
Akhirnya yang selama ini dipendam kakaknya, diceritakannya juga sama satu-satunya adiknya yaitu Sandy. Saat ponsel Sandy berbunyi, dia berusaha menggapainya yang terletak di dashboard. Saat tangannya yang sebelah mengambil ponselnya, saat dia menggenggam ponselnya, tiba-tiba dari depan sebuah mobil pribadi menikung truk yang ada didepannya. Tapi naas saat mobil itu menikung kedepan, mobil yang dibawa Sandy dalam keadaan kecepatan tinggi hingga tabrakan tak Nn mmm
terelakkan karena ternyata dari arah belakang mobil Sandy, juga ditikung dari sebelah kiri. Hingga mobil yang ditumpangi mereka tidak bisa terselamatkan dan mengakibatkan tabrakan bersama.
Kira-kira seperti itulah model tabrakannya. Jadi bisa bayangkan sendiri ya bagaimana tabrakannya.
Mobil yang dibawa Sandy mengalami kehancuran. Dan Mamanya Meka terluka parah terkena serpihan kaca, begitu juga dengan Sandy adiknya. Namun berbeda dengan Binyu, naasnya dia meninggal ditempat karena tubuhnya terlempar kedepan dan tidak bisa terselamatkan.
Mereka langsung dilarikan kerumah sakit. Pihak rumah sakit menghubungi keluarga. Dan dari korban kecelakaan, mereka menghubungi no Papanya Meka.
Saat mendengar khabar kecelakaan itu, Papanya syok dan merasa terpukul. Dia langsung menuju rumah sakit yang diberitahukan. Sesampainya di rumah sakit, Papanya Meka pergi Reseptionist dan bertanya tentang korban kecelakaan yang barusan terjadi. Lalu salah satu karyawannya mengatakan bahwa korban berada diruang ICU.
Papanya Meka langsung berlari menuju ruang ICU. Saat melihat Dokter keluar dari ruangan itu, dia langsung mendatangi Dokter itu.
"Dokter, dokter gimana dengan istri saya dok?" tanya Papanya Meka yang sudah panik.
"Maaf, anda keluarga dari siapa?" tanya sang Dokter.
"Sa..saya suami dari korban kecelakaan itu dok!" ucap Papanya.
"Begini Pak, saya dengan berat hati mengatakan, ada empat korban kecelakaan yang tidak bisa diselamatkan lagi dan empat orang lagi, cidera dengan luka parah dan sudah ditangani. Silahkan anda melihat korban yang tewas didalam ruangan itu," jelas si Dokter.
Lalu Papanya Meka masuk kedalam ruangan dan melihat satu persatu mayat yang ada disitu. Pertama yang dibukanya adalah korban tewas yang di sebelah kanan, namun bukan orang yang dicarinya. Papanya Meka semakin panik, dia membuka kain penutup korban yang satunya lagi, dan ternyata bukan. Kemudian Papanya Meka ingin membuka kain penutup korban tewas yang dihadapannya. Dan dia tertegun sesaat melihat tangan korban yang terjuntai kebawah. Dia melihat dijari tangan itu terdapat cincin pernikahan yang diberikannya terhadap istri tercintanya. Nafasnya seakan berhenti tercekat, tangannya gemetaran ingin membuat kain penutup itu.
Lalu perlahan-lahan kain penutup itu dibuka seluruhnya hingga terpampang wajah istri tercintanya yang sangat dirindukannya.
"Mamaaaa!!! jangan tinggalin Papa!!! hiks hiks hiks," dia memeluk tubuh kaku dan dingin istrinya. Tangisannya pun pecah kehilangan istrinya.
Lalu dia tersadar teringat anak bungsunya.
"Biyu mana Biyu!" Papanya Meka beralih ke korban yang satunya lagi dan langsung membuka kain penutupnya dan terlihatlah wajah anak bungsunya, jagoannya yang selalu dirindukan dan dinantikannya untuk bertemu.
"Biyu sayang....! Bangun nak, ini Papa...., jangan pergi, jangan tinggalkan Papa sayang! Papa sudah belikan Biyu mainan yang banyak sayang! Hiks hiks hiks.
"Ma, bangun...., kenapa kalian tega ninggalin Papa dan Meka...! Padahal Papa sudah belikan baju kesukaan Mama yang berwarna putih! Bangun Ma...!" Papanya Meka terduduk disamping mayat istrinya.
Lalu dia beralih ke tubuh anaknya, dia memeluk anaknya dengan kesedihan yang mendalam. Setelah itu, datanglah Abangnya beserta istrinya.
__ADS_1
"Dek, apa yang terjadi?" tanya Abang Papanya Meka.
"Bang....!! Istriku bang.., aku ditinggalnya selamanya bang! Hiks hiks hiks," ucap Papanya Meka sambil memeluk abangnya.
"Apa...!! Innalillahi wainnailaihi raji'un, ya Allah dek kenapa bisa terjadi? Bukannya hari ini akan kumpul keluarga kita. Apa yang terjadi!" Abangnya tak percaya dengan kenyataan yang ada.
"Mereka tabrakan bang! Adiknya menjemput istriku dibanderol bersama Biyu, dan terjadi kecelakaan. Aku juga belom tau bang kejadiannya. Tadi aku dihubungi pihak rumah sakit, dan mengabari tentang korban kecelakaan," jelas Papanya Meka.
"Ya Allah, kamu yang sabar ya dek, ikhlaskan semuanya. Ini sudah kehendak Allah SWT. Kamu harus kuat!" Abangnya memberikan dukungan dan semangat untuk adiknya agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan.
"Lalu Biyu jagoan kita mana? Dia selamat kan dek?" tanya abangnya.
"Hiks hiks hiks, aku kehilangan keduanya bang...!" hiks hiks hiks
"Allahu Akhbar! Sabar dek, sabar...! Mana Biyu?" tanya abangnya yang histeris.
Papanya Meka beralih ke Biyu yang tertutup kain. Lalu dia membuat kain penutup itu dan memperlihatkan tubuh Biyu yang sudah kaku dan dingin terhadap abangnya.
"Biyu....keponakanku....!" Abangnya memeluk tubuh Biyu yang wajahnya tersenyum.
Lalu istri abangnya datang keruangan itu dan melihat keduanya menangis.
"Dek, Mamanya Meka udah pergi ninggalin kita semua!" tangis Papanya Meka terus terusan.
Adik iparnya menutup mulutnya tak percaya lalu berjalan melewati mereka kearah mayat yang ada didepan suaminya.
Iparnya itu gemetaran ingin membuat penutup kain itu dan pelan-pelan kain itu terbuka dan memperlihatkan wajah yang penuh luka sedang terbaring kaku dan dingin.
"Adik......, gak mungkin...! Padahal aku menunggu kedatanganmu. Aku ingin mengajak mu menemani ku jalan-jalan, kenapa kau tinggalin kakak, dek! hiks hiks hiks."
"Biyu gimana bang? tanah istrinya.
Dan suaminya berbalik kesamping membuka kain penutup mayat Biyu.
"Biyu nak...! Ponakanku, sayang, siapa teman Danu nanti kesekolah..! Hiks hiks hiks. Kenapa bisa terjadi bang. Apa yang terjadi?" tanya istrinya histeris.
Mereka menangis didalam ruangan itu. Lalu perawat datang menemui keluarga korban untuk mengurus administrasinya agar korban yang tewas bisa dibawa pulang.
__ADS_1
"Abang aja dek yang ngurusnya. Almarhum istrimu sama siapa dari bandara tadi?" Abangnya bertanya dengan isak tangis.
"Tadi dijemput sama adiknya yang bernama Sandy. Tapi aku gak tau dimana Sandy!" ucap Papanya Meka.
"Suster, korban yang selamat dirawat dimana ya?" tanya Abangnya.
"Oh yang selamat ada diruangan sebelah Pak," jawab si suster.
Lalu Abangnya mencari keberadaan adik dari iparnya. Dia melihat Sandy sedang terbaring dengan luka yang parah. Dia pun menghampiri Sandy. Lalu tiba-tiba datang dari luar istrinya Sandy yang sedang hamil.
"Bang Sandy...! Apa yang terjadi?" tanya istrinya histeris. Namun Sandy belom siuman dan belom sadarkan diri.
"Bang Khalis, mana Mamanya Meka dan Biyu?" tanya nya.
"Kamu harus kuat ya dek. Dan ikhlaskan semuanya. Mereka sudah tiada dan meninggalkan kita selamanya.
Istrinya Sandy tiba-tiba pingsan, karena syok mendengar ucapan Kakak iparnya.
"Dek, dek bangun..! Suster..suster tolong saya! Ini ada yang pingsan!" teriak Abangnya Papanya Meka.
Lalu suster pun datang dan menangani istrinya Sandy yang sedang hamil muda. Mereka membawanya keruangan lain.
Kemudian, semua urusan administrasi sudah diselesaikan sama Abangnya. Mereka mengurus kedua jenazah agar bisa dibawa pulang kerumah.
"Bang, gimana aku bisa ngasih tau Meka..., dia pasti syok dan aku takut dia bakalan histeris dan gak ikhlas," ucap Papanya Meka sama Abangnya.
"Abang pun gak tau dek mau gimana bilang sama dia. Masalahnya, almarhum istrimu baru dari Jogja. Pasti Meka sangat terpukul dengan kepergian kedua orang yang sangat disayanginya," balas abangnya.
"Jadi apa yang harus aku bilang bang?" tanya Papanya Meka prustasi.
"Kamu harus tegar dek, dan Meka harus segera dihubungi agar dia bisa terbang hati ini juga. Karena bagaimanapun dia harus bertemu untuk terakhir kalinya dengan mereka.
"Iya bang, tapi aku gak kuat untuk menghubunginya. Tapi aku coba untuk menahan kesedihanku saat menghubunginya.
Lalu Papanya Meka menghubungi Meka dan ternyata Meka langsung mengangkat tlpnya. Papanya memberitahukan untuk segera pulang ke Sumatera. Tapi Papanya tidak mengatakan tentang Istri dan adiknya.
Setelah selesai menghubungi Meka, mereka membawa pulang kedua jenazah ke rumah. Dan dirumah sudah dipasang bendera kuning menandakan adanya yang meninggal dunia.
__ADS_1
Kembali ke Meka.
Saat ini Meka dan Zain sudah berada di bandara untuk berangkat ke Sumatera. Meka terus merasa khawatir dan gelisah. Karena tak biasanya Papanya menghubunginya seperti ini. Meka merasa Tidka tenang dan terus menatap ponselnya.