
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Malam pun telah menyelimuti hamparan bangunan dan rerumahan di kota itu. Setelah hampir seharian penuh keluarga Georgino itu menghabiskan waktu kebersamaan mereka, akhirnya mereka sudah mulai menikmati waktu istirahat malam untuk meraih hari esok yang lebih menyegarkan.
Di dalam kamar, si kecil Aganta dengan Damian masih belum tidur. Kedua bocah kembar itu masih begitu asyik menonton film kartun kesukaan mereka. Mulai dari upin dan ipin, hingga SpongeBob.
Kedua bocah kembar itu memang tak bisa jika satu hari pun tanpa menonton kartun. Selain sebagai hiburan anak - anak, film kartun yang mereka tonton juga memiliki banyak makna yang bisa dijadikan pelajaran hidup, terutama arti dari sebuah pertemanan.
Sementara sang mommy Adinda, nampak masih menggendong Alexa si bayi mungil imut nan cantik itu untuk Adinda susui.
Alexa sendiri sudah terlelap dalam gendongan mommy nya, hanya saja Adinda masih tak ingin melepas putri mungilnya itu dari gendongannya. Entahlah, padahal malam ini masih belum begitu larut.
Cup... cup... Adinda pun mencium dengan lembut kening putrinya itu.
" Sayang, putri mommy, kamu cepat sekali tidurnya nak, tidak seperti biasanya... Alexa lelah ya sayang karena hampir seharian main sama kakak Aganta dan Damian?, kasihan sekali anak mommy ini ". Seru Adinda lirih dengan masih menggendong Alexa.
" Mommy, adik adik Alexa sudah tidul ya? ". Seru Damian di sela - sela menonton film kartun nya.
" Iya sayang, adik Alexa nya sudah tidur nak, Aganta sama Damian apa masih belum mau tidur? ". Sahut Adinda.
" Sebental lagi myh, kalau kaltun na sudah habis ". Sahut Damian.
" Ya sudah, tapi jangan sampai larut malam ya nak, Damian sama Aganta harus tidur yang cukup biar tetap sehat ". Sahut Adinda lagi yang menasihati.
" Iya mommy siap ". Sahut keduanya kompak.
Merasa sudah cukup menggendong putrinya Alexa, akhirnya Adinda pun mulai ingin menidurkan putri mungilnya itu dalam box tidurnya yang terletak di antara box tidur kedua putra kembarnya.
" Cup... tidur yang nyenyak ya putriku ". Seru Adinda, lalu menyelimuti tubuh mungil putrinya itu dengan selimut yang begitu menghangatkan tubuh putrinya.
Adinda lalu mendekati kedua putranya yang sedang duduk lesehan di atas karpet yang empuk itu. Mommy muda itu sengaja ingin terus dekat dengan kedua anak kembarnya karena ia tahu, semenjak ada kehadiran Alexa, membuat Adinda menjadi menomorduakan kedua putra kembarnya.
" Aganta, Damian ". Serunya lembut setelah berada di dekat kedua putranya.
" Iya myh, ada apa? ". Sahut keduanya kompak.
" Mendekatlah pada mommy nak, mommy ingin memeluk kalian ". Serunya.
Aganta dengan Damian pun menurut. Dua bocah kembar yang awalnya menonton kartun dengan berbaring itu, kini sudah terjaga dengan mendekati mommy mereka.
Adinda lalu mendekap kedua anak kembarnya itu. Ia sadar, jika kedua putranya sebenarnya sedikit kurang mendapat perhatian. Oleh karenanya, jika ada momen - momen bersama seperti ini, Adinda akan benar - benar akan melakukan pendekatan dengan kedua putranya.
" Mommy, ada apa myh, kok mommy peluk kita? ". Sahut Aganta yang merasa sedikit heran dengan sikap mommy nya.
" Maafkan mommy ya, anak - anak mommy ". Sahutnya meminta maaf.
" Mommy minta maap, minta kenapa, mommy kan tidak salah ". Sahut Aganta.
" Huum, mommy tidak salah ". Timpal Damian.
__ADS_1
" Hihihihi... anak - anak mommy ini memang anak - anak yang baik ya... sayang, mommy minta maaf ya pada kalian nak, karena mommy lebih sering mengurus adik Alexa, kalian jadi harus sedikit menunggu perhatian dari mommy, maafkan mommy ya sayang ". Seru Adinda meminta maaf.
Sungguh Adinda tak ada maksud untuk membeda - bedakan rasa perhatiannya diantara anak - anaknya.
" Mommy, tidak apa kok, Aganta sama Damian tetap senang, kita tidak kulang pelhatian dali mommy, iya kan Damian ". Sahut Aganta.
" Huum, benal itu mommy, yang ingin adik kan kita beldua, jadi mommy tidak pellu minta maap ". Sahut Damian juga yang membenarkan.
Adinda yang mendengar sahutan tak terduga dari kedua putranya merasa sangat terharu. Ia tak pernah menyangka jika kedua putranya akan memiliki rasa pengertian seperti ini. Bahkan keduanya terang - terangan mengatakan jika mereka tidak merasa kurang mendapat perhatian. Sungguh Adinda benar - benar dibuat terharu dengan sikap yang begitu bijak dari anak - anak kembarnya ini yang sebenarnya tidak semua anak bisa melakukannya.
" Terima kasih anak mommy, kalian memang kebanggaan mommy sayang ". Puji Adinda dengan semakin mengeratkan pelukannya.
Mommy muda dengan kedua anak kembarnya itupun masih saling memeluk, hingga tak lama dari itu dari itu, sesosok pria dengan tubuh tinggi dan kekarnya telah masuk ke kamar nya.
" Sayang, my twins boy, kalian ada apa? ". Seru Al setelah masuk ke kamarnya.
" Mas, mas sudah kerjanya? ". Sahut Adinda sebelum akhirnya melepas rengkuhannya dari kedua putra kembarnya.
" Sudah sayang ". Sahut Al.
" Alexa sudah tidur, tumben sekali, ini kan masih pukul tujuh lewat?, hemm... sepertinya putriku ini lelah, mungkin karena hampir seharian tadi Alexa bermain ". Seru Al.
" Iya mas, sepertinya memang seperti itu ". Sahut Adinda.
Al pun akhirnya ikut bergabung bersama sang istri dan juga kedua anak kembar mereka. Dengan mengikuti tontonan kartun kesukaan si kembar, sepasang orang tua dengan dengan anak - anaknya itu menikmati acara filmnya, lebih tepatnya Aganta dengan Damian lah yang menikmati film itu.
Sang waktu masih terus berjalan, hingga satu jam, dua jam pun telah berlalu. Dan ternyata Aganta dengan Damian telah terlelap di sana. Ini tak seperti biasanya.
" Hihihihi... putra kembarku sudah terlelap ternyata... aduuuh, dari saking asyiknya nonton kartun sampai tertidur seperti ini ". Gumam Al dengan tawa gelinya.
" Mas, dipindahkan saja anak - anak, lagi pula ini sudah pukul sembilan malam lebih, Adinda juga mau tidur mas ". Sahut nya, ternyata Adinda pun juga sudah mengantuk.
" Baiklah sayangku ". Sahut Al, lalu pria berusia matang itupun memindahkan tubuh mungil kedua putra kembarnya dalam box tidurnya masing - masing.
Ketiga anaknya sudah terlelap dengan mengarungi mimpi indah mereka masing - masing. Dan sekarang saatnya lah orang tua dari mereka yang akan tidur.
" Mas, Adinda mau ke kamar kecil dulu ya ". Serunya, hal rutin yang memang mommy muda itu selalu lakukan sebelum tidur malam.
Al mulai menaiki kasurnya yang berukuran king size itu, semuanya sudah selesai, hanya tinggal menanti istrinya saja keluar dari kamar kecil.
" Sudah sayang? ". Serunya setelah melihat sang istri keluar dari kamar kecil.
" Sudah mas ". Sahut Adinda, lalu mommy muda itupun mendekati sang suami dan naik ke ranjang kasur juga.
Sepasang suami istri itupun sudah bersiap akan tidur. Malam ini tak ada kegiatan saling bertukar peluh antara sepasang suami dan istri itu. Bukan tidak ada , tetapi lebih tepatnya karena sang istri Adinda sedang ada palang merah, maka, tak ada jatah untuk sang tuan Al malam ini, sehingga malam ini mereka mengakhiri kegiatan sebelum tidur dengan hanya saling berpelukan dan saling bertukar saliva. Dan keromantisan dari mereka masih terus berlanjut hingga mereka pun ikut terlelap.
*****
Seruan akan diingatkan nya setiap insan akan sang Khalik, terasa mulai menggema di indera pendengaran Al. Hingga perlahan tapi pasti, kedua bola mata biru keabu - abuan itu mulai terbuka secara perlahan hingga akhirnya benar - benar terbuka.
" Euuuh ". Lenguh Al.
__ADS_1
" Ternyata ini sudah subuh ". Gumamnya.
Dipandangnya istri cantiknya itu yang masih terlelap. Cantik, itulah hal pertama yang ia lihat dari wajah terlelap istrinya, dan...
Cup... sebuah kecupan manis pun ia sematkan di bibir sang istri Adinda yang sudah menjadi candu baginya. Hingga, akibat dari ulahnya itu malah membuat sang empu menjadi terusik.
Dengan perlahan Adinda pun mulai mengerjapkan kedua kelopak matanya.
" Euuh, mas, mas sudah bangun? ". Seru Adinda dengan suara parau nya, suara khas bangun tidur.
" Iya sayang, ini sudah subuh, kamu tetaplah tidur, aku mau sholat dulu sayang ". Sahut Al.
Lalu pria yang bertubuh kekar itupun mulai menurunkan sepasang kaki jenjang nan kokohnya itu dari ranjang kasur, sebelum akhirnya menuju kamar mandi.
Disaat sang suami sedang mandi, Adinda pun mulai juga ikut turun dari ranjang kasurnya. Mommy muda itu ingin melihat keadaan ketiga malaikat kecilnya itu.
" Anak - anak mommy, kalian masih terlelap rupanya nak ". Gumamnya dengan senyumannya yang terpancar dari kedua sudut bibirnya.
Hingga setelah sekitar dua puluh menit, barulah sang suami Al mulai melangkah keluar dari kamar mandi itu, namun langkahnya ia lanjutkan menuju ruang ganti pakaian karena sang tuan itupun ingin menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Adinda pun masuk ke kamar mandi itu. Ia ingin segera mengguyur tubuhnya dengan air agar menjadi lebih segar. Sementara Al sang suami, sudah bersiap akan melakukan sholat subuhnya.
Tak butuh waktu lama juga bagi Adinda untuk menyelesaikan aktivitas mandinya, hanya sekitar lima belas menit lamanya, aktivitas mandi pun telah usai. Dan Al sendiri pun juga telah selesai dengan sholat subuhnya.
" Mas, mas sudah sholat nya? ". Seru Adinda bertanya setelah keluar dari kamar mandi.
" Sudah sayang, sewaktu kamu mandi, aku sudah selesai sholat ". Sahut Al.
Lalu Adinda pun mulai mendekati ranjang kasur putri mungilnya itu. Ia ingin segera menggendong Alexa yang masih terlelap. Disingkapnya selimut hangat milik putrinya itu, dan Adinda pun mulai akan menggendong tubuh sang putri, dan...
Deg...
Betapa terkejutnya Adinda setelah kedua tangannya itu telah berhasil menyentuh tubuh mungil putrinya.
" Astagfirullahalazim, ya sayang, Alexa demam nak? ". Seru Adinda khawatir, lalu mommy muda itupun segera mengangkat tubuh mungil putrinya yang demam itu.
" Sayang, Alexa sakit? ". Sahut Al yang juga merasa khawatir dengan kondisi putrinya.
" Iya mas Alexa sakit, Alexa demam ". Sahutnya dengan masih dilanda rasa khawatir.
" Ya sudah ayo, sekarang kita siap - siap ke rumah sakit ". Pungkas Al pada akhirnya.
Al tak ingin jika sesuatu yang buruk terjadi pada putri kesayangannya. Sungguh tak disangka musibah ini akan terjadi, baru hari kemarin putri kecilnya itu begitu banyak tertawa dan tersenyum, sekarang malah tak berdaya dengan tanpa suara sedikitpun. Sungguh, Al dengan Adinda benar-benar sangat khawatir dibuatnya.
Bersambung..........
Hai kakak - kakak, Author kembali update, semangat membaca.
πππππβ€β€β€β€β€
πΏπΏπΏπΏπΏ
__ADS_1