
Meka dan Zain terus membahas rencana liburan mereka.
"Sayang, gimana, kamu setuju kan kita ambil liburan honeymoon. Karena setelah kita menikah, Mas belom mengajak kamu honeymoon," ucap Zain.
"Iya Mas, aku nurut aja. Emang kamu mau bawa aku kemana Mas?" tanya Meka yang merasa senang.
"Kamu maunya kemana sayang?" tanya Zain balik.
"Aku ingin ke Paris, Mas. Gimana?"
"Boleh, kalau gitu Mas akan urus semuanya. Kita akan menghabiskan waktu selama seminggu disana. Dan hanya kita berdua."
"Serius Mas!" seru Meka.
"Serius sayang, Mas akan lakukan apapun untuk kamu. Tapi sebelum kita berangkat. Mas ingin kerumah Mama dulu ya," ajak Zain.
"Iya Mas. Aku juga dah lama gak ketemu Mama," balas Meka.
Mereka asyik ngobrol, hingga tak memperhatikan jam yang sudah mulai malam. Hingga, Meka yang menyadari keberadaan mereka di cafe itu sudah sangat lama.
"Mas, ini sudah malam. Ayo kita kembali ke Apartement," ajak Meka.
"Mas gak nyadar kalau kita sudah lama disini," balas Zain.
Stelah Zain membayar makanan mereka. Zain dan Meka pergi meninggalkan cafe itu. Jarak antara cafe dan Apartement mereka tidak terlalu jauh, hingga waktu yang dilalui sangat singkat.
Akhirnya Meka dan Zain sampai di Apartement. Meka langsung masuk ke dalam kamar dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sedangkan Zain dia meletakkan leptopnya di atas meja kerjanya. Lalu duduk di sofa menunggu Meka yang mandi duluan.
Di dalam kamar mandi, Meka tersenyum bahagia karena akan berlibur haneymoon dengan suaminya. Hingga ritual mandinya selesai. Meka keluar dari dalam kamar mandi dan mendapatkan Edy sedang tertidur dengan posisi duduk di sofa.
"Kasihan sekali kamu Mas. Pasti kamu lelah ya," ucap Meka yang berdiri di hadapan suaminya.
Meka sengaja tak membangunkan Zain, dan dia memberikan selimut untuk menutupi tubuhnya Zain.
Meka pun duduk di sofa menemani suaminya dengan menonton TV. Hingga ponsel Meka berdering, Meka langsung mengambilnya dan melihat siapa yang menghubunginya. Ternyata Papanya Meka yang menghubunginya.
"Assalamu'alaikum Pa," sapa Meka.
"Wa'alaikumussalam Nak! Gimana khabar kalian disana?" tanya Papanya.
__ADS_1
"Alhamdulillah Pa, kami baik aja disini. Papa sendiri gimana?" tanya Meka.
"Papa baik kok. Tapi ada yang mengganjal di hati Papa," ucap Papanya yang membuat Meka penasaran.
"Apa itu Pa?"
"Nak, kemaren Papa mimpiin kamu. Papa melihat kamu dikerumuni sama iblis-iblis jahat. Papa khawatir sekali dengan kamu nak," ucap Papanya memberitahu.
"Tapi Meka baik-baik aja Pa disini. Mungkin itu hanya bunga mimpi yang jelek Pa," hibur Meka.
"Papa harap begitu. Tapi kamu harus hati-hati disana ya nak. Kalau ada apa-apa langsung kasih tau Papa," pinta Papanya.
"Iya Pa. Oh ya, Meka dan Mas Zain rencananya mau liburan ke Paris Pa. Meka minta do'anya ya Pa," ucap Meka.
"Berapa lama nak kalian disana? Bisakah setelah itu, kalian ke kampung nemui Papa. Papa sangat merindukanmu nak," pinta Papanya dengan penuh harap.
"Iya Pa, pasti kami akan kesana. Papa jaga kesehatan ya disana."
"Iya nak. Zain kemana nak?" tanya Papanya.
"Nih Mas Zain ketiduran Pa. Kami baru pulang dari Kampus, ternyata sampai disini, Mas Zain tertidur," ucap Meka.
"Oh ya sudah kalau gitu. Salam aja buat suamimu."
"Papa matikan dulu ya, Assalamu'alaikum," ucap Papanya.
"Wa'alaikumussalam Pa."
Setelah obrolan berakhir, Meka menoleh kesamping, melihat Zain masih tertidur dengan lelapnya. Meka tak menyadari kalau suaminya itu sedang berada di dunia ghaib.
Ada seseorang yang menarik jiwa Zain untuk meninggalkan raganya dan mengurung jiwanya di dunia lain.
Saat ini Zain sedang bermimpi yang indah. Dia melihat Meka sedang tersenyum melambai ke arahnya. Meka terlihat sangat cantik dan wajahnya pucat. Dia sedang duduk manis di bangku taman, tersenyum melihat ke arah Zain. Zain yang terpesona melihat kecantikan itu, berjalan menghampiri Meka. Zain terbuai oleh aroma melati dari tubuh Meka.
Mereka memasuki rumah yang sangat indah dan mungil. Meka terus bergelayut manja ke Zain. Dia memeluk tubuh Zain dengan erat. Meka dengan genitnya mengajak Zain masuk ke dalam kamar yang sudah dihiasi bunga dan aroma teraphy.
Sedangkan di dunia nyata, Meka merasa ada yang aneh dengan suaminya. Lalu dia memusatkan pikirannya dengan memejamkan matanya berkonsentrasi sambil memegang tangan suaminya. Meka melihat suaminya tersesat di alam ghaib. Meka melihat sosok Bu Arin sedang berduaan dengan Zain di dalam kamar. Meka bingung kenapa Bu Arin bisa ada di dunia ghaib?
Hingga dalam dunia ghaib itu sosok Harimau putih membawa Meka memasuki rumah itu dan menghentikan perbuatan Bu Arin.
Bu Arin yang sudah sangat berambisi terhadap Pak Zain, melakukan berbagai cara agar dia bisa hidup selamanya dengan orang yang dicintainya. Bu Arin melakukan ritual dengan mengeluarkan jiwanya dari tubuhnya. Tentu saja ritual itu di bantu dengan dukun sakti berilmu hitam. Bu Arin rela hidup di dunia lain bersama Pak Zain selamanya. Hingga ritual itu membuat Bu Arin memasuki alam mimpi Pak Zain dan menarik jiwanya keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
Setelah Bu Arin berhasil membawa Zain ke dunia lain, dia ingin melakukan hubungan badan dengan laki-laki yang dicintainya. Agar mereka memiliki anak di dunia lain.
Namun sayangnya, lagi-lagi rencana itu di gagalkan sama Meka. Meka berhasil masuk ke dalam dunia mimpi suaminya bersama Khodamnya. Meka mendobrak pintu kamar itu dan melihat suaminya hampir ditelanjangi oleh Bu Arin. Meka menarik paksa suaminya dan mengusapkan telapak tangannya di wajah suaminya sambil membaca do'a, dan dibantu oleh Khodamnya. Hingga Zain tersadar dan melihat Meka serta Bu Arin.
Bu Arin yang melihat rencananya di gagalkan terus, merasa berang. Dia melemparkan bola api ke arah Meka, namun dihalau oleh Khodamnya Meka. Harimau putih itu mengaum marah dengan memperlihatkan gigi taringnya yang panjang dan kuku-kukunya yang tajam.
"Meka, bawa kembali dia ke alam mu, biar aku yang akan mengurus wanita ini," suruh Khodamnya.
"Bagaimana caranya?" tanya Meka bingung.
"Pejamkan mata kalian dan berkonsentrasi, aku akan membantu kalian keluar dari sini," jawab Khodamnya.
Kemudian mereka berdua memejamkan matanya dan kembali ke dunia nyata. Zain terbangun dari tidurnya sambil terbatuk-batuk. Sedangkan Meka membuka matanya dan menoleh ke arah Zain.
"Mas, kamu gak kenapa-napa kan" tanya Meka khawatir.
"Sayang, kepala Mas sakit banget. Dan Mas sepertinya tadi bermimpi. Tapi. Mas lupa mimpi apa," ucap Zain sambil memegangi kepalanya yang sedikit pusing.
Meka bingung untuk menceritakannya atau tidak terhadap suaminya. Dia takut, jika suaminya merasa terbebani dengan kejadian itu.
"Lebih baik, aku simpan aja kejadian tadi. Biarlah Mas Zain tidak mengetahuinya," bathin Meka.
Meka berdiri dan berjalan ke meja makan untuk mengambil air putih di gelas. Lalu dia menghampiri Zain dan memberikan air putih itu ke Zain.
"Mas, ini diminum dulu, biar enakan," ucap Meka sambil menyodorkan gelasnya.
"Makasih sayang."
"Ya udah, kamu mandi dulu Mas. Habis itu kamu lanjut lagi tidurnya. Kamu perlu istirahat Mas biar tubuh dan pikiran kamu fresh ya," suruh Meka.
"Heum, Mas mandi dulu ya."
Zain berdiri dari sofa dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Zain masuk ke dalam kamar mandi di, Khodamnya Meka memperlihatkan wujudnya ke hadapan Meka.
"Bagaimana dengan perempuan itu?" tanya Meka penasaran.
"Dia tidak bisa kembali lagi ke tubuhnya, karena itu perjanjiannya dengan dukun sakti yang membantunya membawa jiwa Zain ke dunia lain. Selain itu ada iblis yang membantunya dengan syarat, jika perempuan itu tidak berhasil membawa jiwa Zain, maka dia akan selamanya terperangkap sendirian dalam dunia ghaib, itu berarti dia sudah meninggal. Tapi jika dia berhasil membawa jiwa Zain, maka mereka akan selamanya hidup dalam dunia lain dan itu berarti perempuan itu dan Zain sudah meninggal," jelas Khodamnya.
"Maksudnya, sekarang Bu Arin sudah tiada?" tanya Meka tak percaya sambil menutup mulutnya.
__ADS_1
"Ya, kamu benar Meka. Itu akibat perbuatannya sendiri. Besok akan ada pengumuman tentang kematiannya yang secara tiba-tiba.
Lalu Khodamnya itu menghilang meninggalkan Meka dengan pikiran yang tak tenang. Dia tak percaya, Bu Arin akan berakhir seperti ini.