
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Seruan sang Khaliq mulai menyapa setiap insan yang masih terlelap dalam mimpinya. Namun bagi setiap insan yang beriman pastilah akan merasakan adanya sinyal akan kasih sayang Tuhan, untuk bisa merajuk.
Adinda mulai mengerjap - ngerjapkan kelopak mata indah nya kala ia mendengar lantunan Adzan yang selalu setia tersimpan dalam benda pipihnya itu, telah berhasil menyadarkannya dari alam bawah sadarnya.
Meski Adinda masih belum selesai dari masa nifasnya, namun hal itu tak membuat Adinda untuk bangun di pagi hari dan bermalas - malasan.
Jika biasanya di waktu subuh kedua putranya telah terbangun, namun kali ini Aganta dan Damian masih setia terlelap, mungkin karena kedua bayi mungil itu sempat terjaga cukup lama di malam harinya, membuat Aganta dan Damian masih terlelap di waktu subuh.
" Anak - anak mama masih belum bangun hemm?, pasti karena tadi malam kalian bergadang ya sayang, kasihan sekali anak mama ". Seru Adinda dengan menatap wajah kedua bayi mungilnya.
" Ini masih subuh, lebih baik aku mandi dulu saja, setelah itu aku akan membantu bi Ima dan bi Tarsih ". Gumam Adinda dan ia pun langsung bergegas untuk mandi. Tak lupa handuk dan juga dan baju kimono nya Adinda siapkan.
Waktu telah menunjukkan pukul 04:30 dini hari, seperti biasa para asisten rumah tangga mulai memasak untuk menyiapkan sarapan untuk para majikannya.
Terlihat bi Ima dan juga bi Tarsih yang begitu sigap dan handal dalam memasak.
" Bu Ima, bagaimana sambalnya sudah siap? ". Tanya bi Tarsih.
" Siap bu, semuanya sudah beres ". Sahut bi Ima.
" Oh ya sudah, ini kuah ikan asam pedas nya juga sudah saya masak bu ". Sahut bi Tarsih yang ikut menimpali.
" Tapi ada dua menu lagi yang masih belum selesai bu, tumis brokoli dengan dengan seafood cumi nya ". Ujar bi Ima lagi.
" Iya bu, ini saya sedang mencuci cumi nya ". Sahut bi Tarsih.
Membicarakan tentang tumis brokoli mengingatkan bi Ima pada bi Nadia. Untuk sesaat bi merasa sedih di ruangan dapur itu.
" Bu Tarsih, bicara tentang tumis brokoli, saya jadi teringat dengan bu Nadia bu ". Seru bi Ima sedih.
Bi Tarsih yang mendengar itu pun untuk sesaat menghentikan aktivitasnya. Bi Tarsih teringat akan saat - saat dimana bi Nadia suka membantunya dan merawatnya si saat dirinya sakit. Memang bu Nadia itu benar - benar orang yang sangat baik.
" Iya bu Ima, saya jadi teringat bu Nadia, biasanya bu Nadia lah yang suka memasak tumis brokoli jika nyonya ingin makan tumis brokoli ". Sahut bi Tarsih yang juga merasa sedih.
" Kira - kira bagaimana ya bu, kabar bu Nadia, sayang sekali orang baik seperti bu Nadia harus terkena masalah karena putrinya ". Seru bi Ima.
Dan kemudian dua wanita yang dibalut rasa sedih itu karena kepergian teman terbaiknya, kini mulai kembali fokus pada aktivitas memasaknya.
Kemudian tidak lama dari itu atau sekitar lima menit berlalu, datanglah sesosok wanita berhijab dengan wajah manisnya yang sudah begitu segar.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum ". Seru Adinda.
" Waalaikum salam ". Sahut bi Ima dan bi Tarsih dengan bersamaan.
" Eh non Adinda, ada apa, ada perlu sesuatu kah? ". Tanya bi Tarsih.
" Iya non, non Adinda butuh apa biar kami yang siapkan, jadi non Adinda tidak perlu turun, non Adinda kan harus istirahat ". Sahut bi Ima yang ikut menimpali.
" Ya Allah bi, berapa kali harus Adinda katakan, jangan pernah mengatakan Adinda dengan sebutan non ". Sahut Adinda yang merasa tak suka dengan sebutan yang disematkan untuknya.
" Aduh, tidak apa - apa lah non, yang penting kan kita tetap menganggap non sebagai anak kita, kalau untuk sebutan nona itu semua diucapkan untuk menghormati nona Adinda saja ". Sahut bi Tarsih.
" Hem, ya sudah terserah bibi sajalah ". Sahut Adinda pasrah.
" Adinda hari ini ingin membantu bi Ima dan bi Tarsih masak ". Seru Adinda.
" Eh tidak usah non, biar kami saja yang masak, non Adinda istirahat saja " Sahut bi Ima, dan dibenarkan oleh bi Tarsih.
" Ayolah bi, mumpung anak - anak Adinda sedang tidur, jadi Adinda juga ingin membantu memasak, tolong jangan larang Adinda ya ". Sahut Adinda dengan mimik sedihnya.
Bi Ima dan bi Tarsih merasa tak tega melihat Adinda. Mau tidak mau salah satu dari mereka harus mengiyakan.
" Ya sudah, kalau itu memang mau non ". Sahut bi Ima pada akhirnya.
Akhir mereka bertiga pun sama - sama memasak. Kali ini Adinda yang akan memasak tumis brokoli nya, karena Adinda tahu kalau pastilah nyonya Devina nya yang meminta.
" Masih belum bi, mungkin Adinda baru selesai masa nifas kalau sudah dua bulan ". Sahut Adinda.
" Wah, itu artinya non Adinda dan tuan Al akan segera menikah ". Sahut bi Ima dengan senyum jahilnya.
Deg.. deg.. deg.. deg.
Seketika itu jantung Adinda berdetak lebih kencang. Mendengar kata pernikahan Benar - benar membuat perasaannya menjadi harap - harap cemas. Benar dengan apa yang diucapkan oleh bi Ima, jika pernikahan nya dengan tuan Al sudah semakin dekat.
" Non Adinda kenapa diam? ". Seru bi Ima lagi.
" Eh, emm, tidak bi, tidak apa - apa ". Sahut Adinda dengan wajahnya yang sudah terlihat memerah karena malu.
" Sudah bu Nadia, jangan ditanya lagi, lihat saja itu wajahnya sudah seperti kepiting rebus ". Sahut bi Ima dengan senyum jahilnya.
*****
Di sebuah kamar yang cukup mewah, seorang gadis sepertinya tengah sibuk sedang mencari pakaian yang cocok untuk ia kenakan di hari pernikahan sahabatnya.
__ADS_1
Vita terus memilah - milah dan membalik - balikkan pakaian yang sedang ia cari, namun sepertinya ia tak kunjung juga menemukan baju yang cocok.
" Tidak ada yang cocok, aku harus menggunakan baju apa? ". Gumam Vita.
" Heeh, ini semua karena si manusia robot tuan Andrew, bagaimana bisa dia membawa model baju - baju yang seperti ini, tidak ada yang lebih panjang, semuanya di bawah lutut, kan aku jadi malu ". Seru Vita lagi.
Ya, Vita memanglah bukan gadis yang menggunakan hijab, tetapi Vita adalah gadis desa yang setiap harinya selalu setia menggunakan baju dengan model lengan panjang dan rok panjang.
Meski sebenarnya baju - baju yang di bawa oleh Andrew bukanlah model baju yang tidak terlalu terbuka, tetapi tetap saja Vita masih merasa malu jika memakainya.
" Sepertinya aku harus beli baju baru lagi, tapi kalau mau beli baju di kota ini dimana, aku kan tidak tahu seluk-beluk kota Jakarta ". Seru Vita lagi yang merasa kebingungan.
" Apa aku minta bantuan tuan Andrew saja ya, pasti dia lebih tahu, tapi..... tidak ah, dia kan orangnya sangat kaku mana mungkin dia mau membantuku, dia kan bisanya hanya mau melakukan sesuatu kalau tuan Al yang menyuruh ". Gimam Vita panjang lebar.
" Haahh..... ". Vita menghela nafasnya cukup panjang. Ia benar - benar bingung dengan keadaan nya saat ini.
*****
Bertambahnya waktu mengantarkan pada pergantian hari. Hari - hari terus berlalu tanpa bisa disadari.
Tanpa terasa dia minggu lamanya Adinda telah selesai dari masa nifasnya, dan itu menandakan hari dimana dua insan akan membuat sebuah ikatan suci di bawah ridho sang ilahi.
Ya, hari ini adalah hari dimana seorang Alexander Gerald Georgino dengan Adinda Zilvanya Kanzu akan melangsungkan pernikahan.
Kegiatan ijab kabul akan di lanksanakan di tempat terbuka di sebuah halaman yang begitu luas dan teramat indah di kediaman Al.
Ornamen - ornamen yang sangat indah begitu menghiasi halaman mewah itu. Nampak semua keluarga telah hadir untuk menyaksikan pernikahan putra dan putri mereka.
Pak Budi kini sudah hadir di tengah - tengah acara pernikahan putrinya untuk menjadi wali bagi putrinya.
Sedangkan Al dengan menggunakan setelan jas putih nya, sudah duduk dengan tegak dan berhadapan langsung dengan penghulu.
Jujur saja Al sangat merasa dag dig dug. Jantungnya berdetak tidak karuan, padahal ini adalah pernikahan keduanya.
" Kenapa aku jadi deg - degan seperti ini, saat aku menikahi Sintia dulu jantungku tidak berdebar - debar seperti ini, tapi kenapa sekarang saat aku akan menikahi Adinda menjadi berdebar - debar seperti ini? ". Batin Al.
Pak Budi yang melihat tuan Al nya yang merasa gugup, berusaha untuk menangkan.
" Tuan Al, tenanglah tuan, tarik nafas tuan Al dulu, mulailah semuanya dengan bismillah, insya Allah, semuanya akan berjalan lancar ". Seru pak Budi.
" Iya pak ". Sahut Al.
Bersambung..........
__ADS_1
Maaf ya malam ini Author updatenya sedikit, semoga anda semua suka ππππ.
πΏπΏπΏπΏπΏ