
Hai pembaca setia Ternyata aku memiliki Khodam. Senang ya kalian masih mau membaca tulisan saya yang amatiran ini sampai bab ratusan.
Kisah Meka masih berlanjut dan masih banyak hal-hal yang belum di laluinya sampai akhirnya dia bahagia.
Ikutin terus kisahnya, jangan lupa always kasih author LIKE, VOTE, KOMEN KRITIK DAN SARAN JUGA BOLEH, APALAGI HADIAH BUNGA, KOPI DAN VIDEO. WOW....banyak banget maunya nih author.
Terima kasih atas kesetiaannya ya....😘😘😍
_________________________________________________
Zain meninggalkan Meka di Apartementnya sendirian. Saat Zain sudah pergi jauh, Meka pun mulai membersihkan ruangan Apartementnya. Dia pun menyibukkan diri dengan memasak untuk makan siang mereka.
Tiba-tiba muncullah Khodamnya yang membuat Meka terkejut.
"Astaghfirullahal'adzim....!" seru Meka kaget. "Kamu datang kayak jailangkung, datang tak di jemput, pulang tak pamit," sindir Meka dengan kesal.
Khodamnya hanya tersenyum mendengar Meka yang kesal karena kehadirannya yang mendadak.
"Kenapa kamu kemari?" tanya Meka yang masih sibuk mencuci piringnya.
"Aku hanya ingin melihatmu Meka. Di sekitarmu ini banyak sekali iblis yang sedang memantau keberadaanmu. Janin yang berada dalam kandunganmu itu sangat berharga untuk para iblis itu," ucap Khodamnya.
Meka menghentikan kegiatan mencuci piringnya. Dia membalikkan badannya menghadap Khodamnya yang berada di dekat meja makan. Dia menatap tajam ke arah Khodamnya. Lalu Meka berjalan menghampirinya dan berkata.
"Kenapa kau memberitahuku? Bukankah kau tidak ingin memberitahuku tentang apa yang akan terjadi ke depannya terhadap diriku?" tanya Meka masih dengan sorot mata yang tajam.
Khodamnya dengan santai membalas tatapan Meka yang menurutnya mencoba mengintimidasinya.
"Hahahaha, aku memang tidak akan memberitahukan tentang apa yang terjadi di depan sana. Tapi aku tidak bilang kalau aku tidak akan memberitahumu tentang apa yang ada di sekitarmu," jawab Khodamnya Meka nyantai.
"Ck," Meka melengos membalikkan badannya dan berjalan kembali ke arah tempat cuci piringnya. Dia kembali menjalankan aktifitasnya dan tak memperdulikan keberadaan Khodamnya.
"Meka, berhati-hatilah. Karena bayi yang berada dalam kandunganmu itu sangat berharga untuk santapan iblis. Dan berhati-hatilah terhadap dukun yang berilmu hitam karena mereka memburu janin kuat dari seseorang yang memiliki kelebihan seperti dirimu," ucap Khodamnya memperingatinya.
__ADS_1
"Aku tau dan sudah pasrah. Ini sudah menjadi resiko untukku karena aku memiliki kelebihan," balas Meka.
"Lagian kau tidak perlu repot-repot memberitahuku. Toh selama ini kau selalu berada di sampingku. Bahkan ketika masalah kemaren. Bukan kah kau sudah tau lebih dulu kalau aku hamil?" tanya Meka dengan terang-terangan tanpa menoleh ke arah Khodamnya.
Ketika Meka mengetahui dirinya hamil, dia menyadari satu hal. Bahwa Khodamnya tahu bahwa dirinya hamil. Tapi yang membuat Meka bertanya-tanya, kenapa Khodamnya tidak memberitahunya tentang hal besar seperti itu? Dan justru membiarkannya melewati masalah yang sangat berbahaya itu.
"Aku sudah menebaknya Meka, kau pasti menyadarinya. Aku melakukannya demi kebaikan kalian. Jika aku mengatakan kondisimu saat itu, suamimu tidak akan membiarkan kau melakukan semuanya. Selain itu kau juga akan kehilangan dia, jika kau tidak membasmi iblis itu," ungkap Khodamnya.
"Tapi bukan aku yang memusnahkannya," balas Meka yang bingung dengan ucapan Khodamnya.
"Ya itu benar. Memang bukan kau yang memusnahkannya. Tapi dengan aroma dari janinmu yang sebenarnya menjadi sasaran iblis itu, sehingga bisa memancingnya keluar. Sebenarnya iblis itu sudah mengetahui akan kedatanganmu, sehingga dia sengaja memanipulasi keadaan. Dukun itu sengaja membawa tumbal perempuan yang masih perawan, tapi sasarannya adalah dirimu," ungkap Khodamnya.
"Berarti kau sudah mengatur semuanya?" tanya Meka curiga.
"Ya, aku sudah mengaturnya Meka. Iblis itu tidak menginginkan Zain, melainkan janin dalam rahimmu. Walaupun awalnya dia membantu mahluk ghaib yang bernama Arin. Tapi setelah jasad laki-laki yang akan di tempatkan Zain sudah musnah akibat kalian, iblis itu mencium aroma manis dari tubuhmu dan itu janinmu. Dia merencanakan memancing dirimu untuk menghancurkan ritual dukun itu sehingga iblis itu bisa mendapatkan janinmu saat kau masuk ke dalam rumah itu," ungkap Khodamnya lagi.
"Kau memanfaatkanku?" tanya Meka dengan marah dan berkacak pinggang.
"Tapi bukan aku yang memusnahkan iblis itu! Tapi laki-laki yang bernama Rudy itu yang melakukannya," balas Meka.
"Memang bukan kau yang memusnahkannya, tapi dengan bantuanmu yang sedang mengandung, iblis itu bisa terpancing keluar. Ya laki-laki itu yang memusnahkannya."
"Apa jangan-jangan kau mengenalnya?" tanya Meka menyelidik.
"Hahahahaha," Khodamnya Meka tertawa terbahak-bahak. Membuat Meka bertanya-tanya tentang Rudy.
Ketika Meka lengah sedikit karena teringat akan Rudy, Khodamnya Meka sudah menghilang dari hadapan Meka. Sesaat kemudian, Meka tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah Khodamnya. Tapi ternyata si Khodam sudah menghilang melarikan dirinya.
"Dasaaaar.......Khodam jailangkuuuung!" teriak Meka kesal.
Meka langsung mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena emosi. Bagaimana tidak, si Khodam menghilang ketika Meka ingin bertanya lebih banyak tentang kehadiran Rudy pada saat kejadian itu. Dan dia masih penasaran dengan Rudy yang memiliki liontin bulan sabit yang sama dengan miliknya.
Meka melanjutkan pekerjaannya. Setelah selesai dia kembali ke kamarnya dan mengistirahatkan tubuhnya karena lelah. Dia pun tidur sejenak menunggu Zain pulang dari kampus.
__ADS_1
Sementara Zain di kampus mengurus kuliah Meka yang akan mengambil cuti dan pengunduran dirinya dari kampus. Setelah Zain menyelesaikan semuanya, dia pun segera kembali ke Apartement.
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di rumah dukun yang bernama Sundul sedang berolah raga di atas ranjang. Dukun itu sedang menikmati tubuh mulus Mona terus menerus. Dia menghujam miliknya ke dalam tubuh Mona dan menghentak-hentakkannya lebih dalam. Mona yang sudah beberapa kali melakukannya dengan dukun itu, merasakan sensasi yang luar biasa menikmati milik dukun tua itu.
Saat Mona melakukan dengan dukun itu, dia melihat wajah Zain yang ada di atas tubuhnya yang sedang menghujam miliknya. Mona dengan sangat bersemangat dan bergairah melayani dukun yang menghipnotis pandangan Mona itu.
Suara erangan terus bergema di dalam kamar yang terbuat dari separuh dinding dan kayu. Rumah yang benar-benar sangat mengerikan di pandangan masyarakat biasa.
"Zain.....,teruskan Zain...ini enak banget sayang....," desah Mona yang sudah menggila dengan milik dukun itu.
"Punyamu enak banget Mona..., Oh Mona....," desah dukun tua itu yang terus menghentak-hentakkan miliknya. Hingga akhirnya pelepasan selanjutnya ia semburkan ke dalam rahim Mona.
Mona dan dukun itu meluapkan puncak kenikmatan mereka secara bersamaan. Mona pun terkulai lemas di bawah dukun itu. Sedangkan si dukun menatap Mona dengan gairah yang tidak pernah padam. Dia pun turun dari atas tubuh Mona dan membiarkan Mona beristirahat. Dukun itu keluar dari dalam kamarnya dan masuk ke dalam ruangan yang biasa dia gunakan untuk melayani pelanggannya.
Dukun itu menyeringai puas telah mendapatkan keperawanan Mona dan menikmati tubuh mulusnya.
"Dasar perempuan bodoh, demi lelaki itu dia mau menyerahkan mahkotanya kepadaku, hahahaha," tawa dukun itu menggema di ruangannya.
Lalu keluarlah iblis dalam tubuh dukun itu yang ternyata menempati tubuhnya ketika melakukan penyatuan dengan Mona dan mendapatkan darah keperawanannya. Iblis itu menatap puas ke arah dukun yang setia memberinya perawan dengan menggunakan tubuhnya.
"Aakuu puuaass....," ucap iblis itu menyeringai.
Dukun itu mengangguk melihat iblis yang di sembahnya.
"Apakah aku boleh menikmati tubuhnya tanpa kau memasuki tubuhku" tanya dukun itu.
"Lakukan, aku sudah puas menikmatinya. Dan ingat, setelah dia berhasil membuat laki-laki itu menjadi miliknya, dia harus tetap melayaniku setiap malam Jum'at. Dan aku akan menggunakan tubuh laki-laki itu. Kau harus mengatakannya ketika melakukan ritual selanjutnya," perintah iblis itu.
"Baik, aku akan mengatakannya," balas dukun itu.
Sang iblis tertawa terbahak-bahak keras hingga membuat siapa saja yang bisa mendengarnya merasa merinding.
Dukun itu kembali ke dalam kamarnya dan berjalan ke arah ranjangnya. Dia melihat Mona dengan penuh nafsu. Lalu dia menanggalkan seluruh pakaiannya dan menyibak selimut yang menutupi tubuh Mona. Dukun itu menelan salivanya dan tanpa perduli dengan keadaan Mona yang sedang terlelap, dia melancarkan aksinya menggerayangi tubuh mulus Mona.
__ADS_1