
Meka dan Rudy masih tak menghiraukan geraman dari mahluk ghaib yang ada di sekitar mereka. Hingga saat Meka lengah, dia ditarik hingga hampir terjerembab ke depan. Tapi syukurnya Rudy memegang tangan meka dengan kuat dan menarik Meka ke dalam pelukannya. Keduanya pun saling bersitatapan dalam ke adaan berpelukan.
Kemudian dari arah belakang Meka, sebuah tangan panjang ingin mencakar Meka, tapi lagi-lagi Rudy menyelamatkannya dari mahluk ghaib itu. Rudy membalikkan tubuhnya hingga tangan mahluk itu mencakar punggungnya.
"Aakkkkkkk," Rudy kesakitan dan langsung menendang mahluk siluman itu hingga membuat siluman itu terjengkang ke belakang.
"Ka--kamu tidak apa-apa?" tanya Meka y xwang langsung menarik Rudy dan melihat punggung Rudy. Saat Meka melihatnya baju yang dikenakan Rudy sobek bekas cakaran siluman itu.
"Gimana ini, kamu terluka! Apa yang harus aku lakukan?" tanya Meka yang panik.
"Tenang Meka, saya baik-baik aja. Ayo kita lanjut ke rumah itu," ajak Rudy yang menyembunyikan rasa sakitnya.
Namun ntah kenapa tiba-tiba luka itu menghilang dan punggung Rudy tak terasa sakit lagi. Rudy tersenyum karena punggungnya sudah kembali seperti semula. Tapi Meka tidak mengetahuinya.
Lalu mereka berdua kembali berjalan ke arah rumah itu.
"Siiaapaa kaaliiiaann grrrrrrr," genduruwo itu menggeram.
Meka dan Rudy sengaja tidak melihat ke arah genduruwo itu. Dengan santainya keduanya melewati genduruwo itu, dan membuka pintu rumah itu. Meka terkejut dan syok melihat pemandangan di hadapannya.
"Astaghfirullahal'adzim.....!" teriak Meka dan langsung membenamkan kepalanya ke tubuh Rudy.
Rudy hanya diam melihat pemandangan di hadapannya. Dia tidak terkejut dan santai. Rudy pun tersenyum melihat dukun sakti itu dan sang iblis.
"Kenapa kamu bisa masuk kemari hah....!" bentak dukun itu dengan amarahnya.
Saat Meka dan Rudy membuka pintu rumah itu ternyata dukun sakti itu sedang melakukan ritual untuk kekuatan mereka. Dukun itu sedang bersetubuh dengan tubuh perempuan yang sudah tak bernyawa lagi. Dan dukun itu melakukannya di atas altar dimana ada beberapa kepala manusia yang sudah membusuk mengelilingi altar itu. Tubuh perempuan itu sangat mengenaskan, matanya melotot, mulutnya menganga, lalu sebelah tangannya sedang di nikmati iblis itu.
Yang lebih mengerikan lagi, perut perempuan itu terbuka lebar hingga sebuah janin yang masih sangat muda terlihat dari arah pandang Meka. Sehingga membuat Meka terkejut dan syok.
Sementara iblis itu sedang melihat dan menunggu dukun itu menyelesaikan persetubuhannya dengan wanita itu. Dia ingin segera mengambil janin yang ada di dalam perut yang sudah terbelah itu dan memakannya hidup-hidup.
Tapi sebelum janin itu dimakannya, Meka dan Rudy datang menghentikan ritual yang dukun dan Iblis itu lakukan.
__ADS_1
Sedangkan Kakek tua, ternyata di kurung oleh iblis itu ketika dia masuk ke dalam rumah sebelum Meka dan Rudy. Kakek tua diikat dengan benang merah tipis yang tak terlihat dan di kurung di dalam kurungan tak terlihat. Hanya iblis itu yang bisa membukanya dan keturunan sang iblis.
Tanpa di duga, iblis itu langsung melesat ke arah Meka dan Rudy.
"Wuuushhh," iblis itu berdiri di hadapan Meka dan langsung mencekiknya.
Meka tersedak dan tak bisa bergerak. Nafasnya tersengal-sengal. Lalu Rudy menarik tangan iblis itu dan menghempaskannya hingga iblis itu meraung marah dan mundur seketika. Iblis itu menatap Rudy dengan nyalang dan mata yang memerah karena amarahnya.
"Beraninya kauuuuuu menghentikan ku....!" teriak iblis itu. Lalu iblis itu melemparkan bola api ke arah Rudy.
Bola api itu tak mengenai Meka dan Rudy. Justru bola api itu mengenai dukun sakti itu yang berada di belakang mereka, hingga membuatnya terhempas dan membentur tembok, lalu jatuh ke lantai dalam keadaan tak berpakaian. Dukun itu pun terbatuk-batuk sambil memegang dadanya yang sangat sakit hingga mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya.
Sementara Meka membulatkan matanya bingung bercampur terkejut. Karena bola api itu seperti meleset ke arah samping mereka.
Setelah Meka terlepas dari cekikan iblis itu, Meka terkulai lemas dan jatuh dalam pangkuan Rudy. Dia melihat ke arah Rudy yang menatapnya dengan rasa khawatir.
"Kamu gak kenapa-napa kan Meka?" tanya Rudy yang cemas.
Lalu Rudy memegang leher Meka, dan seketika Meka tak merasakan kesakitan lagi. Dan lehernya juga tidak ada bekas tangan iblis itu.
"Kenapa kau ikut campur urusanku?!" teriak iblis itu dengan amarahnya.
Rudy tidak menjawabnya, dia menatap tajam ke arah iblis itu dan menyeringai.
Lalu Rudy berjalan ke arah Kakek tua dan memegang besi kurungan itu lalu menariknya hingga terbuka. Kakek tua itu tersenyum melihat ke hadiran Rudy.
"Ayo kek kita selesaikan urusan dengan iblis itu," ajak Rudy.
"Terima kasih," balas Kakek tua.
Meka masih bingung dengan Rudy yang bisa melakukan semuanya. Dan dia juga melihat Kakek tua tersenyum penuh arti terhadap Rudy.
"Sepertinya ada yang lain ini. Tapi apa?" pikir Meka sambil menatap lekat ke arah Rudy.
__ADS_1
Tiba-tiba iblis itu mengamuk dan mencambuk Rudy dengan cambuk apinya yang dahsyat. Tapi Rudy menahannya dengan tangannya dan menarik cambuk itu hingga iblis itupun ikut tertarik dan Rudy mencekiknya.
"Kaaa--uuuu......," iblis itu tercekik dan membalas dengan mencekik Rudy kembali dengan tangannya yang memiliki kuku tajam.
Rudy tak tinggal diam, dia menekan iblis leher iblis itu hingga bolong di kanan kiri akibat cengkraman tangannya yang kuat. Darah hitam menetes keluar dari leher iblis itu mengenai tangan Rudy.
Kemudian iblis itu menendang Rudy dengan kuat membuatnya jatuh terjengkang ke belakang hingga menabrak tembok yang berada di belakangnya. Rudy pun mengeluarkan darah di sudut bibirnya.
Sementara dukun itu mencoba merangkak ke arah jasad yang ada di hadapannya. Dia ingin melanjutkan ritualnya dengan mengorbankan janin bayi itu sebagai persembahan tumbal terakhir. Dia menyalakan kobaran api di sekitar altar itu dan dukun itu mulai duduk bersila dengan kedua tangan di ulurkan ke depan sambil membaca mantra-mantra ya.
"Bumi dan langit bersatu, memancarkan kekuatan untuk penguasa yang terkuat. Iblis bangkit dengan kekuatan baru, aku mempersembahkan bayi janin yang sangat segar, memberikan kekuatan penuh bagi sang penguasa iblis, bangkitlah......!!!" seru dukun itu dengan lantang.
Suara gemuruh petir terdengar di luar rumah itu, angin kencang yang bertiup membuat atap rumah itu tertiup oleh angin dan petir saling bersahutan menyambut kekuatan penuh untuk iblis itu. Hingga suara burung gagak.
"Koak koak koak," suara burung gagak yang memenuhi atap rumah itu.
Meka dan Kakek tua kaget melihat dukun itu melakukan ritualnya tanpa sehelai benang pakaian di tubuhnya. Meka memalingkan wajahnya karena merasa risih melihatnya.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Kakek tua.
"Saya tidak tau kek. Apa yang harus kita lakukan?" Meka balik bertanya.
Lalu sebuah cahaya biru meleset dari hadapan mereka, melewati keduanya hingga menghancurkan altar itu.
"BOOM," ledakan pun tak terelakan. Dukun itu lagi-lagi terhempas ke belakang hingga tubuhnya terluka penuh darah.
Kemudian pintu depan terbuka lebar dengan sendirinya karena genduruwo itu mencium aroma darah segar dari manusia. Begitu pintu terbuka lebar, genderuwo-genderuwo itu menatap lapar ke arah dukun sakti yang penuh dengan luka berdarah itu.
Sementara iblis yang sudah menantikan tumbal terkahirnya terbakar dalam kobaran api yang di berikan Rudy. Tapi iblis itu tidak langsung hancur. Dia kembali dan berhadapan dengan Rudy langsung. Matanya merah menyalang, jari-jari nya dengan kuku tajam siap mencabik-cabik Rudy.
"Kau mau mengalahkan ku?" tanya iblis itu.
Rudy pun tak kalah, menatap iblis itu dengan nyalang dan tak merasa takut.
__ADS_1