaannya dari awal, jika papa dan mamanya sudah pasti akan merestui hubungannya dengan Rendi.


" Terima kasih pa ma, terima kasih atas restu kalian, Dia ingin menjalin hubungan yang serius dengan Rendi, Dia ingin menikah dengan Rendi pa ma, Dia bersedia menjadi istri Rendi ". Sahut Diandra dengan segala keyakinannya.


Rendi pun langsung memeluk tubuh kekasihnya itu. Dirinya teramat sangat bahagia. Dan tak butuh waktu lama lagi, wanita yang dicintainya ini akan segera menjadi pendamping hidupnya, keinginan yang selama ini dirinya impikan.


Bersambung..........


* Duda Kaya Itu Suamiku *.


* Duda Kaya Itu Suamiku *.


* Duda Kaya Itu Suamiku *.


Jangan lupa di baca juga ya πŸ™β€


🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2