Aku Mengandung Anak Majikanku

Aku Mengandung Anak Majikanku
Berenang Bersama


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Seorang daddy dan juga kedua anak kembarnya itu sedang asyik menikmati waktu bersama, ya, siapa lagi yang dimaksud jika bukan sang daddy Al dan juga kedua putra kembarnya si kecil Aganta dan juga Damian.


Di hari libur ini, nampaknya Al begitu bersemangat mengajari kedua buah hatinya untuk berenang, dan seperti inilah sekarang, pria yang sudah berusia matang itu, dengan penuh kehati - hatian dan ketelatenan mengajari anak - anaknya untuk berenang bersama.


" Daddy, daddy danan dauh - dauh dali Mian, Mian tatut daddy ( daddy, daddy jangan jauh - jauh dari Damian, Damian takut daddy) ". Seru bocah kecil itu yang sudah berada di dalam kolam.


" Tenanglah boy, tidak usah takut, kamu kan pakai baju pelampung, jadi tenang saja, daddy pastikan kamu tidak akan tenggelam ". Sahut sang daddy Al, agar Damian tak merasa takut.


Berada di kolam renang membuat si kecil Aganta dan juga Damian nampak terlihat lucu, bagaimana tidak, dua manusia yang masih berukuran mini itu nampak terlihat mengambang bak dua ekor kura - kura yang siap berkompetisi.


" Ayo my twins boy, ayo, kalian sudah siap kan, ikuti aba - aba daddy ya ".


" Sekarang daddy sudah berdiri di sini boy, jadi nanti Aganta dan Damian harus berusaha berenang untuk sampai ke daddy, bagaimana, apa kalian paham? ". Ujarnya pada si baby twins.


" Paham daddy " Sahut Aganta dan Damian kompak.


" Ingat ya, saat daddy menyuruh kalian berenang, kalian harus menggerakkan kaki dan juga tangan kalian, paham? ". Lanjut Al lagi.


" Paham daddy ". Sahut keduanya lagi dengan kompak.


" Berenang akan di mulai, satu dua tiga mulai ". Seru Al.


Dan benar saja, Aganta dan juga Damian pun mencoba berenang sesuai dengan interupsi dari sang daddy.


" Ayo anak - anak daddy, berenang yang semangat, cepat gapai daddy ". Seru Al lagi.


Aganta dengan Damian pun semakin bersemangat bergerak, mereka berdua benar - benar sangat lucu dilihatnya. Al yang awalnya begitu serius melihat antusias anak - anaknya, mendadak keseriusan itu menjadi hilang, hingga...


" Hahahaha... aduh boy kalian lucu sekali hahahaha... ". Seru Al dengan tawanya yang sudah terpingkal - pingkal.


Tanpa mempedulikan tawa sang daddy, dua bocah kembar itupun tetap melanjutkan aksi berenangnya, dan setelah sekitar lima menit mereka menggerak - gerakkan kedua tubuh mungilnya, akhirnya sampai juga mereka berdua pada sang daddy.


" Hihihihi... kalian sampai juga rupanya ". Al pun meraih tangan mungil kedua putranya.


" Daddy, cudah ya daddy, Mian dak tuat, Mian mau belhenti belenan na ( daddy, sudah ya daddy, Damian tidak kuat, Damian mau berhenti berenangnya) ". Pintanya pada sang daddy.


" Iya daddy, Anta duda dak tuat belenan, Anta mau ishtillahat ( iya daddy, Aganta juga tidak kuat berenang, Aganta mau istirahat) ". Pintanya juga pada sang daddy.


Al yang melihat permohonan kedua putranya pun merasa kasihan, mungkinkah dirinya terlalu memaksakan kehendak, apalagi ini pertama kalinya kedua putranya berenang tanpa Al memegang tangan mungil mereka.


" Baiklah anak - anak daddy, kalian lelah ya, maafkan daddy ya, ayo sebaiknya kita naik saja, kita sudahi kegiatan berenangnya ". Sahut Al, dan ia pun menggiring tubuh mungil kedua putranya untuk sampai di tepi kolam.


Baru saja mereka keluar dari kolam, nampak seorang wanita dengan perut buncit nya datang menghampiri dengan membawa sebuah nampan yang berisi makanan dan juga minuman.


" Loh mas, sudah berenangnya? ". Tanya Adinda heran, pasalnya tidak seperti biasanya suaminya itu begitu cepat berhenti berenang.


" Sudah sayang, anak - anak mau berhenti katanya ". Sahutnya.


" Oh begitu ". Sahutnya.

__ADS_1


Seperti biasa Adinda pun meletakkan makanan dan minuman yang di bawanya itu di atas meja dengan duduk lesehan.


" Ayo mas, anak - anak mommy, kalian minum dan makan dulu ". Serunya.


Dan seperti biasa, seorang daddy dengan kedua anak kembarnya itupun menurut.


Keluarga kecil itupun menikmati makanan dan juga minumannya hingga tandas, dan setelah itu barulah mereka masuk ke rumahnya.


*****


Wanita cantik itu nampak melihat - lihat adanya berbagai macam kue di etalase. Diandra sedang memperhatikan berbagai macam kue dengan rasa yang berbeda - beda, namun dari sekian banyak kue yang ia lihat, hanya satu rasa kue lah yang akan ia beli yaitu kue rasa strawberry dengan banyak toping buah strawberry di atasnya.


" Mbak, saya mau strawberry cake yang ini ya ". Tunjuk Diandra pada salah satu cake.


" Oh, baiklah nona, akan segera kami siapkan kuenya ". Sahut pelayan wanita itu dengan ramah.


Pelayanan wanita itu pun mulai membungkus dengan begitu rapi kue milik Diandra. Sedangkan Diandra, dalam hatinya saat ini terasa begitu berbunga - bunga, bagaimana tidak, setelah sekian lama akhirnya hari ia akan berkunjung juga ke rumah sang kekasih yang sudah begitu lama tak ia jumpai.


Ya, hari ini Diandra akan menemui Al, dan tak lupa pastinya ia akan membawa buah tangan untuk kekasihnya itu, apalagi yang ia bawa jika bukan kue strawberry kue kesukaan Al.


" Al, aku sudah tidak sabar bertemu denganmu, tapi aku juga sangat gugup, tapi tidak apa - apa, dengan kue strawberry ini pasti kamu akan luluh padaku lagi ". Gumamnya tersenyum.


" Ini nona kuenya, total harganya lima ratus lima puluh ribu ". Sahut pelayan wanita itu.


" Oh, baiklah ini mbak uangnya, kembaliannya untuk mbak saja ya ". Sahut Diandra.


" Aduh, terima kasih nona, semoga kebahagiaan selalu menyertai, dan semoga apa yang menjadi harapan nona bisa di ijabah oleh Tuhan ". Seru pelayan wanita itu dengan tulus.


" Amin, terima kasih ya mbak atas doanya, kalau begitu saya permisi dulu ya ". Sahut Diandra lagi sebelum akhirnya wanita berparas cantik itu berlalu meninggalkan area toko kue.


*****


Diandra dengan begitu fokus mengarahkan pandangannya ke arah jalanan di depan, senyuman kecil nampaknya tak henti - henti keluar dari kedua sudut bibirnya, bahkan jemari lentiknya itupun tak urung untuk menyentuh box kue strawberry nya.


" Sebentar lagi Al, iya sebentar lagi ". Gumamnya tersenyum.


Keinginannya untuk datang ke rumah Al, memang sengaja ia lakukan tanpa memberitahu terlebih dahulu pada Al, ya, karena Diandra sengaja ingin memberikan kejutan pada kekasih lamanya itu.


Dan dirinya pun juga sangat berharap semoga kekasihnya itu mau memaafkan kesalahannya yang sudah begitu tega pergi meninggalkannya tanpa adanya kabar apapun.


*****


Kegiatan berenang pun telah usai, kini sang daddy dengan kedua anak kembarnya itu nampak terlihat sangat tampan dengan style baju yang dikenakan oleh mereka.


Ya, entah apa yang terjadi, tiba - tiba saja si kecil Aganta dan juga Damian ingin memakai baju yang sama seperti daddy mereka.


Al terlihat nampak begitu cool, kaos oblong warna silver dengan celana jeans selutut berwarna hitam yang dikenakan nya benar - benar membuat pria blasteran itu terlihat sangat tampan dan juga se*ksi, tubuh tegap dan berototnya itu benar - benar telah menambah aura kegagahan nya.


" Daddy, dimana, Mian tampan tan, patai badu ini? ( daddy, bagaimana, Damian tampan kan, pakai baju ini?) ". Tanya bocah kecil itu dengan memamerkan baju yang sama dengan daddy nya.


" Oh tentu boy, kamu sangat tampan, kalian sangat tampan, sama seperti daddy ". Sahut Al dengan mengelus pucuk kepala kedua putranya.


" Myh mommy, Anta mau liat taltun upin ipin myh ( myh mommy, Aganta mau lihat kartun upin ipin myh) ". Pinta si kecil Aganta tiba - tiba dengan meninggalkan sang daddy dan juga saudara kembarnya.

__ADS_1


Adinda yang duduk santai dengan menyandarkan tubuhnya di ranjang kasur itupun meraih remote tv agar putranya itu bisa menonton film kartun kesukaannya.


" Mas, Damian, ayo duduk di sini, kita nonton kartun bersama ". Ajak Adinda.


" Baiklah sayang ". Sahut Al dan ia pun menuntun tubuh mungil Damian untuk naik ke atas kasurnya.


Kini, keluarga kecil itupun sedang menikmati kebersamaan mereka di waktu pagi yang sudah menjelang siang ini.


*****


Setelah hampir dua puluh menit berkendara, akhirnya Diandra pun sampai juga di pintu gerbang mewah kediaman Al yang memang selalu terbuka lebar itu.


Diandra melajukan mobil mewahnya dengan pelan hingga sampai di pelataran rumah mewah Al.


Tak ingin membuang waktu, akhirnya wanita cantik itupun keluar dari dalam mobil dengan box kue yang sudah ada di tangannya.


Ivan sang penjaga kepercayaan Al pun yang melihat wanita itupun merasa sedikit heran, siapakah wanita itu, dan apa yang dibawanya?. Demi menghilangkan rasa perasaan nya, Ivan pun mencoba mendekatinya.


" Permisi nona ". Sapa Ivan.


Diandra pun langsung menoleh ke arah sumber suara, hingga...


" Ivan ". Sahutnya.


Deg... Ivan begitu tersentak kaget, bahkan ia sampai membelalakkan kedua bola matanya, Ivan begitu tak percaya dengan sosok wanita yang ada di depannya saat ini, bagaimana tidak, setelah sekian lama tak pernah muncul, kini malah berdiri tegak tepat di depannya.


" Hey Ivan, biasa sajalah lihatnya, kenapa sampai melotot seperti itu, memangnya aku ini hantu apa? ". Tanya Diandra dengan tersenyum jahil.


" No-nona Diandra, ini benar - benar nona Diandra? ". Tanya Ivan yang masih tak berkedip.


" Ya iyalah Van, ini aku, masak iya hantu ". Sahut Diandra lagi.


" Ta-tapi nona, bagaimana bisa nona ada di sini, bukannya nona ada di Canada? ". Sahut Ivan, setelah akhirnya ia kembali tersadar dari keterkejutan nya.


" Iya, aku memang ada di Canada, tapi aku sudah kembali Van, sudah - sudah jangan bertanya lagi ya, aku ingin menemui Al sekarang ". Sahut Diandra, tentu, karena memang inilah alasannya kenapa ia datang kemari.


" Tuan ada di dalam nona, sebentar ya, saya akan memberitahu tuan terlebih dahulu ". Sahut Ivan, dan ia pun hendak ingin memasuki rumah tuannya.


" Eh tunggu dulu Van, kamu tidak perlu memberitahu Al, aku mau langsung masuk saja ".


" Tenang jangan khawatir, Al tidak akan memarahimu tenang saja, lagipula perusahaan ku sedang bekerjasama dengan perusahaan Al saat ini ". Tahan Diandra dengan memberikan penjelasan nya.


Tak ingin menghalangi keinginan sang nona, Ivan pun membiarkan saja apa yang diinginkan oleh nona Diandra nya, toh tuan Al nya pasti sudah tahu jika nona Diandra nya sudah kembali dari Canada, itulah yang ada dalam pikiran Ivan.


" Baiklah nona, terserah nona Diandra saja ". Sahut Ivan pada akhirnya.


Dan benar, Diandra pun akhirnya melangkah memasuki rumah mewah pribadi Al, sebuah rumah yang sudah lima tahun ini sudah tidak ia datangi.


Bersambung..........


Buat kakak - kakak, maaf ya Author updatenya kelamaan, tetap semangat membaca.


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2