Aku Mengandung Anak Majikanku

Aku Mengandung Anak Majikanku
Obrolan Tiga Bocil


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Sang waktu terus berjalan mengiringi indahnya hari - hari. Pergantian minggu pun terus berjalan menjadi bulan. Tanpa terasa empat bulan sudah waktu berlalu.


Kebahagiaan dan keceriaan seolah tak pernah henti menyelimuti keluarga kecil Al, ditambah lagi adanya kehadiran dua bocah kembar yang begitu benar - benar telah menambah suasana gembira dalam kehidupan rumah tangganya.


Sekitar pukul delapan pagi waktu setempat, si kecil Aganta dan juga Damian yang memang selalu menggunakan hari - hari mereka dengan bermain nampaknya sudah tak sabar ingin menghubungi seseorang yang sudah menjadi saudara sekaligus teman dekat mereka.


" Mommy, Mian mau tepon Ezie my ( mommy, Damian mau telepon Kenzie my) ". Seru Damian pada sang mommy disela - sela aktivitas bermainnya.


" Damian mau telepon, atau video call sayang? ". Tanya Adinda yang ingin memastikan keinginan putranya.


" Didio tol ada my ( video call saja my ) ". Sahut Damian.


" Anta itut my, Anta itut, Anta mau didio tol duda ( Aganta ikut my, Aganta ikut, Aganta mau video Call juga) ". Sahut Aganta yang tiba - tiba ikut menimpali.


" Baiklah baiklah anak - anak mommy, mommy hubungi mamanya Kenzie dulu ya ". Sahut Adinda sebelum akhirnya ia menghidupkan ponsel miliknya.


Tuuut.... tuuut... tuuut... sambungan telepon pun terhubung.


" Halo ". Sahut Sintia dari layar ponselnya.


" Halo Assalamu'alaikum kak ". Sahut Adinda dengan tersenyum pada kakaknya.


" Waalaikumsalam, ada apa Adinda, tumben pagi - pagi begini, kamu video call, kangen ya? ". Sahut Sintia.


" Hihihihi... iya kangen, ini anak - anak kangen mau ngobrol sama Kenzie katanya kak, handphonenya berikan pada Kenzie dulu ya kak ". Seru Adinda lagi.


" Oke oke, sebentar ya ". Sahut Sintia dan berlalu menuju putranya yang saat ini sedang menonton kartun.


Sedangkan Adinda, ia mendekatkan handphonenya pada kedua putranya.


" Aganta, Damian, ini nak katanya mau video call sama Kenzie ". Ujar Adinda mengingatkan.


" Iya myh, mana myh ". Sahut Damian sebelum akhirnya, ia dan juga Aganta memperhatikan layar ponsel milik sang mommy.


" Halo cammicum Anta Mian ". Seru Kenzie setelah menatap layar ponsel milik mamanya.


" cammicum shalam Ezie ". Sahut Damian dan Aganta dengan begitu bahagianya.


" Ladi apa di lumah? ". Tanya Kenzie pada Aganta dan juga Damian.


" Tita ladi main - main ". Sahut Damian.


" Tamu ladi apa Ezie di lumah? ". Kali ini Aganta lah yang bertanya.


" Biasha ladi liat upin ipin ". Sahut Kenzie.


" Tapan tamu main te lumah tu Ezie? ". Tanya Damian.

__ADS_1


" Atu dak tau Mian, tan apa ladi banak teulda ( aku tidak tahu Damian, kan papa lagi banyak kerja ) ". Sahut Kenzie santai, namun dari raut wajahnya nampak terlihat sedikit kecewa.


" Daddy tu, duda banak teulda, tapi daddy tu macih mau atu adhak - adhak ( daddy ku, juga banyak kerja, tapi daddy ku masih mau diajak - ajak) ". Sahut Damian.


Dan benar saja, setelah mendengar jawaban dari sang teman, Kenzie menunduk dan raut kesedihan di wajah mungilnya semakin nampak jelas.


" Aw, aduh, tatit Anta ( aw, aduh, sakit Aganta) ". Seru Damian meringis, kala tangan mungil Aganta mencubit paha Damian.


" Loh, ada apa nak? ". Tanya Adinda yang merasa terkejut, karena tiba - tiba kedua anaknya terdengar ribut.


" Ni myh, Mian dak cupan, tana tana tapan Ezie mau te cini, tan apa na Ezie ladi teulda, liat, Ezie na tan dadi cedih ( ini my, Damian tidak sopan tanya - tanya kapan Kenzie mau ke sini, kan papa nya lagi kerja, lihat, Kenzie nya jadi jadi sedih) ". Adu Aganta tak suka pada sikap saudara kembarnya.


" Tapi tan, dak ucah, tubit - tubit, tan tatit Anta, atu bicalla beditu talna atu inin Ezie mau te cini huft... ( tapi kan tidak usah cubit cubit, kan sakit Aganta, aku bicara begitu karena aku ingin Kenzie mau ke sini huft...) ". Protes Damian dengan bersusungut - sungut pada sang kembaran.


" Tapi tamu na, buat Ezie cedih ( tapi kamunya membuat Kenzie sedih) ". Sahut Aganta lagi.


" Sudah sudah anaknya mommy, jangan bertengkar ya sayang ". Sahut Adinda dengan mengelus pundak kedua putranya yang saling berseteru.


" Kenzie Kenzie ". Panggil Adinda pada Kenzie yang saat ini sedang menunduk.


" Iya uti ". Sahut Kenzie setelah bocah kecil itu mendongakkan wajahnya kembali.


" Maafkan Damian ya nak, Damian tadi bicara seperti itu bukan untuk menyinggung Kenzie, tapi karena Damian sangat rindu dengan Kenzie, tidak apa - apa kalau Kenzie belum bisa main ke sini, nanti kalau ada waktu senggang sama papa dan mama, baru deh Kenzie main ke sini nak ". Ujar Adinda dengan senyumannya.


" Iya Ezie, maap ya, atu tu lindu cama tamu ( iya Kenzie maaf ya, aku itu rindu sama kamu ) ". Sahut Damian, karena memang itulah maksud tujuannya mengucapkan kalimatnya tadi.


Kenzie pun mengangguk sebagai tanda jika ia sudah memaafkan Damian.


" Ama ladi di dapul uti, ambil tue buat Ezie mamam ( mama lagi di dapur onti, ambil kue buat Kenzie makan) ". Sahut Kenzie.


" Oh begitu ". Sahut Adinda.


Ya, setelah empat bulan berlalu, sudah banyak hal yang telah terjadi.


Al yang pernah memberikan hukuman pengasingan untuk Sintia sudah tidak lagi melanjutkan hukumannya itu.


Itu semua ia lakukan demi ketiga bocah kecil dan juga permohonan istri tercintanya. Jika tidak, mungkin sampai detik inilah hukuman untuk Sintia masih akan tetap berlanjut.


Dan tak lama dari itu, atau lebih tepatnya dua bulan pasca Sintia bebas dari masa hukumannya, Kelvin pun memutuskan untuk melamar dan menikahi Sintia. Tentu saja hal itu sangat membahagiakan bagi semua keluarga.


Akhirnya apa yang menjadi keinginan Kenzie, seorang bocah kecil yang ingin memiliki seorang mama dan juga papa yang lengkap telah terkabul.


Selama waktu empat bulan terakhir ini, sudah cukup banyak kebahagiaan yang menyertai keluarga Adinda dan juga orang - orang di sekitarnya.


Sungguh Adinda benar - benar sangat bersyukur atas nikmat Tuhan yang begitu luar biasa ini.


*****


G. Group.


Semenjak dirinya bersinggah di kursi kebesarannya, Alexander atau yang biasa dikenal dengan tuan Al itu benar - benar tak henti memeriksa banyak berkas penting dari beberapa proyek kerja samanya yang diajukan oleh beberapa perusahaan besar yang ingin bekerja sama dengan perusahaan besarnya G. Group.

__ADS_1


Hingga hampir selesai berkas - berkas penting itu di koreksinya, nampak terdengar suara ketukan pintu.


Tok... tok... tok... Ceklek....


Dan benar, ternyata sosok Andrew yang masuk dengan di dampingi sekretaris nya Silvi.


" Pagi tuan ". Sapa Andrew dan juga Silvi.


" Pagi ". Sahut Al.


Namun selepas Al menyahuti sapaan dari kedua bawahannya, ada sesuatu yang membuat langsung memperhatikannya dengan begitu seksama.


Ya, Al melihat pakaian Silvi yang begitu terbuka, dan sangat tak elok jika di pandang. Tentu Al begitu tak suka melihat sekretaris nya berpakaian yang menurutnya di nilai tak pantas.


" Silvi, apakah kamu tidak memiliki pakaian lagi? ". Tanya Al.


" Pakaian, maksudnya bagaimana tuan?, saya punya banyak pakaian ". Sahut Silvi yang rupanya masih tak paham dengan pertanyaan tuan nya.


" Kalau kamu memang memiliki banyak pakaian lalu kenapa kamu memakai baju yang kekurang bahan seperti itu, apa gaji yang ku berikan tidak cukup untuk membeli pakaian yang lebih pantas? ". Tanya Al lagi, bahkan sudah mulai terdengar ketus.


Silvi baru memahaminya sekarang, jadi tuan nya protes karena dirinya menggunakan baju se*si seperti ini. Tapi kenapa, bukankah dirinya memang sering menggunakan baju se*si seperti ini, hanya saja memang setelah dua bulan terakhir ini dirinya memang hampir tidak memakai baju yang seperti itu, lalu mengapa jika sekarang memakai nya lagi?.


" Tuan, apa yang salah dengan baju saya, kan dari dulu saya kalau sedang ke kantor memang selalu berpakaian dengan baju seperti ini tuan, dan tuan juga tidak pernah mempermasalahkannya, lalu mengapa sekarang tiba - tiba tuan protes? ". Sahutnya.


" Iya, itu dulu Silvi, sekarang tidak ada lagi karyawan perempuan yang menggunakan pakaian dengan baju terbuka seperti ini, sangat tidak pantas di lihat ". Sahut Al.


Silvi cukup tersentak dengan pernyataan tuan nya. Sebenarnya apa yang terjadi pada tuan nya, mengapa tiba - tiba tuan nya berubah menjadi seperti ini?.


" Aku tidak mau tahu sekarang juga kamu harus ganti pakaian mu itu Silvi, kalau tidak, pulang saja tidak usah bekerja ". Sahut Al dingin.


*****


Bocah kecil dengan wajah menggemaskan nya, kini sedang merengek pada mommy kesayangannya, nampaknya ia ingin apa yang menjadi keinginannya saat ini harus segera dikabulkan.


" Mommy myh, ayo myh Mian mau te tantol na daddy, Mian mau te tantol myh ( mommy my, ayo my Damian mau ke kantor nya daddy, Damian mau ke kantor my) ". Rengek Damian dengan memegangi baju sang mommy.


" Sayang mommy Damian, daddy sedang banyak pekerjaan nak, kalau kita ke kantor sekarang, nanti bisa mengganggu kerja daddy nak ". Sahut Adinda yang berusaha memberikan pengertian pada putranya.


" Dak mau dak mau, Mian mau te tantol daddy crutallang myh ( tidak mau tidak mau, Damian mau ke kantor daddy sekarang my) ". Tolaknya nya lagi.


" Kita tunggu sampai sore di rumah ya nak, atau mommy video call daddy saja ya, seperti biasanya ". Sahutnya lagi yang berusaha memberikan tawaran pada sang putra.


" Dak mau, Mian mau te tantol na daddy myh hwaaa.... ". Jerit Damian menangis karena keinginannya tak kunjung di kabulkan oleh sang mommy.


Bersambung..........


Tetap semangat baca ya kakak - kakak, terima kasih atas dukungannya.


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2