Aku Ternyata Memiliki Khodam

Aku Ternyata Memiliki Khodam
Bab 31


__ADS_3

Mamanya Meka merasa lucu melihat tingkah anak dan Dosen anaknya yang saling mencuri pandang. Ternyata tidak hanya Mamanya saja yang melihat aksi konyol mereka. Asih juga tak sengaja memergoki Zain sedang memandang kearah Meka. Namun dia hanya senyum-senyum sendiri.


"Dunia kayak milik berdua ya Tan," celetuk Asih tiba-tiba.


Meka mendongakkan kepalanya menatap kearah Asih. Dia mengejek Asih dengan memonyongkan bibirnya.


"Namanya juga lagi jatuh cinta Sih, pasti serasa dunia ini milik berdua. Tante sama kamu ngontrak," sambung Mamanya Meka sambil senyum-senyum.


"Ihhhh Mama ini, ikut-ikutan Asih aja ngeledekin aku," Meka sedikit merajuk.


"Lihat tuh nak Zain. Meka seperti itu! Gimana kalau kalian sedang berdua? Apa Meka juga seperti ini?" tanya Mamanya Meka yang terus menjahilin anaknya.


"Hehehe lebih loh Tan, kalau sama saya dia galak banget!" jawab Zain sambil tersenyum.


"Yeeee, habis Pak Zain nya juga suka buat saya marah-marah," balas Meka yang gak mau terima dijelekin.


"Cocok banget ya Tan, Meka ini orangnya emang galak kok Tan aslinya," sambung Asih.


"Wuihhh Sih..! Lo mihak Pak Zain nih ceritanya?" Meka memperlihatkan wajah sangarnya ke Asih.


"Ihhhh atut gw Mek!" seru Asih sambil ngekeh-ngekeh.


Mereka terus bersenda gurau dan sesekali ngobrol serius. Akhirnya makan malam pun selesai. Mamanya Meka dan Asih kembali ke kamar masing-masing. Sedangkan Zain dan Meka sedang berduaan didalam mobilnya Zain.


"Sayang, apa kamu tidak pernah bertanya sama Mama kamu tentang dirimu yang mengalami hal aneh begitu?" Zain bertanya hati-hati agar tidak menyinggung perasaan kekasihnya ini.


"Blom yanx," jawab Meka sambil menggeleng.


"Kamu seharusnya nanya sayang, sapa tau ada sesuatu dikeluarga kamu yang memang sengaja disimpan orang tua kamu," ucap Zain.


"Biarlah yanx, aku juga gak mau meresponnya. Lagian aku males bahas hal begituan," jawab Meka ogah-ogahan.


"Trus gimana dengan sahabat kamu dikampus? Apa kamu masih mau berteman sama mereka?" Zain bertanya lagi.


"Aku gak tau, terserah mereka saja. Yang pasti aku tidak akan meminta maaf sama Deon atas apa yang aku ucapkan kemaren malam," jawab Meka sedikit sedih.


"Berarti besok kamu kekampus yanx? Kalau iya, aku jemput ya. Kita pergi bareng!" ajak Zain.


"Iya, besok aku kekampus. Kamu kemari jam berapa besok?" Meka balik bertanya.

__ADS_1


"Mungkin jam delapan biar kita sarapan bareng. Atau aku belikan aja lontong sayur biar kita sarapan bareng Mama kamu, calon mertuaku," ucap Zain sambil tersenyum manis.


"Boleh juga kalau kamu gak keberatan sih!" sahut Meka.


"Ya gak dong sayang."


"Udah malem yanx, kamu gak pulang?" usir Meka blak-blakan.


"Kamu ngusir aku ya! Padahal aku masih kangen banget sama kamu. Pengen peluk kamu malah," goda Zain.


"Idih maunya tuh," celetuk Meka.


"Boleh ya peluk kamu yanx?" pinta Zain.


Meka hanya mengangguk saja tanda setuju dengan apa yang diminta Zain.


Tanpa aba-aba Zain langsung memeluk Meka dengan sangat senang. Dia merasa tenang saat memeluk tubuh kekasihnya. Lalu Zain menatap wajah Meka dan melu*** bibir manis Meka yang sudah menjadi candunya. Perlahan-lahan lumayan itu semakin dalam dan menggairahkan hingga mereka hampir saja lepas kendali. Namun Meka tersadar dan langsung melepaskan pagutan bibir mereka.


"Sayang, lama banget ciumnya, habis nih nafasku," Meka sedikit ngambek dan memanyunkan bibirnya.


"Hehehe, habis dah lama sih yanx gak dapat semangat dari kamu!" seru Zain tanpa malu-malu.


"Udah ah, sekarang kamu pulang, gak enak sama Mama. Oh ya besok Mama juga mau balik ke Sumatera. Gimana kalau kita anter Mama kebandara habis pulang kuliah aku?" tanya Meka berharap Zain ada waktunya.


"Makasih ya sayang, kamu udah mau ngertiin aku. Jangan pernah meninggalkan aku ya yanx!" ucap Meka sambil tersenyum.


"Iya sayangku....yang manja dan baik hati ini..!!" seru Zain sambil menoel hidung Meka.


Lalu Zain mencium kedua pipi Meka dan terakhir kening Meka untuk salam perpisahan.


"Gih kamu masuk, salam sama Mama kamu, aku pamit pulang," ucap Zain tersenyum.


"Iya nanti aku sampaikan ya. Kamu hati-hati dijalan, khabari kalau sudah sampai di apartemennya ya," balas Meka.


Meka pun keluar dari mobil Zain dan masuk kedalam kost-kostannya. Zain pun meninggalkan kost-kostan Meka. Lalu Meka masuk kedalam kamarnya dan melihat Mamanya sedang menonton TV.


"Loh Mama belom tidur?" tanya Meka.


"Mama nungguin kamu sayang," jawab Mamanya.

__ADS_1


"Ada apa Ma?" tanya Meka heran.


"Mama mau bilang sama kamu, apapun yang kamu alami, jangan pernah menggubrisnya. Anggap aja itu hanya intermezo dalam kehidupan yang kamu jalani ya sayang!" pinta Mamanya sambil menatap Meka dengan lekat.


"Kenapa Mama ngomong seperti itu?" tanya Meka yang semakin bingung.


"Mama khawatir kamu terganggu dengan hal-hal yang tak bermanfaat sayang."


"Meka bingung dengan apa yang Mama ucapkan!"


"Sudahlah, sekarang kita istirahat ya. Besok Mama kan harus berangkat ke Sumatera. Kasihan Adik kamu disana. Papa kamu juga akan balik ke rumah, karena sedang cuti," jelas Mamanya yang penuh teka-teki.


Meka pun menuruti ucapan Mamanya. Mereka berjalan kearah tempat tidur. Meka dan Mamanya mulai membaringkan tubuh mereka. Mamanya mulai memejamkan matanya. Sedangkan Meka masih memikirkan kata-kata yang diucapkan Mamanya.


"Kenapa Mama bicara seperti itu ya? Apa benar yang dikatakan Zain, bahwa orang tuaku menyimpan rahasia yang tidak kami ketahui," monolog Meka. Dia pun mencoba memejamkan matanya dan tidur dengan lelap.


Namun didalam tidurnya Meka bermimpi. Kali ini mimpi Meka sangat aneh. Dia bermimpi sedang berada ruangan yang sangat sepi. Tak ada satu orang pun didalamnya. Meka berjalan menggapai pintu keluar, namun tiba-tiba muncul seorang wanita. Ya wanita yang dijumpainya saat dia berada ditoilet. Wanita itu menatap Meka dengan tajam, lalu tertawa sekencang-kencangnya.


"Hahahahaha, kau akan mati..!!!" serunya. "Mati..!!"


Meka terus mencoba membuka pintu ruangan itu hingga tiba-tiba muncul harimau putih sedang mengaum.


Wanita itu terkejut dengan kehadiran Harimau putih liris. Harimau itu menatap tajam kearah wanita itu seolah-olah siap akan menerkam mangsanya. Lalu Wanita itu mundur seketika. Dia pun menghilang dari hadapan Meka. Kemudian Harimau itu menghampiri Meka, namun Meka ketakutan dengan kedatangan harimau putih itu. Meka mencoba membuka pintu ruangan itu, dan ajaibnya pintu itu terbuka. Dia pun keluar dan berlari sekencang-kencangnya hingga Meka terbangun dengan keringat ditubuhnya.


Dia melihat kearah Mamanya yang masih tertidur pulas. Meka melihat jam dindingnya masih pukul 03.30 pagi.


"Kenapa mimpinya aneh banget. Siapa wanita itu? Dan kenapa dia bilang Mati! Siapa yang mati!" Meka bingung dengan mimpinya yang aneh.


Meka tak bisa tidur lagi sampai subuh menjelang. Dia pun menunaikan sholat subuh. Lalu dia mulai merapikan kamarnya. Hingga pagi benar-benar datang dengan terang benderang.


Meka bersiap-siap untuk berangkat ke kampus. Karena Dosganya akan menjemputnya dan sarapan bareng sama Mamanya.


"Ma, nanti Pak Zain kemari jemput Meka. Tapi dia mau sarapan bareng disini," ucap Meka.


"Oh ya sudah gak apa-apa. Mama juga senang ada teman buat sarapan bareng," balas Mamanya.


"Mama, nanti berangkat biar Meka aja ya yang anter sama Pak Zain. Karena kemaren malam Meka udah bilang sama Pak Zain kalau Mama mau balik ke Sumatera nanti siang," ucap Meka lagi.


"Iya nanti bukannya kamu kekampus nak?" tanya Mamanya.

__ADS_1


"Iya Ma, tapi Meka hanya satu mata kuliah aja hari ini, habis tuh Meka sama Pak Zain langsung jemput Mama, agar bisa nganter Mama ke Bandara," jelas Meka.


"Iya nanti Mama tunggu kalian disini. Mama mau menghubungi Om kamu dulu disana, mau minta sama dia, nanti bisa jemput Mama dibandara," ucap Mamanya yang berlalu keluar kamar sambil menghubungi Abangnya.


__ADS_2